

BOGOR -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus berkomitmen dalam menebar manfaat bagi umat. Melalui mitra kemaslahatan Lazismu, BPKH menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada Klinik Pratama Khairu Ummah PKU Muhammadiyah Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Bantuan ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH yang bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari setoran awal haji milik jemaah. Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, sarana ibadah, hingga kemanusiaan.
Direktur Klinik Khairu Ummah, Muhdam Kamaludin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan ini. Menurutnya, bantuan ambulans ini hadir di saat yang sangat dibutuhkan karena armada yang ada saat ini sudah berusia lebih dari satu dekade.
"Selama ini kami menggunakan ambulans keluaran 2014 untuk setiap kegiatan kemanusiaan dan kesehatan. Kehadiran BPKH dan Lazismu sangat tepat waktu", ujarnya. Kami berkomitmen menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya demi pelayanan umat," kata Muhdam.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, menjelaskan bahwa penunjukan Lazismu sebagai mitra kemaslahatan merupakan bukti kepercayaan BPKH terhadap tata kelola lembaga yang transparans.
"Menjadi mitra BPKH tidaklah mudah karena lembaga harus teraudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kami menyalurkan ambulans ini karena melihat rekam jejak Klinik Khairu Ummah yang sangat baik dalam merawat aset; mobil berusia 12 tahun saja masih mereka rawat dan gunakan", pungkasnya. Kami harap unit baru ini semakin memacu semangat pelayanan.

Anggota Dewan Pengawas BPKH RI, Rojikin, menekankan bahwa dana yang digunakan untuk pengadaan ini berasal dari imbal hasil pengembangan Dana Abadi Umat yang dikelola secara syariah.
"Dana ini adalah milik umat yang dikelola secara profesional. Kami berpesan agar ambulans ini dimaksimalkan pemanfaatannya. Jangan pilih-pilih pasien; siapa pun yang membutuhkan bantuan medis, harus segera dilayani. Kesehatan adalah hal yang utama, dan kehadiran klinik serta fasilitas ambulans adalah garda terdepannya", tegas Rojikin.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah Leuwiliang dan sekitarnya dapat semakin terjangkau dan responsif, sejalan dengan visi BPKH dan Lazismu dalam mewujudkan kemaslahatan yang berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/athif]

ACEH -- Mengawali tahun 2026, Lazismu Riau berbagi kebaikan dengan menyalurkan satu truk bantuan kemanusian untuk warga terdampak bencana banjir Aceh Tamiang pada, Jumat (2/1/2026), di Poskorda (Pos Koordinasi Daerah) Muhammadiyah Aceh Tamiang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Sekretaris Lazismu Riau, Agung Pramuryantyo, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Riau terhadap warga terdampak banjir di Aceh Tamiang
"Alhamdulillah hari ini kita berhasil sampai dengan selamat menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Bantuan yang disalurkan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Riau terhadap korban bencana banjir di Aceh Tamang," ungkapnya.
Agung berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat kepada para penyintas bencana banjir serta berharap bantuan yang diberikan tidak hanya kali ini saja tetapi di waktu yang akan datang dapat kembali menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang.
“Bantuan yang diberikan oleh masyarakat Riau ini bisa memberikan sedikit banyaknya manfaat untuk yang terdampak”, pungkasnya. Melihat kondisi di lapangan sangat parah, tentu bantuan yang kita kirim tidak hanya ini saja, harapannya ke depan bisa kembali memberikan bantuan kepada mereka, harapnya.
Sementara itu, Saifanur, Kepala Logistik Poskorda Aceh Tamiang, mengucapkan terimakasih atas bentuk kepedulian masyarakat Riau dengan memberikan bantuan kepada para penerima manfaat serta berharap apa yang diberikan dapat menjadi amal jariah.
Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh masyarakat Riau, pemprov Riau serta warga Muhammadiyah se-Riau yang telah memberikan bantuan berbagai macam bahan makanan dan juga kebutuhan lainnya melalui Lazismu. Semoga menjadi amal jariah bagi kita semua dan dapat meringankan beban saudar-saudara kita yang berada di Aceh Tamiang," ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Riau]

ACEH – Komitmen untuk peduli terhadap penyintas terdampak bencana banjir di Aceh, Lazismu bersama PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan berupa layanan kesehatan bagi warga terdampak di Desa Meunasah Lhok dan Desa Buangan, Kabupaten Pidie Jaya.
Aksi kemanusiaan ini bagian dari program respons bencana untuk membantu pemulihan kesehatan masyarakat pasca-banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan Perempuan melalui pilar program kemanusiaan, Indonesia Siaga.
Dalam pelaksanaannya, pada awal pekan Januari, tercatat ada 303 warga terdampak mendapatkan pemeriksaan kesehatan, meliputi pemeriksaan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi, dan layanan obat-obatan yang dibutuhkan.
Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan, Shofia Khoerunisa, mengatakan bahwa layanan kesehatan ini merupakan komitmen bersama Lazismu dan Allianz Syariah untuk hadir berbagi kepedulian bersama penyintas di situasi darurat bencana.
Selama fase respons darurat Lazismu juga berkoordinasi dengan Lazismu Kantor Layanan Pidie Jaya. Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan layanan kesehatan untuk mendeteksi risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata meningkat akibat debu tebal dan lingkungan yang belum bersih.
Karena itu, kata Shofia, kami memprioritaskan layanan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar menjaga keselamatan dan kesehatan warga terdampak. “Para penyintas membutuhkan masker, kacamata dan alat pelindung sejenis untuk menghindari debu, dan lainnya.”. jelas Shofia.
Melalui layanan kesehatan yang diberikan kepada penyintas, Sekretaris Lazismu Pidie. Afdhalul Rahman, mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Pidie Jaya telah berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, baik akibat lingkungan yang kurang higienis maupun keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sinergi antara Lazismu dan Allianz Syariah, menurutnya berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan dasar secara cepat dan layak. Ia mengakui setelah bencana terjadi kondisi lingkungan di sejumlah wilayah Pidie Jaya dipenuhi debu tebal akibat endapan lumpur yang mengering.
Kondisi itu memicu berbagai keluhan kesehatan warga terdampak. Ia mengatakan masyarakat banyak mengalami iritasi saluran pernapasan, batuk, pilek, gangguan pernapasan ringan, serta keluhan pada mata akibat paparan debu.
Situasi ini turut meningkatkan kebutuhan akan alat pelindung diri sederhana tersebut, sebagai pelengkap terhadap posko layanan kesehatan ini, turut terlibat aktif relawan dari One Muhammadiyah One Response dan paramedis kebencanaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SUMBAR – Sejak aktivasi MDMC dalam kegiatan respons darurat pascabencana banjir dan longsor di Adeh dan Sumatera, Lazismu terus menyokong secara operasional agar asistensi yang dilakukan berjalan sesuai rencana dalam setiap fase menuju pemulihan.
Memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyelenggarakan Pelatihan Dukungan Psikososial bagi 600 guru dan siswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sebagai rangkaian dari respons lanjutan Muhammadiyah untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan mental anak-anak pascabencana.
Tujuan utama pelatihan membantu murid mengenali perasaan dan kecemasan yang muncul setelah bencana, membekali teknik dasar untuk meredakan stres, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk berbagi pengalaman pascabencana.
Peserta juga didorong untuk menyusun rencana pemulihan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun hunian sementara. Bagi para guru, menurutnya, pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai dukungan psikososial dalam situasi darurat.
Selain itu, penguatan keterampilan dalam mendeteksi gejala psikologis pada murid, serta kemampuan menyediakan ruang aman dan pendampingan yang efektif pada fase pemulihan. Guru juga dibekali edukasi menyusun rencana aksi pemulihan untuk mendukung keberlanjutan layanan pendidikan di sekolah terdampak.
Pelatihan dukungan psikososial digelar pada 5 –16 Januari 2026, menghadirkan narasumber dan fasilitator dari MDMC serta kalangan profesional, antara lain Budi Santoso, Zakarija Achmat, Psikolog, Elisa Kurniadewi, Psikolog, serta Natta Hendriatti. Pelatihan ini diikuti oleh 600 peserta yang terdiri dari 200 siswa dan 400 guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta di wilayah terdampak.
MDMC berharap murid memiliki kemampuan untuk mengelola kecemasan dan stres pascabencana serta menyusun rencana pemulihan pribadi yang mendukung kesejahteraan psikososial mereka.
Dalam kesempatan yang sama, guru diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai pendidik, pendamping pemulihan anak, sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan aman, ramah anak, dan berkelanjutan di masa transisi menuju pemulihan.
Sebagai informasi pelatihan ini diselenggarakan melalui kerja sama Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) / MDMC dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PKPLK Kemendikdasmen), yang didukung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Budi MDMC]

Parepare – Kepedulian terhadap anak di usia bawah lima tahun yang rentan penyakit ditunjukkan Lazismu Kota Parepare. Melalui program peduli kesehatan Lazismu Kota Parepare menyalurkan bantuan kepada seorang balita yang tengah berjuang melawan penyakit serius, pada Ahad (4/1/2026), di Kelurahan Sumpang Minangae, Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Kondisi kesehatan yang dialami balita malang ini memprihatinkan, paru-paru bermasalah, gangguan empedu, serta memiliki riwayat penyakit kuning. Menurut Sekretaris Lazismu Kota Parepare, Muhammad Islah, balita itu membutuhkan penanganan medis intensif dan berkelanjutan.
“Sejak usia dini, Ia harus menjalani perawatan khusus yang tentu menjadi ujian berat bagi dirinya juga untuk orangtua dan keluarga yang mendampinginya”, katanya. Biaya pengobatan dan kebutuhan medis yang tidak sedikit, kata Islah, menjadi tantangan tersendiri dalam proses perawatannya.
Sikap empati dari donatur diperoleh Lazismu, beberapa amanah dari para muzaki dan dermawan yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan serta kebutuhan pendukung lainnya selama masa perawatan”, jelasnya.
Mewakili Lazismu Kota Parepare, Islah menyampaikan program Peduli Kesehatan merupakan bentuk nyata komitmen Lazismu dalam membantu masyarakat yang menghadapi kondisi darurat kesehatan, khususnya bayi dan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat bagi orangtua untuk terus berikhtiar dalam proses pengobatan. Semoga ujian hidup keluarga serta Aisyah Zahra diberikankekuatan dan kesembuhan,” ujarnya.
Selain bantuan itu, kehadiran Lazismu juga menjadi bentuk dukungan moral kepada keluarga penerima manfaat. Lazismu meyakini, kepedulian sosial dan kebersamaan memiliki peran penting dalam menghadirkan harapan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui kesempatan ini, Lazismu Kota Parepare juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian dengan mendukung program-program kemanusiaan Lazismu. Partisipasi dan kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan utama agar semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat terbantu memperoleh harapan hidup yang lebih sehat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi bersama Lazismu dalam program tanggap bencana di wilayah Sumatera Utara terkhusus daerah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Program ini difokuskan pada pengadaan sarana dan prasarana masjid serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Program bantuan tersebut masih berada dalam tahap proses penanganan dan pendataan kebutuhan di lapangan. BPKH dan Lazismu tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, memastikan bantuan yang akan disalurkan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Demikian disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati pekan lalu yang berkolaborasi dengan 7 mitra kemaslahatan termasuk Lazismu. “Bantuan yang direncanakan meliputi pengadaan perlengkapan masjid, sarana ibadah, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak bencana”, katanya.
Bantuan ini amanah dari umat dan kembali untuk umat. Ia menegaskan, kami mengalokasikan nilai manfaat dari hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU) untuk memastikan saudara-saudara kita di Sumatera tidak berjuang sendirian. Kami ingin hadir di tengah mereka untuk membantu mereka bangkit lebih kuat melalui program kemaslahatan.
“Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek urgensi, kelayakan, dan kebermanfaatan jangka Panjang”, pungkasnya. Setiap tahunnya menyalurkan bantuan kepada berbagai program ibadah dan pendidikan di berbagai daerah. Sumatera Utara menjadi daerah yang setiap tahunnya mendapatkan dana dari BPKH yang dikelola secara syariah.
Sementara itu, Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Luthfi Kautsar pada Jum’at, (2/1/2026), menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam respons kebencanaan, mulai dari tahap asesmen hingga pemulihan. Lazismu, kata Ardi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program bantuan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi BPKH dan LAZISMU ini, proses penanganan pasca-bencana di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak”, jelas Ardi berharap penuh.
Kami mewakili Lazismu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atas kepercayaan dan dukungannya kepada Lazismu dalam penyaluran bantuan respon dan rehabilitasi pasca-bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Bantuan ini difokuskan pada renovasi serta pemenuhan sarana dan prasarana satu sekolah dan satu masjid di masing-masing wilayah, sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi pendidikan, sosial, dan spiritual masyarakat terdampak,” bebernya.
Melalui kolaborasi ini, Lazismu memastikan pendistribusian dan pendayagunaan bantuan dilakukan secara tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi keberlanjutan. Kerja sama dengan BPKH menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
Tak kalah pentingnya, sambung Ardi, kolaborasi strategis ini mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pasca-bencana, dengan pelaksanaan program yang transparans, terukur, dan sesuai prinsip kepatuhan syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

