

Semarang – LAZISMU. Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Semarang mengadakan silaturahim dan buka puasa bersama dengan
seluruh pimpinan Cabang, Ranting, Majelis, Lembaga, dan Ortom di bawah
naungannya, pada Sabtu (25/05/19) di masjid At-Taqwa.
Ketua
PDM Kota Semarang, ustadz Fachrurrozi dalam pidato pembukaan menyampaikan segenap
pimpinan bersyukur atas kinerja dakwah Muhammadiyah Kota Semarang yang sudah
berjalan baik. Dia menceritakan, pengajian Ahad Pagi yang menjadi kegiatan khas
Muhammadiyah, sekarang sudah menyebar ke semua cabang dan ranting.
Satu
hal istimewa yang dilakukan PDM pada Ramadhan kali ini memberikan hadiah umroh
kepada 4 orang dari unsur karyawan dan pimpinan persyarikatan non pleno PDM.
Pimpinan terdiri dari pimpinan cabang, ranting, majelis, lembaga maupun ortom
di bawah naungan PDM. Penentuan penerima hadiah umroh diputuskan dengan undian.
Pemberangkatan umroh akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini melalui Surya
Barokah Tour amal usaha milik PDM Kota Semarang.
Ustadz
Fahrur menyampaikan biaya pelaksanaan ibadah umroh berasal dari simpanan harta
PDM di bank, yang secara kebetulan mendapatkan hadiah berupa emas batangan. Kemudian
emas diuangkan sesuai kurs yang berlaku dengan nominal sebesar Rp. 68 juta.
Selanjutnya uang tersebut dibagi menjadi empat voucher umroh yang diberikan
kepada undangan yang beruntung.
Dalam
kesempatan itu, Lazismu Kota Semarang menyerahkan secara simbolis, tasharuf
zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk program beasiswa mentari,
bantuan dana kebutuhan sekolah siswa SD s/d SMA, terutama biaya SPP dan biaya
pendukung pendidikan lainnya. Lazismu tahun ini memberikan beasiswa kepada 200
orang siswa SD/MI, ditambah 10 orang siswa setingkat SMP dan SMA.
Beasiswa
diberikan secara simbolis kepada 2 orang siswa yang mewakili SD dan SMP. Salah
satu siswa perwakilan tingkat SMP, Okta Rizki juga diberi bantuan satu buah
sepeda. Karena pada saat tim Lazismu berkunjung ke rumahnya, kebetulan dia baru
pulang sekolah naik sepeda butut yang tinggal rangka dan rodanya saja. (cs)

Pekanbaru –
LAZISMU. Tidak hanya disibukan
dengan dunia kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau juga aktif dalam
kegiatan-kegiatan sosial salah satunya memberikan bantuan panti asuhan dan
santunan kepada anak-anak yatim di Hotel Pangeran Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu
(25/5/2019)
Bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat
Infak Sedekat Muhammadiyah (LAZISMU) Pekanbaru, IDI Riau berikan bantuan untuk
5 panti asuhan yang digunakan untuk pengelolahan panti dan santunan untuk 50 anak
yatim.
Ketua Panitia, Ade Fajri mengatakan
di momen Ramadhan ini IDI Riau membuat kegiatan-kegiatan pengajian, santunan
anak-anak yatim dan berbuka bersama kepada anak-anak yatim. Selain itu,
kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama dokter yang
selama ini disibukan dengan dunia kesehatan.
“Harapannya kegiatan ini bisa
mempererat silaturahmi diantara kita, ini momen kita juga untuk mempererat
silaturahmi sejawat, karena momen-momen seperti ini sangat langka sekali untuk
bisa berkumpul, serta di momen Ramadhan inilah kita harus memperbanyak ibadah
kita,” Ungkap Ade Fajri.
Dalam kesempatan ini, Agung
Pramuryantyo, Kepala Cabang LAZISMU Pekanbaru bersyukur bisa bekerjasama dengan
IDI Riau dalam kegiatan santunan untuk anak yatim.
Ia menjelaskan bahwa kerjasama dengan
IDI Riau sendiri tidak hanya dalam hal santunan anak yatim saja, tetapi sebelum
ini LAZISMU Pekanbaru juga sudah bekerjasama dengan IDI Riau dalam program
Pondok Tahfizh Quran (PTQ), Rumah Singgah Pasien (RSP) dan juga Rumah Singgah
Pasien (RSP) Perinasia.
“Semoga dengan adanya bantuan untuk
pengelolahan panti asuhan ini bisa membantu biaya yang dibutuhkan panti asuhan,
kemudian semoga dengan adanya santunan untuk anak yatim ini bisa meringankan
beban mereka, sehingga mereka bisa lebih fokus untuk beribadah” Harap Agung
Pramuryantyo.
Sementara itu, Dasren, Ketua Panti
Asuhan Al Hidayah bersyukur karena mendapatkan bantuan untuk panti asuhan yang
dia pimpin karena panti asuhannya sangat membutuhkan bantuan untuk biaya
infrastruktur panti asuhan Al Hidayah.
“Mudah-mudahan IDI Riau sukses dan
berkembang buat masa-masa yang akan dating, serta untuk LAZISMU Pekanbaru bisa
mengalokasikan dana zakat infak sedekahnya kepada orang yang membutuhkan dan
alhamdulillah dana zakat yang ada di LAZISMU Pekanbaru bisa kami rasakan” katanya.
(bp)

Jakarta – LAZISMU. Arus mudik 2019 diperkirakan mengalami puncaknya Jum’at, 31 Mei 2019. Moda transportasi darat, laut dan udara menjadi pilihan para pemudik untuk pulang ke kampung halamannya. Sebagai tradisi mudik setahun sekali hal yang menyenangkan. Namun bagi sebagian yang lain mudik satu hal yang sulit diakses bagi penyandang disabilitas.
Dalam kondisi itu, penyandang disabilitas perlu mendapat akses sehingga kerentanan saat mudik dapat diminimlaisir. Karena itu, Lazismu memfasilitasi penyandang disabilitas untuk dapat mudik dengan aman yang didukung oleh YBM PLN di program MudikMu Aman di mana Lazismu menargetkan 80 titik Posko Mudikmu Aman di pulau Jawa.
Catur Sigit Nugroho salah seorang penyandang disabiltas menceritakan pengalamannya saat mudik. Ia kesulitan saat berada dalam kendaraan sehingga merasa tak nyaman. Akses ke tolilet pun sulit jika waktunya rehat sejenak selama dalam perjalanan.
“Saya mengakui mudik bagi penyandang disabilitas membutuhkan biaya yang tinggi. Hal ini bukan karena sesuatu yang lain, tapi memang karena keterbatasan fisik,” kata Sigit yang juga Koordinator Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta (30/5/2019).
Sigit menambahkan perlu kesabaran ekstra sama seperti pemudik umum lainnya. Maka hal yang wajar jika penyandang disabilitas mendapat perlakuan yang khusus dari pemerintah dalam setiap moda transportasi, jelasnya.
Sigit mengatakan tahun lalu saja kami membawa toilet portabel untuk memudahkan akses dalam perjalanan selama mudik. “Tahun ini juga kami membawa toilet yang sama yang tentu saja sudah ditambahkan kekurangannya belajar dari mudik tahun lalu,” bebernya.
Dari sisi kesehataan penyandang disabilitas ini juga mendapat layanan kesehatan dari Pelkesi yang dipimpin dr. Luisa A. Langi dari UKI. Menurutnya mudik harus sehat, karena itu semua layanan kesehatan ini diberikan gratis.
Hal senada disampaikan Ira Manulang selaku Direktur Esekutif Pelkesi yang fokus pada kelompok disabilitas. “Mereka tak perlu rasa malu untuk memanfaatkan layanan yang sama dengan pasien umum lainnya. Apalagi kami mendorong di 4 kabupeten utnuk rumnah sakit ramah disabilitas,” katanya.
Pelepasan MRAD
Direktur Fundraising dan Kerjasama Lazismu, Rizaludin Kurniawan, menilai sejak tahun lalu Lazismu memfasilitasi mudik penyandang disabilitas. Mereka memerlukan akses yang berbeda cara penanganannya. “untuk mewujudkan mudik aman Lazismu menyediakan akses untuk penyandang disabilitas yang bekerjasama dengan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) dan Kementerian Sosial dan pihak ASDP.
Sebelum pelepasan Lazismu memberikan bantuan Kado Ramadhan untuk penyandang disabilitas. Sebanyak 195 penyandang disabilitas dilepas dengan menggunakan kendaraan berupa mobil akses dan toilet portabel yang diberi nama Mobil Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD).
Tujuan melayani mereka bagi Lazismu agar kelompok disabilitas dapat menikmati mudik yang aman dan nyaman. Menurut Rizal, sosialisasi dan advokasi bersama ini langkah nyata bagi pemenuhan hak dan akses kelompok disabilitas sesuai undang-undnag yang harus diimplementasikan.
Sementara itu, Deputi Direktur YBM PLN Salman Alfarisi., mengatakan pihaknya menyambut baik program ini. Semoga dapat terus terjalin kerjasama antar lembaga filantropi agar memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat. Kami berharap teman-teman disablitas dapat perlindungan dengan nyaman. (nazhori Author)

Samarinda –
LAZISMU.
Penyerahan bantuan donasi konsumen untuk program Back To Masjid kerjasama
Lazismu-Alfa Midi telah dilaksanakan di Samarinda pada Sabtu, 20 Ramadhan 1440
H bertepatan 25 Mei 2019. Penyerahan dilakukan oleh Kunarso selaku Ketua
Lazismu Perwakilan Kalimantan Timur didampingi Purwandi dari Alfa Midi dan
diterima oleh Romansyah, Ketua Pengurus Yayasan Nurul Husna.
Lokasi
penyerahan donasi di Jalan Jakarta Blok BO, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan
Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kunarso mewakili Lazismu -
Alfa Midi dalam pengantarnya menjelaskan, bantuan ini bersumber dari donasi
yang dihimpun dari konsumen.
Kunarso
menambahkan terbuka kesempatan luas bagi konsumen dan warga masyarakat untuk
ikut berpartisipasi mendukung program Lazismu untuk menjalin kerjasama serupa.
Dari Januari
hingga 31 Juni 2019, kata Kunarso, Lazismu dan Alfamidi bekerjasama dalam
pengelolaan donasi konsumen. “Dana yang dialokasikan itu untuk pendidikan,
bantuan kebencanaan, bantuan perlengkapan dan renovasi tempat ibadah serta
kegiatan kemanusiaan lainnya,” jelasnya.
Pengurus
Yayasan mewakili jamaah Romansyah menyampaikan terimakasih atas bantuan yang
diberikan. Semoga Lazismu berrkembang lebih pesat yang berimbas kepada penerima
manfaatnya.
Agenda yang dijalankan
Lazismu dan Alfamidi di kota Samarinda dan Balikpapan ini mencatat ada 2 masjid
dan satu musala yang didatangi untuk diberikan bantuan dalam program Back to
Masjid. Masjid Ad-Dakwah di Samarinda dan Masjid Tarbiyah di Balikpapan serta Musala
Nurul Husna di Loa Bakung Samarinda.
Masing-masing
masjid mendapat paket bantuan berbuka puasa dan sembako gratis untuk anak yatim
dan duafa. Sedangkan di musala Nurul Husna bantuan yang disalurkan berupa dana
untuk renovasi musala.
Kepala Cabang
Alfamidi Kalimantan Timur Purwandi, menyampaikan kepada seluruh pengurus masjid
dan musala, melalui bantuan yang telah diberikan Alfamidi dan Lazismu merupakan
titipan amanah pelanggan Alfamidi di seluruh Indonesia.
Sampai April 2019,
lanjut Purwandi, donasi konsumen Alfamidi yang terkumpul sebesar Rp 2,2 miliar.
Sebagian telah dialokasikan untuk pembangunan hunian sementara di Palu serta
program berbagi dengan anak yatim dan dauafa di bulan Ramadhan.
Setelahnya Lazismu
dan Alfamidi juga akan menyalurkan bantuan program donasi untuk pendidikan berupa
paket School Kit maupun pembangunan sekolah sementara di wilayah terdampak
bencana, paparnya (rs)

Semarang – LAZISMU. Bertempat di
aula kampus Akademi Ilmu Statistika Kota Semarang, IMM bekerjasama dengan PCM
Ngaliyan mengadakan kajian Islam dengan tajuk “Ngabuburit Asyik” yang dilanjutkan
buka puasa bersama.
Acara
dilaksanakan pada hari Ahad (26/05/19) yang dihadiri oleh anggota IMM UIN
Walisongo, IMM AIS Muhammadiyah beserta masyarakat sekitar. Acara berjalan
lancar sejak sore hingga selesai tarawih berlangsung cukup meriah.
Acara
inti kajian bersama Ustad Asep Jauharudin yang membahas tentang sedekah. Dengan
piawai ustad menjelaskan ada beberapa tingkatan orang menyedekahkan hartanya.
Tingkatan
pertama muassaroh, orang yang mengeluarkan hartanya kepada orang yang pernah
memberinya. Tingkatan kedua sedekah karimah, orang yang memberikan hartanya
melebihi apa yang pernah dia terima. Berikutnya sedekah adzimah, orang
memberikan sedekahnya kepada orang yang tidak pernah memberinya, bersedekah
kepada siapa saja.
Tingkatan
paling tinggi sedekah dengan memberikan hartanya secara total. Seperti yang
dicontohkan oleh para sahabat rasul, memberikan seluruh hartanya untuk
kepentingan agama.
Selesai
acara dilanjutkan dengan berbagi cerita tentang kegiatan Lazismu dalam
memberdayakan mustahik di Kota Semarang. Ada pemberdayaan berbasis masjid
dengan menggalang dana yang langsung ditasharufkan dalam bentuk makanan siap
saji.
Tasharuf
dilaksanakan setiap Jum’at agar selesai salat jamaah bisa menikmati makan siang
bersama di masjid.
Selanjutnya
pemberdayaan berbasis sekolah. Muzaki terbanyaknya adalah siswa. Karena setiap
siswa dibekali satu buah kaleng infak untuk dibawa pulang ke rumah
masing-masing.
Semula
banyak orang yang pesimis karena kebanyakan siswa berasal dari keluarga
menengah ke bawah dikhawatirkan harapannya tidak sesuai target. Namun
kekhawatiran itu bisa di tepis setelah berjalan selama 2 tahun. Dana yang
terbukukan di tahun pertama sebanyak Rp 6 juta yang di tahun kedua perolehannya
mencapai Rp 10 juta.
Pentasharufan
dana tersebut dipergunakana untuk membantu siswa yang kurang bayar SPP, siswa
sakit, korban banjir, dan yang rutin mingguan adalah penambahan asupan makanan
bergizi untuk semua siswa.
Satu
lagi cerita yang terpotong yaitu pelayanan ambulans Lazismu penolong kesusahan.
Di sini Lazismu tidak memberikan tarif atas pelayanan ambulans baik di dalam
kota maupun keluar kota. Ambulans bisa melayani karena ada infak yang masuk.
Rekor
terjauh pelayanan ambulans Lazismu Kota Semarang dengan mengantarkan jenazah
dari Jepara menuju Lampung. Jarak sejauh 12.800 km telah ditempuh ambulans Lazismu.
Dengan pertimbangan efisiensi biaya dan efektifitas pelayanan maka pengantaran
dilakukan dengan estafet.
Sementara
kegiatan IMM dilaksanakan berbarengan dengan membagikan takjil buka puasa,
tepat di jalan raya depan kampus AIS kota Semarang. Ada 150 paket takjil yang dibagikan
sore itu. Ketua IMM Al Faruki, Alyga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan yang terjalin. “Berharap
bisa dilanjutkan dengan acara lain di luar Ramadhan,” katanya.
Hadir
mendampingi Ustadz selama berceramah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngaliyan, Anas
Hamzah. Ia berterimakasih atas kerjasama yang sudah diwujudkan. Dia menilai acara
ini cukup banyak membantu untuk saling berkolaborasi.
Ke
depan dirinya berharap bisa melanjutkan kerjasama menciptakan kegiatan semacam
ini secara rutin, tidak hanya berhenti selesai Ramadhan. Terakhir dia mengajak
semua masyarakat muslim untuk berzakat, infak dan sedekah melalui Lazismu, bisa juga di Lazismu kantor
layanan PCM Ngaliyan ataupun Lazismu Kota Semarang. (cs)

Brebes – LAZISMU. Bertempat di Balai
Desa, Kelompok Karang Taruna Desa Klampok bersinergi bareng Lazismu Kabupaten
Brebes, menyantuni 100 anak yatim di desa Klampok Kecamatan Wanasari, Brebes,
Jawa Tengah.
Selain
santunan yatim, Lazismu mentasharufkan dana zakat pada 40 orang yang masuk
dalam kategori fakir miskin di Desa Padasugih, Kecamatan Brebes (1/6/2019).
Ketua
Lazismu Kabupaten Brebes, Ahmad Toridin, mengatakan pemberian santunan kepada
anak yatim sebagai bagian dari program Ramadhan Mencerahkan Lazismu di
kabupaten Brebes. "Lazismu tahun ini bekerja sama dengan Karang Taruna untuk
berpartisipasi menyantuni anak yatim,” pungkasnya
Pentasyarufan
kepada fakir miskin juga bagian dari aktivitas selama ramadhan yang dilakukan
Lazismu bersamaan dengan kegiatan lainnya,
katanya.
Kegiatan
ini diakhiri dengan buka puasa bersama antara Lazismu dengan kelompok Karang
Taruna yang melibatkan tokoh masyarakat setempat. (lb)

