

Bulukumba –
LAZISMU.
Tidak semua manusia dilahirkan dengan sempurna. Sesempurnanya manusia pasti memiliki
keterbatasan yang sudah menjadi takdir yang kuasa. Namun manusia tidak boleh
pasrah dan menyerah dengan keadaan. Harus bangkit menjadi manusia yang siap
mengaktualkan potensinya.
Kondisi
ini dialami Derby, bocah 10 yang memiliki keterbatasan fisik dan mental. Jangankan
untuk berdiri, mengucapkan sepatah dua patah kata pun sulit baginya. Bila
keadaan ini normal pada dirinya, maka usianya sama dengan teman sebayanya yang sudah
menginjak kelas 3 SD.
Demikian Lazismu Bulukumba mengabarkan saat berbagi kepedulian lewat agenda program peduli kesehatan di Desa Bontonyeleng, Dusun Seka, Kecamatan, Gantarang Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (2/4/2019), yang disampaikan amil Lazismu Bulukumba, Sahirudin kepada tim media Lazismu 9 April 2019.
Derby diberikan keterbatasan oleh yang Maha Kuasa, sehingga masih sangat menginginkan uluran tangan semua pihak untuk membantu pengobatannya. Keperluan sehari hari, seperti makanan sehat, dan lain-lain sangat diperlukan.
Lazismu
berdoa agar Derby bisa mendapatkan kesembuhan layaknya anak-anak pada umumnya. Bantuan
Lazismu yang diberikan berupa kebutuhan sehari hari, seperti susu, biskuit,
popok, beras dan lainnya.
Lina
selaku amil mengatakan, saya yakin semua pihak lewat informasi ini tergerak
untuk membantu kebutuhan Derby. “Atas nama Lazismu Bulukumba, kami ucapkan terima
kasih kepada segenap donatur yang telah memercayakan amanahnya kepada Lazismu.
Dalam
kesempatan itu, Lina menambahkan bagi donatur yang akan berpartisipasi membantu
Derby dapat menghubungi posko bantuan yang berlamat di Jl. Sarifin No. 05, persis
di depan Masjid Muhammadiyah Bulukumba. (ln)

Surabaya –
LAZISMU.
Masa kecil adalah masa paling indah dalam hidup manusia. Bermain dengan teman
sepermainan terutama, seperti kelereng, bola kaki, kejar-kejaran, bersepeda dan
lain permainan tradisional lainnya yang membuat suasana bahagia meski dengan
cara sederhana.
Bermain
ayunan merupakan salah satu kegiatan si kecil yang mengasyikkan. Beberapa anak bisa bermain ayunan pada usia 3
tahun, 4 tahun atau lebih. Tapi tidak bagi Adik Sandy Habizal Saputra yang baru
bisa bermain ayunan saat usia 5 tahun.
Kegembiraan
bermain ayunan hanya dinikmati sebentar saja. Di saat sedang asyik bermain
ayunan Sandy terjatuh yang menyebabkan kelumpuhan.
Si
kecil yang aktif, apalagi saat belajar berjalan, tentunya sering terjatuh.
Umumnya, jatuh saat berjalan tidak akan menimbulkan akibat yang serius. Namun,
saat balita terjatuh dari kursi, tempat tidur,
kursi makan, atau ayunan misalnya, orang tua perlu waspada.
Sandy
Habizal Saputra kini berusia 13 tahun, hanya bisa bermain dengan duduk dan
berbaring. Untuk sekedar berdiripun tidak bisa, tanpa pegangan. Siswa kelas 4 SD
itu pulang dan pergi sekolah harus di antar ibunya.
Sabtu 6 April 2019, bantuan kursi roda dari Lazismu Kota Surabaya sampai di kediamannya, di Simo Gunung Baru Jaya C/2, melalui program Sahabat Disabilitas. Lazismu berharap, Sandy bertambah semangat dalam belajar, bisa bermain dengan adiknya kendati di atas kursi roda.
Di
lokasi berbeda, Mbah Sumiatin (60) juga mendapat bantuan kursi roda. Setahun
lalu, ia mengalami kecelakaan jatuh terpeleset yang menyebabkan sakit di sekitar
tulang pangkal pahanya. Salah satu penyebab sulitnya disembuhkan karena faktor
usia hingga membuatnya sulit untuk berdiri dan berjalan.
Lansia
yang telah ditinggalkan oleh pasanganya ini menunjukkan kebahagiaan saat kursi
roda dari Lazismu mengantarnya untuk bergerak lebih leluasa di dalam rumahnya
yang berada di daerah Ampel Menara. (sk)
(sk)

Lamongan – LAZISMU. Bayi berusia 1
bulan bernama Aisyah waktu lahir dalam keadaan normal. Empat hari kemudian, Aisyiah
tak bisa buang air besar. Afrah sang ibu tak mampu menahan air mata. Akhirnya
memutuskan untuk membawanya ke RS Muhammadiyah Lamongan, dan selanjutnya dirujuk
ke RSAL Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anak saya dalam
usia 4 hari kondisinya langsung berubah, tak tega saya,” kata Afrah sang ibu. Operasi
pertama harus dilakukan, ujian tak berhenti sampai di situ. Sepekan kemudian, ada
masalah di perutnya yang makin membuncit. “Operasi kedua sebelah di kiri
dilakukan yang membutuhkan biaya tidak sedikit,” pungkasnya.
Untuk sekali operasi dibutuhkan biaya kurang lebih sekitar Rp. 20 juta. “Belum biaya lain tapi demi anak kami rela mengorbankan apapun,” jelasnya. Berdasarkan penjelasan
dokter, rencananya adik Aisyah akan di operasi lagi setelah umur 6
bulan. “Aisyah sudah di RSAL kurang lebih sekitar 23 hari,” paparnya
Syukur Alhamdulillah
keadaan Aisyah direspons Lazismu. Melalui program One Click One Care, informasi Aisyah telah diterima Lazismu setelah
bibinya yang bernama Sania menyampaikannya kepada Lazismu Lamongan.
Layanan donasi
untuk Aisyah langsung dibuka, baik secara langsung maupun donasi online. Donasi
yang terhimpun akan diserahkan kepada keluarga. Secara simbolis donasi yang
terkumpul diberikan oleh Ketua Lazismu Lamongan, Sujudna sekaligus menyampaikan
perhatiannya kepada adik Aisyah.
“Amanah dari donator
telah tiba disampaikan, semoga dapat membantu meringankan beban yang ditanggung
oleh keluarga, dan menjadi berkah untuk kesembuhan adik Aisyah,” ungkapnya.
Sujudna,
menghimbau, kiranya saudara-saudari semua di mana pun berada dapat menyisihkan
rejekinya dan mendukung upaya Lazismu membantu adik Aisyah agar lekas sehat
kembali. (ll)

Tuban – LAZISMU. Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Zainul Muslimin pada Rabu malam (09/04/2019) bersama Syeikh Riyadh bin Abou Thalib, sebagai perwakilan yayasan dari Timur Tengah, berkesempatan berkunjung ke Tuban.
Syeikh asal Arab
Saudi itu menjadi donatur dalam pembangunan masjid Abdurrahman bin Auf dan
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 di Palang, Tuban, yang menjadi program pendampingan
Lazismu di wilayah Jatim.
Saat
peresmiannya pada Desember 2018, terhitung dananya akan menelan sebesar Rp. 800
juta lebih. Selebihnya kira-kira 60 persen-nya akan dibantu oleh donatur dari
Arab Saudi tersebut. Dengan menempati tanah di area kompleks perguruan
Muhammadiyah Palang, penggunaan bangunan yang dikerjakan selama 3 bulan ini
selain untuk tempat ibadah juga tersedia 8 ruang kelas bagi kegiatan belajar
mengajar SD Muhammadiyah 2 Palang dan Taman Pendidikan al-Qur’an.
Setelah meninjau
bangunan dan menandatangani prasasti, donatur dari Arab Saudi ini bersedia
memberikan bantuan dana lagi untuk penambahan bangunan kelas bagi madrasah dan pondok
Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah di Palang, Tuban.
Syeikh tampak
puas dan gembira atas hasil pembangunan gedung yang di luar dugaannya. Menurutnya.
pihaknya hanya memberikan bantuan sebesar Rp. 500 juta, dan ternyata panitia
mampu merampungkan pembangunan, dengan mengusahakan penambahan dana Rp. 300
juta lebih agar bangunan lekas selesai.
Secara kualitas
bangunannya pun dinilai bagus dan baik oleh Syeikh Riyadh. Karena itu, ia pun
berjanji akan menambah bantuan dana untuk membangun gedung Pondok
Tahfidz. (adt)

Sragen – LAZISMU. Iit Enjang Utomo,
warga Karangudi RT 17, Karangudi, Ngrampal, Sragen membantu menurunkan gerobak
dari mobil pick-up. Di rumahnya Iit tinggal bersama Silfiyanti dan anaknya, Iin
Putri Sakinah.
Pria yang setelah lulus SMP
langsung merantau di Jakarta ini sehari-hari bekerja sebagai juru masak di
salah satu restoran di daerah Sragen.
"Setamat dari SMP saya
langsung merantau di Bogor Mas, Tepatnya 2007 lalu. Di sana saya jadi juru
masak di warung pecel lele. Pada 2013 saya memutuskan kembali ke Sragen
kemudian menjadi juru masak di restoran daerah Sragen," ucap Iit saat
ditemui Lazismu.
Iit mengisahkan, karena ada kendala
di restoran tempatnya bekerja, ia pun berniat ingin membuka warung makan
angkringan sendiri dekat tempat tinggalnya.
Mengingat Iit sudah berpengalaman
menjadi juru masak ketika merantau di Bogor. Pada Senin (25/4/2019) Staf
Program Lazismu Sragen, Tommy Arisaputra menyerahkan bantuan permodalan kepada
Iit.
Bantuan permodalan itu berupa
seperangkat gerobak angkringan dan modal usaha. "Terima kasih Lazismu
Sragen semoga usaha saya lancar dan berkembang," tutur Iit. (ls)

Magelang – LAZISMU. Lazismu Kabupaten
Magelang bekerjasama dengan BTM Amman untuk melaksanakan pembiayaan Qardhul
Hasan. Pembiayaan ini digunakan untuk pengadaan mobil ambulans bagi Kantor
Layanan (KL) Lazismu di Secang.
Pembiayaan ini
ditaksir senilai Rp. 185 juta. Adapun penandatangan akad dihadiri oleh Bapak
Adjadri dari PDM, Rosidi selaku Ketua Lazismu, dan Putro Prihatmanto selaku
perwakilan dari BTM Amman (13/4/2019).
Disaksikan Bapak
Fahrurozi selaku Ketua PCM Secang, Abdul Syukur selaku Sekretaris PCM Secang), Yusup
dari PCM Secang, dan Ibu Saefiyati selaku PCA Secang, serta bapak Azmi dari KL
Lazismu Secang beserta Ibu-Ibu 'Aisyiyah Kecamatan Secang menyaksikan
penadatanganan akad tersebut.
Rosidi
mengatakan mobil ambulans ini keberadaannya akan difungsikan sebagaimana
mestinya melayani bantuan armada kesehatan dan melayani masyarakat yang duafa
dalam memanfaatkan ambulans ini.
Baitul Tanwil
Muhammadiyah Muamalat Mandiri ( BTM ) AMMAN sendiri lembaga keuangan yang
bergerak dalam pemberdayaan umat. BTM AMMAN didirikan pada 1999 dan merupakan
salah satu amal usaha di bidang ekonomi dan kewirausahaan yang sebelumnya
merupakan koperasi serba usaha yang didirikan kaum muda muhammadiyah di kawasan Magelang. (lmg)

