

JAKARTA – Amil Lazismu wilayah DKI Jakarta telah menyiapkan dokumen kelengkapan audit. Di salah satu ruangan gedung pimpinan wilayah muhammadiyah di bilangan Kramat Raya itu, enam orang auditor dari kantor akuntan publik Abdul Hamid dengan cermat melihat satu per satu dokumen yang tersusun rapih.
Tahapan audit Lazismu Wilayah DKI Jakarta dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dan kewajiban yang telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Hari itu, Senin, 2 Juni 2026, Lazismu Wilayah DKI dan beberapa kantor layanan berbasis kampus dan rumah sakit secara bergiliran menjalani proses audit eksternal.
Ketua Badan Pengurus Lazismu DKI Jakarta, Lambang Saribuana, mengatakan seluruh amil menyambut proses audit dengan kesiapan dokumen. “Audit ini kewajiban administratif tata kelola lembaga amil zakat. Suatu ikhtiar kami menjaga amanah agar setiap amanah yang dititipkan bisa dipertanggungjawabkan dengan transparans dan akuntabel”, ujarnya.
Lambang menambahkan, Lazismu DKI menjadi kantor wilayah pertama yang di audit, setelah itu kantor layanan yang ada di kampus dan rumah sakit. Laporan audit akan jadi pada bulan September atau Oktober 2026. Nilai manfaat dari audit untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas.
Di hari kedua, proses audit dilakukan di kantor Lazismu daerah dan kantor layanan berbasis cabang dan ranting. “Audit dilaksanakan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Selatan”, jelasnya.
Kantor layanan berbasis amal usaha yang diaudit ada tiga, Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Uhamka, dan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka putih. Sementara itu, sambung Lambang, kantor layanan berbasis cabang dan ranting ada dua, yakni Kantor Layanan Lazismu kebayoran dan Kantor Layanan Lazismu Rawamangun.
Dalam periode audit tahun 2025 ini, dokumen yang diperiksa meliputi laporan keuangan, bukti transaksi, dan rekening bank. Masing-masing kantor Lazismu dilakukan sampling dan auditor mewawancara pengurus dan amil.
Menurut catatan Lazismu Wilayah DKI, total penghimpunan yang berhasil dicapai sebesar Rp 18 miliar, dan perolehannya meningkat dari tahun ke tahun. Ada puluhan ribu lebih penerima manfaat. Kebencanaan menjadi pilar program kemanusiaan yang banyak diminati terutama bantuan logistik kebencanaan, seperti saat bencana banjir di Aceh dan Padang.
Menurut Lambang, audit menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi Islam. “Hasil auditnya nanti bermanfaat untuk para muzaki sehingga mengetahui bagaimana dana yang diamanahkan dikelola dan dimanfaatkan dalam program-program pentasyarufan yang dijalankan,” jelasnya.
Mewakili Lazismu Wilayah DKI Jakarta, Lambang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini turut mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program-program Lazismu. Lebih khusus kepada pimpinan wilayah muhammadiyah DKI Jakarta, pimpinan daerah Muhammadiyah, cabang dan ranting, serta kader, relawan, dan masyarakat yang terus membersamai gerakan zakat di ibu kota Jakarta.
Sejurus dengan hasil audit nanti, kami akan terus memperbaiki tata kelola dan layanan dalam segenap program Laizsmu di DKI Jakarta. Lewat audit ini semoga laporan informasi yang disampaikan kepada semua pihak, muzaki dan mustahik dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas layanan baik di program pendistribusian dan pendayagunaan serta penghimpunan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DKI]

