

JAKARTA – Cerita pilu mewarnai warga Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada awal Juni 2026 lalu, kawasan padat penduduk di belakang Pasar Jiung porak-peranda dilalap api. Kebakaran hebat di hari Senin terjadi pukul sembilan malam yang diduga dari korsleting listrik dan langsung menyambar rumah-rumah warga.
Menurut data yang dihimpun Pemerintah Kota Admisnitrasi Jakarta Pusat, dalam laman resminya bahwa imbas dari kebakaran tersebut menghanguskan hampir 304 bangunan dengan rincian terdapat 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.
Sebagai wujud kepedulian dan aksi nyata kemanusiaan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Pusat menyalurkan paket bantuan bagi warga dan siswa yang menjadi korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Sabtu, (13/6/2026).
Ketua PDM Jakarta Pusat, Bambang Tri Purnomo, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia mengatakan bahwa penggalangan bantuan ini merupakan bagian solidaritas dan empati dari berbagai unsur di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
"Musibah tidak bisa diprediksi, tetapi sebagai bagian dari Masyarakat turut merasakan duka terhadap para penyintas. Jangan lihat jumlah besar kecilnya bantuan ini, semua kami upayakan untuk meringankan beban bapak dan ibu sekalian", ujar Bambang memohon keikhlasannya.
Agenda penyaluran bantuan ini juga diisi dengan kajian penyejuk hati yang disampaikan Wakil Ketua PDM Jakarta Pusat, Suhur Samiun. Suhur memberi penyemangat bahwa musibah tak dapat ditolak, namun yang paling penting adalah bagaimana menyikapi musibah dengan aksi tolong – menolong bagi saudaranya yang dilanda kesulitan.
"Siapa saja yang membantu melonggarkan kesesakan saudaranya, Allah akan memberikan balasan yang sama di dunia dan di akhirat. Sekarang kita dibantu, semoga insyaallah berikutnya kita mendapat giliran kesempatan untuk memberikan bantuan," jelasnya.
Bantuan kemanusiaan untuk penyintas sudah datang dari berbagai pihak. Adapun Lazismu Pusat datang bersama dengan Kantor Layanan Lazismu PDM Jakarta Pusat, untuk para penerima manfaat yang telah diasesmen sebanyak 33 penyintas.
“Penyintas menerima paket bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan harian termasuk perlengkapan mandi untuk menunjang proses pemulihan pasca-bencana”, ungkap Dedy Supriyadi, Ketua Kantor Layanan Lazismu PDM Jakarta Pusat. Adapun 16 penyintas di antaranya merupakan siswa sekolah, sedangkan 17 lainnya adalah warga setempat.
Tak hanya itu, Lazismu Pusat turut memberikan bantuan berupa penyaluran daging kurban dari DAM Haji dalam kemasan siap saji kepada seluruh penerima manfaat. "Khusus untuk anak-anak sekolah, kami juga memberikan bantuan School Kit (tas, buku, dan alat tulis). Saat ini, kata Dedy, pihaknya berkoordinasi dengan Lazismu Pusat agar para siswa yang terdampak bisa mendapatkan bantuan pendidikan.
Respons OMOR di Awal Pasca-Kejadian
Aksi dan respons tanggap darurat sebenarnya telah dilakukan sejak awal pasca-bencana. Muhammadiyah langsung mendirikan posko air bersih dengan menggerakkan One Muhammadiyah One Response (OMOR). Aksi kolektif ini melibatkan kolaborasi antara Lazismu, MDMC, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Berdasarkan data yang dikantongi MDMC Jakarta Pusat, ada satu tempat ibadah yang terdampak di area seluas 5 ribu meter per segi. Penyintas mengungsi di tenda-tenda sementara serta tenda-tenda darurat di sekitar lokasi kejadian.
Melalui penyaluran bantuan ini, Lazismu berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan para penyintas agar mereka dapat segera bangkit dari masa-masa sulit.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

