

Wonosobo – LAZISMU. Lazismu bersama Majelis Ash-Shofiyyah salurkan donasi untuk korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Wadaslintang. Penggalangan donasi didasarkan kepada hasil assessment oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) bersama elemen masyarakat di lapangan.
Empat desa yang mengalami bencana yaitu desa Besuki, kelurahan Wadaslintang, desa Panerusan, dan desa Lancar.
Manager Lazismu Tabah S. Pambudi menjelaskan, lembaganya berupaya menggandeng seluruh stake holder termasuk Majelis Tafsir Ash-Shofiyyah untuk berperan serta penggalangan donasi korban bencana di kecamatan Wadaslintang.
Penerimaan donasi baik secara manual ke kantor Lazismu, transfer via bank bahkan hingga jemput donasi dilakukan untuk memaksimalkan penghimpunan.
“Ajakan donasi kita share ke individu dan lembaga dan di berbagai media online. Ash-Shofiyyah responnya cepat,” imbuhnya.
Tabah menambahkan, penyaluran donasi akan dilakukan melalui satu pintu koordinator relawan MDMC dan masyarakat di desa Besuki. Hal tersebut agar pendistribusian donasi ke korban bencana lebih tertata dan merata sesuai kondisi masing-masing korban.
“Kalau didistribusikan langsung ke korban nanti malah ada yang double dan bisa-bisa tidak sesuai kebutuhan si korban,” tegas Tabah, saat ditemui di posko utama desa Besuki kecamatan Wadaslintang, Rabu (1/11/2017).
Senada dengan Lazismu, koordinator Bank Baju Majelis Tafsir Ash-Shofiyyah, Saryati Mundir menjelaskan bahwa majelisnya berupaya turut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial termasuk tanggap bencana.
Kegiatan sosial menurutnya menjadi penting sebagai salah satu wujud penerapan nyata dari kajian-kajian yang dijalankannya.
“Kami akan terus bersinergi dengan Lazismu untuk kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan,” kata Mundir.
Ketua Majelis Ash-Shofiyyah Hj. Afsah Hardjono menambahkan, Majelis Tafsir Ash-shofiyyah adalah majelis ilmu yang seluruh jamaahnya adalah muslimah yang berasal dari berbagai kalangan. Latar belakang mereka dari berbagai ormas tanpa membeda-bedakan.
“Profesinya juga beragam, ada pedagang, karyawan, dan PNS. Bu Fairus dan Bu Anni Subagyo, istri Bupati dan Wakil Bupati juga jamaah kita,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Lazismu bersama Ash-Shofiyyah menyalurkan donasi berupa baju pantas pakai, sembako, dan makanan ringan.
Bantuan diserahkan kepada posko tim relawan MDMC dan masyarakat setempat di desa Besuki kecamatan Wadaslintang. (Rilis)

Wonosobo – LAZISMU. Wonosobo Air Bersih adalah program yang digiatkan Lazismu Wonosobo. Sebuah program pengadaan instalasi air bersih PDAM, sanitasi tangki septik, serta renovasi kamar mandi yang ditujukan bagi keluarga tidak mampu.
Mbah Samsudin yang bertempat tinggal di Kleyang Bawah, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu penerima manfaat program pengadaan air bersih tersebut.
Tinggal bersama menantu dan seorang cucu, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Samsudin hanya mengandalkan uang pensiunan almarhum suaminya yang pernah bertugas di Dinas Pengairan.
“Untuk mendapatkan air bersih, Mbah Samsudin dan keluarganya harus mengambil dari mata air yang cukup jauh dari kampung tempat tinggal mereka,” cerita Manajer Lazismu Wonosobo, Tabah S Pambudi (6/11/2017).
Lanjutnya, saluran air gratis milik masyarakat yang diambil dari mata air sebenarnya telah sampai ke rumah mereka. Karena tidak adanya pengawasan, saluran air tersebut sampai sekarang tidak bisa mengalir sampai ke rumah Mbah Samsudin lagi.
Serah terima program Wonosobo Air Bersih dilaksanakan di rumah Mbah Samsudin yang dihadiri oleh tetangga serta pemuda setempat.
“Instalasi air bersih PDAM di rumah Mbah Samsudin telah dilaksanakan. Setelah ini akan kita usahakan untuk direalisasikan di keluarga tidak mampu yang lain,” tegas Tabah.
Program Wonosobo Air Bersih di Desa Pungangan, Mojotengah ini merupakan kerjasama Lazismu Wonosobo dengan Baitul Maal BMT Marhamah serta donasi dari masyarakat.
Tabah menambahkan, program Wonosobo Air Bersih adalah bagian dari ikhtiar dalam memberikan pelayanan terhadap keluarga tidak mampu. Menurut Tabah, air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi siapapun.
“Ke depannya, Lazismu Wonosobo akan bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga lain agar program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi keluarga yang tidak mampu,” pungkasnya. (nd)

Medan – LAZISMU . “Sangat bermanfaat sekali, motivasi yang diberikan bapak Andar dan ibu Eny kepada kami,” ungkap Sekretaris PDM Medan, Sumatera Utara, Hasrat Samosier dihubungi tim Media Lazismu, Senin (30/10/2017).
Motivasi yang dimaksud adalah ketika Wakil Sekretaris I Badan Pengurus Lazismu Pusat, Eny M Wijayanti dan Direktur Utama Lazismu Andar Nubowo hadir mengisi pelatihan manajemen organisasi dan zakat produktif setelah pengajian khusus di SMK Muhammadiyah 9 Tanjung Selamat, Medan.
Menurut Hasrat, materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pengembangan Lazismu Medan ke depannya.
“Ibu Eny secara detail namun mudah kami serap menyampaikan penjelasan bahwa zakat itu harus produktif. Seperti diwujudkan dengan pemberian bantuan modal usaha maupun beasiswa kepada siswa-siswi sekolah Muhammadiyah yang perlu dibantu,” kata Hasrat.
Lebih lanjut, Eni menerangkan zakat yang diberikan kepada mustahik akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila dikonsumsikan pada kegiatan produktif.
Sementara itu, Andar mengemukakan Sumatera Utara perlu segera mengaktifkan Lazismu, mengingat potensi besar ZISKA yang ada. Terutama Kota Medan, di mana Persyarikatan Muhammadiyah cukup aktif dan dinamis.
“Jika terdapat hambatan, tidak boleh menyerah atau berpangku tangan,” tandasnya.
Lazismu Medan khususnya dan Sumatera Utara umumnya harus menjadi tonggak penting kebangkitan Lazismu nasional, lanjut Andar.
Pelatihan ini dihadiri oleh 160 peserta yang terdiri dari seluruh PDM, Unit Amal Usaha (AUM), Aisyiyah, dan beberapa kepala sekolah Muhammadiyah Kota Medan. (nd)

Ponorogo-LAZISMU. Masih tergambar dalam ingatan, beberapa bulan lalu, Amil Lazismu survei di salah satu daerah di Kabuptaen Ponorogo, tepatnya di Kecamatan Pulung yang menurut laporan mengalami bencana kekeringan.
Hingga saat Lazismu datang ke Desa Karang Patihan, dampak kekerigan jelas adanya. Aktifitas MCK dan bercocok tanam masyarkat terhambat. Sepanjang jalan menuju daerah di kecamatan itu pohon-pohon jati daunnya meranggas, sungai mengering, pematang sawah kosong tanpa air sedikit pun.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak saja harus merelakan untuk merogoh kocek membeli air mineral isi ulang. Kemudian di sepanjang jalan pula terlihat beberapa tandon di pinggir jalan yang sudah kosong tak berisi air.
Meski BPBD memberikan pasokan air, bisa dipastikan dalam hitungan jam air pun sudah ludes pindah ke ruang-ruang jerigen yang dibawa antre warga. Dari hasil wawancara Lazismu dengan salah satu warga di sana (11/09/2017), air yang diambil dalam jerigen ini akan habis dalam waktu 3 hari saja.
Menurut salah satu anggota relawan BPBD yang informasinya berhasil kami himpun (12/09/2017), khususnya untuk Desa Karang Patihan, yang menjadi masalah di sana, sebenarmya terletak pada minimnya tandon air yang dimiliki masyarakat.
BPBD telah siap mengirimkan air bersih secara rutin. Namun masyrakat harus punya tandonnya sehingga air yang kami bawa bisa disalurkan secara penuh, kata Edi Irawan.
Ihwal informasi itu, Lazismu Ponorogo menginisiasi untuk memberikan bantuan berupa tandon air yang beri isi 1200 Lt. Dengan harapan mampu memfaslitasi kebutuhan tandon yang dirasa masih sangat kurang.
Pada Sabtu, 28 Oktober 2017, Lazismu beserta Ketua M. Zulkarnaen dan perwakilan PCM Pulung, Sumarni berangkat bersama ke daerah yang kami maksud. Alasan mengajak PCM Pulung yang diwakilkan oleh Sumarni, karena disalah satu desa yang mengalami kekeringan terdapat ranting Muhammadiyah.
Dalam prosesi penyerahan tendon air, M. Zulkarnain mengatakan, melalui program Lazismu, semoga tandon ini dapat menampung air lebih dari yang dibutuhkan, sehingga bisa terdistirbusi dan membantu pemenuhan kebutuhan air. “Terutama di Desa Karang Patihan, ” jelasnya.
Lazismu mengucapkan terimakasih kepada para muzaki yang telah berpartisipasi dan memercayakan lancarnya program ini di lapangan.. Semoga dengan upaya yang kecil ini, manfaatnya bisa dirasakan bagi orang yang membutuhkan, kata Zulkarnaen. (na).

Lhokseumawe – LAZISMU. Dua penyandang Disabilitas asal Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe masuk sebagai penerima regular (tetap) manfaat ZIS dari Lazismu Lhokseumawe. Keduanya merupakan mustahik yang memiliki kelainan sejak usia balita.
Ketua Lazismu Lhokseumawe, Husni Thamrin, mengatakan bahwa kondisi kedua penyandang disabilitas tersebut adalah Maulana Rizki dan Muhammad Ali. Maulana Rizky adalah anak laki-laki berumur 6 tahun mempunyai kelainan karena kurang gizi (malnutrisi) yang diderita sejak umur 5 bulan.
Hidup bersama dengan ibunya yang bernama Nurmiah, tidak mempunyai keluarga lain dan kerabat dekat. Bapak Maulana Rizky telah berpulang dua bulan yang lalu. Kehidupannya memprihatinkan, sehingga memaksa mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Ibunya sehari-hari beraktifitas sebagai buruh cuci pakaian,” cerita Husni.
Bersadarkan laporan dari Lazismu setempat (16/11/2017), Husni menambahkan ada penyandang disabilitas lain yang usianya sudah 41 Tahun, Muhammad Ali. Ia menderita penyakit yang gerakan motoriknya terganggu akibat ganguan fungsi otak.
Muhammad Ali juga tinggal bersama ibunya yang bernama Parni, sehari-hari hanya menjajakan Gorengan dan jajanan anak-anak seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” Tutup Husni.
Menindaklanjuti hasil penilaian kepada kedua calon penerima manfaat itu, Lazismu Lhokseumawe siap menyalurkan santunan rutin kepada keduanya. Setiap bulannya akan diberikan untuk kebutuhan sehari-hari. Lazismu juga akan mendampingi keduanya untuk dirujuk ke Ruamh Sakit Umum Daerah, kata, Ramzy, Selaku Sekretaris Eksekutif Lazismu Lhokseumawe.
Sementara itu, jelang akhir November 2017, Lazismu Lhokseumawe, mendatangi Roni, yang beralamat di Keude Cunda Kota Lhokseumawe. Ia merupakan salah satu mustahik yang beberapa waktu lalu di survey Lazismu. Roni memiliki keterbatasan fisik, Lazismu mengupayakan sebuah bentuk bantuan usaha yang nantinya bisa menjadi tempat mencari nafkah bagi beliau dan istri.
Pada 28 November lalu, di waktu sore Lazismu Lhokseumawe berkesempatan menyerahkan 1 unit Rak untuk mendukung usaha Roni berjualan. Bantuan ini agar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya antinya.
Selain itu, Lazismu juga akan membrikan bantuan modal dan pembinaan berkala atas usaha yang akan Roni jalankan. Seluruh biaya tersebut berasal dari dana zakat Lazismu Lhokseumawe. (rm)

Jepara – LAZISMU. Suroso warga RT 03 RW 04 Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara,berbulan-bulan merasa tidak nyaman dengan kondisi rumahnya. Ia dan keluarga cemas tempat tinggal yang dihuninya miring dan atap yang bocor serta dinding kayu hampir roboh.
Melalui Program Bedah Rumah, Lazismu Jepara bekerjasama dengan BMT Fastabiq Jepara dan BMT Alhikmah, Suroso memperoleh bantuan senilai Rp 5 juta rupiah. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rumahnya.
Bantuan tenaga juga dikerahkan oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jepara dalam kegiatan bedah rumah ini.
Serah terima bantuan disaksikan oleh Petinggi Desa Guyangan dan Ketua RT 03, Jumat (10/11/2017).
“Masih ada beberapa warga miskin di wilayah kami yang memerlukan perhatian. Selama ini bantuan hanya berupa sembako yang sifatnya konsumtif sehingga cepat habis, butuh bantuan yang sifatnya produktif,” ungkap Purwanto selaku ketua RT.
Dalam kegiatan ini, Ketua Lazismu Jepara, Nur Kholis berharap Suroso dapat tinggal dan beribadah di rumahnya dengan nyaman.
Bedah rumah Suroso dimulai pada Jumat, 10 November 2017 dan akan berlangsung sampai bangunan selesai direnovasi.
“Dengan aksi nyata ini diharapkan masyarakat lebih terbuka dan peduli dengan lingkungan sekitarnya, sehingga semangat gotong royong kembali menggelora,” tandas Nur Kholis. (nd)

