

"Ibu jualan molen ini udah jalan 8 tahunan lah. Ya adek bisa lihat sendiri kondisi gerobak jualan ibu, dek. Gerobak udah mau copot, rodanya juga mau lepas dan atapnya bocor," ungkapnya.
Ia sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang telah memperhatikan masyarakat kurang mampu dengan menolong dengan bantuan-bantuan yang sangat bermanfaat.
"Alhamdulillah ibu berterimakasih banyak kepada Lazismu Pekanbaru yang telah memperhatikan kami yang sangat kekurangan ini. Telah membantu kami dengan memberikan bantuan ini," ucapnya.
Dede Firmansyah, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru melihat hal ini menjelaskan bahwa Lazismu Pekanbaru terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kota Pekanbaru melalui program Pemberdayaan Kemandirian Umat Lazismu Pekanbaru.
"Lazismu Pekanbaru sampai saat ini terus berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan dengan cara membuatkan mereka usaha atau memberikan modal usaha kepada masyarakat yang kurang mampu, tetapi memiliki jiwa pedagang. Kami akan support dengan memberikan fasilitas untuk berwirausaha serta bantuan modal usaha tidak hanya itu, mereka juga akan kami berikan motivasi-motivasi berwirausaha melalui program pembinaan," jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu Pipia Reni untuk melariskan dagangannya dengan cara membantu membeli dagangannya atau mempromosikan dagangannya.
"Tentu kami berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama kita membantu ibu Pipia Reni untuk melariskan dangannya dengan cara membeli pisang molen nya atau kita promosikan pisang molin ke teman-teman kita, dengan begitu usaha ibu Pipia Reni bisa cepat menjadi besar dan harapanya ia akan menjadi muzzaki dengan ini tentu semakin banyak masyarak terbantu," tutupnya.
(Yusuf)

Melihat hal ini, KPCDI Cabang Bogor, Bekasi, dan Depok tergerak untuk mengajukan permohonan bantuan kerjasama dengan Lazismu berupa modal usaha pada Selasa (22/09) di kantor Lazismu PP Muhammadiyah, Jakarta. Evert Therick, Ketua KPCDI Cabang Bogor mengemukakan bahwa para penyintas sejatinya masih memiliki semangat untuk bekerja meski harus banting kemudi dari pekerjaan awal untuk menyesuaikan dengan kemampuan fisik dan keahlian mereka. "Di antara teman-teman ini itu masih banyak yang mempunyai semangat untuk tetap berkarya, tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka, kebutuhan keluarga mereka," terangnya. Ia kemudian melanjutkan, "Mereka ini akhirnya mulai membuka usaha kecil-kecilan. Macam-macam, ada yang bikin es cendol, jualan baju, ada yang bikin bawang goreng, ada yang bikin empek-empek, ada yang di bidang percetakan dan lain-lain sesuai dengan kemampuan mereka, sesuai dengan skill yang mereka punyai."
Terkait permohonan bantuan yang diajukan kepada Lazismu, Evert menyampaikan bahwa bantuan tersebut berupa modal usaha yang secara bergulir. Artinya, modal usaha akan diberikan kepada calon penerima manfaat yang sudah terdata. Bagi mereka yang mendapatkan bantuan modal usaha ini, mereka mengembalikannya dengan mencicil tanpa bunga. Pengembalian modal awal tersebut kemudian akan digunakan oleh calon penerima manfaat yang lain. "Jadi dana ini akan bergulir terus sehingga manfaatnya akan banyak dirasakan oleh teman-teman yang lain, tidak berhenti hanya di satu orang tapi akan terus bergulir kepada teman-teman yang lain yang membutuhkan," ungkapnya.
Di samping itu, pihaknya juga telah melakukan seleksi terhadap calon penerima manfaat yang disaring dari masing-masing wilayah yang diajukan. Untuk tahap awal, calon penerima manfaat berasal dari Bogor, Depok, serta Bekasi dan akan ada pengawasan dalam menjalankan usaha. Terakhir, Evert mengharapkan agar ke depannya, Lazismu dapat menyediakan pelatihan untuk para penerima manfaat. "Harapan kami ke depan adalah pihak Lazismu juga menyediakan pelatihan-pelatihan untuk kewirausahaan ini, baik untuk yang baru mulai maupun yang sudah berjalan dalam rangka meningkatkan usahanya. Kami sangat berharap pihak Lazismu juga memberikan pelatihan-pelatihan tersebut baik secara online maupun tatap muka," harapnya.
Manajer Program Pilar Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Falhan Nian Akbar menjelaskan bahwa ada 18 orang yang akan mendapatkan bantuan dari Lazismu. "Program yang telah diajukan untuk 18 orang berupa bantuan ekonomi," jelasnya. Falhan juga menambahkan bahwa tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, Lazismu pun juga akan membantu dari segi kesehatan. "Insya Allah kita bantu semua dan kemungkinan program lain seperti kesehatan. Lazismu akan mendukung program KPCDI baik dukungan kesehatan maupun ekonomi," imbuhnya setelah menemui 3 orang perwakilan KPCDI di kantor Lazismu PP Muhammadiyah guna membahas kerjasama yang akan dijalin.
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) didirikan dengan keprihatinan anggotanya, yaitu para pasien yang mengalami gagal ginjal dan harus ditangani dengan terapi cuci darah yang rutin. Organisasi ini berdiri pada tanggal 15 Maret 2015 dan kelembagaan komunitas ini sudah memperoleh pengesahan sebagai badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 29 Mei 2017. Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) didirikan dengan keprihatinan anggotanya, yaitu para pasien yang mengalami gagal ginjal dan harus ditangani dengan terapi cuci darah yang rutin. Organisasi ini berdiri pada tanggal 15 Maret 2015 dan kelembagaan komunitas ini sudah memperoleh pengesahan sebagai badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 29 Mei 2017. [DY]

Sementara itu, di tahun 2022, Lazismu Purbalingga melalui rapat komisi dan rapat sidang pleno Rakerda mentargetkan penghimpunan dana sebesar 5,1 miliar rupiah. Rakerda (Rapat Kerja Daerah) dilaksanakan di Gedung Andrawina, Kompleks Owabong Cottage Bojongsari, Minggu (19/9).
Direktur Lazismu Purbalingga Andi Pranowo menyebut bahwa selain untuk menetapkan target penghimpunan, Rakerda juga bertujuan untuk memberikan penekanan pentingnya satu atap program ke 18 Kantor Layanan Lazismu di Purbalingga.
"Tahun depan kita targetkan 5,1 m. Selain itu kita juga bahas tentang satu atap. Satu atap ini penting agar program yang dilakukan dari bawah seirama dengan program-program hingga tingkat pusat,” ujarnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Purbalingga, Muakhor Abdus Salam menegaskan, bahwa satu atap, bukan berarti penghimpunan dari level bawah harus diserahkan kepada Lazismu daerah. Satu atap maksudnya adalah program seperti target dan pentasyarufan harus sesuai dengan apa yang diinstruksikan dari pusat.
Sukarman, wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga mengaku pihaknya menaruh harapan dan mengapresiasi capaian Lazismu Purbalingga.
“Agar keuangan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) hanya dikelola oleh satu pintu yaitu Lazismu. Sehingga tidak ada istilah AUM yang subur dan AUM yang kurang subur. Semua sama,” kata Karman.
(Andi/AP)

Ketua Baznas RI Noor Achmad berharap kerjasama kemitraan ini dapat memaksimalkan potensi zakat sekaligus memaksimalkan optimalisasi pemanfaatan zakat untuk membentuk masyarakat yang sejahtera.
“Kami juga sangat paham sekali beberapa yang dilakukan oleh Muhammadiyah selama ini memang banyak mengurusi masyarakat miskin. Teologi al-Ma’unnya luar biasa yang itu dicontohkan dalam bentuk akselerasi maupun implementasi dalam Lazismu untuk mengurusi umat,” tuturnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Hilman Latief menuturkan bahwa kerjasama ini akan dilaksanakan selama 17 bulan ke depan. Tahap pertama akan dilakukan pada tiga daerah yaitu Serang, Luwuk Banggai dan Maluku.
“Syukur alhamdulillah untuk kali kesekian Muhammadiyah dengan Baznas melakukan kerjasama dalam melakukan program. Saat ini bukan hanya kerja sama, tapi sama-sama kerja,” tutur Hilman.
Proses rancang bangun program ini telah dilakukan oleh kedua belah pihak selama 5 bulan. Kerjasama kedua pihak tersebut menyangkut penguatan kapasitas pendidikan, penguatan kapasitas lembaga keagamaan, dan penguatan kapasitas lembaga kesehatan dengan menggandeng para aktivis setempat.
Baznas lewat kerjasama ini mengalokasikan 10 Miliar Rupiah, dan Lazismu sesuai penuturan Hilman juga ikut mengalokasikan dana yang mendekati angka tersebut.
“Dari proses yang panjang ini kami melihat keseriusan dari kedua belah pihak untuk membangun satu program yang memiliki dampak yang insyaallah kita harapkan lebih kelihatan, measurable, terukur dan Panjang,” tegas Hilman.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan Baznas lewat kerjasama ini dan kerjasama lain sebelumnya.
Haedar juga berharap Baznas memperluas kerjasama serupa dengan berbagai lembaga amil zakat lain agar tujuan Baznas optimalisasi kemanfaatan zakat semakin ringan dan mudah diwujudkan.
“Dengan kelembagaan yang kuat, terpercaya dan modern tentu harapan dan capaian yang tadi digambarkan oleh Pak Ketua, Prof Noor akan menjadi semakin mempermudah pelaksanaan program zakat, infak dan sedekah secara masif,” tutupnya.
(Ilham)

Sebelum dibekam, terlebih dahulu para peserta diperiksa fisik diagnosa lidah dan cek tensi. Pemeriksaan ini sangat penting sebelum pengambilan darah. Dilanjutkan sosialisasi tentang hidup sehat ala Rasulullah.
Koordinator Kantor Layanan Lazismu Sunggal, Warsiadi mengucapkan terima kasih kepada warga Muhammadiyah Sei Mencirin yang telah memfasilitasi dan bekerjasama dengan Kantor Layanan Lazismu Sunggal dalam kegiatan Bekam gratis tersebut.
"Dan alhamdulillah antusias warga Sei Mencirim dan sekitarnya sangat luar biasa. Mereka ingin mengecek kesehatan. Mudah-mudahan salah satu program Kerjasama Kantor Layanan Lazismu Sunggal dapat diterima oleh masyarakat dan dapat dikenal oleh masyarakat banyak dan dapat terus berbuat untuk masyarakat banyak. Saya selaku salah satu koordinator KL Lazismu Sunggal sangat berterima kasih kepada seluruh elemen yang telah berpartisipasi untuk melaksanakan program ini," ujarnya.
Amanuddin, S.Ag mewakili PRM Sei Mencirim juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berkelanjutan.
“Nantinya kerjasama ini hendaknya bukan hanya bekam ini saja. Tetapi dalam hal kegiatan sosial lainnya seperti santunan dhuafa, beasiswa untuk anak sekolah yang kurang mampu dan lainnya,” harapnya.
Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari Warga Muhammadiyah, simpatisan Muhammadiyah dan warga sekitar Masjid Taqwa. Salah satu warga yang merupakan peserta bekam gratis memberikan apresiasi yang positif atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Saya merasa senang dengan adanya pengobatan bekam ini, badan saya juga terasa enak setelah dibekam, yang tadinya berat sekarang sudah ringan. Mudah-mudahan pengobatan bekam ini berkelanjutan dan sukses selalu untuk Lazismu,” Ucap Lina, salah satu warga peserta kegiatan bekam.
(Yusuf)

Guntur Setyo, Ketua Panitia Sentra Vaksinasi PWPM DKI Jakarta mengatakan bahwa program ini merupakan hasil kerjasama banyak pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun amal usaha Muhammadiyah dalam rangka ikhtiar kesehatan, disamping juga untuk meningkatkan herd immunity di Jakarta.
"Ini salah satu ijtihad kesehatan kami untuk mencegah Covid-19 yang menyebar kemana-mana. Walaupun angka kasus di Jakarta sudah mulai menurun, akan tetapi kami terus mensosialisasikan agar masyarakat mau divaksin. Dan alhamdullilah, acara ini didukung juga oleh TNI, Polri, Bank DKI, Aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta, PAM Jaya, Lazismu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Baznas Bazis Jakarta," jelasnya.
Ia pun berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar. "Berharap kegiatan kali ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat sehingga meringankan tugas kami sebagai panitia," harapnya.
Sementara itu Manajer Program Pilar Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Falhan Nian Akbar mengemukakan ihwal dukungan Lazismu terhadap kegiatan bidang kesehatan ini.
"Untuk mendukung kegiatan vaksin itu, Lazismu sesuai dengan target IKAL (Indikator Kinerja Aksi Layanan) memang ada program dukungan kesehatan untuk program bebas Corona. Bentuknya ada dua. Yang pertama bantuan paket suplemen bagi yang isoman, itu kita laksanakan di Jogja. Distribusinya nanti di shelter-shelter Muhammadiyah yaitu shelter isoman yang ada di UMY, UAD, UNISA, PP Aisyiyah, dan di shelter Gose," ungkapnya.
Ia pun menjelaskan bentuk dukungan Lazismu pada kegiatan vaksinasi. "Untuk PWPM DKI atau untuk wilayah Jabodetabek kita memang membuat paket suplemen vaksin, yaitu bantuan dukungan pasca vaksin bagi masyarakat. Jadi setiap masyarakat setelah divaksin mendapatkan paket suplemen berupa madu, susu, sari kacang hijau, vitamin, dan masker," jelasnya.
Falhan juga menjelaskan bahwa tujuan lain dari bantuan paket suplemen vaksin ini adalah dalam rangka syiar Lazismu. "Selain memberikan bantuan paket suplemen vaksin, tujuan dari kegiatan Lazismu juga dalam rangka syiar untuk mengenalkan program Lazismu. Jadi ada dua poin utama, yang pertama mendukung program dalam bentuk bantuan paket suplemen, yang kedua dalam rangka syiar, promosi Lazismu kepada masyarakat terkait dengan dukungan lazismu terhadap pencegahan penyebaran Covid-19," tutupnya.
Peserta vaksin dalam program Sentra Vaksinasi Covid-19 Muhammadiyah ini merupakan masyarakat umum yang telah melakukan pendaftaran melalui formulir online. Tercatat sampai saat ini, peserta yang terdaftar dalam pelaksanaan vaksin massal di Cabang Karamat Jati dan Tebet berjumlah 1000 peserta dari target 1000 dosis yang diberikan. Ini akan terus bertambah mengingat antusias masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin cukup tinggi.
(Yusuf)

