

Manager Lazismu Kabupaten Bondowoso Arif Efendi, B.Sc mengatakan bahwa pembagian paket sembako ini merupakan langkah kepedulian Lazismu terhadap dampak yang terjadi pada masyarakat akibat situasi Pandemi Covid-19 Serta penerapan PPKM.
Adapun pembagian paket sembako, diserahkan secara simbolis di Masjid Babussalam, selanjutnya ada koordinator yang mengantar paket sembako kepada masing-masing Rumah penerima manfaat.
“Pembagin paket sembako diserahkan kepada beberapa koordinator, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di Majid Babussalam. Aksi ini adaah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak pandemi dan terdampak PPKM,” ujar Arif.
Dalam kegiatan Bakti sosial ini, Lazismu Bondowoso bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Prajekan, Bondowoso.
Dilansir dari Lensa Nusantara, untuk penghimpunan dananya, Arif mengatakan, berasal dari jemaah wilayah Prajekan dan jemaah Bondowoso, ada juga donatur dari luar Bondowoso.Acara tersebut dihadiri secara simbolis oleh Muspika Kecamatan Prajekan, PCM Prajekan, PCA Prajekan serta pengurus Lazismu Bondowoso.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarbaru membentuk Tim Tanggap PPKM yang prakarsai oleh MCCC dan didukung Lazismu guna membantu masyarakat dalam menjalani isoman. Mengingat selama masa isoman masyarakat yang terdampak tentu akan mengalami kesulitan dalam mobilitas yang terbatas dan kondisi kesehatan yang menurun.
Bantuan kepada warga ini juga sebagai respon dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 oleh Pemerintah Kota Banjarbaru sejak 26 Juli 2021 yang dilaksanakan secara beragam dan sesuai keperluan serta terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Dr. Ahmad Rezqy Fadhillah, Ketua MCCC Kota Banjarbaru menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan ini sebagai dukungan kepada warga Kota Banjarbaru yang sedang menjalani isoman. Pihaknya melakukan beragam kegiatan seperti memberikan dukungan moril dan materil sesuai keperluan masyarakat Banjarbaru yang terdampak Covid-19 dan sedang menjalankan isolasi mandiri.
"Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar seperti sembako, obat-obatan maupun kebutuhan lain yang diperlukan selama isolasi mandiri berdasarkan identifikasi tim dan didistribusikan langsung kepada warga terdampak tersebut. Selain itu, program ini memfasilitasi konsultasi medis dengan dokter melalui telemedisin dan informasi lain yang terkordinasi dengan program Garda Lima yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kota Banjarbaru," jelasnya.
Rezqy juga mengharapkan agar dengan kegiatan ini pihaknya berharap dapat membantu masyarakat Banjarbaru yang terdampak. “Dengan adanya program ini tentunya diharapkan bisa membantu masyarakat baik secara moril maupun materil minimal bisa memenuhi kebutuhan dasar selama masa isoman, serta yang tak kalah penting sebagai upaya mendukung pemerintah menjalankan PPKM level 4 dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19 Banjarbaru agar dapat berjalan dengan baik," harapnya.
Senada dengan itu, Manajer Lazismu Kota Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan menyampaikan pula bahwa Lazismu mendukung dari segi penerimaan donasi. Pihaknya banyak menerima bantuan baik berupa uang maupun barang dari berbagai donatur.
"Donasi cenderung berbentuk uang tunai yang ditransfer para donatur melalui rekening, kendati ada pula beberapa bantuan berupa barang dari beberapa lembaga. Contohnya seperti beberapa dus karton susu UHT dari Sabar Menanti Coffee Roastery, makanan siap santap dari Kementan Balitbangtan BPTP Kalsel, dan lain-lain," jelasnya.
Tito juga menerangkan bahwa paket bantuan yang diberikan kepada warga mulai dari bahan pokok hingga obat-obatan. "Paket bantuan yang kami berikan berupa sembako yaitu beras, minyak goreng, mie instan, telur ayam, sarden, susu UHT dan berbagai keperluan lain seperti obat-obatan, multivitamin, serta suplemen makanan seperti buah-buahan dan madu yang diminta oleh penerima manfaat berdasarkan informasi yang diterima," terangnya.
(MDN/Yusuf)

Setiawan menyampaikan bahwa perusahaannya, dalam tutup buku 2020 mengalami peningkatan keuntungan sehingga zakat perusahaan juga meningkat. Selain melalui Lazismu, zakat perusahaan Reindo Syariah juga disalurkan melalui Lazisnu, Dompet Dhuafa, Baznas, dan lan-lain.
Sementara itu, Direktur Reindo Syariah Ahmad Sya'roni berharap agar zakat yang diterima oleh beberapa lembaga zakat tersebut dapat bermanfaat. Pihaknya tidak mengkhususkan dana zakat harus disalurkan untuk program-program tertentu.
Edi Muktiono menyebut bahwa Lazismu PP Muhammadiyah akan segera menyalurkan dana zakat tersebut melalui beberapa program. Menurut keterangannya, ada beberapa program Lazismu yang tengah berjalan, antara lain, di bidang pendidikan ada Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, dan Edutabmu. Selain itu juga ada program di bidang ekonomi, kesehatan, dan lain-lain.
Sebelumnya, Reindo Syariah juga turut berpartisipasi dalam penanganan serta pencegahan Covid-19 dengan berkolaborasi bersama Lazismu PP Muhammadiyah. ReINDO melalui Lazismu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis.
Bantuan itu senilai Rp 50 juta berupa Alat Bantu Pelindung Diri yang diperuntukkan untuk tenaga medis yang penyerahannya diserahkan oleh Deddy Wijaya Kusumah kepada Lazismu Pusat yang diwakili oleh Edi Muktiono. Penyerahan dilakukan di halaman Pusdiklat PKU Muhammadiyah, yang berada di kawasan RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Reporter: Yusuf

"Saya berharap lembaga pengelola zakat melakukan vaksinasi bagi amil zakat untuk meminimalisasi potensi terpapar Covid-19," ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8).
Direktur Korporat dan Kelembagaan Lazismu Pusat Edi Suryanto mengatakan, sejauh ini seluruh amil di Lazismu telah menerima vaksin dosis lengkap. Namun memang masih ada beberapa amil yang terpapar meski telah divaksinasi.
“Alhamdulillah untuk Amil di Lazismu semua sudah ikut dua kali vaksinasi bersama Muhammadiyah. Meskipun setelah vaksin masih ada yang terpapar, di kantor pusat saja dari 35 amil yang kena 11 orang (setelah vaksin). Alhamdulillah tidak ada yang sampai parah, sembuh setelah isoman,” ujarnya.
Dia mengatakan, sejak awal pandemi, seluruh amil telah dihimbau untuk disiplin dalam menjalani protokol kesehatan, baik saat bertugas maupun dalam keseharian mereka. Untuk mengantisipasi kerumunan dan memastikan penerapan jarak sosial, Lazismu juga menerapkan sistem 25:75, dimana karyawan yang diizinkan untuk kerja dari kantor tidak lebih dari 25 persen, dan sisanya bekerja dari rumah (WFH).
“Untuk protokol kesehatan kita terapkan dengan ketat, salah satunya melalui jadwal WFO dan WFH. Sampai saat ini WFO maksimal 25 persen,” jelasnya dilansir dari Republika.
Menurutnya, amil sudah cukup ketat dalam menjalan protokol kesehatan, namun memang masih banyak mitra dan mustahik yang belum menyadari pentingnya menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sosial).
“Amil InsyaAllah sudah cukup ketat dengan protokol, justru selama ini amil yang kita minta untuk sering-sering mengingatkan mitra ataupun mustahik yang akan ditemui. Menghindarkan kerumunan, menyediakan masker, hand sanitizer dan lainnya,” ujarnya. Lazismu juga selalu menyuplai suplemen bagi seluruh amil untuk menguatkan imunitas mereka saat bekerja.

Rektor Unimus Prof. Masrukhi menyampaikan kegembiraannya atas apa yang telah dicapai oleh KL Lazismu Unimus selama 3 tahun ini. Menurutnya, KL Lazismu Unimus telah berhasil menampung seluruh ZIS (zakat, infaq, dan shidaqoh) dari keluarga besar Unimus, dan ditasyarufkan menjadi beasiswa bagi yang membutuhkan. Selain itu, KL tersebut juga memberikan bantuan modal dagang bagi pelaku UMKM, serta memberikan bantuan sembako dan bedah rumah.
"Alhamdulillah manfaat keberadaan KL Lazismu Unimus ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Mudah-mudahan Unimus selalu memberikan kontribusi bagi perbaikan kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Masrukhi.
Ia menyebut bahwa KL Lazismu Unimus sudah memberikan beasiswa kepada sekitar 150 mahasiswa dalam satu tahun terakhir. Jumlah tersebut, imbuhnya, cukup signifikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam membayar biaya pendidikan.
Sementara itu, Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanusoffa bersama Manajer Territory Agus Alwi dan Manajer Fundraising Wahidin Hasan, ketika menemui Rektor Unimus, menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih oleh Unimus di usianya yang ke-22 ini.
“Lazismu Wilayah Jawa Tengah mengucapkan selamat Milad yang ke-22 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Luar biasa, pada milad yang ke-22 ini Unimus memberikan surprise. Banyak capaian-capaian yang telah diraih dengan sangat bagus dan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Muhammadiyah khususnya di Jawa Tengah,” ujar Ikhwan.
Ia berharap hal ini menjadi contoh kolaborasi aktif antara Lazismu dengan kampus Muhammadiyah. Ia juga berharap agar ZIS yang disalurkan melalui Lazismu semakin memberikan manfaat bagi mahasiswa-mahasiswi yang membutuhkan.
(It/Yusuf)

Aulia merupakan santriwati di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al-Islamy. Pondok Pesantren tersebut berada di Jl. Raya Pekanbaru-Taluk Kuantan, Pantai Raja, Kampar, Riau. Ia mengucapkan syukur dan terimakasih atas bantuan yang ia terima.
"Alhamdulillah terima kasih Lazismu Pekanbaru yang telah memberikan bantuannya kepada kami. Ini sangat membantu sekali bagi kami," jelasnya.
Ia juga berdoa agar Lazismu Pekanbaru dan seluruh muzzaki yang telah membantunya diberikan kesehatan dan kemudahan segala urusannya.
"Semoga Lazismu Pekanbaru dan juga seluruh muzzaki yang telah dermawan memberikan kami bantuan ini selalu diberikan kesehatan dan dipermudakan segala urusannya, aamiin," ucapnya.
Sementara itu, Dede Firmansyah, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru menjelaskan bahwa Lazismu Pekanbaru terus berupaya untuk membantu biaya pendidikan anak-anak kurang mampu.
"Kami akan terus berupaya untuk membantu anak-anak kurang mampu untuk tetap bisa bersekolah. Tentu harapannya tidak ada anak-anak yang nunggak biaya sekolah atau bahkan putus sekolah," jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang sudah wajib zakat atau memiliki kelebihan harta untuk berzakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu Pekanbaru.
"Kami terus mengajak seluruh masyarakat yang sudah wajib zakat atau memiliki harta yang banyak untuk menyalurkan ke Lazismu Pekanbaru, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa terbantu," ucapnya.
(Yusuf)

