

Untuk bantuan ini, Lazismu Pusat menggelontorkan dana sebesar Rp. 326.650.000,-
"Secara total, Lazismu menggelontorkan dana sebesar Rp326.650.000 untuk program ini," ujar Mochammad Sholeh Farabi, Staff Divisi Penyaluran Bidang Ekonomi dan Kesehatan Lazismu Pusat.
Farabi menyebut bahwa penerima manfaat program ini sebanyak 100 orang, tersebar di 16 provinsi. Bahkan, ia menyebut ada 1 penerima manfaat dari luar negeri, yaitu dari Sudan.
"Penerima manfaat tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan. Bahkan ada 1 penerima manfaat dari luar negeri, yaitu Sudan," imbuhnya.
Selain memberikan bantuan modal usaha, Lazismu juga memberikan pendampingan di lapangan dan melalui media sosial. Pendampingan dilakukan untuk memastikan bahwa usaha yang dilakukan oleh penerima manfaat dapat berjalan lancar.
Mi'raj Karma Negara, salah satu penerima manfaat bantuan pemberdayaan UMKM binaan Lazismu dari Bogor menerima bantuan dana sebesar Rp. 3.100.000,-. Dana tersebut ia gunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan berjualan seperti tenda, meja lipat, kursi, dan spanduk. Sisanya ia gunakan untuk modal bahan makanan yang ia jual. Ia juga mendapatkan bekal pelatihan kewirausahaan secara online.
"Alhamdulillah setelah kami mendapatkan bantuan modal di bulan Ramadhan ini lebih semangat lagi dalam berjualan. Selain mendapatkan bantuan dana untuk modal, kami pun jadi memiliki perlengkapan untuk berjualan," ujarnya ketika dihubungi oleh lazismu.org.
Setelah mendapat bantuan tersebut, menurut pengakuan Mi'raj, ada rasa optimisme kembali dalam berdagang. Modal tersebut juga dapat digunakan untuk berjualan setelah selesai bulan Ramadan, untuk mencukupi keperluan dan kebutuhan sehari-hari setelah lebaran nanti.
"Kami doakan semoga Lazismu program-programnya semakin berkah dan bermanfaat, terutama bagi kami penerima manfaat dalam program bantuan ini. Dan semoga Lazismu dalam segala urusannya dimudahkan dan dilancarkan," pungkas Mi'raj.
Reporter: Yusuf

Pada Senin (3/5) Lazismu Kabupaten Sukoharjo memperoleh informasi bahwa ada salah satu warga di Kecamatan Grogol, Sukoharjo sedang menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit karena kondisi yang menurun.
Mushlih Nur, Divisi Program dan Media Lazismu Kabupaten Sukoharjo mengatakan bahwa setelah ia mendapatkan informasi berkaitan warga yang isolasi tersebut, maka ia segera melakukan survei untuk mencari data.
"Senin siang kita mendapatkan informasi kalau ada warga kurang mampu yang menjalani perawatan karena Covid di Rumah Sakit. Saat itu kami survei ke keluarga yang bersangkutan dan kami dapati bahwa ia membutuhkan donor plasma yang mana kita ketahui hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit," terangnya.
Solichan, putra dari warga yang menjalani perawatan Covid-19 mengutarakan bahwa ayahnya saat ini sedang menjalani perawatan di RS dr Oen Solobaru, dan ayahnya membutuhkan donor plasma. Hingga ketika ditemui dari tim Lazismu, sudah 4 kantong plasma yang transfusikan kepada ayahnya.
"Sudah hampir satu minggu ayah saya menjalani perawatan di rumah sakit, dan dengan donor plasma kondisinya membaik," ujar beliau saat bersama tim Lazismu.
Muslih menyebut bahwa bagi para penyintas Covid-19 yang membutuhkan donor plasma, membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk satu kantongnya. Maka melihat dari hasil survei tersebut pihaknya ikut membantu biaya kebutuhan pengadaan plasma untuk meringankan beban penerima manfaat.
Menurut keterangan Muslih, penerima manfaat melakukan perawatan menggunakan jalur mandiri. Sehingga segala kebutuhan yang dikeluarkan harus mereka cukupi sendiri.
Reporter: Yusuf

Dana tersebut berasal dari kerja sama antara Lazismu dengan Alfamart. Alfamart mendonasikan uang kembalian konsumen. Kerja sama tersebut berjalan selama periode November - Desember 2020.
Falhan Nian Akbar, Manager Program Lazismu Pusat menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan bedah warung di 6 warung. 4 warung di Bandung, dan 2 warung di Jabodetabek.
"Penerima manfaat adalah mereka yang sudah memiliki warung. Namun karena terdampak Covid-19 secara bangunan usaha kurang layak, modal usaha terbatas, itu yang kita bantu. Pastinya melalui proses asesmen sebelumnya," ujar Falhan.
Menurut keterangan Falhan, bantuan yang diberikan antara lain perbaikan atau renovasi ringan, seperti cat dinding, perbaikan pintu, langit-langit, bantuan perlengkapan sarana usaha seperti kulkas dan rak, serta bantuan modal usaha untuk pembelian produk.
Selain itu, imbuh Falhan, Lazismu juga akan melakukan pendampingan dalam menjalankan usaha. Alfamart juga menyediakan platform digital bernama Alfamikro. Alfamikro adalah aplikasi yang berfungsi sebagai media belanja outlet binaan Alfamart dalam mengurusi warung/toko kelontong di sekitar outlet Alfamart.
"Setiap warung diberikan bantuan senilai 12 hingga 15 juta," tutup Falhan.
Sarip, pemilik warung jajanan anak, sembako, dan burger di Bandung yang menjadi penerima manfaat dari program bedah warung mendapatkan uang tunai untuk modal usaha dan perbaikan warung.
"Semoga Lazismu terus mampu memberdayakan umat," ujar Sarip ketika dihubungi Lazismu.org.
Sementara itu, warung milik Haryadi di Bogor mendapatkan bantuan renovasi warung dan uang tunai. Warung tersebut berjualan aneka jajanan anak, minuman es, kopi, dan mie. Ia berharap Lazismu semakin sukses dan berkembang agar semakin banyak orang yang dibantu.
Reporter: Yusuf

Layanan tersebut sudah beroperasi sejak Rabu (5/5) dan akan terus beroperasi hingga lebaran. Edi Muktiono, Direktur Fundraising Lazismu Pusat menyebut bahwa ke depan, layanan zakat drive thru akan diperluas di beberapa tempat umum seperti mall.
"Drive thru dan live zoom ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membayar zakat, infak, sedekah, serta fidyah melalui Lazismu. Di masa pandemi seperti ini, masyarakat enggan bertatap muka dan bertemu banyak orang," ujar Edi.
Menurutnya, di masa pandemi, drive thru adalah layanan yang sangat pas karena muzakki tidak perlu keluar dari mobil. Sehingga, setelah dievaluasi, layanan drive thru akan diduplikasi di banyak tempat. Kemudian layanan zoom live juga memberikan pengalaman untuk muzzaki dari seluru dunia berinteraksi langsung dengan Amil Lazismu.
Edi menyebut bahwa animo masyarakat cukup tinggi. Sejak hari Rabu, sudah ada beberapa muzakki yang menggunakan layanan tersebut. Para muzakki memberikan apresiasi karena merasa sangat terbantu.
"Ini perlu kita sosialisasikan. Untuk Ramadhan tahun ini mungkin belum banyak yang tau. Tapi kalau kita sosialisasikan terus-menerus, Ramadhan tahun depan dan di luar Ramadhan, layanan ini akan semakin banyak penggunanya," imbuhnya.
Ia juga berharap agar Lazismu Wilayah dan Daerah di berbagai tempat bisa menduplikasi layanan drive thru di tempat masing-masing. Ia mentarget di Ramadhan tahun depan, layanan ini bisa berfungsi maksimal dan bisa diduplikasi di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Layanan drive thru dan zoom live dibuka setiap hari hingga hari terakhir ramadhan dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00.
Untuk mengakses layanan zoom live donatur dapat mengklik link DISINI dengan pass code zoom: LAZISMU.
Reporter: Yusuf

Total keseluruhan paket yang dibagikan secara nasional mencapai 44.290 paket, tersebar di 21 provinsi di seluruh Indonesia. Kado Ramadhan disalurkan kepada penerima manfaat sepanjang Bulan Ramadhan.
Kado Ramadhan ada yang berupa paket sembako, uang tunai, dan bantuan lain sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Dibagikan ke fakir miskin, anak yatim, panti asuhan, guru honorer, tenaga medis, narapidana di lapas, hingga tukang gali kubur.
Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sabeth Abilawa menyebut bahwa pihaknya juga akan membagikan paket sembako ke tukang gali kubur di sekitar Jabodetabek.
"Nanti kita akan bagikan kado lebaran ke penggali makam, karena jarang ada yang peduli. Apalagi dalam pandemi covid ini secara intensitas pekerjaan mereka meningkat. Profesi ini jarang mendapatkan perhatian. Dimana orang-orang mulai rajin bersedekah, tapi ada satu lapisan yang terlupakan," ujarnya kepada lazismu.org.
Salah satu pihak yang mendukung Program Kado Ramadhan adalah Alfamidi. Kado Ramadhan di Jabodetabek dibantu oleh Alfamidi melalui kerja sama donasi konsumen.
Sabeth Abilawa berharap agar program yang rutin dilakukan ini dapat menggembirakan masyarakat yang tidak mampu. "Biar ada stok kebutuhan pokok di dapur mereka, terutama menjelang lebaran," imbuhnya.
Reporter: Yusuf

Melalui program Ramadhan ini, diharapkan Lazismu di seluruh Indonesia dapat memerhatikan masjid yang memang secara kondisi layak untuk dibantu untuk memperkuat peran strategis masjid.
Koordinator program Back to Masjid Lazismu Nazhori Author mengatakan bahwa umat muslim untuk kedua kalinya melaksanakan Ramadhan dalam situasi Covid-19. Kondisi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana syiar masjid melalui kegiatan dakwah lebih semarak. Kini sebagian masjid sepi karena harus tetap menjaga protokol kesehatan.
Salah satu komitmen Lazismu, imbuh Author adalah peduli dengan masjid yang sarana dan prasarananya masih belum layak. Perhatian ini tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan tanpa dukungan masyarakat, khususnya umat muslim yang telah mengamanahkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Lazismu.
Di gerakan Back to Masjid, Lazismu berupaya untuk konsisten melibatkan banyak pihak baik di internal dan eksternal Muhammadiyah dalam melaksanakan pendistribusian paket bantuan untuk masjid dan mushola.
"Untuk Jabodetabek dan Yogyakarta ada 50 paket yang disalurkan ke 50 masjid dan mushola sehingga marbot atau takmir dan masyarakat sekitarnya," ujar Author.
Paket bantuan itu terdiri dari bantuan kelengkapan pengeras suara masjid, karpet, perbaikan minor, sarung dan mukena, serta perlengkapan penunjang kebersihan berupa cairan pembersih, hand sanitizer dan masker untuk takmir masjid.
Reporter: Yusuf

