Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Mempelai Pria Terima Piagam Muzaki di Pelaminan

Semarang – LAZISMU. Surprise !! terimakasih, ujar Ra’ad Nor Fattah, setelah menerima piagam zakat dari Lazismu tepat saat melangsungkan resepsi pernikahan di aula kampus 3 UIN Semarang, Ahad 14 Januari 2018.

Tercatat sejak bulan Oktober 2017, Ra’ad adalah muzaki loyal Lazismu di Kota Semarang. Ia rutin menyalurkan zakat maal melalui Lazismu, kata pengolah data Lazismu, Arga Dahana. Karena itu, Lazismu memberikan apresiasi kepadanya sekaligus menghadiri acara pernikahannya.

Secara kebetulan pelaksanaan pernikahan Ra’ad  di bulan Januari, maka di ambillah waktu penyerahannya bertepatan saat resepsi, jelas Arga.

Sementara itu, orangtua Ra’ad, yang juga salah satu pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Semarang, menyambut positif kegiatan seperti itu. Bapak Nurbini selaku orangtuanya berharap bisa menarik minat calon-calon muzaki lain menunaikan zkat, infak dan sedekah di Lazismu.

Selamat berbahagia Ra’ad & Rosalia, selamat menempuh hidup baru menjadikan keluarga sakinah mawaddah warahmah. (cs/na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Empat Mahasiswi Berminat Bergabung di Media Berita Lazismu

Semarang – LAZISMU. Empat mahasiswi yang merupakan anggota Immawati telah berkunjung ke kantor Lazismu Kota Semarang, Sabtu, 13 Januari 2018. Tuti Astha selaku pimpinan, mengaku terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan ilmu jurnalistik. Meski berasal dari beberapa perguruan tinggi yang berbeda, antusias mereka sangat tinggi.

Dalam pertemuan itu, perbincangan panjang diawali dengan bahasan soal  pengembangan media massa yang dilakukan Lazismu. Termasuk terbukanya lembaga amil zakat ini untuk pengembangan diri bagi mahasiswa.

Ada sosial media online, ada bulletin yang diterbitkan setiap bulan, ada radio streaming yang sudah siap online. Di tingkat wilayah Jawa Tengah  ada beberapa website, dan di pusat ada majalah juga website. Semua siap bermitra dalam menyalurkan karya jurnalistik.

Jaringan media Lazismu tidak terbatas pada satu kota atau provinsi saja, tetapi terbuka secara luas melalui website yang dikelola oleh Lazismu wilayah dan pusat, bahkan bisa dilink ke portal media nasional Menara62.com dan juga TVMU untuk materi audio video.

Banyak hal yang bisa di pelajari dan dikembangkan, mulai dari materi sosial media online, penulisan reportase kegiatan dakwah, artikel yang terkait dengan dunia philantrofi, fotografi, tehnis penyajian berita dan sebagainya.

Jika tertarik di dunia radio, Lazismu sudah menyiapkan satu unit komputer dengan fasilitas peralatan siar, lengkap dengan software pengatur materi siar, dan internet kecepatan tinggi.

Di sini bisa dipelajari dan dipraktikkan cara penyusunan program siaran, pembuatan materi, tehnik radio online dan juga kode etik jurnalistik.

Saya tertarik dengan dunia filantrofi dan memutuskan untuk bergabung jadi relawan di Lazismu, ungkap Tuti mewakili immawati yang hadir. Jurusan kuliah boleh berbeda, namun memiliki minat yang sama, literasi dan media massa. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ringankan Beban Dua Anak Pasca Amputasi

Gresik – LAZISMU. Rabu, 24 Januari 2018, Lazismu Gresik bersama Resource Centre (RC), siang itu berkesempatan mengunjungi adik Muhammad Naufal Afif Rabbani dan Muhammad Dannish Aniq yang kemarin viral dengan nama dik Naufal dan Danis.

Kedatangan Lazismu dan RC ini dalam rangka membantu meringankan beban kedua adik tersebut beserta keluarganya. Selanjutnya, akan ada pendampingan dari RC (organisasi pendamping anak berkebutuhan khusus) dan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di tingkat SD nantinya.

Menurut cerita, Danis (2 tahun) dan Naufal (4 tahun) yang bertempat tinggal di Kelurahan Lumpur, mengalami amputasi di kaki kanannya karena terlindas truk kontainer di Jl. RE Martadinata saat bermain dengan orangtua Danis.

“Berita tentang Naufal dan Danis ini mengetuk hati banyak orang, kami sebagai Lembaga Amil Zakat terketuk hati pula untuk membantu dengan beasiswa ketika nantinya bersekolah dasar,” ujar Minal Abidin selaku Kepala Kantor.

Selain beasiswa, kesehatan psikologis keluarga serta Danis dan Naufal itu sendiri juga mendapat perhatian dari RC. “Kami bertugas untuk memotivasi dan menata lingkungan agar ramah dan bisa menerima adik Naufal dan Danis. Sehingga kami akan dampingi sampai sekolahnya selesai,” kata Iibu Inik selaku Koordinator RC.

Saat ini, Naufal dan Danis tinggal terpisah, hanya beda gang. Naufal diasuh oleh orangtuanya dan Danis diasuh sendiri oleh ayahnya, karena ibu Danis sudah berpulang. Mereka berterimakasih atas bantuan yang sudah diberikan RC dan Lazismu yang ikut membantu meringankan kehidupan Danis dan Naufal. (tf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ganjar Pranowo: Zakat untuk Solusi Problem Sosial

Semarang – LAZISMU. Permasalahan yang sulit sekalipun, menjadi mudah diselesaikan dengan zakat. Demikian diucapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam pidatonya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Tehnik dan FMIPA Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Rabu (24/01/18).

Persyarikatan Muhammadiyah dengan kegiatan dakwahnya, berkonsentrasi menangani bidang pendidikan sebagai bagian amal usahanya. Unimus adalah salah satunya, yang diharapkan menjadi perguruan tinggi ternama di Semarang.

Harapan tersebut diwujudkan dalam rencana pembangunan gedung baru setinggi 9 lantai, di lokasi kampus Kedungmundu, Tembalang Semarang.

Ada tiga gedung yang dipersiapkan proses pembangunannya, yang akan dipergunakan untuk ruang kuliah, perpustakaan, aula juga laboratorium.

Peletakan batu pertama ini dimaksudkan sebagai penanda awal dimulainya proses pembangunan. Acara tersebut dihadiri juga oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, PWM Jateng Tafsir, PDM, PCM, Pimpinan AUM, ortom dan segenap warga juga simpatisan.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar menyampaikan, masih banyak permasalahan sosial di masyarakat yang sulit diselesaikan oleh pemerintah seperti rumah yang tidak layak huni, yang jumlahnya masih ada 1.000.600 (satu juta enam ratus) se-Jawa Tengah. Juga masih adanya orang yang tidak mampu membayar biaya perawatan di rumah sakit. Permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan dana zakat, kata Ganjar.

Ganjar juga mengingatkan kepada jumat Islam untuk meningkatkan kesadaran membayar zakat melalui lembaga yang resmi. Dia berharap dana zakat ini di kelola dengan baik, agar bermanfaat untuk membantu pemerintah mengentaskan permasalahan bangsa.

Dalam kesempatan ini Ganjar juga memberikan apresiasi kepada Lazismu yang telah meresmikan Kantor Layanan zakat, infak dan sedekah di lingkungan kampus Unimus Kedungmundu. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu – PDM Enrekang Rintis Berdirinya SMK Muhammadiyah Pertama

Enrekang – Lazismu. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita setiap orang. Bisa dengan berbagai cara dan kemampuan. Seperti dilakukan Lazismu Enrekang, pada Ahad, 14 Januari 2017, serahkan bantuan untuk pembangunan SMK Muhammadiyah di Cece, Kecamatan Alla.

Pembangunan SMK Muhammadiyah ini merupakan yang perdana, sebagai cikal bakal pembangunan Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang rencananya akan digabungkan dengan SMP Muhammadiyah Cece dan MI Muhammadiyah Cece.

Pembangunan SMK Muhammadiyah Enrekang, sementara ini sedang berlangsung. “Rangka ruang belajar sudah berdiri, selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan atap dan pengecoran lantai,” kata Kamaruddin Sita selaku Ketua PD Muhammadiyah Enrekang.

Donasi diberikan langsung kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, di mana Kamaruddin Sita yang merintis berdirinya SMK Muhammadiyah di Enrekang.

Donasi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan sekolah tersebut sehingga siswa-siswi  memiliki ruang kelas yang nyaman untuk belajar.

Ketua Laziamu Enrekang, Nurdin Rauf mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan SMK Muhammadiyah pertama di Enrekang.

“Sampaikan donasi anda melalui Lazismu, Lembaga Amil Zakat Nasional yang terpercaya” turur Ketua Lazismu Enrekang. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Muhammadiyah Aid Terjunkan Tim 9 Ke Bangladesh

Bangladesh – LAZISMU. Misi kemanusiaan di Cox’s Bazar, Bangladesh masih terus berlanjut pasca peristiwa memilukan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar. Dinyatakan gelombang pengungsi Rohingya sebanyak 313.000 yang melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017. Sementara jumlah total pengungsi 785.000 jiwa di negara itu.

Sampai saat ini, para pengungsi di Camp Balukhali, Cox’s Bazar mendapatkan bantuan dan pendampingan kesehatan dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia, termasuk Muhammadiyah Aid. Sebelumnya, pada 27 September 2017, Muhammadiyah Aid membuka posko layanan kesehatan di Camp Thangkali, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Menurut dokter Corona Rintawan, Tim Muhammadiyah Aid yang diterjunkan langsung adalah Tim 9. Target tim ini adalah evaluasi program dan menyiapkan solusi yang strategis. “Dibahas juga kemungkinan memperpanjang program kemanusiaan sampai dengan 8 bulan ke depan, dari rencana awal 6 bulan, mengingat kondisi terakhir di Bangladesh,” jelasnya.

Koordinator misi kemanusiaan Muhammadiyah Aid ini menuturkan, kondisi di sana berdasarkan tim yang ada di lapangan sedang terjadi kasus outbreak difteri. “Jadi tim merespon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di pengungsian,” paparnya. Persiapan khususnya melalukan penyaringan kasus (screening) awal, lanjutnya.

Sebetulnya sudah disiapkan sejak awal bulan Desember, karena memang banyak sekali kasus yang menimpa anak-anak, maka dalam Tim 9 ada dokter spesialis anak, salah satunya relawan tim medis dari Aceh, Aslinar sebagi dokter spesialis anak.

Untuk keberangkatan kali ini, menurut dokter Aslinar yang berada di lokasi pengungsian khususnya di Jamtholy, Muhammadiyah Aid melakukan pelayanan kesehatan. Kehidupan para pengungsi memang sangat tergantung dari bantuan orang lain maupun lembaga kemanusiaan.

“Karena para pengungsi memang hanya diperbolehkan beraktivitas di wilayah seputaran tenda pengungsian saja,” paparnya. Tidak diperbolehkan untuk keluar dari wilayah tenda pengungsian.

Selama di Bangladesh, Muhammadiyah Aid juga bersinergi dengan organisasi kesehatan internasional UN melalui WHO membahas wabah Difteria yang terjadi di lingkungan pengungsian. Beruntung tenaga medis di sana, kata dokter Aslinar pernah bekerjasama dalam tugas di Banda Aceh pasca-Tsunami pada Desember 2004.

Hal senada disampaikan Fotografer Muhammadiyah Aid, Pepi Perdiansyah, bahwa sudah ada perubahan yang cukup berarti di camp pengungsi dibanding kondisi pada saat pertama kali saya datang ke Cox’s Bazar, namun perubahan itu masih bertahap.

“Nyatanya juga masih banyak tenda-tenda pengungsian yang jauh dari layak huni, apa lagi kondisi sekarang bulan Januari sampai awal Maret diperkirakan kondisi cuaca sangat dingin,” pungkasnya.

Cuaca di Bangladesh siang hari suhu 18 derajat celcius, sore hari suhu 12 derajat celcius, dan di malam hari lebih dingin. Kegiatan sehari-hari pengungsi sekadar menghilangkan jenuh. Mereka bermain sepak bola, tua – muda berusaha bergembira.

Sementara kegiatan keagamaan berjalan rutin, dengan berdirinya masjid darurat di setiap blok. Apa yang dilakukan Muhammadiyah Aid, minimal berusaha berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk kemanusian.

Bersama relawan lokal dan Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) di Medical Centre yang Tim 9 berkoordinasi untuk melangsungkan program dengan masa pelayanan selama 15 hari, dari 9 Januari – 24 Januari 2018. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross