

BLANGPIDIE -- Tadisi minum kopi di Aceh dilakukan secara turun-menurun. Di Aceh warung kopi sangat mudah ditemukan. Ajakan minum kopi di warung kopi bagi warga Aceh merupakan cara sederhana mengusir penat.
Ungkapan "Jak jeip kupi" (Ayo minum kopi), kerapkali terdengar di keseharian warga Aceh. Cita rasa kopi begitu akrab sehingga warung kopi menjadi tempat untuk berbagi membicarakan sesuatu dengan ringan.
Di Blangpidie, Teras Kupi WK WK, milik Darul Arkam, menjadi salah satu tempat ngopi yang sudah dikenal. Amil Lazismu Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada pertengahan Oktober lalu menyambanginya untuk berbagi cerita tentang filantropi.
Rismanidar, pegiat Lazismu Abdya, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan Darul Arkam untuk menerima Lazismu bertamu. Di momen itu juga, Darul Arkam menunaikan zakatnya kepada Lazismu Abdya untuk selanjutnya disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan.
Mewakili Lazismu Abdya, Rismanidar menyampaikan terima kasih kepada Darul Arkam atas kepercayaannya. Mudah-mudahan zakat yang ditunaikan lewat Lazismu ini bisa mendorong pengusaha dan masyarakat lain di Abdya, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk menunaikan zakatnya.
Ia mengatakan, selain melayani penyerahan zakat secara langsung dan layanan jemput donasi, Lazismu Abdya juga telah menempatkan kotak infak dan sedekah di 10 titik yang ada di Kota Blangpidie.
“Kotak infak itu tersebar di warung kopi, swalayan, apotek, hingga klinik kesehatan”, ujarnya. Yang menarik sambung Rismanidar, setiap kotak infak disematkan fitur barcode QRIS dari Bank Aceh Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Layanan ini memudahkan masyarakat untuk berinfak secara digital melalui aplikasi mobile banking. Lazismu juga mengajak masyarakat sekitar di Blangpidie untuk menyisihkan sebagian hartanya guna membantu saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Abdya]

