Sasar Kawasan 3T, Aisyiyah Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Hingga Pulau Palue

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
14 September 2026
Kategori :

SIKKA -- Berada dalam bagian respons bencana pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sikka turut bergerak menangani warga yang terdampak.

Dari sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Sikka, Pulau Palue adalah salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah sekaligus memiliki tantangan tersendiri dalam menyalurkan bantuan.

Ketua PDA Sikka, Fitriah, pada awal September 2026, mengatakan Pulau Palue secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sikka. Namun, secara geografis, pulau tersebut berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Sikka dan justru lebih dekat dengan wilayah Nagekeo yang menjadi salah satu wilayah pusat gempa Flores.

“Di kabupaten Sikka, untuk daerah yang paling terdampak ada di Pulau Palue,” ujarnya. Hasil pendataan di lapangan, warga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar. Mulai dari tenda, tikar, selimut, hingga kebutuhan khusus untuk balita.

Selain itu, lanjut Fitriah, perlengkapan mandi, minyak kayu putih, minyak telon, pembalut, sembako, dan air minum juga menjadi kebutuhan mendesak. “Ada beberapa rekan kami yang ditempatkan di Pulau Palue, untuk memantau apa yang paling dibutuhkan oleh Masyarakat”, pungkasnya.

Laporan yang diterima saat itu, seperti dialnsair dari laman resmi Aisyiyah.or.id., kebutuhan mendesak yang diprioritaskan yaitu tenda, tikar, selimut, susu balita, perlengkapan mandi, minyak kayu putih, minyak telon, pembalut, selain sembako dan air minum.

Dalam penyaluran bantuan, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sikka menggandeng MDMC Universitas Muhammadiyah Maumere. Sinergi aksi kemanusiaan ini dilakukan dengan melihat lokasinya medan yang akan dilalui sangat berat dan membutuhkan persiapan.

Menempuh Jalur Laut  

Untuk menuju ke Pulau Palue, jalur Maumere menjadi pilihannya kendati jalur ini bukanlah perjalanan singkat. Tim relawan harus berangkat melalui Pelabuhan Kewapante, Maumere, kemudian menempuh perjalanan laut dengan moda transportasi laut Kapal Feri yang memakan waktu hingga enam jam.

Perjalanan belum selesai, setibanya di Pelabuhan Pulau Palue, kondisi geografis pulau tersebut menjadi tantangan tersendiri karena berada dalam kawasan vulkanik Gunung Rokatenda, yang masih aktif.

Bebatuan besar yang berjatuhan pascagempa menutup bebrapa ruas jalan sehingga mobilitas warga dan pengiriman bantuan terhabat. Oleh karena itu, tim relawan harus kembali menggunakan perahu mengitari pulau menuju titik yang paling dekat dengan desa sasaran selama kurang lebih 30 menit.

 “Setelah sampai menggunakan perahu, relawan harus berjalan dengan medan yang menanjak menuju desa sekitar 30–45 menit. Kendaraan tidak bisa naik, jadi bantuan dibawa dengan dipikul,” kata Fitriah.

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sikka menyalurkan bantuan ke empat desa, antara lain Desa Kesokoja di Dusun Awa Male, Desa Natakuni di Dusun Cua, Desa Nitunlea di Dusun Nitung, serta Desa Tuanggeo di Dusun Okacere.

Berbagi Kepedulian Dengan Inklusif

Fitriah mengaku bersyukur bantuan yang dibawa ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah dapat menjangkau masyarakat Pulau Palue. Menurutnya, kebutuhan warga sangat besar karena hampir 90 persen rumah warga mengalami kerusakan berat hingga runtuh.

Mayoritas warga terdampak bukan beragama Islam. Namun, kondisiitu tidak menjadi penghalang bagi ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah untuk hadir memberikan bantuan. “Mereka sangat berterima kasih kepada ‘Aisyiyah dan Universitas Muhammadiyah karena mereka langsung menerima apa yang mereka butuhkan,” pungkasnya.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Fitriah berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat segera memberikan dukungan hunian bagi warga yang rumahnya rata dengan tanah. Hal tersebut dinilai mendesak mengingat musim penghujan akan segera tiba.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/PP Aisyiyah/Putri]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross