

Tulungagung
– LAZISMU. Kelompok tani Agro Bina
Usaha Muhammadiyah (Abimu) yang diniisiasi oleh Majelis Pelayanan Sosial (MPS)
PWM Jawa Timur mendapatkan bantuan sebesar 2.000.000 dari Lazismu Tulungagung
dalam program Tani Bangkit di lahan desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol,
Tulungagung, Jawa Timur, Ahad (23/06/2019) lalu.
Abimu MPS PWM Jawa Timur bekerjasama
dengan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blitar bekerjasama dan Lembaga Pengelola
Hutan Desa (LPHD) Blitar untuk mengelola lahan seluas 150 Hektar yang ada di pegunungan
desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur.
Menurut Agung Budiono, Ketua Bidang
Kewirausahaan MPS PWM mengatakan, lahan pegunungan seperti di desa Junjung ini,
selain cocok ditanami dengan tanaman keras, cocok pula untuk ditanami tanaman
seperti Indigofera.
Masih menurut Agung, Indigofera
mempunyai keunggulan diantaranya adalah nilai ekonominya yang bagus juga mudah
penanamannya. "Selama ada pengairan, Insya Allah bisa tumbuh baik"
Tutur nya.
Indigofera ini, tuturnya, yang
diambil adalah daunnya untuk digunakan campuran sentrat makan ternak. Harga
pasaran daunnya saat ini adalah 5.000 per kilogram. Sementara harga bibit Indigofera
dipasaran mencapai 750.000.
“Misalkan, para petani mengerti nilai
ekonominya tanaman Indigofera niscaya akan banyak yang menanamnya,” ucap Agung
budiono, MPS PWM Bidang Kewirausahaan.
Dalam kesempatan ini, Hendra Pornama,
Kepala Kantor Lazismu Tulungagung Jawa Timur, mengucapkan rasa terimakaish
kepada donatur yang sudah percayakan ZIS (Zakat Infaq Sodaqoh) ke Lazismu.
“Kami berterimakasih kepada donatur yang
telah memberikan kepercayaan zisnya melalui Lazismu. Semoga Lazismu bisa
menjaga amanah dari donatur sekalian,” ucap nya kepada awak media Lazismu,
Selasa (25/06).
Dari pihak petani, Agung Budiono juga berterimakasih karena dengan
bantuan dana tersebut bisa mengairi tanaman lagi sampai masa penghujan tiba.
Jika para donatur menyalurkan ZIS
dapat melalui BNI Syari’ah: 0991199095 (Zakat), 0991199040 (Infaq) a.n. Lazismu
Tulungagung atau bank Syari’ah Mandiri: 7103748148 (Zakat), 7103748393 (Infaq)
a.n. Lazismu Tulungagung. (bp)

Bulukumba
– LAZISMU. Bencana yang melanda
Sulawesi akhir-akhir ini semakin menyita perhatian banyak kalangan, oleh karena
bencana ini sudah cukup menelang banyak korban atau kerugian baik material
maupun non material.
Lazismu Kabupaten Bulukumba
mengantarkan logistik bantuan untuk para korban bencana yang berada di Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Tenggara, Sabtu (22/06/2019) lalu.
Logistik yang terkumpul dari hasil
kerja sama Lazismu Bulukumba dengan PC IMM Bulukumba. Bantuan tersebut di
kumpulkan di Lazismu wilayah Sulawesi Selatan, untuk di distribusikan kepada
korban bencana.
Muslim Bahar, Ketua Pengumpulan dan
Pendistribusian Logistik Bantuan Bencana menuturkan bahwa, bantuan ini kita
niat kan untuk mengurangi beban saudara kita yang tertimpa banjir bahkan ribuan
rumah hilang. Penyaluran logistik ini
sekaligus sebagai pipa amal umat Islam, khususnya di Bulukumba.
Ia berharap, dengan adanya bantuan
ini, saudara yang terkena musibah banjir ini dapat meringankan dan terbantu.
“Semoga saudara kita yang terdampak
banjir kiranya dapat terbantu serta meringankan beban yang dihadapi, akibat
dari banjir yang melanda,” kata Muslim Bahar.
Muslim Bahar yang juga Wakil Ketua I
Lazismu Bulukumba itu mengusulkan kepada seluruh pihak untuk partisipasi aktif meringankan
beban pihak korban. “Mengusulkan kepada semua pihak untuk senantiasa
berpartisipasi dalam meringankan beban saudara kita,” jelas nya. (bp)


Tulungagung
– LAZISMU. Hafidz terbaik SD Muhammadiyah (SDM) 1 Tulungagung mendapat bantuan beasiswa dari Lazismu dalam wisuda Tahfidz ke 3 SDM 1 Tulungagung di Narita Hotel Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (25/06/2019) lalu.
Pada kesempatan itu, Lazismu menyerahkan bantuan berupa beasiswa kepada hafidz terbaik kepada Abdul Rokhim dan hafidzoh bertalenta Irsya Balqis dalam wisuda Tahfidz ke 3 SDM 1 Tulungagung.
Anang Imam Masa Arief, Ketua PDM Tulungagung berpesan agar tidak menganggap dengan diwisudanya tahfidz dan mendapat gelar hafidz ini sudah selesai belajar menghafal Al Qur'an nya.
“Dengan diwisuda tahfidz dan
mendapatkan gelar hafidz jangan dianggap sudah selesai, justru harus memulai
dengan juz yang lain, masih ada 28 juz yang harus dihafalkan,” demikian
dikatakan Anang Imam Masa Arief, Ketua PDM Tulungagung dalam sambutan wisuda
tahfidz SD Muhammadiyah 1 Tulungagung di hotel Narita, Selasa (25/06).
Dahulu, lanjutnya, awal SD berdiri
ini hanya mempunyai murid 12 anak, “termasuk anak saya, anak kakak saya. Bisa
disebut, itulah laskar pelanginya SD Muhammdiyah 1 ini" kenang nya.
Sementara itu, Atika Mustikawati,
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Tulungagung mengatakan, wisuda tahfidz yang
ketiga ini sangat istimewa karena ada sosok Abdul Rokhim, anak kelas 2 yang
mempunyai kebutuhan khusus ini langsung murojahah juz 29 dan 30.
Abdul Jalil, Ketua Pengurus Lazismu Tulungagung, mengatakan terimakasih kepada para donatur yang sudah mempercayakan Zakat, Infaq, Sodaqoh (ZIS) kepada Lazismu.
“Terimaksih kepada donatur lazismu
yang telah mempercayakan zisnya melalui kami semoga kami senantiasa bisa
menjaga amanah yang donatur berikan,” ucap Abdul Jalil, Ketua Pengurus Lazismu
Tulungagung. (bp)

Pekanbaru
– LAZISMU. JNE Pekanbaru
bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, Sodaqoh (Lazismu) Pekanbaru mengadakan
khitanan massal di dua lokasi.
Lokasi pertama dilaksanakan pada
Sabtu (22/06/19) di Masjid Al Irsyad, jalan Agus Salim Pasar Pusat, yang
bekerjasama dengan Ikatan Remaja Masjid Al Irsyad (IRMI) dengan jumlah 31
peserta.
Lalu lokasi kedua dilaksanakan pada
Ahad (23/06/19) di Masjid Darul Ihsan, jalan Cipta Karya, yang bekerjasama
dengan Ikatan Sosial Kemasyarakatan setempat dengan jumlah peserta khitanan 54
peserta.
Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang
JNE Pekanbaru, Zulheri Adha menjelaskan bahwa khitan massal ini rutin
dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian JNE Pekanbaru kepada
masyarakat kurang mampu.
"Khitan ini sudah menjadi
kegiatan rutin bagi JNE Pekanbaru sebagai bentuk kepedulian JNE Pekanbaru
kepada masyarakat yang kurang mampu" jelas Zulheri Adha.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan
khitan massal ini selalu bekerjasama dengan Lazismu Pekanbaru. Lazismu selalu
membantu dengan mengerahkan beberapa relawan kegiatan khitanan massal dan
membantu juga dalam menyediakan konsumsi untuk peserta khitanan massal, serta ambulance yang stand by untuk
pengantaran peserta.
Kepala Cabang Lazismu Pekanbaru,
Agung Pramuryantyo, menjelaskan peserta khitan massal juga diberikan bingkisan
berupa kain sarung, buku panduan sholat dan uang saku.
"Harapannya dengan kegiatan ini
bisa membantu mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk bisa
melaksanakan salah satu sunah rosul yaitu berkhitan" ujar Agung
Pramuryantyo.
Sementara Patiswel Rajopulo, Ketua RT
01 RW 07 kelurahan Sialang Munggu, mengatakan bahwa kegiatan khitanan massal
yang dijalani oleh JNE cabang Pekanbaru dan Lazismu Pekanbaru ini sangat
membantu masyarakat yang kesulitan untuk membiayai khitan anak-anaknya.
"Ya, tentu harapannya kita ingin
kegiatan khitanan massal ini tidak hanya dilaksanakan ditahun ini saja tetapi
kami berharap kegiatan khitanan massal ini akan berjalan setiap tahunnya
disini" tutupnya.
Begitupun Andri Rahmat, Ketua IRMI
mengatakan kegiatan khitanan massal yang adakan oleh JNE Pekanbaru dan Lazismu
Pekanbaru sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga kegiatan khitanan massal
ini akan terus berkelanjutan di tahun tahun berikutnya,” pungkas nya. (bp)
(Sumber: RanahRiau.com)

Sidoarjo
– LAZISMU. Kali ini dalam sektor
pendidikan dan sosial, Kantor Layanan (KL) Lazismu Umisda memberikan beasiswa
Sang Surya kepada 514 mahasiswa di acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
(Umsida), Auditorium Aula K.H Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida, Sabtu (22/06/2019).
Penyerahan Beasiswa Sang Surya KL Lazismu
Umsida ini sebesar Rp.608.721.000 secara
simbolis diterima oleh Wiwin Endang Sulistikawati, mahasiswa semester 6 FHBIS
jurusan Akuntansi. Beasiswa ini disetahkan ke 514 mahasiswa yang kurang mampu.
Selain pemberian dana beasiswa,
terdapat program pemberdayaaan bagi mahasiswa yang menerima beasiswa Sang Surya
itu.
Program pemberdayaan itu mengusung
tema “Menjadi Mahasiswa yang Mandiri dan Produktif” ini memliki 3 program pilihan
sesuai passion yaitu Filantropi Muda,
Entreupreneur Muda, dan Dai Muda.
Manager KL Lazismu Umsida, Kumara
Adji mengharapkan beasiswa ini mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu,
sehingga kedepannya dapat mandiri dan produktif.
Beasiswa Sang Surya adalah salah satu
program nasional yang bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan
jenjang S1 bagi generasi muda yang terkendala biaya pendidikan. Pentasyarufan
beasiswa Sang Surya ini dengan cara mahasiswa yang telah mengajukan permohonan
melalui kemahasiswaan Umsida. (bp)

