

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PWM Jawa Tengah, Wahyudi, Senin (28/6). Menurutnya, selain pandemi, Indonesia juga negara yang rawan bencana alam. Sehingga korban bencana harus dibantu dengan makanan yang awet seperti Kaleng Rendangmu.
"Pandemi ini tidak bisa kita prediksi kapan akan berakhir. Kita tidak tahu. Maka ketahanan pangan itu sangat penting. Program Rendangmu perlu ditata dengan baik," pesannya.
Ia menyebut PWM Jawa Tengah bersama Lazismu Jawa Tengah mentargetkan pengumpulan dana qurban hingga 4 miliar rupiah. Angka ini setara dengan sekitar 200 ekor sapi.
Wahyudi menjelaskan bahwa dengan Rendangmu, daging qurban tidak akan langsung habis dalam waktu tiga hari. Namun dapat dimanfaatkan hingga waktu dua tahun melalui program Rendangmu. Ia meminta seluruh warga Muhammadiyah mendukung program ini.
“Ini adalah salah satu alternatif untuk ketahanan pangan. Marilah kita sengkuyung secara bersama program Rendangmu. Kita bantu masyarakat dengan qurban melalui Lazismu. Ini bukan hanya kepentingan Muhammadiyah, tapi juga masyarakat umum untuk ketahanan pangan," imbuhnya.
Menurutnya, pengemasan daging Rendangmu dengan kaleng sangat higenis sehingga tidak ada bakteri. Berbeda ketika daging qurban dikemas dengan plastik sebagaimana yang dilakukan masyarakat pada umumnya. Ia menyebut Rendangmu akan sangat bermanfaat jika sewaktu-waktu terjadi bencana, baik bencana alam maupun non alam.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua PWM Jawa Tengah, KH. Drs. Tafsir, M.Ag. Tafsir, dalam launching Program Rendangmu (24/6) mengajak seluruh masyarakat, warga persyarikatan, dan AUM untuk ikut mensukseskan program qurban Rendangmu.
“Melalui qurban Rendangmu yang tahun ini memiliki target 4 M, saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah, warga persyarikatan dan AUM untuk ikut mensukseskan program ini. Karena produk ini tidak saja syar’i, tapi higienis dan humanis. Kemanfaatannya jauh lebih besar dibanding qurban yang biasa kita lakukan di masjid," ujarnya.
Reporter : Yusuf

Kebijakan ini disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar informasi yang menyesatkan (hoax/disinformasi) dan jaminan sosial bagi warga terdampak secara ekonomi selama PSBB tersebut diberlakukan.
Situasi terkini pandemi Covid-19 di Indonesia, berdasarkan data pemerintah melalui website Covid19.go.id, mengalami peningkatan penambahan kasus per hari yang sangat tinggi.
Pada tanggal 27 Juni 2021, kasus covid-19 mencapai 21.342 per hari yang tersebar di 33 provinsi. Sehingga total pasien yang terjangkit virus corona di Indonesia kini mencapai 2.115.304 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret tahun lalu. Angka positif rate juga mengalami peningkatan tajam menjadi >20% pada 16 provinsi di Indonesia.
Lima provinsi dengan kenaikan tertinggi antara lain DKI Jakarta (9.394 kasus baru), Jawa Barat (3.988 kasus baru), Jawa Tengah (2.288 kasus baru), Jawa Timur (889 kasus baru), dan DIY (830 kasus baru).
Peningkatan jumlah kasus secara tajam mengakibatkan risiko kolapsnya fasilitas layanan kesehatan di Indonesia, kurangnya jumlah tenaga kesehatan, dan kurangnya suplai logistik medis seperti oxigen, alat pengaman diri (APD) berserta obat-obatan yang diperlukan.
Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit untuk pasien covid sudah mencapai >90% di sejumlah daerah. Sementara fasilitas isolasi mandiri (komunal/pribadi) diluar fasyankes yang layak masih sangat terbatas.
Keterbatasan fasilitas isolasi mandiri ini menyebabkan banyaknya angka kunjungan ke rumah sakit dan menyebabkan rumah sakit tidak mampu menampung dan merawat pasien secara optimal. Banyak pasien harus menunggu di IGD dan bahkan banyak yang tidak bisa mendapat perawatan di rumah sakit karena rumah sakit sudah tidak bisa lagi menerima pasien covid.
Atas dasar fakta-fakta tersebut, MCCC PP Muhammadiyah merekomendasikan tiga hal, yaitu :
Reporter : Yusuf

Khitan masal tersebut dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada hari ini, Senin (28/6) hingga 10 hari ke depan. Peserta khitan per hari dibatasi hanya 2 anak. Pelaksanaan dibatasi agar tidak menimbulkan kerumunan sehingga tidak melanggar protokol kesehatan.
Direktur Lazismu Nganjuk Amar Ikhsan Rosyidi menyebut bahwa khitan dilaksanakan setiap pukul 7 pagi hingga pukul 9 pagi, dengan total peserta khitan 20 anak.
"Angka covid-19 masih sangat tinggi. Jadi kita perketat protokol kesehatan. Maka per hari kita batasi 2 anak saja," ujarnya.
Khitan tersebut dilaksanakan secara gratis, atas kerja sama antara Lazismu Nganjuk dengan Masjid Al-Muthmainnah. Sebelumnya, Lazismu juga bekerja sama dengan masjid tersebut dalam penggalangan dana untuk Palestina.
"Pesertanya bebas. Tidak harus fakir miskin atau anak-anak tertentu. Tapi siapapun kalau mau khitan, kita gratiskan di program ini," ujar Amar.
Peserta juga tidak hanya diikuti oleh anak-anak di sekitar masjid. Namun diikuti oleh anak-anak dari berbagai daerah.
Menurut Amar, khitan dilaksanakan dalam rangka mengenalkan syiar Islam ke anak-anak sejak usia dini. Pihaknya berharap pasca khitan, anak-anak tersebut mulai mau untuk mengenal masjid dan mengenal agama secara lebih mendalam.
"Untuk mempermudah anak-anak dan orang tua yang ingin mengkhitankan anak-anaknya. Ini juga bisa meningkatkan anak-anak di zaman modern seperti ini. Setelah ini semoga lebih rajin ngaji dan rajin ke masjid," tutupnya.
Reporter : Yusuf

Menurut hasil asesmen Lazismu Kota Bekasi, Selama berumah tangga 11 Tahun, Main tidak memiliki jamban/WC. Untuk keperluan buang air, ia menumpang ke saudara sebelah rumahnya yang kadang sering ketus dan marah-marah jika ditumpangi.
Lazismu Kota Bekasi menyerahkan bantuan dari donatur senilai Rp. 2.164.569,- untuk membangun septictank (tanki septik) di rumahnya.
Main merasa terbantu oleh bantuan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada donatur.
"Terima kasih para donatur atas bantuannya. Bantuan ini akan saya pakai untuk membangun saptictank. Terima kasih Lazismu Kota Bekasi, semoga berkah," ujarnya.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Wati Setianingsih, Ketua Lazismu Kota Bekasi mendoakan agar dana yang disumbangkan oleh para donatur menjadi berkah, diberikan usia yang panjang, ditambahkan rezekinya, diberikan kesehatan.
"Semoga Ibu Main bisa menerima dengan baik dan menjadi manfaat bagi semua. Mudah-mudahan berkah," ujar Wati sebagaimana keterangan yang diterima oleh Lazismu.
Wati turut bersyukur karena sekarang Ma'in tersenyum bahagia sudah terbangun WC dan kamar mandinya dan menghaturkan terima kasih kepada para donatur.
Ibu Main beserta keluarga sehari-harinya hidup di dalam rumah yang hanya terdiri dari satu petak serta hanya berukuran 2,5 x 5 meter saja. Rumah yang jauh dari kata layak tersebut pun juga tidak dilengkapi dengan ventilasi udara. Sehingga, tak heran Pak Main, istrinya (34), serta kedua anaknya, Meisa (9) dan Arvan (3), bertahun-tahun merasakan pengap di pernafasannya. Bahkan, Meisa dan Arvan sering mengalami demam, flu, serta batuk-batuk. Jika kondisi ini terus dibiarkan, sungguh sangat mengancam kesehatan mereka.
"Saya hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tak menentu. Kadang dapat uang 20 ribu atau 30 ribu, bahkan kadang tidak dapat uang sama sekali. Upah itu hanya mampu digunakan untuk menghidupi istri serta kedua anak saya yang sering sakit-sakitan. Itu pun saya dapat kalau ada tetangga atau orang lain yang menyuruh saya bekerja di tempatnya. Maklum, saya orang tak berpendidikan, SD pun saya tidak tamat. Istri saya juga tak bisa berbuat banyak, dia hanya lulusan SD. Sesekali dia hanya disuruh jadi buruh cuci di tetangga yang merasa iba terhadap kondisi keluarga kami. Tak seberapa yang didapat," ujar suami Ibu Main.
Reporter : Yusuf

Bantuan tersebut diberikan kepada dua warga Kalijering, Marilah dan Mariman yang rumahnya harus direlokasi karena longsor. Dua warga tersebut masing-masing menerima uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk membantu pembangunan rumah baru di tempat yang aman.
Rumah kedua warga tersebut terdampak tanah longsor pada Februari 2021 silam. Pemkab Kebumen memutuskan untuk merekolasi warga.
Seremonial penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Kalijering, Padureso; Direktur Lazismu Kebumen, Hasbilah Rifai; dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, Mulan Annafati.
Mulan Annafati menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan komitmen Muhammadiyah untuk selalu memperhatikan masyarakat yang tertimpa musibah. Pihaknya melalui Lazismu juga akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Ia menyebut bahwa Palestina saja di bantu, apalagi masyarakat sekitar yang dekat. "Ini prioritas gerakan kita di Muhammadiyah," ujarnya.
Pada saat yang sama, Hasbilah Rifai menyebut bahwa Lazismu Kebumen baru selesai meresmikan program bedah rumah yang ke 9 di tahun 2021. Ia berharap di Kebumen tidak ada lagi warga yang tidur dalam keadaan cemas karena ada air hujan masuk, atau was-was karena rumahnya akan ambruk.
"Lazismu yang diresmikan pada tahun 2002 terus berupaya membantu warga yang membutuhkan," tegasnya melansir Kebumen Ekspres.
Lazismu, imbuhnya, fokus pada program beasiswa pendidikan, pembiayaan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kemanusiaan. Hal tersebut menurutnya adalah peran nyata Lazismu beserta segenap donatur dan muzakki untuk membantu masyarakat yang lain.
Menurut keterangannya, Lazismu Kebumen telah menyalurkan dana sebesar Rp. 473.170.150,-. Perolehan donasi tersebut adalah tertinggi nomor 7 perolehan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.
Reporter : Yusuf

Untuk menuju Dusun Buah Raja tersebut, tim Lazismu Kota Medan harus menempuh jarak sekitar ±70 km dengan lama perjalanan sekitar 3 Jam, melewati jalan yang menanjak, berliku dan berbatu-batu.
Sesampainya tim Lazismu Kota Medan di Desa Belinteng, tim Lazismu mendapatkan sambutan hangat dari sebagian warga penggerak dakwah desa. Penyaluran ini dilakukan secara simbolis dan dibagikan ke beberapa rumah warga sekitar.
Menurut keterangan warga, desa ini merupakan desa minoritas, warga desa tersebut juga sebahagian mualaf dan sudah hampir 5 tahun tidak ada pemotongan hewan qurban di desa tersebut.
Do'a terbaik para penerima manfaat diberikan kepada para donatur yang berdonasi melalui Lazismu dalam program Rendangmu.
"Alhamdulillah, terimakasih yang sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya untuk Lazismu Kota Medan yang sudah memberikan kami daging qurban dalam bentuk Rendangmu. Semoga Allah membalas kebaikan dari tim Lazismu dan para donatur," ucap salah satu penerima manfaat.

