

YOGYAKARTA -- Nilai transaksi kurban digital memberikan angin segar. Perdana diimplementasikan, aplikasi gaya hidup muslim digital resmi milik Muhammadiyah atau populer disebut MASA, sajikan transformasi layanan yang tumbuh prospektif.
Pada debutnya di Idul Adha tahun ini, transaksi digital kurban di MASA berhasil membukukan penghimpunan kurban dengan total terdiri dari 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Dengan mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi, MASA dirancang sebagai transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan Qurbanmu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparans, dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas. Mewakili Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, dalam rilisnya (29/5/2026), menegaskan, berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya. Peran LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur.
Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi transaksi kurban melalui aplikasi MASA, sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para pekurban (mudhohi) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan klik di gawainya”, ungkap Mujadid Rais.
Terima kasih atas kepercayaan para pekurban kepada kami, sambung Mujadid Rais. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan bencana maupun terdampak bencana.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya membangun ekosistem layanan umat terintegrasi berbasis teknologi yang mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat.
Terutama melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/LabMU]

