

Angka tersebut merupakan hasil dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2022 Lazismu Sragen dengan tema "Pengelolaan ZIS Terintegrasi Guna Mewujudkan Sukowati Berkemajuan" yang berlangsung pada hari Sabtu (18/9/2021). Kegiatan tersebut digelar di Ramayana Resto dan Coffe.
Pada kesempatan tersebut, Rakerda dihadir oleh beberapa pihak seperti Lazismu Wilayah Jawa tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Badan Pengurus dan Staff Eksekutif Lazismu Sragen, serta perwakilan dari Kantor Layanan (KL) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se Kabupaten Sragen.
Rakerda dibuka oleh Ketua PDM Sragen, Abdullah Affandi. Dalam sambutannya ia berharap pengelolaan ZIS di Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Sragen dapat terintegrasi dengan baik sehingga penghimpunan dan penyaluran dana ZIS dapat terkelola lebih maksimal lagi.
Pada Rakerda tersebut Ketua Badan Pengurus Lazismu Sragen, Ridwan Adi Sukmono memberikan sambutan terkait kerjasama yang dijalin Pemerintah Daerah Sragen dan Lazismu Sragen.
"Lazismu Sragen sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sragen terkait data penerima manfaat program pengentasan kemiskinan. Harapannya dengan sinkronisasi data tersebut mampu mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan baik dari Lazismu Sragen maupun Pemerintah Daerah Sragen," terang Ridwan.
Direktur Eksekutif Lazismu Sragen, Ronny Megas Sukarno menyampaikan hasil dari rakerda tersebut yakni ditetapkannya target penghimpunan dana ZIS Lazismu Sragen tahun 2022 sebesar Rp 19 miliar.
"Dengan terintegrasinya seluruh Kantor Layanan Lazismu se Kabupaten Sragen kami optimis tahun 2022 dapat menghimpun dana ZIS sebesar Rp 19 miliar. Sehingga semakin banyak pula manfaat yang diterima masyarakat, kedepannya." pungkas Ronny.
(Yusuf)

Penyaluran tersebut berlangsung pada acara Kampoeng Kreatif Nasional Muhammadiyah di komplek PDM Kabupaten Cirebon, Sabtu (18/09).
Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammdiyah Kedawung yang dirikan tahun 2021 ini merupakan salah satu sekolah yang menerima program beasiswa mentari.
“Kabupaten Cirebon satu-satunya daerah yang belum memiliki pesantren Muhammadiyah di Jawa Barat. Namun ada potensi lahan di wilayah Tuparev ini (SMA Muhammadiyah Kedawung). Maka dibuat MBS sesuai dengan kurikulum kepesantrenan,” ucap Ahmad Dahlan, ketua PDM Kabupaten Cirebon.
Dahlan melanjutkan bahwa di Kabupaten Cirebon berharap ke depannya memiliki pondok pesantren murni.
“Saya berharap dalam mimpi saya kita memiliki pondok pesantren 15 tingkat di Tuparev ini,” ungkapnya.
Chafid Seffriyadi, ketua Lazismu Kabupaten Cirebon menuturkan bantuan beasiswa mentari ini disalurkan keenam sekolah, di antaranya SMP Muhammadiyah 2 Cirebon, SMK Budi Tresna Muhammadiyah Cirebon, SMK Faramsi Muhammadiyah 1 Cirebon, SMK Muhammadiyah Kedawung, SMA Muhammadiyah Kedawung, dan MBS SMA Muhammadiyah Kedawung.
“Alhamdulillah yang awalnya ditargetkan 40 juta, akhirnya kami memberanikan diri memberikan beasiswa mentari ini sebesar 130 juta rupiah,” tegas Chafid.
(Yusuf)

Prosesi penyerahan tersebut dilakukan melalui zoom meeting dan tatap muka yang dihadiri oleh Tim Kemaslahatan BPKH, Badan Pengurus Lazismu Pusat, Badan Pengurus Lazismu DIY, Takmir dan Jamaah Masjid Al Marhamah serta Kepala Dukuh Jetis.
Penyerahan mobil jenazah ini adalah bentuk hasil kepercayaan masyarakat terhadap BPKH selaku lembaga pengelolaan keuangan haji. Bersama Lazismu, BPKH dipercaya untuk memberikan amanah agar bisa digunakan sebaik mungkin.
“Lazismu mendampingi proses pengajuan sampai hari ini bisa optimal dan benar-benar bisa berjalan dengan baik,” ungkap Mahli Zainudin, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat.
Upaya program kemaslahatan umat merupakan wujud komitmen BPKH dalam mengatasi problematika umat. Program kemaslahatan dilaksanakan atas dasar prioritas kegiatan berupa kegiatan kesehatan, ekonomi, pendidikan, prasarana ibadah dan dakwah sosial keagamaan.
Muhammad Akhyar Adnan, Dewan Pengawas BPKH RI menyebut bahwa hasil investasi BPKH mencapai 3,7 triliun rupiah. Dana tersebut akan dibagikan ke masyarakat sesuai proporsi jumlah dana haji tiap provinsi.
“Dalam membantu mensejahterakan masyarakat, BPKH membagikan dana dalam bentuk program pemberian yang merupakan dana imbal hasil dari dana haji yang terkumpul, saat ini hasil investasi terkumpul mencapai 3,7 Triliun yang akan dibagikan ke seluruh Indonesia sesuai proporsi jumlah dana haji tiap provinsi” ujarnya.
Rahmat Hidayat selaku Pengelola Keuangan BPKH RI menyebutkan bahwa, pemanfaatan dana abadi dalam bentuk investasi harus dikelola sebaik mungkin agar kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh umat, seperti mobil janazah bisa membantu masyarakat sekitar Masjid Marhamah Sleman.
Pemanfaatan pengelolaan dana investasi BPKH kepada Lazismu sudah berjalan sejak kegiatan kurban, pada kurban 2021. Lazismu DIY menerima 10 sapi yang dibagikan secara merata untuk masyarakat keluarga miskin yang mengalami dampak serius terhadap pandemi covid-19 di wilayah Gunung Kidul dan Kulonprogo.
(Rizal/Yusuf)

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dalam rangka pemberian Beasiswa Sang Surya dari Lazismu Kepri kepada mahasiswa STIT Internasional Muhammadiyah Batam. Penandantanganan dihadiri oleh Ketua STIT Batam Arifudin Jalil, Wakil Ketua STIT Sulaiman, jajaran dosen STIT, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kepri Juanda, Sekretaris Lazismu Kepri Susanna, dan Wakil Sekretaris Lazismu Kepri Ahmad Duka.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kepri Juanda menyebut bahwa Beasiswa Sang Surya yang diberikan kepada mahasiswa STIT ada 3 jalur. Yakni jalur prestasi, jalur tidak mampu, dan jalur kader Persarikatan Muhammadiyah.
Menurut keterangannya, STIT adalah salah satu kampus milik Muhammadiyah di Kota Batam selain STIKOM Batam. Beasiswa tersebut akan mulai diberikan pada bulan Oktober 2021 dengan alokasi anggaran sebesar 800 juta rupiah. Target beasiswa tersebut adalah mahasiswa dapat terbantu hingga selesai masa studi.
Ia berpesan agar mahasiswa STIT Batam bisa memanfaatkan kesempatan beasiswa tersebut. "Saya berharap agar mahasiswa lebih semangat belajar, menjaga studi dan terus meningkatkan hasil studi, serta mau menjadi kader Persyarikatan Muhammadiyah yang militan, berguna bagi bangsa, negara, dan agama," ujar Juanda.
Ia menjelaskan bahwa Sabtu (18/9) akan menggelar Rapat Kerja Lazismu Kepri yang akan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Hilman Latief dan Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Mahli Zainuddin Tago secara daring.
Sementara itu, Ketua STIT Batam Arifudin Jalil mengatakan bahwa dalam MoU tersebut akan memberi dampak yang signifikan bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan pendidikan, dimana Lazismu Kepri akan memberikan Beasiswa penuh bagi mahasiswanya. Di akhir penutupan, kedua belah pihak menanda tangani berkas MOU ini untuk di teruskan ke bidang akademik.
Reporter: Yusuf

Ubi tersebut telah ditanam sebelumnya empat bulan silam, di atas lahan seluas 1 hektar. Hasilnya, dalam panen tersebut diperoleh sekitar 13,5 ton dengan perkiraan profit sebesar 10 juta rupiah dari modal tanam 30 juta rupiah. Jenis ubi yang dihasilkan antara lain Ubi Ungu, Ubi Jepang, dan Ubi Jalar Sukabumi.
Esoknya, pada Kamis (16/9) Lazismu menggelar kegiatan Pemberdayaan UMKM, pelatihan produksi makanan berbahan dasar ubi jalar. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di ruang Foodcourt Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bekerja sama dengan Fakultas Agribisnis UMMI.
Peserta pelatihan terdiri dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah Sukabumi yang dikoordinir oleh Lazismu Sukabumi dan Kantor Layanan Lazismu di Sukabumi sebanyak 30 orang. Peserta diajarkan untuk membuat olahan berbahan dasar ubi menjadi produk setengah jadi dan produk jadi. Hasil dari produk tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi.
Program Tani Bangkit adalah program pemberdayaan petani oleh Lazismu. Program tersebut menggunakan sistem pertanian terpadu dan berbasis komunitas dalam bentuk bantuan modal, pendampingan, pelatihan, dan peluang pasar. Komoditas Ubi Ungu, Ubi Jepang, dan Ubi Jalar sangat diminati baik di pasar lokal maupun internasional, khususnya Korea dan Jepang.

Dalam menjalankan Program Tani Bangkit, Lazismu bekerja sama dengan BMT Daarussalam, Alfamidi, dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sebelumnya, sudah ada permintaan ekspor dari Korea Selatan untuk 2 ton ubi.
Manajer Program Lazismu PP Muhamadiyah Falhan Nian Akbar menyebut bahwa ke depan, pihaknya akan tetap melanjutkan program tersebut sekaligus menambah tanaman ubi di tempat yang lain. Menurutnya, sebagai program yang terpadu serta terintegrasi, program tersebut tidak hanya selesai sekali tanam, melainkan akan berkelanjutan.
"Lazismu juga membuat program pemberdayaan UMKM dengan melatih masyarakat untuk bisa mengolah ubi menjadi berbagai macam produk, baik setengah jadi maupun jadi. Lazismu membantu memberikan pelatihan, bantuan modal usaha, pendampingan, serta pemasaran," ujar Falhan kepada lazismu.org.
Suparno, salah satu petani mitra Lazismu yang menanam ubi mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lazismu terhadap petani.
Reporter: Yusuf

Wakil Rektor IV Uhamka Bunyamin menyerahkan secara langsung beasiswa Sang Surya kepada 50 Mahasiswa berprestasi yang sudah diseleksi dari 8 Fakultas di Universitas Muhammadiyah Prof Dr. HAMKA. Beasiswa Sang Surya diprioritaskan bagi mahasiswa Berprestasi dan aktif di Organisasi dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Selain itu, para penerima manfaat dinilai memiliki semangat tinggi untuk belajar dan menjalani perkuliahan.
Menurutnya, beasiswa ini merupakan program KL Lazismu UHAMKA untuk memenuhi kebutuhan biaya perkulihan mahasiswa yang berprestasi namun terdampak pada masalah ekonomi, terutama saat pandemi Covid-19.
"Hari ini merupakan pemberian dan penyaluran beasiswa Sang Surya yang terus KL Lazismu UHAMKA tingkatkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi para mahasiswa, untuk bisa memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya,” ujar Bunyamin dilansir dari sindonews.
Acara penyerahan Beasiswa Lazismu Sang Surya di laksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Meskipun dilaksanakan secara daring, namun tidak mengurangi antusias para partisipan dalam menyukseskan acara penyerahan beasiswa tersebut.
Adapun penerima Beasiswa Sang Surya ini merupakan mahasiswa yang telah diseleksi oleh pihak fakultas dan kaprodi yang ada di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.
Ketua Kantor Layanan Lazismu UHAMKA Nandi Rahman mengungkapkan, penerapan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, hal itu juga turut berdampak pada penghasilan orang tua/wali mahasiswa. Otomatis mahasiswa dari keluarga kurang mampu terkena imbasnya.
"Pada saat kami menyerahkan sepenuhnya kepada fakultas untuk menyeleksi mahasiswa yang berprestasi namun terdampak akibat Covid-19 dan ternyata peminatnya begitu banyak. Saat ini kita sedang menghitung secara menyeluruh agar beasiswa yang diberikan bisa tepat sasarannya, tepat manfaatnya dan tepat waktu. Itu yang ingin kami lakukan agar Beasiswa Sang Surya ini bisa benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” tuturnya.
Untuk tahun ini, lanjut Nandi Rahman, ditargetkan beasiswa yang diberikan kepada 50 mahasiswa UHAMKA yang telah terseleksi dan memenuhi persyaratan. Untuk kedepannya, Lazismu menargetkan jumlah 100 mahasiswa yang akan menerima beasiswa pada tahun selanjutnya, sehingga banyak mahasiswa berprestasi bisa melanjutkan kuliah dengan bantuan biaya dari Sang Surya Lazismu.
Nandi mengajak pimpinan, dosen, karyawan, dan rekanan UHAMKA untuk turut bergabung dalam program beasiswa ini. Dengan begitu, para mahasiswa yang berprestasi serta terdampak pandemi bisa terus bertahan untuk mendapatkan pendidikan terbaik di UHAMKA.
“Harapannya keluarga besar UHAMKA ini bisa hadir bersama-sama dengan mahasiswa, untuk memberikan inspirasi dan bantuan bagi mahasiswa UHAMKA,” jelasnya.
Melalui Beasiswa Sang Surya Lazismu, Uhamka telah berpartisipasi dalam membantu mahasiswa yang memiliki semangat besar dalam bidang prestasi di perkuliahan namun memiliki kesulitan di biaya anggaran perkuliahan. Bantuan berupa uang dana biaya operasionl perkuliahan tersebut dapat membantu salah satu cita-cita bangsa Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang layak.
(Purwadi/Yusuf)

