

KOTAWARINGIN TIMUR -- Di tengah musim kemarau panjang, beragam peristiwa menyelimuti provinsi Kalimantan Tengah. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga krisis air bersih akibat kekeringan.
Sejak asap tebal menutup wilayah ini, Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Respons (OMOR) telah melakukan aksi layanan tanggap darurat di beberapa titik yang terdampak.
Kali ini, akibat kemarau panjang, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk membuka akses air bersih, sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke empat titik di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Ahad (4/10/2026).
Penyaluran bantuan air bersih tersebut merupakan bantuan tahap ketiga yang dilakukan Muhammadiyah Kotawaringin Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi sejumlah unsur, yakni MDMC Kotim, LAZISMU Kotim, PD Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Aisyiyah Kotim, DPD IMM Kalimantan Tengah, BEM Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA), IPM serta IMM Kotawaringin Timur dan komunitas Amang Ojek.
Aksi kemanusiaan ini juga menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit. Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Perwakilan LLHPB Aisyiyah, Etty Silviani, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian aksi nyata yang terus dilakukan Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kesulitan air bersih. Menurutnya, penanganan persoalan air membutuhkan sinergi agar bantuan dapat menjangkau warga secara lebih luas.
“Penyaluran air bersih juga memperlihatkan hubungan sosial yang kuat antara relawan dan masyarakat. Terutama di desa Lempuyang, warga menyambut kedatangan relawan dengan antusias. Mereka bahkan memberikan beras kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan”, tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Lazismu Kotim, Ahirul Agus, menyampaikan bahwa aksi tanggap darurat karhutla merupakan kelanjutan dari rangkaian program kemanusiaan Muhammadiyah selama musim kemarau tahun ini.
“Karhutla tidak hanya persoalan kebakaran, tetapi juga krisis kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu Muhammadiyah berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan”, pungkasnya.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari praktik kepedulian sosial dan lingkungan. Penanganan persoalan air bersih merupakan pemenuhan kebutuhan dasar. Di samping itu, juga menyangkut ketahanan masyarakat menghadapi dampak kekeringan dan perubahan kondisi lingkungan.
Terdapat empat lokasi menjadi sasaran penyaluran air bersih. Masing-masing berada di Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kampung Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, RT 01 Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, serta Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit.
Kolaborasi antara organisasi Muhammadiyah, lembaga filantropi, perguruan tinggi, dan unsur TNI menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Penyaluran 20.000 liter air bersih pada sesi ketiga ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak di tengah kondisi yang sulit.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]/Lazismu Kalteng]

