

RIAU -- Menjelang kalender kerja akhir tahun 2025, Lazismu Riau menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga yang terdampak bencana di kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan kemanusiaan diberangkatkan menggunakan satu armada truk menuju Kota Kuala Simpang, pada Rabu (31/12/25).
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Yusri Rasul, langsung melepas satu armada truk berisi bantuan kemanusiaan itu. Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Riau dan mengapresiasi seluruh warga Muhammadiyah Riau serta pemerintah provinsi Riau yang telah berpartisipasi meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera.
"Mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Yusri mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap seluruh sahabat, rekan, relawan dan para pejuang Muhammadiyah serta pemerintah provinsi Riau dalam rangka meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera", ungkapnya
Ia mengatakan harapannya tentang bantuan yang telah disalurkan bisa dapat memberikan keringanan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir di Sumatera. "Mudah-mudahan apa yang kita salurkan pada kesempatan ini akan dapat memberikan manfaat bagi yang terdampak bencana banjir ", harapnya dipenghujung acara pelepasan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Lazismu Riau Paiman Sanen, mengatakan hingga akhir tahun 2025 bantuan tersebut sudah diberikan kepada warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, pakaian anak, serta dukungan operasional dapur umum.
“Hingga akhir tahun 2025 ini, total bantuan tanggap darurat yang sudah terhimpun di Lazismu Riau mencapai Rp 900.000.000, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk dukungan untuk layanan dapur umum,” pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Riau]

JAKARTA – Penyerahan donasi untuk para penyintas bencana Sumatera oleh MUFG Bank, Ltd., Kantor Cabang Jakarta dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui Lazismu berlangsung pada Selasa, (23/12/2025) di empat lokasi, yaitu daerah Agam (Sumatra Barat), Kabupaten Langkat (Sumatra Utara), Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumatra Utara), dan Bireuen (Aceh).
Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dari Danamon dan Lazismu di masing masing wilayah tersebut. Managing Director, Head of HR & Banking Operations for MUFG Indonesia, Dadi Arif Darmawan, mengatakan, donasi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas karyawan MUFG untuk mendukung masyarakat Sumatera yang terdampak bencana.
“Melalui kolaborasi bersama Bank Danamon dan Lazismu, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana yang berkelanjutan. Semoga harapan senantiasa hadir menuntun kita untuk bangkit bersama”, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Herry Hykmanto, Direktur Syariah dan Sustainability Finance PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menambahkan, bahwa bantuan kemanusiaan itu sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Peran MUFG bersama Danamon menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera melalui Lazismu”, pungkasnya. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan mendukung proses pemulihan.
Melalui kolaborasi ini, Danamon berupaya mewujudkan kepeduliannya kepada masyarakat, khususnya bagi para korban penyintas bencana. Donasi dari MUFG dan Danamon yang diberikan berupa sembako dan makanan siap saji sebanyak 100 paket yang merupakan kontribusi dari karyawan MUFG, serta 1.200 paket yang berasal dari dana tanggung jawab sosial (CSR) Danamon.
Jenis bantuan ini, sambung Herry, disesuaikan dengan kondisi keterbatasan penyintas dalam mengolah makanan, sehingga dipilih yang praktis dan diharapkan mampu meringankan beban mereka.
Sementara itu, Direktur Fundraising Lazismu Pusat, Mochamad Sholeh Farabi, menyampaikan terima kasih kepada MUFG Bank, Ltd., Kantor Cabang Jakarta dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk atas kepercayaannya menyalurkan bantuan kemanusiaan lewat Lazismu.
“Lazismu dan MDMC di bawah komando Muhammadiyah, semoga atas izin-Nya akan terus hadir dan berjalan bersama para penyintas banjir di Sumatera, menapaki masa-masa sulit dengan ikhtiar, doa, dan kepedulian yang tulus”. tandasnya.
Di tengah duka dan kehilangan, kami percaya bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kekuatan utama untuk saling menguatkan. Semoga ujian ini menjadi jalan lahirnya harapan baru dan hikmah bagi kita semua.
“Setiap titipan kebaikan ini akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab, merata, dan tepat sasaran, agar benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan dan sedang berjuang untuk bangkit”, katanya.
Dalam pelaksanaanya menurut Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoerunisa, bahwa program bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir, khususnya bahan pangan untuk membantu meringankan beban penyintas.
Di Provinsi Aceh, penyaluran bantuan dilaksanakan di tiga lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Sementara itu, di Sumatra Barat, bantuan didistribusikan di dua titik, yaitu Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta Kabupaten Tanah Datar. Adapun di Sumatra Utara, bantuan sembako disalurkan di lima titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kolaborasi antara Lazismu, Danamon, dan MUFG ini menjadi wujud sinergi multipihak dalam merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran, dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat terdampak”, jelasnya.
Lazismu memastikan seluruh proses distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan relawan dan pemangku kepentingan setempat agar bantuan dapat diterima langsung oleh para penyintas yang membutuhkan.
Ke depan, lanjut Shofia, kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai program kemanusiaan lainnya sebagai bagian dari komitmen bersama untuk hadir dan membantu masyarakat di saat kondisi darurat dan krisis kemanusiaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat}

JAKARTA – Mewujudkan komitmen untuk kesetaraan bagi penyandang disabilitas adalah upaya membebaskan dari keterpurukan. Melalui pilar program ekonomi, Lazismu dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar pelatihan keterampilan kewirausahaan.
Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Selasa (30/12/2025) menghadirkan 30 penyandang disabilitas binaan MPKS dalam program berdaya. Pelatihan dipandu praktisi berpengalaman dalam mendampingi kelompok rentan khususnya penyandang disabilitas.
Kegiatan ini merupakan upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pendekatan pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan jejaring ekonomi. Wakil Ketua I MPKS PP Muhammadiyah, Ridwan Furqoni, mengatakan bahwa beragama tidak berhenti pada kesalehan personal, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi sesama.
“Beragama dalam Muhammadiyah harus berdampak. Amal saleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi menebarkan kemaslahatan. Program Berdaya adalah ikhtiar menyempurnakan ibadah dengan memberi manfaat,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. Kita ingin mendorong perubahan dari penerima menjadi pemberi, dari mustahik menjadi muzaki. Karena itu, sambung Ridwan, MPKS dan Lazismu harus berjalan bersama, saling menguatkan.
Peserta dengan berbagai ragam disabilitas berdomisili di wilayah Jabodetabek. “Program ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Ekonomi Inklusif tahap ketiga hasil kolaborasi MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu, yang menekankan pemberdayaan berkelanjutan agar penyandang disabilitas mampu meningkatkan kapasitasnya dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri”, ujarnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Artati Haris mewakili Badan Pengurus Lazismu Pusat, menekankan zakat, infak, dan sedekah harus memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat. “Zakat seharusnya mampu mengubah kehidupan, dari kondisi rentan menjadi tangguh, dari bergantung menjadi mandiri, dari terpinggirkan menjadi berdaya dan berperan,” pungkasnya.
Menurut Artati, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas sangat kompleks. Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga stigma sosial. Karena itu, lanjutnya, kerja pemberdayaan membutuhkan kolaborasi dan orkestrasi yang kuat. “MPKS memiliki peran strategis sebagai orkestrator agar kerja-kerja pemberdayaan tidak berserakan sehingga memberikan dampak luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam sambuannya, perwakilan PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurohman, mengajak peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berkarya dan berdaya. “Yang dilihat itu bukan fisik dan rupa, tetapi iman, hati, dan amal. Amal saleh itu adalah karya-karya yang baik. Kekurangan bukan penghalang prestasi,” tuturnya. Ia menegaskan pemberdayaan disabilitas merupakan bagian dari misi Muhammadiyah untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan martabat manusia.
“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan kontrol di luar kehidupan yang dijalani, tetapi kita bisa mengendalikan hati kita yang ada dalam suatu peristiwa. Dengan niat Ikhlas, semangat berkarya, difabel bisa bangkit, mandiri, dan berjaya”, tegasnya.
Bertolak dari Program Berdaya, MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu berharap tercipta model pemberdayaan ekonomi difabel yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan hidup mandiri dan bermartabat.
[Kelembagaan Humas Lazismu Pusat]

ACEH – Bantuan kemanusiaan berupa 1000 paket Family Kit disalurkan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh oleh Lazismu yang berkolaborasi dengan Adira Finance Syariah.
Lewat jaringan Lazismu Kantor Layanan Kota Lhokseumawe upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga pasca-bencana dikoordinasikan bersama relawan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Dukungan Adira Syariah Finance untuk program Indonesia Siaga melalui Lazismu dimulai pada Jumat, (19/12/2025), dengan 80 paket Family Kit di Desa Riseh Teungoh, Kecamatan Sawang. Hari berikutnya, Sabtu, (20/12/2025), masing-masing 90 paket disalurkan ke Desa Matang Kumbang (Kecamatan Baktiya), Desa Kuala Keuruto (Kecamatan Lapang), dan Desa Rumoh Rayeuk (Kecamatan Langkahan).
Penyaluran berikutnya ke Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang, pada Senin (22/12/2024) sebanyak 50 paket. Selain Aceh Utara, bantuan kemanusiaan dari Adira Syariah Finance juga menjangkauKota Langsa sebanyak 330 paket dan sejumlah 330 paket di Kabupaten Aceh Tamiang.
Rizky Saragih mewakili Lazismu Pusat, mengatakan bahwa koordinasi lintas sectoral dilakukan bersama MDMC dan Lazismu Wilayah Aceh. Alhamdulillah pada Sabtu (20/12/2025), bersama Adira Fianance Syariah bantuan kemanusiaan paket family kit telah disalurkan kepada warga terdampak.
“Lazismu berharap semoga bantuan ini menjadi pelindung diri untuk para warga penyintas banjir untuk orang dewasa dan anak-anak sehingga terlindungi dari udara yang cukup dingin di malam hari”, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

ACEH --- Respons terhadap bencana banjir longsor di Aceh dan Sumatera masih terus dilakukan Lazismu. Bersama MDMC dan ratusan relawan dari One Muhammadiyah One Response (OMOR) bantuan kemanusiaan kembali disalurkan untuk penerima manfaat.
Kali ini Lazismu berkolaborasi dengan BCA Syariah, yang pada Selasa (23/12/2025) menyalurkan 150 paket Family Kit kepada warga terdampak banjir tepatnya di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera.
Dalam paket Family Kit berisi handuk dan sarung, serta selimut sebagai penghangat tubuh warga di malam hari. Sebagai pelengkap turut diberikan paket hygiene kit seperti sabun, shampo, sikat dan pasta gigi untuk kebersihan jasmani warga yang sebelumya terendam lumpur.
Rizky Saragih dari Divisi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, mengatakan pemilihan lokasi didasari pada data dan laporan MDMC di lapangan bersama para relawan. Salah satunya tingkat dampak bencana yang terbilang akut menjadi pertimbangannya.
Selain itu, kata Rizky, bantuan yang telah diterima masyarakat sebelumnya juga menjadi penilaian agar penyaluran bantuan berlangsung lebih merata dan tepat sasaran.
“Lewat program Indonesia Siaga ini merupakan komitmen Lazismu dalam memastikan penyaluran bantuan yang cepat dan tepat di saat masyarakat terdampak membutuhkan uluran tangan”, paparnya.
Lazismu berupaya setiap bantuan yang disalurkan mampu menjawab kebutuhan paling utama pasca-bencana. Kolaborasi dengan mitra yakni BCA Syariah sebagai penguat respons kemanusiaan sehingga bisa menjangkau sasaran, sambung Rizky.
Dalam kesempatan itu, Ketua Lazismu Lhokseumawe, Farhan Zuhri, berkomitmen untuk selalu menjaga amanah donatur. Memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan sesuai rencana adalah modal yang harus dijaga agar transparans dan akuntabel.
“Kami berkomitmen mengawal dari awal sampai akhir untuk proses penyalurannya, seraya menjaga kepercayaan para donatur yang telah menitipkan amanahnya lewat Lazismu,” katanya.
Melalui penyaluran bantuan Family Kit ini, Lazismu berharap apa yang telah dimanahkan para donatur bisa meringankan beban warga yang terdampa serta memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Yose Rinaldi, Branch Manager BCA Syariah Lhokseumawe, mengatakan bahwa kolaborasi bersama Lazismu merupakan tindak lanjut program kemitraan yang sudah terjalin sebelumnya. Kami berharap sumbangan bantuan ini dapat membantu proses pemulihan pasca-bencana bagi warga terdampak di Aceh Utara.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SURAKARTA – Kepedulian Lazismu terhadap nestapa Palestina tidak hanya diwujudkan dengan bantuan kemanusiaan. Teruntuk pemuda dan pemudi Pelestina, melalui program beasiswa Lazismu memberikan perhatian penuh bahwa mereka layak mendapatkan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya.
Sejak Lazismu menghadirkan program beassiwa berupa Muhammadiyah Scholarship for Palestinian Students to Study in Indonesia, yang berkolabnorasi dengan Majelis Diktilitbang membuka jenjang Sarjana hingga Magister di universitas-universitas Muhammadiyah di Indonesia. Dalam pelaksanannya, menurut Shofia Khoerunisa, Manager program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, program beasiswa ini juga bekerja sama dengan Baznas dan Quantum Akhyar Institute.
Pada prosesnya, kabar menggembirakan datang dari seeorang penerima beasiswa asal Palestina, seperti dikabarkan dalam laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada 21 Desember 2025, Mahmoud Amjad Muhammad Bolad, berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, meraih predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 1 tahun 27 hari dengan IPK 3,96.
Ia menempuh program magister di UMS melalui beasiswa penuh (fully funded) dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Palestina. Ini menjadi pengalaman berharga dan mengoptimalkan kesempatan tersebut sekaligus titik penting perjalanan akademiknya, kata Bolad di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS (20/12/2025)..
Ia menceritakan awal mula mengikuti perkuliahan amat sulit. Tidak mudah terutama dalam perbedaan bahasa dan budaya. Namun, suasana kampus dan keramahan sivitas akademika UMS, khususnya masyarakat Solo, memotivasinya untuk bisa beradaptasi.
Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, bangga dengan keberhasilan Bolad. Ia menyampaikan apresiasi atas capaiannya itu, Ihwan menilai capaian Bolad mencerminkan komitmen UMS dalam mendukung pendidikan inklusif dan internasional.
Sebagaimana disebut dalam laman resmi UMS, Ihwan mengatakan kisah Bolad menjadi inspirasi sekaligus penguat peran UMS dan Muhammadiyah dalam mendukung pendidikan global, kemanusiaan, serta pengembangan sumber daya manusia lintas bangsa.
Masih ada teman seperjuangan Bolad yang studi di Indonesia, antara lain Ali Abdulraoof Taha Al-Maktari, wisudawan asal Yaman lulusan Program Studi Magister Teknik Kimia. Ali berterimakasih kepada UMS dan para pimpinan universitas yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Pada kesempatan berbeda, Shofia Khoerunisa saat dikonfirmasi Selasa, (23/12/2025) mengungkapkan, program Beasiswa Palestina merupakan salah satu turunan dari Program Beasiswa Sang Surya yang merupakan program unggulan LAZISMU di bidang Pendidikan.
“Ini sebagai bentuk komitmen Lazismu dalam merespons krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Palestina melalui pendekatan pendidikan,” pungkasnya. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Palestina agar tetap dapat mengembangkan kapasitas akademik dan kepemimpinannya, meskipun berada dalam keterbatasan akibat genosida Israel.
Melalui skema beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan dan pendampingan akademik, kata Shofia, nilai manfaatnya mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang kelak diharapkan mampu berkontribusi bagi pembangunan dan perdamaian. Capaian mahasiswa Palestina di UMS menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang bersumber dari lembaga amil zakat mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/UMS]

