

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi bersama Lazismu dalam program tanggap bencana di wilayah Sumatera Utara terkhusus daerah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Program ini difokuskan pada pengadaan sarana dan prasarana masjid serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Program bantuan tersebut masih berada dalam tahap proses penanganan dan pendataan kebutuhan di lapangan. BPKH dan Lazismu tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, memastikan bantuan yang akan disalurkan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Demikian disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati pekan lalu yang berkolaborasi dengan 7 mitra kemaslahatan termasuk Lazismu. “Bantuan yang direncanakan meliputi pengadaan perlengkapan masjid, sarana ibadah, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak bencana”, katanya.
Bantuan ini amanah dari umat dan kembali untuk umat. Ia menegaskan, kami mengalokasikan nilai manfaat dari hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU) untuk memastikan saudara-saudara kita di Sumatera tidak berjuang sendirian. Kami ingin hadir di tengah mereka untuk membantu mereka bangkit lebih kuat melalui program kemaslahatan.
“Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek urgensi, kelayakan, dan kebermanfaatan jangka Panjang”, pungkasnya. Setiap tahunnya menyalurkan bantuan kepada berbagai program ibadah dan pendidikan di berbagai daerah. Sumatera Utara menjadi daerah yang setiap tahunnya mendapatkan dana dari BPKH yang dikelola secara syariah.
Sementara itu, Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Luthfi Kautsar pada Jum’at, (2/1/2026), menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam respons kebencanaan, mulai dari tahap asesmen hingga pemulihan. Lazismu, kata Ardi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program bantuan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi BPKH dan LAZISMU ini, proses penanganan pasca-bencana di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak”, jelas Ardi berharap penuh.
Kami mewakili Lazismu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atas kepercayaan dan dukungannya kepada Lazismu dalam penyaluran bantuan respon dan rehabilitasi pasca-bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Bantuan ini difokuskan pada renovasi serta pemenuhan sarana dan prasarana satu sekolah dan satu masjid di masing-masing wilayah, sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi pendidikan, sosial, dan spiritual masyarakat terdampak,” bebernya.
Melalui kolaborasi ini, Lazismu memastikan pendistribusian dan pendayagunaan bantuan dilakukan secara tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi keberlanjutan. Kerja sama dengan BPKH menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
Tak kalah pentingnya, sambung Ardi, kolaborasi strategis ini mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pasca-bencana, dengan pelaksanaan program yang transparans, terukur, dan sesuai prinsip kepatuhan syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

