

11 ekor sapi tersebut diserahkan secara langsung oleh Muhammad Faisal, Pengurus SBI yang juga anggota DPRD Sumatera Utara (Fraksi PAN) kepada Ketua Lazismu Medan Muhammad Arifin dan disaksikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan.
Penyerahan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan. Lazismu menyambut pemberian tersebut dengan sukacita. 11 ekor sapi itu turut menyukseskan program ”Rendangmu” yang menjadi program nasional Lazismu.
Muhammad Faisal menyampaikan bahwa pihaknya merasa bahagia karena masih dapat berkontribusi untuk layanan umat melalui Lazismu Kota Medan. Ia menyebut program yang sangat kreatif dilakukan oleh pengurus Lazismu Kota Medan, yaitu dengan menjadikan daging qurban diolah menjadi rendang kemasan kaleng yang sangat memberikan manfaat luas kepada masyarakat yang dipinggiran kota atau daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdalam).
“Semoga program qurban kemasan Rendangmu ini bisa selalu menjadi semangat dan solusi bagi masyarakat yang tidak pernah tersentuh daging qurban atau kondisi kebencaan yang ada ke depan,” kata Faisal, anggota termuda di DPRD Sumut itu.
Ketua Lazismu Kota Medan, Muhammad Arifin Lubis bersyukur dan memberi apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lazismu Kota Medan. Menurutnya, program qurban kemasan Rendangmu ini merupakan program nasional yang tidak menjadi bagian solusi dalam menghadapi kesulitan pangan ditengah pandemi covid-19.
Muhammad Arifin menjelaskan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19, Lazismu telah melakukan inovasi dan kreatifitas program qurban kemasan rendangmu. Program Rendangmu menjadi solusi alternatif dalam ibadah qurban, di mana dalam proses pemotongan dapat menimbulkan kerumunan dan klaster baru.
(Syaifulh/Yusuf)

Mengikuti Surat Edaran Menteri Agama No 16 Tahun 2021 agar tidak melakukan pemotongan hewan pada 10 Dzulhijjah, maka pemotongan dilaksanakan di hari Tasyrik dan di beberapa Rumah Potong Hewan (RPH).
Daging qurban juga diolah menjadi berbagai jenis produk seperti kornet, rendang siap santap, abon yang dikemas juga dengan daging beku secara higienis sebagai upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat Indonesia khususnya yang berada di wilayah terpencil, terluar, tertinggal, terdampak bencana dan berada di zona merah Covid -19.
Salah satu daerah yang menjadi pelaksana dari program ini adalah Banda Aceh. Sekretaris Lazismu Aceh, Muhammad Yamin Abduh, SE.M,Si menyebut bahwa pihaknya menerima 8 ekor sapi untuk dibagikan ke 8 titik.
"Lazismu tahun ini menyelenggarakan kurban kemitraan dengan BPKH. Alhamdulillah kita dapat 8 ekor sapi besar dengan bobot 300 - 400 kg yang dialokasikan untuk daerah 3T," ungkap Yamin pada Senin (19/07/21).
Adapun Yamin merincikan kedelapan daerah kemitraan Lazismu Aceh dengan BPKH diantaranya adalah Desa Tampang, Kec. Kota Panjang, Kab. Gayo Lues, Krueng Seupeng, Kec. Kuta Makmur, Kab. Aceh Utara, Kampung Mungkur, Linge, Aceh Tengah.
Kemudian, Desa Panjou, Kec. Glumpang Tiga, Pidie, Teluk Nibung, Kec. Pulau Banyak, Aceh Singkil, Alue Reuyeung, Pulo Nasi, Kec. Pulau Aceh, Aceh Besar, Desa Uteunkot, Muara Dua Lhokseumawe dan Desa Ligan, Kec. Sampoiniet, Kab. Aceh Jaya.
"Kita harapkan ke depan bisa kerjasama lagi dengan program kemitraan BPKH ini untuk menjangkau daerah daerah yang selama ini kurang bahkan tak tersentuh qurban," harap Yamin.
"Sejak 3 tahun terakhir Lazismu Aceh memang lebih fokus pada penyelenggaraan qurban di daerah 3T dibanding kota yang sudah kelebihan daging qurban. Kita lakukan program penyeimbangan diatribusi daging qurban agar lebih merata," tutupnya.
Pemberian bantuan ini sesuai dengan komitmen BPKH dalam menyalurkan Nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui bidang kemaslahatan sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 Tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan.
Distribusi Progam Kemaslahatan BPKH mencakup prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan dan dakwah serta sosial keagamaan yang disalurkan secara langsung dan tidak langsung yang bermanfaat untuk kebaikan umat sesuai dengan asas prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel.
Reporter: Yusuf

Sebagai salah satu mitra BPKH, Lazismu menyalurkan hewan kurban di 30 Provinsi dengan jumlah hewan kurban 290 ekor sapi. Jangkauan titik yang luas menambah nilai manfaat bagi masyarakat yang spiritnya selaras dengan tema kurban Lazismu secara nasional: “Qurbanmu Kuatkan Ketahanan Pangan”
Disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu di sela-sela pembagian daging qurban di wilayah Jakarta selatan, momentum Hari Raya Iduladha menjadi saat yang tepat untuk membantu sesama.
"Sehingga pemilihan lokasi di wilayah terpencil di tanah air diharapkan agar berkah dari Qurban ini dapat turut dirasakan masyarakat di seluruh tanah air “ terangnya.
Merujuk Surat Edaran Menteri Agama No 16 Tahun 2021, dalam program kali ini, BPKH dan Lazismu dalam program kemaslahatan tidak melakukan pemotongan hewan pada 10 Dzulhijjah. Untuk tetap menjaga komitmen dan memutus mata rantai penularan virus korona, maka pemotongan dilaksanakan di hari Tasyrik dan di beberapa Rumah Potong Hewan (RPH).
Daging kurban juga diolah menjadi berbagai jenis produk seperti kornet, rendang siap santap, abon yang dikemas juga dengan daging beku secara higienis sebagai upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat Indonesia khususnya yang berada di wilayah terpencil, terluar, tertinggal, terdampak bencana dan berada di zona merah Covid -19.
Lazismu mengucapkan terima kasih kepada BPKH. Di saat bangsa ini mendapat ujian berat, Lazismu masih bisa melaksanakan kiprahnya membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan menyalurkan hewan kurban.
“Sungguh kebahagiaan yang datangnya tepat di hari raya kurban bersamaan dengan nasib yang tak menentu masyarakat ketika diimpit kesulitan akibat dampak pandemi,” kata Direktur Utama Lazismu Sabeth Abilawa.
Semua sapi sudah disalurkan melalui kantor layanan Lazismu yang tersebar di sleuruh Indonesia. Sabeth, menambahkan target penerima manfaat juga telah dikantongi Lazismu titik-titiknya dan solid dikoordinasikan. Sehingga tidak ada kerumunan massa sebagaimana mengikuti surat edaran Menteri Agama.
Dalam program kemaslahatan ini, secara teknis, Sabeth merinci bahwa dari total sapi yang diamanahi BPKH, ada 102 ekor sapi yang akan di proses menjadi rendang terutama di kawasan Pulau Jawa, selebihnya 188 ekor sapi disembelih dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pemberian bantuan dalam program kemaslatahan ini sesuai dengan komitmen BPKH dalam menyalurkan Nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui bidang kemaslahatan sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 Tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan.
Distribusi Progam Kemaslahatan BPKH mencakup prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan dan dakwah serta sosial keagamaan yang disalurkan secara langsung dan tidak langsung yang bermanfaat untuk kebaikan umat sesuai dengan asas prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel.
(Yusuf)

Lazismu Pulang Pisau, Kalimantan Tengah telah melaksanakan kegiatan rutin setiap Jum'at pagi dengan program bertajuk "Sarapan Pagimu". Program ini telah berjalan sejak awal tahun 2021.
Program Jum'at berkah adalah program pemberian sarapan pagi berupa nasi Bungkus bagi warga yang bekerja pada sektor non formal dan memiliki penghasilan tidak tetap, terutama di masa pandemi sekarang ini. Penerima manfaat terdiri dari janda/duda dhuafa tidak bekerja, yatim, atau tidak memiliki penghasilan tetap terlebih di masa pandemi
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pulang Pisau, Achmat Husen mengatakan dengan adanya program Jumat Berkah, Lazismu Pulang Pisau mencoba menjembatani para donatur dan muzakki untuk bersedekah pada hari Jum'at yang merupakan hari yang afdhol untuk bersedekah. Donasi tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk makanan siap saji untuk sarapan kepada para warga.
"Semoga program ini bisa sedikit membantu kepada para penerima manfaat dan berkah buat para dermawan," katanya.
Husen berharap jumlah donatur semakin banyak sehingga jangkauan dan sasaran bisa lebih luas baik kuantitas maupun kualitas pelaksanaannya.
"Kedepan, selain untuk masyarakat umum, kami bisa menyasar kepada para jamaah masjid yang dibagikan setelah melaksanakan sholat jumat. Kami sampaikan terimakasih kepada semua donatur yang sudah mengamanahkan sebagian hartanya melalui Lazismu dan juga semua relawan yang telah mendukung dalam kegiatan jumat berkah," tambahnya.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, setiap kegiatan Jum'at Berkah, Lazismu melibatkan relawan dari elemen persyarikatan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan KOKAM. Hal ini sekaligus bertujuan untuk memberikan ruang bagi para generasi muda Muhammadiyah untuk ber-fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.
Kolaborasi dan sinergis antar elemen persyarikatan merupakan salah satu kunci proses berjalannya suatu kinerja dalam menjaga ghirah berorganisasi.
(Bonni/Yusuf)

Sapi qurban yang dikirimkan berasal dari program Kemaslahatan BPKH Berkah Qurban 1442 H oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Lazismu yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan yang mendapatkan 7 ekor sapi yang disebar ke beberapa daerah dan dikelola oleh Lazismu.
Pengiriman sapi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dilaksanakan oleh Lazismu setempat tergolong unik karena dilakukan dengan cara berjalan kaki sejauh 8 km dengan dibantu oleh warga. Medan yang berat tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda empat.
Hal ini seperti yang dijelaskan oleh dr. Didi Kurniadi selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan. "Dalam perjalanan pengiriman sapi kami dibantu warga setempat dengan cara berjalan kaki sambil menarik sapi dikarenakan jalan yang terjal dan tidak memungkinkan untuk diangkut menggunakan mobil pick up sampai ke desa. Untuk jarak tempuh lebih kurang 8 km kami lalui dengan medan yang tidak begitu mudah," jelasnya.
Ia pun menerangkan alasan dipilihnya Desa Kamawakan sebagai lokasi penyembelihan hewan qurban. Dipilihnya Desa Kamawakan lebih khusus Dusun Bumbuyanin karena merupakan desa binaan Muhammadiyah. Maka dari itu Lazismu memilih sebagai lokasi dilaksanakannya qurban yang diberikan oleh BPKH.
Ia juga menjelaskan bahwa di desa yang merupakan desa binaan Muhammadiyah tersebut terdapat warga mualaf tersebut belum pernah melaksanakan ibadah qurban.
"Selain itu juga di lokasi tersebut selama ini tidak pernah dilaksanakan qurban. Jadi bisa dikatakan ini sejarah pertama kalinya dilaksanakan qurban di sana. Yang terpenting ini menjadi syiar dakwah karena dalam segi jumlah warga muslim di sana tidak begitu banyak," imbuhnya.
Didi juga berharap dengan adanya pelaksanaan qurban di desa mualaf tersebut mampu menjaga semangat para mualaf yang tinggal di sana.
"Mudah-mudahan dengan adanya qurban di sana bisa menjaga serta menambah semangat berislam para muallaf yang berada di sana," harapnya.
Senada dengan itu, Muhammad Said selaku perwakilan mualaf saat penyerahan sapi qurban menyampaikan rasa senang atas rencana pelaksanaan qurban di desanya.
"Kami merasa senang atas dilaksanakannya qurban di sini. Ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan tentunya akan menjadi ajang perekat kerukunan antar warga, karena tentunya nanti kami akan bergotong royong dalam melaksanakanya," ungkapnya.
Selain di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, program Kemaslahatan BPKH Berkah Qurban 1442 H di Kalimantan Selatan juga akan dilaksanakan di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, dan Kotabaru. Titik-titik ini dipilih karena berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta menjadi kawasan pembinaan mualaf di Kalimantan Selatan.
(MDN/Yusuf)

Menurutnya, pandemi covid-19 adalah musibah yang besar dan berat. Sehingga, diperlukan saling tolong-menolong antar masyarakat.
"Bagi saudara-saudara yang mampu menunaikan ibadah kurban dan membantu sesama yang terdampak musibah covid-19, maka dapat menunaikan ibadah kurban sekaligus berinfak bersedekah untuk membantu sesama," ujarnya.
Namun, imbuh Haedar, bagi masyarakat yang tidak mampu melaksanakan keduanya, atau hanya mampu melaksanakan salah satu, maka bisa memilih untuk bersedekah. Masyarakat bisa mengalihkan dana kurban untuk membantu penanganan covid-19.
Bagi masyarakat yang tetap merasa mantap dengan beribadah hewan kurban, juga dapat tetap melaksanakan pemotongan hewan kurban sebagaimana mestinya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan tetap mengutamakan prinsip hifz an-nafs (menjaga keselamatan jiwa).
"Kita harus menjadi contoh terbaik untuk tidak menjadi tempat penularan covid-19. Tidak boleh berkerumun. Bersama Lazismu, kita berkurban di era pandemi," imbuh Haedar.
Ia juga berpesan agar dana kurban maupun bantuan penanganan covid-19 disalurkan melalui Lazismu.
Reporter: Yusuf

