Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
Kick Off Ramadhan Lazismu 1447 H

Kick Off Ramadhan, Ikhtiar Lazismu Memberi Makna untuk Kesejahteraan

JAKARTA – Ramadhan akan tiba dalam hitungan hari. Spirit untuk menjemputnya terus menggeliat. Ramadhan menjadi salah satu momen istimewa bagi kalangan muslim di Indonesia. Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan, Ramadhan akan menjadi daya pendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Bagi Lazismu menyambut Ramadhan merupakan keceriaan yang mengasyikkan. Segenap rencana dipersiapkan untuk suatu program khusus yang prioritasnya senapas dengan keistimewaan di dalamnya. Program-program Ramadhan yang disajikan antara lain, Tebar Takjil, Back to Masjid, Kado Ramadhan, Taman Lansia dan Mudikmu Aman. Setiap tahun Lazismu menyuguhkan program tersebut untuk berbagi.

Melalui Kick Off Ramdhan 1447 H, yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka, Jakarta, Kamis, (15/1/2026), Lazismu mengusung tema Ramadhan bertajuk Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa. Sesuai mandat persyarikatan Muhammadiyah, menurut Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, selain sebagai momen yang tepat bagi Lazismu, Ramadhan merupakan arena edukasi dan literasi keuangan syariah. “Di dalamnya ada edukasi dan literasi zakat serta amalan kebaikan lainnya”, pungkasnya.  

Di sana, peran Lazismu mendapat dukungan dari para ustadz dan guru-guru yang memotivasi jamaah dengan hikmah Ramadhan. Setiap Ramadhan, kata Mujadid Rais, dengan jalan dakwah mereka menyampaikan keutamaan bulan Ramadhan, yang salah satunya diingatkan dengan 10 hari terakhir untuk membayar zakat fitrah.

Oleh karena itu, menurutnya, tema besar Ramadhan tahun ini, memperkuat tema besar Muhammadiyah saat Tanwir di Kupang, bagaimana Lazismu sebagai salah satu elemen persyarikatan Muhammadiyah harus berkontribusi dalam tujuan bernegara ini yaitu menyejahterakan bangsa.

Sejalan dengan makna zakat ini yaitu tumbuh dan berkah. “Maka untuk semuanya dan dalam mewujudkan kesejateraan bangsa harus terpenuhi dengan lima program besarnya di Ramadhan yaitu Tebar Takjil, Back to Masjid, Kado Ramadhan, Taman Lansia dan Mudikmu Aman.

Dalam rencana strategis Lazismu, yang turut menjadi fokus perhatian Lazismu, kata Mujadid Rais adalah Masjid. Masjid menjadi perhatian penting dalam gerakan filantropi. Tidak hanya memakmurkan masjid tapi juga menjadi pusat kegiatan pemberdayaan umat.

Tidak terkecuali dengan isu lanjut usia sebagai bagaian dari kelompok rentan. Lansia menurut dokumen dari persyarikatan bangsa-bangsa (PBB) dalam agendanya terdapat upaya untuk menanggulangi kemanusian, salah satunya, tidak boleh meninggalkan lansia dan perempuan, sementara itu yang kedua, penyandang disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa ada keberpihakan Lazismu terhadap mereka yang rentan dan tidak boleh ditinggalkan sendirian.    

Keberlanjutan program ini  setiap Ramadhan merupakan komitmen Lazismu dalam mengemas program yang dibutuhkan berdasarkan wawasan filantropi Islam yang menjadi kekhasannya yang melibatkan masyarakat, mitra strategisnya dan penerima manfaat.

Literasi Keuangan Syariah, dari Entrepreneurship Menuju Empati Bencana

Selain tentunya edukasi dan literasi zakat, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief dalam amanahnya mengungkapkan kerja keras Lazismu dalam satu tahun terakhir bisa memberikan manfaat dan dampak yang luas. Hilman mengapresiasi seluruh mitra perbankan atas dukungannya ke pimpinan pusat Muhammadiyah dan Lazismu, sehingga program-program kami yang bertalian dengan kesejahteraan bangsa memiliki signifikansinya.

“Setiap tahun Ramadhan kita hadapi, rasakan dan lewati bahkan meninggalkannya. Siklus ini terus berkembang, ada kegembiraan dan kesedihan”, tandasnya. Karena itu, yang perlu disampaikan ke Lazismu dan pemangku kepentingan (stakeholders), bersama-sama kita manfaatkan Ramadhan tahun ini 1447 H, dengan bersemangat dan momentum penguatan literasi keuangan syariah.

Ramadhan tidak hanya diisi dengan nuansa spiritualitas semata, tapi juga penguatan literasi keuangan syariah, tidak hanya zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA), lebih jauh lagi mulai memperkenalkan kepada masyarakat tentang bagaimana literasi keuangan syariah itu ada dalam kehidupan kita dalam bermuamalat.

“Tanpa literasi yang kuat tidak akan tumbuh bagi industri keuangan, khususnya dunia perbankan”, bebernya. Lalu, bagaimana Ramadhan jadi arena penguatan literasi keuangan syariah, maka yang kedua, poin pentingnya adalah mengharapkan Ramadhan sebagai arena reaktualisasi program kebajikan yang biasa dilakukan.

“Kita ingin membangun perspektif yang baru, bahwa Ramadhan bukan sekadar waktu untuk berbagi angka, tapi juga berbagi kemampuan”, tutur Hilman. Ia mendorong Lazismu dan entitas persyarikatan muhammadiyah supaya sudah mulai menyusun spirit kewirausahaan (entrepreneurship).

Filantropi Islam yang berbasis entrepreneurship, tanpa itu gerak dan langkah kita akan terbatas. Oleh sebab itu, sambung Hilman, biasanya kalau di dalam bulan-bulan sebelumnya arena untuk berbagi bayar zakat dilakukan begitu juga infak serta sedekah, kita jarang menempatkan di Ramadhan bagi masyarakat untuk bisa terlibat di dalam kegiatan entrepreneurship.

Sejauh ini, menyalurkan infak sedekah hanya untuk berbagi, di bulan Ramadhan harusnya lebih kuat. “Semakin dekat Idul Fitri baru kita memberi, saya berpikir bahwa bagaimana caranya juga kelompok tertentu di Ramadhan kali ini mulai beraktualisasi seperti adanya pasar kaget di berbagai tempat”, jelasnya.

Pasar kaget seperti di Jogokariyan bisa bertahan selama tiga minggu. Maka, bagaimana pertanyaannya untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam memuliakan Ramadhan.  Kelompok yang jadi target kita bukan target di akhir Ramadhan, tapi bagaimana menggembirakan Ramadhan juga melibatkan masyrakat. Ini bisa direnungkan oleh amil Lazismu dan bagaimana pelibatan ekosoistem yang akan kita dorong.

Sepertinya kita melihat Ramadhan bulan yang terpisah dengan bulan lainnya. Inilah ekosistem yang harus kita bangun butuh perjuangan. Hilman mengatakan, tanpa melupakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.

Hemat saya, ada tempat-tempat spesifik untuk melaksanakan ibadah yang dilaksanakan dengan membawa kegembiraan sebagai bekal yang juga perlu kita bawa. “Mari kita imajinasikan juga Ramadhan tahun ini seperti apa yang akan kita sajikan program-programmnya di daerah bencana”, ajak Hilman bersemangat.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
16 Januari 2026
Serah Terima Dana Wakaf Dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf untuk Tata Kelola Produktif

Serah Terima Dana Wakaf Dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf untuk Tata Kelola Produktif

JAKARTA – Sejak berubah nomenklatur, dari Majelis Wakaf dan Kehartabendaan menjadi Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW), mulai tahun 2023 – 2027, MPW bergerak pada ranah pendayagunaan produktif lahan baik di kota dan pedesaan.

Demikian disampaikan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta, Selasa (13/1/2026), bersamaan dengan agenda serah terima dana wakaf, dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Hadir dalam serah terima dana wakaf tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dan Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan beserta jajaran pimpinan terkait.  Adapun nilai dana wakaf itu sebesar Rp 1,8 miliar yang secara simbolis diserahkan dan disaksikan bendahara umum pimpinan pusat Muhammadiyah.

Dalam amanahnya, Hilman Latief mengatakan, cara pandang terhadap wakaf telah berubah. Sejauh ini, ketika masih bernama Majelis Wakaf dan Kehartabendaan, perannya legalisasi dan sertifikasi. Sekarang, sambungnya, konsep pendayagunaan bisa dapat dioptimalkan agar manfaatnya lebih berdampak.

Hilman menjelaskan bahwa karakter lembaga filantropi yang sesungguhnya adalah dari wakaf. “Itu sejarahnya. Oleh karena itu, dari dana sebesar Rp 1,8 miliar, maka Rp 800 juta nya bisa dimanfaatkan untuk pendayagunaan wakaf sehingga menjadi lebih produktif,” tuturnya.   

Ia memberikan contoh, bagaimana wakaf pendayagunaan mampu memberikan kontribusi positif kepada Masyarakat. Salah satunya Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, yang berada di Rancamaya, Kota Bogor. Menurutnya, ini adalah model pesantren dengan pengembangan dari Pesantren Kilat Al-Hikmah yang telah diwakafkan kepada Muhammadiyah. Selain untuk mendukung Pendidikan, pesantren ini terpadu dengan pendekatan sains, lingkungan, dan nilai keislaman.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menyampaikan terima kasih kepada bendaha umum pimpinan pusat Muhammadiyah dan Lazismu atas dukungannya dan kepercayaannya.

“Di bawah koordinasi bendahara umum, MPW dipercaya untuk mengelolanya secara produktif.,” kata Amirsyah. Salah satu kelebihan wakaf harus abadi, sambungnya. Jika dana zakat harus habis dikelola, berbeda dengan wakaf yang harus dikelola secara produktif dan abadi nilai manfaatnya.

Melalui agenda serah terima dana wakaf tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais merasa bersyukur, bahwa kolaborasi Lazismu dan Majelis Pendayagunaan Wakaf bisa terwujud. Kerjasama ini bisa lebih dioptimalkan dalam suatu program filantropi yang produktif.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]      

SELENGKAPNYA
14 Januari 2026
Penyintas Terima 280 Paket Sembako, MTT dan Lazismu Turun ke Lapangan Sanitasi Hingga Fasilitas Tidur Sangat Dibutuhkan

Penyintas Terima 280 Paket Sembako, MTT dan Lazismu Turun ke Lapangan Sanitasi Hingga Fasilitas Tidur Sangat Dibutuhkan   

ACEH TAMIANG -- Pos Koordinasi Hasanah di Kotalintang, menjadi lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama Lazismu kepada warga terdampak pasca-banjir di provinsi Aceh.

Kolaborasi MTT dan Lazismu sebelum tiba di lokasi singgah di Masjid At-Taqwa Kualasimpang sebagai rangkaian alur Pos Koordinasi, pada Selasa (13/1/2026). Alur koordinasi antar Posko ini dilakukan Lazismu untuk memastikan kesiapan yang dibutuhkan tidak ada yang terlewati.

Mulkan Tampubolon, Ketua Lazismu Aceh Tamiang, mengatakan, dari Kualasimpang bantuan ini akan bergerak menuju titik penyaluran di Posko Hasanah, Kotalintang. “Koordinasi lapangan terus dilakukan agar aman dalam perjalanan”, paparnya.

Sinergi MTT dan Lazismu merupakan aksi nyata untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. “Kolaborasi ini diwujudkan melalui pendistribusian 280 paket sembako sebagai langkah tindak lanjut dari serah terima bantuan yang dilakukan di Kota Medan sehari sebelumnya,” kata Mulkan.

Tim gabungan MTT dan Lazismu bertolak dari Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara di Medan menuju Aceh Tamiang dengan menempuh perjalanan darat selama empat jam. Tiba di lokasi, para relawan One Muhammadiyah One response (OMOR) langsung bergerak menyiapkan kebutuhan di lapangan.

Rizky Saragih dari Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Kami bersama-sama dengan MTT melakukan koordinasi sebelum menuju titik pendistribusian di Posko Hasanah”, tandasnya.

Paket sembako yang disiapkan MTT dan Lazismu diperuntukkan untuk lokasi yang masih minim dalam menerima bantuan. Rizky mengungkapkan, kami menyalurkan langsung kepada warga yang saat ini sangat membutuhkan bahan pangan.

Pihak MTT menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons bencana alam secara cepat. Akhdiyat Suryana, Ketua MTT Regional Sumbagut yang hadir langsung di lokasi, berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas.

"Paket yang kami berikan sebanyak 280 paket sembako, mudah-mudahan bermanfaat dan berkah. Ini merupakan salah satu bentuk respons gerak cepat peduli kepada penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang," pungkasnya.

Kondisi Terkini di Lokasi Pengungsian

Kendati bantuan darurat berupa pangan mulai tersalurkan, para penyintas di lapangan dilaporkan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait sanitasi dan fasilitas tidur. Eliza Tantiana, salah satu warga Desa Kotalintang, di Lorong 3, Gang Kartika, mengatakan kebutuhan sembako memang sangat mendesak. Di samping itu kebutuhan mendesak lainnya adalah matras atau kasur.

Berdasarkan pantauan Lazismu di lapangan, masih ada kendala fisik, seperti area pemukiman, terutama gang bagian bawah masih terendam lumpur, sehingga warga masih harus mengungsi di lokasi yang lebih tinggi dan aman.

Kondisi itu diakui Eliza masih banyak lumpur. Warga masih bergantung pada air sumur yang harus dimasak terlebih dahulu agar layak konsumsi. "Harapan saya semoga kondisi bisa segera pulih dan kami bisa kembali mencari mata pencaharian untuk menghidupi keluarga”, katanya.

Mewakili para penyintas, Eliza menyampaikan terima kasih kepada Lazismu dan Telkomsel karena sudah memberikan bantuan berupa sembako yang kami butuhkan," ujar Eliza.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Athif]

SELENGKAPNYA
14 Januari 2026
MTT Telkom dan Lazismu Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas di Aceh Tamiang

MTT Telkom dan Lazismu Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas di Aceh Tamiang  

MEDAN – Warga terdampak banjir di Aceh Tamiang mendapatkan bantuan kemanusiaan dari program Indonesia Siaga. Penyaluran bantuan kemanusiaan Pilar Program Kemanusiaan tersebut dilakukan Lazismu yang bersinergi dengan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT).

Kolaborasi aksi kemanusiaan ini untuk warga terdampak di Aceh Tamiang, yang sebelum diberikan kepada penerima manfaat, dilakukan agenda penyerahan bantuan secara simbolis di Graha Merah Putih, Kantor Pusat Telkomsel, Kota Medan, pada Senin (12/1/2026).

Sinergi kedua entitas itu menyiapkan 280 paket bantuan sembako yang siap didistribusikan kepada para penyintas. Paket bantuan kemanusiaan tersebut berisi kebutuhan pokok mendesak, di antaranya beras, telur, mie instan, biskuit, dan minyak goreng.

Fokus pada Lokasi Minim Bantuan

Ketua Umum Majelis Telkomsel Taqwa, Herdin Hasibuan, menjelaskan bahwa pemilihan Lazismu sebagai mitra distribusi didasari oleh kapabilitas tim relawan di lapangan yang mumpuni.

"Kami berkolaborasi dengan Lazismu untuk menyalurkan dana yang telah terkumpul kepada penyintas di beberapa titik yang menurut pantauan kami masih minim menerima bantuan”, ujarnya. Lazismu memiliki tim relawan yang memadai dan sudah memahami kondisi bencana di sana. Mudah-mudahan, sambung Herdin, kolaborasi ini berjalan dengan baik.

Selain bantuan logistik, Telkomsel sebelumnya telah bergerak cepat dalam memulihkan jaringan komunikasi di area terdampak. Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan sama pentingnya dengan pemulihan infrastruktur teknis.

"Terima kasih kepada teman-teman Telkomsel dan semua pihak yang tergerak hatinya berjuang keras membantu penyintas banjir. Sejauh ini kami fokus menyediakan kembali infrastruktur yang sangat penting, tapi saudara-saudara kita juga butuh makan," ungkapnya.

Ia menambahkan, distribusi bantuan kali ini akan diprioritaskan untuk menjangkau pelosok Aceh Tamiang yang selama ini sulit diakses atau belum tersentuh bantuan dari pihak lain.

Aksi tanggap bencana ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan MTT dan Telkomsel dan Lazismu untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan telekomunikasi, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian sosial di masa sulit.

Dalam kesempatan yang sama, Divisi Fundraising Lazismu Pusat, Rifatul Mahmudah, mengungkapkan, kolaborasi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 280 paket sembako untuk didistribusikan kepada para penyintas.

“Paket tersebut berisi kebutuhan pokok mendesak, di antaranya beras, telur, mie instan, biskuit, minyak goreng dan rendangmu,” katanya. Mewakili Lazismu Pusat, dia mengucapkan terima kasih kepada MTT Telkom yang memercayakan donasi kemanusiaannya melalui Lazismu.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
13 Januari 2026
Keluarga Berisiko Stunting, Mengimpikan Hidup Sehat di Tengah Keterbatasan

Keluarga Berisiko Stunting, Mengimpikan Hidup Sehat di Tengah Keterbatasan

SUKABUMI – Rumah bilik di desa Kabandungan, kecamatan Kabandungan, kabupaten Sukabumi itu milik pasangan Heri Irawan dan Leni Lespinawati. Tata letak rumah terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur sebelah kiri, dan di bagian belakang terdiri dari dapur dan kamar mandi.  

Tidak ada perabotan mewah. Di sudut kanan ruang belakang ditemukan kompor hitam dua tungku sudah berkarat. Di sudut kirinya, terdapat kamar mandi dengan kloset jongkok permanen buatan sendiri. Satu bak plastik hitam melengkapi kamar mandi berdinding kayu itu, diterangi sinar matahari yang menyelinap masuk di dinding kayunya yang renggang.

Beberapa gelas dan piring tertata di rak kayu yang kusam. Sebuah panci dan penggorengan yang hitam berkerak tergantung di dinding kayu dapur itu. Leni semringah, ketika rombongan Kemendukbangga/BKKBN yang dipimpin Wihaji mengunjungi rumahnya. Hari itu, Senin (12/1/2026), menjadi istimewa bagi Leni yang didapuk sebagai calon penerima manfaat bantuan program Genting yang bermitra dengan Lazismu.

Masing-masing kamar tidur tanpa dipan menjadi perhatian Wihaji setelah membuka tirainya. Heri, suaminya hanya buruh harian lepas, kata Leni menjawab pertanyaan Pak Menteri. Ia mengaku hanya menerima uang seminggu sekali untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. Heri sehari-hari buruh lepas yang setiap minggu membawa pulang Rp 400.000, untuk isteri dan ketiga anaknya. 

Leni mengaku untuk makan sehari-hari masih jauh dari bergizi. Kendati ada tanaman sayuran di sekitar rumahnya, kebutuhan untuk protein hewani belum tercukupi. Jika tidak ada uang, Ia dan ketiga anaknya makan seadanya. Sesekali memohon bantuan tetangganya yang berjualan sembako untuk berhutang dan akan dibayarnya saat suami pulang bekerja.   

“Leni menyeritakan anak-anaknya bersekolah cukup jauh dengan berjalan kaki. Tanpa uang jajan di saku. Kalau pun ada uang dibekali hanya Rp 3000 dengan senang hati, itu pun tidak setiap hari”, pungkasnya. Tidak ada kendaraan atau pun sepeda untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Kondisi itu tak membuatnya patah arang. Bagi Wihaji, yang bertemu dan berdialog langsung dengan Leni sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana keluarga berisiko stunting (KRS) menghadapi kesulitan ekonomi. Wihaji berharap tim pendamping keluarga stunting bisa mendampingi dengan penyuluhan dan edukasi.

“Keluarga berisiko stunting disebabkan oleh banyak faktor di antaranya pernikahan dini, pemenuhan asupan gizi yang tak memadai, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi’, jelas Wihaji menyebutkan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya risiko stunting.    

Demikian juga dengan kondisi keluarga Hermawan dan Karyati. Kemiskinan menyelimuti kehidupannya yang tinggal di desa Tugubandung. Hermawan seorang buruh lepas dengan penghasilan Rp 50.000 per hari. Ia harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari isteri dan ketiga anaknya.  

Sulit baginya memberikan asupan gizi yang cukup untuk buah hatinya. Kondisi rumah yang sama masih menyisakan kendala dalam kebersihan sanitasi. Karyati banyak menyeritakan bagaimana kondisi ekonominya selama ini kepada Pak Menteri. Membeli gas untuk memasak saja tak mampu. Ia mengandalkan kayu bakar untuk memasak di dapur yang persis ada di samping kiri rumahnya.

Anak terakhirnya pun didapati dalam keadaan sakit kulit. Kedua kakinya, dari betis hingga paha penuh ruam dan bintik-bintik hitam. “Kadang suka menangis karena merasa gatal dan demam,kata Karyati.

Impitan Ekonomi

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, yang turut berkunjung bersama Wihaji, mengatakan, keluarga rawan stunting dicirikan dengan ketidakmampuannya hidup yang sehat di lingkungannya, khususnya rumah tinggal.

“Kondisi MCK (mandi, cuci, kakus) yang tidak memenuhi fasilitas standar sehat, termasuk kondisi dalam rumah turut menjadi perhatian’”, ungkapnya. Kemendukbangga/BKKBN berencana merenovasi rumahnya yang akan menggandeng mitra kolaborasinya. Salah satunya Lazismu yang akan mendukung proses renovasinya yang membutuhkan waktu untuk bedah dua unit rumah itu.

Langkah ini, bagian dari kontribusi untuk memanusiakan manusia agar menjadi generasi yang sehat dan cerdas, paparnya. Selanjutnya, Lazismu segera menindaklanjuti dengan melakukan perencanaan pra pembangunan yang melibatkan para pihak di kedua lingkungan bedah rumah tersebut. Setelah mendapat persetujuan kelayakan segera membangun untuk direnovasi secepatnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
13 Januari 2026
MDMC Dirikan Hundar di Tapsel, Menyusul Aceh dan Sumbar Dorong Kenyamanan dan Kemandirian Penyintas

MDMC Dirikan Hundar di Tapsel, Menyusul Aceh dan Sumbar Dorong Kenyamanan dan Kemandirian Penyintas  

SUMUT – Proses pemulihan pasca-banjir dan longsor di Tapanuli Selatan masih terus berlangsung. Melalui dukungan Lazismu, MDMC akan menghadirkan tiga puluh satu hunian darurat untuk para penyintas.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan, dalam kunjungannya (9/1/2026) melakukan kunjungan  ke Hunian Darurat (Huntara) Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik dan berorientasi pada kenyamanan serta martabat warga terdampak. MDMC melalui dukungan MDMC Jawa Tengah telah mendirikan sebanyak 31 unit hunian darurat.

Saat ini hunian darurat telah dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga, dengan total jumlah penerima manfaat sebesar 148 jiwa. Hunian darurat ini menjadi langkah penting dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, khususnya dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dibandingkan pengungsian komunal.

Budi Setiawan mengatakan bahwa hunian darurat memiliki peran strategis dalam memulihkan kehidupan sosial penyintas. “Di lokasi ini, kepala keluarga kembali memiliki ruang untuk mengelola rumah tangganya sendiri, kendati dalam kondisi yang sangat sederhana”, paparnya. Ia mengungkapkan, dibandingkan dengan pengungsian komunal, hunian darurat memberi rasa nyaman sehingga ada martabat bagi warga.

Ia juga mengapresiasi upaya warga yang mulai melakukan penataan dan perbaikan kecil di sekitar hunian sebagai bagian dari proses bangkit pasca-bencana. Menurutnya, inisiatif itu menggambarkan semangat kemandirian yang didukung terus.

Budi berharap ke depannya, bisa dibentuk pengelolaan lingkungan atau sejenis pengurus ketua RT untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di kawasan hunian darurat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan menyeluruh MDMC terhadap program hunian darurat di berbagai wilayah terdampak bencana.

Dalam sektor hunian, MDMC secara nasional sedang melaksanakan pembangunan hunian darurat bagi penyintas banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Provinsi Aceh, berdasarkan rekap data respons, MDMC menyiapkan 117 unit hunian darurat dengan 294 jiwa penerima manfaat yang tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang.

Pembangunan hunian darurat dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan berbagai mitra, sebagai bagian dari upaya memastikan penyintas memiliki tempat tinggal yang aman dan layak pada tahap pemulihan.

Sementara itu, pembangunan hunian darurat di Sumatera Barat masih berada dalam proses penilaian dan pendataan, sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan bersama penyintas.

Melalui kunjungan lapangan ini, MDMC berkomitmen untuk tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendampingan hingga fase pemulihan. Program hunian darurat diharapkan dapat menjadi ruang aman sementara bagi keluarga terdampak, sekaligus mendukung pemulihan sosial, kemandirian, dan kehidupan yang lebih bermartabat pasca-bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

SELENGKAPNYA
10 Januari 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross