

Pekanbaru – LAZISMU.
Menjalin komunikasi kepada orangtua, masyarakat dan pemerintah Kota Pekanbaru dalam
meningkatkan kemampuan dan prestasi siswa adalah tugas bersama. Karena itu, SMP
Muhammadiyah 2 Pekanbaru berkolaborasi dengan Lazismu, Pekanbaru menggelar dialog
interaktif.
Dialog yang dikemas dalam program filantropis cilik berlangsung interaktif di di SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru Jl. Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru (1/4/2019).
Dialog
interaktif ini menghadirkan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, anggota
DPRD Provinsi Riau Mansyur HS, Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota
Pekanbaru, Syafrizal Syukur, Ketua Badan Pengurus Lazismu, Haris Siyanto, dan
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Meri Julianda.
Kepala
Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Meri Julianda, mengatakan adanya dialog
interaktif tersebut upaya sekolah memfasilitasi orangtua untuk menyampaikan aspirasinya
kepada pihak sekolah serta pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan
kemampuan dan prestasi siswa.
“Dengan
dialog orangtua bisa menyampaikan aspirasinya mengenai bagaimana peran guru dan
orangtua dan sebaliknya bagi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan
fasilitas memadai,” katanya.
Wakil
Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi mengapresiasi kegiatan dialog interakstif yang
dilaksanakan SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru yang bekerja sama dengan Lazismu Pekanbaru.
“Atas
nama pemerintah kota Pekanbaru memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada peran
guru dan orangtua di dalam meningkatkan prestasi murid,” tegasnya.
Ia
berharap setelah dilaksanakan dialog interaktif ini bisa terserap dan
langsung diamalkan oleh siswa dan orangtua.
Dan orangtua selalu mendoakan dan memotivasi murid-muridnya agar menjadi orang
yang sukses.
“Harapannya
tentu diamalkan dan apa yang sudah disampaikan tadi mudah mudahan terseraplah
sama orang tua yang hadir termasuk sama anak-anak peraktekkan bahwa belajar
harus seumur hidup dan harus kita mendoakan anak anak kita motivasi anak-anak
kita ini menjadi anak-anak yang sukses”
Angota
DPRD Provinsi Riau, Mansyur HS menilai kegiatan dialog interaktif semoga ke
depannya bisa lebih ditingkatkan lagi karena berdampak positif.
“Patut
kita apresiasi dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Saya berharap ke depannya
bisa ditingkatkan karena memberikan dampak positif bagi para pemangku
kepentingan,” pungkasnya.
Ketua
Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru, Hari Siyanto mengatakan dialog interaktif ini sagat bagus dan harus
dilaksanakan secara berkala agar orangtua, pemerintah dan pihak sekolah bisa
memiliki persepsi yang sama dalam hal meningkatkan prestasi siswa.
“Bagus,
jadi dialog ini secara berkala harus dijadwalkan agar ada interaksi antara
sekolah lalu pemerintah masyarakat dalam hal ini orangtua,” tukasnya. (st)

Sleman – LAZISMU. Langkah pemberdayaan
lembaga amil zakat kepada para petani untuk menambah wawasan. Di samping itu
sebagai upaya melipatgandakan keterampilan untuk mengembangkan komunitas yang
produktif.
Program
pemberdayaan petani ini dilaksanakan Lazismu DIY yang memberikan bantuan untuk
kegiatan pelatihan Sekolah Tani Muhammadiyah yang diadakan oleh Majelis
Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan pusat
pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) Pakem Sleman.
Dalam
rangka upaya pemberdayaan masyarakat, pelatihan dituangkan melalui budidaya
tanaman buah unggul yang bernilai ekonomi.
Ketua
MPM PDM Sleman, Nur Cahyoprobo, mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan
dalam sebelas gelombang. “Pertemuan setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelatihan dimulai
pada 23 Februari hingga 4 Mei 2019 di rumah pemberdayaan Pakem Sleman,”
bebernya.
Cahyo
menambahkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan menambah wawasan dan keterampilan
terkait budidaya tanaman buah unggul. Inspirasinya tergerak untuk menerapkan ilmu
yang didapat di pelatihan serta bisa diterapkan PCM-PCM untuk memanfaatkan
lahan persyarikatan yang belum termanfaatkan dengan baik.
Pelatihan
ini diikuti oleh murid dari sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, PCM se-Kabupaten
Sleman, PCA se-Kabupaten Sleman, masyarakat umum, Gapoktan, dan panti asuhan. Narasumbernya
Prof. Suharyanto pemilik Hanifa Agro), dinas pertanian, pangan dan perikanan
Kabupaten Sleman dan MPM PDM Sleman.
MPM
PDM Sleman juga telah mendampingi kelompok tani di Moyudan dengan lahan 3
hektar. Sementara di daerah Pakem juga ada, kemudian di daerah Triharjo Sleman. Buah yang budidayakan adalah
Alpukat dan Jambu Kristal. Selain dari buahnya juga dari penjualan bibitnya. “Adapun
pemasarannya sudah disiapkan,” jelasnya.
Diketahui
bahwa kawasan Sleman berada pada ketinggian 105 – 500 dpk dengan iklim agak
basah sehingga memungkinkan pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan dan
hortikultura berbasis agro-ekonomi.
Saat
ini, menurut MPM PDM Sleman, kebutuhan masayrakat terhadap buah Alpukat sangat
tinggi. Budidaya dengan terapan teknologi tepat guna akan menghaslkan buah
dengan kualitas bermutu yang bernilai jual tinggi.
“Peluang
ini cukup menjanjikan bagi masyarakat, makanya perlu adanya pelatihan guna
memberikan pengetahuan, skill dan pendampingan dalam hal pembudidayaan tanaman
buah yang unggul,” paparnya (mz).

Batang – LAZISMU. TB MDR atau Multidrug-Resistant Tuberculosis merupakan tuberkulosis yang daya tahannya terhadap manfaat dua obat anti tuberkulosis yang paling kuat yakni isoniazid dan rifampisin
Rifampicin adalah sejenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi akibat bakteri. Berfungsi untuk menghentikan perkembangbiakan bakteri di antaranya TB. Sedangkan isoniazid adalah obat yang digunakan untuk mengobati TB terutama yang menyerang paru dan bagian tubuh lainnya.
Biasanya penderita tidak lagi bisa beraktivitas normal seperti biasanya karena harus diisolasi dari khalayak ramai karena penyakit ini menular.
Baru-baru ini Lazismu Limpung, mendapatkan laporan dari Tim SSR TB HIV Care 'Aisyiyah Batang, bahwa di daerah Kecamatan Limpung ada pasien yang sudah terkena penyakit TB yang sudah kategori MDR.
Hal itu disampaikan Abdul wahab Syifak, selaku Kepala Kantor Lazismu Limpung. Maka 'Aisyiyah Batang mengajak Lazismu untuk ikut andil dalam penanganan kasus penyakit ini bersama-sama.
Sebagai aksi nyata, Lazismu berperan dalam mencukupi gizi dan nutrisi pasiensenilai Rp. 700 ribu per bulan. “Penderita tidak bisa lagi bekerja selama masa pengobatan (kurang lebih 2 tahun) sehingga tidak ada pendapatan kebutuhan hidup sehari hari,” jelasnya.
Bantuan ini diberikan secara simbolis di Puskesmas Limpung yang diterima oleh Bapak dr. Hendriawan disaksikan juga perwakilan dari Tim SSR TB HIV Care 'Aisyiyah Batang untuk bisa disalurkan kepada penderita (4/4/2019). Pasien harus berobat secara rutin tiap harinya ke Puskesmas, karena itu Lazismu memerhatikan makanan yang mengandung cukup gizi.
'Aisyiyah Batang mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang sudah ikut peduli kepada pasien. Sementara itu, dr. Hendriawan mengatakan langkah ini sangat bermanfaat untuk pasien maka pendampingan dan pengawasan penting agar pasien termotivasi sehingga dapat segera pulih dari penyakitnya. (aw)

Surabaya – LAZISMU.
Bertepatan dengan Isra' Mi'raj, Lazismu Surabaya kembali menyelenggarakan pentasyarufan
berupa penyerahan paket bantuan sosial, ekonomi dan pendidikan. Bantuan itu
ditujukan kepada SD, SMP, SMA, SMK, dan PT sebanyak 170 penerima manfaat, serta
satu unit sepeda pancal melalui program Ayo Sekolah, Rek!
Selain
itu, bantuan 2 unit rombong usaha melalui program pemberdayaan ekonomi, 7 unit
kursi roda melalui program Tebar 1000 Kursi Roda untuk Sahabat Disabilitas dan
Penderita Stroke, serta bantuan operasional
kepada 30 TPQ disampaikan Ketua Lazismu Surabaya Sunarko, dalam
sambutannya (3/4/2019).
Syukur
Alhamdulillah, Lazismu sejak berdiri 2007 masih istiqomah. Ada banyak program
utama yang selama ini dilaksanakan. Pertama bidang pendidikan, Lazismu
menyalurkan dana beasiswa kepada siswa tidak mampu dari SD, SMP, SMA, SMK, dan PT .
Di
bidang sosial, Lazismu menyalurkan bantuan LAPD, nasi bungkus Jum’at, bantuan
kursi roda, sepeda pancal, serta ZIS kepada para mustahik di bulan Ramadhan. Di
bidang ekonomi Lazismu melakukan pemberdayaan dengan menyalurkan bantuan berupa
dana usaha BMW (Bina Mandiri Wirausaha). Tidak kurang dari 200 orang telah
menerima bantuan dana wirausaha ini.
Di
samping itu, Lazismu juga telah menyalurkan bantuan untuk benah rumah, masjid,
dan sekolah. Disampaikan juga oleh Sunarko, ada bantuan operasional untuk
sejumlah TPQ Muhammadiyah Surabaya. “Tentu semuanya terlaksana berkat
kepercayaan para muzaki serta donatur yang dengan ikhlas menyerahkan donasi
kepada Lazismu,” paparnya.
Sementara
itu, Ketua PDM Surabaya, Mahsun Jayadi, dalam sambutannya menyampaikan program
sosial, pendidikan dan dakwah seperti ini sudah dimulai sejak Muhammadiyah
didirikan KH. Ahmad Dahlan lebih dari seabad lalu.
Muhammadiyah
istiqomah dalam bidang filantropi ini sebagai misi utamanya. Lazismu adalah
bagian dari elemen Muhammadiyah yang terus menggelorakan kepedulian. “Mari doakan
agar Lazismu dan relawannya bisa mengemban amanat ini secara profesional dan
tepat sasaran,” pintanya.
Acara
pentasyarufan ini dilaksanakan di Gedung Aula PDM, Jl. Wuni 9, Surabaya dan
dihadiri tidak kurang dari 200 orang penerima manfaat. Hadir pula Camat
Krembangan, Agus TJ dan Kasi Kesra Kecamatan mengantar tiga orang warganya
penderita stroke dan lumpuh untuk menerima kursi roda. (ah)

Sragen – LAZISMU. Lima orang mengecat
dinding serambi Masjid Jami' An Nur di Dukuh Taskerep, Desa Karanganyar,
Sambungmacan, Sragen, Rabu (27/3/2019). Dengan mengenakan kaus berwarna orange,
di punggung mereka ada tulisan “Bekerja sepenuh hati”.
Mereka bergotong-royong
dengan para pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara dan para amil dari Lazismu
Sragen.
Kepala Lembaga
Pemasyarakatan Kelas 2A Sragen, Yosef Benyamin Yambise, mengatakan, Direktotat Jenderal
Pemasyarakatan Pusat menginstruksikan untuk melaksanakan bakti sosial di
rumah-rumah ibadah.
Kegiatan itu
dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan 2019. Lapas
seluruh Indonesia serentak melaksanakan bersih-bersih rumah ibadah.
"Sesuai
jadwal, kegiatan bersih-bersih masjid ini kami lakukan hari ini, 27 Maret 2019.
Bersih-bersih masjid bukanlah kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya rutin dengan
menggandeng Lazismu Sragen, seperti kegiatan di taman kota dan masjid-masjid
yang lainnya kemarin-kemarin," ucap Yosef.
Purwanto, salah
satu warga binaan Lapas yang ikut kegiatan ini mengaku senang. Warga asal Tangen itu menilai dapat memberikan
kesibukan, banyak manfaat sekaligus mampu menggugurkan dosanya.
Mengetahui masjid
yang ia kelola dibersihkan, Ketua Takmir Masjid Jami' An Nur, Djarot bersyukur.
"Kami dapat bantuan cat dan segala macam. Terima kasih kepada Lapas Sragen
dan Lazismu Sragen,” pungkasnya.
Semoga ke depannya
masjid ini bisa berjalan dengan baik dan dapat memancarkan cahayanya bagi warga
Desa Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, tutur Djarot. (ls)

Gresik – LAZISMU. Ada banyak
kisah pilu yang terjadi di negeri ini. Bagi yang mengalaminya adalah bentuk
ujian sebarapa kuat menghadapinya. Bukan baru kali ini peristiwa kemiskinan
yang melahirkan ketakberdayaan menghantui manusia, setiap waktu senantiasa datang
mewartakan.
Hampir
seminggu yang lalu, kepiluan ini ditemukan pada seorang lelaki berusia 40 tahun
bernama Kasipun yang tinggal sebagai warga Desa Ketanen, Panceng, Kabupaten
Gresik.
Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Tekanan hidup menghampirinya hingga tak mampu dilawannya. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.
Seorang
aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus
dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik, pada Maret lalu. Rasa kemanusiaannya terusik
menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.
Dokter
mengabarkan Pak Kasipun tekanan darahnya tinggi. Kadar garam ditubuhnya berdasarkan
diagnosa juga tinggi, demikian Raden mengisahkan informasi dari dokter di rumah
sakit itu. Ditengarai Kasipun makan nasi hanya dengan garam. “Kondisi miskin
inilah yang membuat dirinya menjadi lemah,” ujar Raden.
Berdasarkan
penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak. “Anak pertama berusia
15 tahun, lulus SD dan tidak mau bersekolah. Sekarang menganggur di rumah. Sementara
adiknya yang masih balita, kesulitan dalam berkomunikasi,” pungkasnya.
Sebagai
ibu rumah tangga, isterinya mengalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang
hidup sehat masih minim. “Yang membuat sedih Raden, ketika diajak berkomunikasi
kadang tidak dapat direspons dengan jawaban yang pas,” sambungnya.
Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagi pencari rumput untuk kambing tetangga,” kata Raden yang juga Ketua Ranting Muhammadiyah setempat. Keresahan
Raden Jamal tak berhenti sampai di rumah sakit. Tak berapa lama, raden menceritakan
apa yang telah disaksikannya kepada Lazismu Gresik. Kabar gembiranya, informasi
yang diceritakannya langsung dijawab Lazismu Gresik untuk mendampingi keluarga
Pak Kasipun.
Trauma
Bersekolah
Kemiskinan
yang melilit keluarga Kasipun tidak semata persoalan kecukupan gizi. Di luar
masalah itu, ada masalah lain yang dihadapi anak perempuannya yakni trauma
bersekolah.
Menurut
amil Lazismu Gresik, Liesna Eka tentang kabar anak pertama Pak Kasipun yang
trauma bersekolah dikarenakan anaknya sering disudutkan oleh teman-temanya saat
itu. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga dekatnya.
“Dulu
waktu sekolah dasar, kecerdasan dia di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya.
Baru bisa membaca saat kelas 4 SD. Keterlambatan kognitif dan psikomotorik
inilah yang kemudian menjadi buah penyudutan kawan-kawannya kepada anaknya Pak
Kasipun hingga merasa terpojok,” cerita Liesna.
Hingga
akhirnya setamat dari sekolah dasar, dia tidak mau melanjutkan sekolah ke
jenjang berikutnya karena trauma itu, sambung Liesna. Harusnya dia sudah masuk
kelas 2 SMP. Kondisi ini tentu harus segera dicari solusinya.
Liesna
mengatakan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng juga sudah tahu
informasi ini. Lazismu bersama NA ikut mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam
waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diakui, Pimpinan
Ranting NA, Matsubah Noor, dan tahuan ajaran baru, Juni mendatang kita bantu untuk bersekolah lagi.
Menurutnya, anaknya sudah dibujuk, katanya akan dipikir kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin, jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK,” katanya.
Nasyiatul
Aisyiyah kemarin mendampingi. Diberikan motivasi sekolah lagi, serta mengecek kesehatan
keluarganya yang dilakukan oleh PDNA Gresik, Nurul Afianah, bidan yang juga tim
departemen sosial.
.jpeg?access_token=0c7f7062-659b-4029-8278-b632f7e5c344)
Berbagi Solusi
Sebagai
langkah nyata, Lazismu mendesak untuk segera menolong keluarga Pak Kasipun. Kehadiran
Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem)
Muhammadiyah.
Amil
Lazismu, Miftakhul Huda dan Khoirul Fitroh yang ikut mendampingi pada Jum’at kemarin
mengatakan memberikan tambahan gizi untuk keluaga duafa tersebut. “Pak Kasipun
bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah
ditunjuk Lazismu untuk turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun,” pungkasnya.
Pak Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang diperlukan untuk memenuhi kucupan gizinya, tambah Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan keluarga Pak Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing ini sedang mengandung yang kelak jika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekonomiannya.
Langkah
selanjutnya adalah Lazismu akan merenovasi hunian yang layak untuk Pak Kasipun.
Rumahnya tidak memiliki sanitasi, gentengnya banyak yang bocor, serta
berlantaikan tanah.
Untuk
itu, Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donatur pada
khususnya untuk bersama-sama membantu keluarga Pak Kasipun. Lazismu juga
mengucapkan terimakasih kepada donatur yang selama ini telah memercayakan
donasinya kepada kami. (lsn)

