

KALIMANTAN TENGAH -- Kabut asap masih menyelimuti pulau Kalimantan. Menurut laporan data visual BNPB, (10/9/2026), kualitas udaranya masih dalam situasi berbahaya. Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tanggap darurat terus memperkuat pengendalian, terutama wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi.
Masih dalam respons bencana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Status ini diperpanjang hingga 20 September 2026. Upaya memaksimalkan kekuatan pemadaman menjadi penting oleh satuan tugas di tengah ancaman kabut asap.
Selaras dengan itu, Muhammadiyah di Kalimantan Barat telah melakukan respons darurat. Dalam catatan penanganan kebakaran hutan dan lahan, Rabu (9/9/2026), respons darurat bencana kabut asap yang telah dilakukan Muhammadiyah turut melakukan pemadaman pada 23 titik dan pelayanan rumah oksigen di 9 titik.
Dukungan relawan diperkuat melalui pendirian Pos Muhammadiyah di 1 wilayah dan 7 daerah untuk koordinasi. Relawan Muhammadiyah juga mengaktifkan 2 layanan dapur umum dan menyediakan 3 mobil ambulans. Sementara itu, 20 ribu lebih masker telah disalurkan untuk warga terdampak, termasuk menyalurkan air bersih untuk 100 lebih penerima manfaat.
Respons darurat yang sama dilakukan relawan Muhammadiyah di Kalimantan Tengah. Menurut Ketua Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, berdasarkan informasi di lapangan melalui Pos Muhammadiyah, dampak karhutla hingga akhir Agustus, menemukan kasus infeksi saluran pernapasan sebanyak 72 ribu lebih kasus.
Kegiatan respons relawan Muhammadiyah di Kalimantan Tengah, turut menangni pemadaman api di 52 titik. Selain itu, sebanyak 3000 ribu lebih masker dibagikan untuk warga terdampak. Relawan juga mendirikan rumah oksigen dengan penerima manfaat lebih dari 50 orang dan mendukung nutri relawan dan petugas di lapangan sebanyak 267 penerima manfaat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, telah menaikan status siaga darurat sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026. Terdapat empat kabupaten yaitu Kotawaringin Timur dan Barat, Barito Selatan dan Kota Palangka Raya berstatus tanggap darurat, sedangkan daerah lainnya berstatus siaga darurat.
Sampai saat ini, relawan Muhammadiyah masih terus disiagakan dan bertugas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Lazismu melalui program Indonesia Siaga terus melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

