

Jakarta
Selatan – LAZISMU. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan (KL) Manggarai menerima donasi dari warga Brazil di Jl. Sasak No.9, Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).
Ellen, warga negara Brazil ini menyalurkan donasi berupa pakaian, alat rumah tangga, dan sejumlah uang.
Dalam kesempatan ini, Ketua Lazismu
KL Manggarai, Lambang menuturkan, kalau kerjasama ini semoga akan selalu
berjalan. Pihaknya pun berterimakasih atas dukungannya.
“Kita sudah bekerja sama lama, semoga
ini bukan akhir pertemanan namun awal kerjasama yang baik. Terimakasih sudah
support lazismu dalam beberapa event,”
tutur nya.
Ellen, Warga Brazil yang tinggal di
Indonesia itu berharap semoga dengan adanya pemberian ini dapat bermanfaat
untuk masyarakat Indonesia. “Semoga ini bermanfaat buat masyarakat Indonesia,”
jelas Ellen.
Lambang, yang juga aktif di IHS
(Indoneisa Herritage Society) sebagai Volunteer Guide, sebuah lembaga non profit yang concent di museum ini mengatakan, dengan berbeda-beda suku, ras,
dan agama itu tidak membatasi diri dalam kerja kemanusiaan.
“Kita memang berbeda suku, ras dan
agama. Namun kita bisa bekerja sama dalam kemanusiaan,” tutur nya saat
dihubungi melalui media daring Lazismu, Rabu (19/6).
Ellen adalah warga negara Brazil yang
sudah dua tahun tinggal di Jakarta. Ellen dan Lambang, Ketua Lazismu KL
Manggarai sama sama aktif di Museum Nasional Indonesia. Ellen bulan depan, harus
pindah ke Huston, AS.
Ketika Ellen mau pulang, atau pindah,
barang-barang yang dimilikinya sebagian di donasikan ke Lazismu. Sebelumnya,
Lazismu sudah 3 kali terima donasi serupa. Pertama dari Italy, sewaktu ada
gempa mataram dengan mengirim satu truk donasi. Kedua orang Norwaygia. Dan
sekarang Ellen dari Brazil. (bp)


Pacitan
– LAZISMU. Sumbangan terus
mengalir untuk bayi berusia enam bulan Dwi Chalista yang sakit infeksi
pencernaan. Kini kondisinya semakin membaik setelah di rawat ke RSUD dr Harjono
Ponorogo.
Dwi Chalista, anak dari buruh tani
miskin dari Dusun Godangrejo yang tidak mampu mengobatkan anaknya. Sakitnya
makin parah sehingga membuat anak itu sering pingsan. Pengurus Lazismu yang
mengetahui kondisi itu langsung mengantarnya ke rumah sakit.
Bayi dari Dusun Godangrejo, Ketanggung,
Sudimoro, Pacitan itu sudah dua belas hari dirawat di rumah sakit. Semula
dibawa ke RS Aisyiyah Ponorogo dari rumahnya oleh pengurus Lazismu. Karena
butuh penanganan lebih lanjut, dia dimasukkan ruang Pediatric Intensive Care
Unit (PICU) RSUD Ponorogo.
Sejak Rabu (19/6/19), selang oksigen
di hidungnya sudah dilepas. Dia sudah bisa bernafas sendiri dengan normal. Hal
ini membuat tim Lazismu Pacitan bergembira.
”Alhamdulillah, semoga doa dan upaya
kita untuk kesehatannya diijabah oleh Allah SWT,” kata Indah Kurnia Dewi, amil
Lazismu yang dari awal gigih membantu merujuk bayi mungil ini.
Kini bantuan terus berdatangan
setelah Lazismu menggalang dana. Kali ini dari siswa SDN Bungur, Tulakan.
Mereka mengumpulkan sumbangan setelah acara halal bihalal di sekolahnya, Jumat
(14/6/19) lalu.
Anak-anak ini menyumbang dengan uang
sakunya. Mereka memasukkan uang itu ke dalam kardus yang disediakan sekolah.
”Nyumbang sepuluh ribu boleh, Bu,” ujar Wahyu Ramadhan, siswa kelas 1.
”Boleh. Lebih juga boleh, yang minta
kembalian juga boleh,” jawab Sulis Widyawati, guru kelasnya yang ikut
mengedarkan tempat infak ke kelas.
Siswa lagi, Ikhwan, ia membawa uang
yang diperoleh saat unjung-unjung Lebaran. ”Kemarin sebagian sudah saya belikan
petasan. Ini sisanya saya sumbangkan,” kata Ikhwan, siswa kelas 3.
Kepala SDN Bungur, Mispani
mengatakan, penggalangan dana spontan ini upaya sekolah untuk mengajarkan jiwa
menolong pada sesama. ”Aksi seperti ini juga sebagai latihan untuk menumbuhkan
rasa kepedulian sosial siswa,” ujar nya.
Selesai diedarkan hasil kotak infak
dihitung. Terkumpul uang Rp 546.000. Semuanya diserahkan ke Lazimus untuk biaya
perawatan Dwi Chalista.
Minhatul Hani’ah, Bagian Keuangan
Lazismu Pacitan, menerangkan, penggalangan dana untuk perawatan Dwi Chalista
sudah terkumpul Rp 12 juta. ”Kami masih menggalang dana ini karena belum tahu
sampai kapan dia dibolehkan pulang,” kata Minhatul. (bp)
(Sumber: Pwmu.co)

Lhokseumawe
– LAZISMU. Lembaga Zakat Infaq dan
Shadaqah Muhammadiyah atau Lazismu Lhokseumawe mengirimkan 3 calon pengusaha
muda lulusan SMKN 2 Lhokseumawe ke Bogasari Banda Aceh untuk mengikuti pelatihan
selama beberapa hari.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut
dari kesepakatan antara Lazismu Lhokseumawe dan SMKN 2 Lhokseumawe untuk
membina peserta didik dhuafa yang sudah selesai studi di sekolah tersebut.
Menurut Ketua Lazismu Lhokseumawe,
Farhan Zuhri, dengan pembinaan intensif untuk mengikuti pelatihan ini, mengirim
3 peserta adalah modal untuk perkuat ekonomi masyarakat dhuafa.
"Kita terus memperkuat ekonomi
masyarakat Dhuafa melalui pembinaan intensif, hari ini kita kirim 3 peserta
untuk mengikuti training yang nantinya akan diberikan modal usaha setelah
mengikuti training beberapa hari," papar nya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Lhokseumawe, Husaini mengucapkan terimakasih kepada Lazismu yang percaya dan membina anak didik kami (SMKN 2 Lhokseumawe). "Terima kasih kepada Lazismu Lhokseumawe yang telah mempercayai anak didik kami untuk dibina serta mandiri demi menghidupi kebutuhan mereka dan keluarga, semoga mereka lebih inovatif,” terang nya.
Pelatihan ini berlangsung dengan membuat
6 resep, yaitu resep Black forest, Brownies, Puding lapis Surabaya, Pancake
durian, Wafle, Topo chifon map. 6 resep tersebut di lakukan selama 2 hari
tanggal 19-20 Juni 2019 di Bogasari Baking Center Banda Aceh.
Tujuan dari kegiatan ini, sebagai calon
pengusaha muda dapat menjadi ahli dalam bidang tata boga, diakui oleh Bogasari,
dan menjadi enterpreneurship boga di
Kota Lhokseumawe.
Lalu, dengan adanya pelatihan ini
dapat menjadi mitra dan binaan Lazismu Lhokseumawe serta stakeholders lainnya.
“Mereka dibina secara intensif dan
selalu dalam pendampingan Lazismu. Lazismu Lhokseumawe terus meningkatkan
produktifitas mustahiq alumni sekolah menengah kejuruuan yang berstatus Dhuafa,”
kata Farhan. (bp)

Jepara
– LAZISMU. Lazismu Jepara membantu
rumah yang terbakar yang berlokasi di Desa Bondo RT 04 RW 07, Kecamatan Bangsri,
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis, (20/062019).
Bantuan yang diberikan sebanyak 3
kardus berupa pakaian pantas pakai, Sembako berisi beras 7,5 kg, telur 1 kg,
dan mie instan sebanyak 1 dus.
Kebakaran rumah Bapak Zaenuri diduga
disebabkan oleh konsleting listrik magic com yang mengakibatkan seluruh
bangunan rumah yang terbuat dari kayu beserta perabot dan isinya habis dilahap
si jago merah. Kebakaran ini juga membakar surat-surat penting seperti akte
kelahiran dan ijazah.
Sementara, dari musibah kebakaran
rumah ini tidak ada korban jiwa dikarenakan Zaenuri dan istri sedang keluar
rumah untuk mencari kelapa di Desa Jambu Mlonggo untuk saudara yang kebetulan
sedang mempunya hajat pernikahan.
Mendengar musibah kebakaran yang
dialami oleh keluarga bapak Zaenuri, MDMC Jepara melakukan assessment ke lokasi kebakaran dan setelah mendapat laporan hasil assessment, Lazismu Jepara bersegera
memberi bantuan kepada korban kebakaran di Desa Bondo Bangsri Jepara itu.
Ketua Lazismu Jepara, Nur Kholis berharap
semoga bantuannya bermanfaat. “Harapan kami semoga bantuan tersebut bermanfaat,
karenan setelah kebakaran tidak ada yang tersisa selain apa yang melekat dalam
diri korban,” terang nya.
Ia juga mengajak kepada warga dan
para donaur untuk mendukung program Lazismu ini dengan menyalurkan Ziska.
“Harapan kami para donatur mendukung
program Lazismu dengan menyalurkan ziska melalui Lazismu Jepara,” harap Nur
Kholis saat dihubungi awak media Lazismu, Senin (24/6).
Dari pihak korban, mengucapkan terima
kasih sudah membantu atas musibah ini. (bp)
(Sumber: Lazismujepara.org)


