

Tolitoli – LAZISMU. Keindahan panorama
pulau-pulau di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, sulit
terbantahkan. Siapapun yang menyambangi destinasi pesisir pulau di Kota Cengkeh
ini, akan mengalirkan cerita-cerita inspiratif dari sisi wisata dan penduduk
lokalnya yang kaya akan potensi budaya lokalnya.
Tapi
tunggu dulu, ini baru ditelisik singkat dari sudut pandang destinasi wisata, di
balik itu semua ada sebuah pulau yang bernama Tenggelanga yang di dalamnya ada
penduduk di tengah desiran ombak. Untuk menuju ke pulau itu memerlukan waktu
tempuh 40 menit dari pelabuhan pulau Pulias dan pulau Bumbung.
Tinggal
memilih mau dari pulau yang mana menuju pulau tenggelanga. Ada transportasi
laut yang disediakan berupa perahu bermesin ketinting, mesin penggerak kecil
yang dihidupkan dengan cara menarik tali dengan kekuatan tangan.
Di
penghujung Agustus, lembaga amil zakat nasional atau Lazismu, berkesempatan
menyambangi pulau Tenggelanga. Perahu berdaya tampung delapan orang dewasa
menyusuri ombak menuju destinasi pulau Tenggelanga. Sebuah pulau dengan
penduduk diperkirakan berjumlah 33 kepala keluarga (KK).
Terik
matahari yang panas tak menyurutkan para amil dari Lazismu Tolitoli. Desiran
ombak begitu kuat dirasakan, meski terasa sedikit oleng akibat terjangan ombak,
sema-sema (baca: penyeibang perahu) yang sudah pecah selalu menjaga penumpang dalam
kondisi seimbang di atas perahu. Rasa risau sirna dengan semangat berbagi untuk
menyantuni mereka yang membutuhkan.
Melalui
program pendidikan, kedatangan Lazismu di sana sebagai wujud perhatian untuk mamastikan
jika di pulau terluar, terpencil dan tertinggal itu siswa-siswi sekolah dasar
memiliki hak yang sama untuk memeroleh akses pendidikan.
Arif Rahman selaku amil mengabarkan di pulau
itu ada satu unit sekolah dasar (SD). Di sekolah itulah Lazismu akan menyantuni
mereka dengan memberikan peralatan sekolah (school
kit) kepada anak-anak yang tidak mampu yang berjumlah 22 orang.
.jpeg?access_token=16a6b81d-ee08-4b7f-8563-ff997a06e8fd)
School
Kit yang terdiri dari tas, buku serta pensil akan melengkapi keterbatasan
mereka. Di samping itu, Lazismu juga membuat kelas motivasi. “Kelas dengan
materi-materi inspiratif yang diberikan tanpa menafikan sisi pendidikan Islam,”
kata Rahman.
Guratan
tawa ceria memberikan dampak tak terkira bagi Lazismu yang hadir bersama
mereka. Beralaskan tanah pasir dan di bawah pohon dengan semilir angina laut terlukis
dari semangat anak negeri. Bukan berarti wajah polos mereka tak memiliki makna.
Mereka anak-anak pulau harapan bangsa. Pekik motivasi anak-anak pulau pecah menggema
mengaliri semangat berbagi untuk sesama.
Karena
itu, melalui kegiatan ini, Lazismu mengharapkan agar semangat anak-anak dalam
menempuh pendidikan dan merencakan pendidikan lebih baik ke depannya. Lazismu
mengucapkan terima kasih pada muzaki yang memercayakan amanahnya selama ini
hingga bantuan yang dititipkan telah sampai secara tepat sasaran. (ar)

Penyerahan bantuan dana pendidikan program S1 (Beasiswa Sang Surya) kepada salah satu calon mahasiswa STAI Kota Tasikmalaya, Jajang Rusmana. Jajang merupakan salah satu kader Muhammadiyah alumni dari SMA Muhammadiyah 1 Kota Tasikmalaya dan salah satu kader yang aktif di Lazismu Kota Tasikmalaya. Di STAI, Jajang akan mengambil prodi Ekonomi Syariah yang nantinya akan mengambil konsentrasi tentang perzakatan.
Bantuan ini diberikan agar Jajang tetap dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, karena sebelumnya jajang tidak mampu melanjutkan kuliahnya, disebabkan karena kekurangan biaya. Saat ini jajang sudah tidak memiliki ayah, tinggal bersama ibu, adik dan kakaknya di rumah kontrakannya di mangkubumi. Pekerjaan ibunya menjadi buruh tani. Akhirnya merespons hal itu, Lazismu Kota Tasikmalaya merekrut jajang menjadi salah satu Amil di Lazismu dan membantunya untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.
Beasiswa Sang Surya merupakan beasiswa yang diperuntukkan bagi anak-anak muda harapan bangsa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik strata satu maupun diatasnya..
Diharapkan dengan adanya beasiswa ini akan memantik asa pemuda-pemudi harapan bangsa untuk meraih pendidikan yang terbaik dan bisa didedikasikan untuk kemajuan bangsa.
Mari ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Sang Surya, karena masih banyak mahasiswa yang terputus kuliahnya karena tidak bisa membayar uang kuliahnya. Caranya dengan klik tombol DONASI dibawah ini.

Cianjur - LAZISMU. Bilik bambu
bagian belakang rumah sudah terlihat getas. Sebagian kayu penyangga berwarna
cokelat tua itu terkikis rayap. Untuk ukuran usia, rumah milik Ibu Enen pantas
tak layak huni. Hampir separuh usia dirinya. Berbilik ringkih dengan rona dasar
cat yang terus memudar.
Kamar
mandi letaknya terpisah dengan tempat melepas hajat. Timba katrol yang
tergelantung di atas sumur menandakan belum ada instalasi air mesin pompa di
rumah bilik itu. Sesederhana perangai ibu Enen yang tetap mensyukuri hunian
sederhana miliknya selama ini. Usianya menginjak 54 tahun. Hidupnya bersahaja
dalam mengarungi sisa usianya.
Dia
tinggal di Kampung Pawenang, Kelurahan Muka, Cianjur, Jawa Barat. Memiliki tiga
orang anak. Anak yang pertama dan kedua sudah mentas. Saat ini ia ditemani
anaknya yang ragil sehari-hari.
Akhir
Agustus kali ini, Lazismu berkesempatan datang ke rumahmya. Disambut hangat
Ratna anak terakhirnya. Di teras, ibu Enen kembali datang menyambut. Wajahnya
berseri karena kedatangan tamu dari Lazismu.
Lazismu
datang membawa pesan dari muzaki dan donatur dalam program bedah rumah. Sebuah
program berbagi yang diinisiasi untuk duafa yang hidup dalam keterbatasan
hunian. Ibu Enen salah seorang penerima manfaatnya pada gilirannya ini. Impian
lama yang dinanti tiba. Dia ingin rumahnya bisa diperbaiki. Entah dengan cara
apa dan dari mana biayanya, dia sendiri tidak tahu.
.jpeg?access_token=4bcff09e-9352-49ea-aebc-d4a73a86a734)
Nasib
orang siapa nyana. Doanya terkabul. Lazismu memenuhi impiannya itu bersama
dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, inisiasi kementerian PUPR.
Berarti rumah biliknya segera tergantikan dengan rumah yang baru.
Putri
terakhir perempuannya mengatakan kepada Lazismu, pada Juli lalu, tahap pertama
pembongkaran rumah dilakukan oleh PUPR. Setelah dibongkar, tahap pembangunan dimulai.
"Lantai, atap dan dinding berdiri dengan dua kamar,sebagian belum
diaci" katanya (30/8/2019).
Baru
ini saja ibu dan saya sudah bahagia sekali, sambungnya. Syukur alhamdulillah
Agustus sudah selesai. Selebihnya untuk interior dan kelengkapan lainnya
diserahkan kepada pemilik rumah, kata Ratna.
Meski
menyisakan PR, bagi Ratna dan ibunya sudah lebih dari cukup, karena tak mungkin
rumah baru ini berdiri tanpa bantuan pihak lain. Bulan Agustus sungguh memerdekakan
bagi keluarga ini, pasalnya Lazismu juga akan mrmbantu memenuhi bagian rumah
yang belum dikerjakan.
Ratna
menambahkan, Lazismu memberikan bantuan pengalian sumur mesin pompa, dapur dan
kamar mandi. Lazismu juga langsung menyaksikan pengeboran tanahnya persis di
depan rumahnya sebelah kanan.
.jpeg?access_token=75bb44ee-464e-4681-b8d3-9da961906a5a)
Manager
Program Lazismu, Falhan Nian Akbar, turut bahagia. Hari itu juga bisa
menyaksikan rumah baru Ibu Enen telah berdiri. "Semangat ibu Enen luar
biasa bersama Ratna mampu bertahan di tengah keterbatasannya," pungkasnya.
Falhan
mengatakan, sehari-hari Ibu Enen berjualan buah pisang. Memanfaatkan sisa tanah
depan rumahnya dengan bilik kecil. Dari sinilah dia menghidupi keluarga selepas
berpisah dari suaminya.
Ibu
Enen sendiri berjualan buah pisang lebih dari sepuluh tahun. Falhan menilai,
Ibu Enen sudah sepantasnya dibantu untuk menerima program ini. Lazismu sudah
memenuhi impiannya. "Apa yang telah diamanahi oleh muzaki dan donatur
sudah disampaikan tepat sasaran penerima manfaatnya. Semoga ada rumah-rumah
berikutnya yang dapat Lazismu berikan manfaatnya dari program ini," tandas
Falhan.
Ratna
dan ibunya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
termasuk donatur Lazismu. Dengan mata berkaca-kaca Ibu Enen tak mampu menahan
sedih dan bahagia. "Ibu tak sanggup akan kenyataan ini dengan rumah yang
sudah layak dihuni dibandingkan sebelumnya. Sekali lagi terima kasih Lazismu,"
tutupnya dengan nada lirih. (na)

Bandung – LAZISMU. Sekolah CERDAS
(Ceria, Damai dan Siaga Bencana) merupakan sebuah program berkelanjutan yang
diinisiasi oleh PeaceGeneration, Lazismu Pimpinan Pusat, dan MDMC (Muhammadiyah
Disaster Management Centre) Pimpinan Pusat.
Program
ini diperkenalkan pada 2017 sebagai solusi terintegrasi yang menyiapkan sekolah
dari risiko bencana alam dan bencana sosial. Sekolah CERDAS pertama kali terselenggara
di Jawa Tengah. Tahun berikutnya, 2018 hingga 2019, Sekolah CERDAS 2.0
memperluas jangkauannya di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Cianjur,
DIY, Surabaya, NTT dan Maluku.
Koordinator
Acara, Qorry Aina, mengungkapkan, Sekolah CERDAS memasuki periode ketiga dan
diproyeksikan terselenggara di wilayah Bandung Raya, mencakup Kabupaten
Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kota Bandung. “Terdapat 17
sekolah penerima manfaat program yang dipilih berdasarkan rekomendasi Dinas
Pendidikan di setiap Kabupaten/Kota,” pungkasnya.
Pada
periode ketiga ini, sambung Aina, akan berlangsung selama kurun waktu 3 bulan
terhitung dari September hingga November 2019. Dalam program tersebut, Sekolah
CERDAS bekerjasama dengan Lazismu menyelenggarakan kegiatan ‘Launching Sekolah
CERDAS 2.0 Batch III”. Kegiatan ini digelar pada Ahad, 1 September 2019
bertempat di Car Free Day (CFD) Dago, Kota Bandung.
Beberapa
aktivitas yang diikuti oleh pengunjung pada pukul 06.00 - 11.00 WIB, di
antaranya bermain boardgame “Bencana”, bermain ular tangga, simulasi gunung
meletus, photo booth dan booth informasi, jelas Aina.
.jpeg?access_token=98767625-2b19-4fcd-9c6e-2011f516c9f4)
Dalam
kegiatan tersebut, pengunjung juga dapat berkontribusi dengan berdonasi melalui
laman Peacegen.id (http://bit.ly/donasisc2). Melalui
kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal program-program Sekolah
CERDAS yang digagas Irfan Amalee.
Lebih
lanjut, Manager Program Lazismu, Falhan Nian Akbar, mengatakan kegiatan ini
dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan mitigasi
bencana sejak dini. Dalam peluncuran ini Lazismu juga memberikan bantuan berupa
50 paket school kit yang
penyerahannya dengan Lazismu Jabar dan SD Muhammadiyah Sukajadi. (na)

Ketua Panitia BAZNAS Award 2019 H. Jaja Jaelani, di malam penganugerahan itu mengatakan, ada 34 kategori award yang diterima sejumlah LAZ dan BAZ termasuk pejabat pemerintah daerah, pengurus Baznas provinsi/kabupaten/kota, baik ditingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota.
Jaja merinci para peserta Baznas Award 2019, terdiri dari organisasi pengelolaa zakat (OPZ) diikuti 390 lembaga, terdiri atas 31 Baznas provinsi, 332 Baznas kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota.

Di antara daftar daftar penerima BAZNAS Award 2019, lembaga amil zakat nasional berbasis ormas atau karib dikenal Lazismu kembali menerima penghargaan ini untuk yang kedua kali dari Baznas.
Lazismu didapuk oleh Baznas sebagai lembaga amil zakat nasional, dengan laporan tahunan terbaik. Di tahun sebelumnya, Baznas memberikan penghargaan kepada Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional dengan kategori pertumbuhan penghimpunan terbaik secara nasional.
Dalam acara tersebut, Lazismu sudah dua kali menyabet kategori berbeda diajang bergengsi ini. Penghargaan tersebut merupakan bukti konsistensi Lazismu dalam mewujudkan perannya dalam implementasi program zakat di Indonesia.
Anugerah Baznas Award 2019 yang diserahkan Lazismu diwakili oleh Agus Edy Santoso selaku Direktur Kelembagaan dan HRD (mewakili Ketua Badan Pengurus) dan Edi Surya selaku Direktur Operasional Lazismu. (na)

Stockholm - LAZISMU. Perubahan teknologi mampu memobilisasi orang dengan kecanggihan perangkat digital. Sebagai wujud revolusi industri 4.0 semua yang terlibat di dalamnya baik untuk menggunakan, mengkonsumsi, menyebarkan dan bertransaksi memerlukan suatu lensa agar dapat diteropong nilai guna dan perkembangannya.
Di bidang industri keuangan baik yang syariah dan konvensional juga terhubung bagaimana agar ada landasan dalam memanfaatkan teknologi digital. Dalam lensa yang lebih khusus, lembaga-lembaga filantropi turut memanfaatkannya juga untuk beradaptasi dan berinovasi bagaimana memaparkan suatu program yang berkelindan dengan strategi penghimpunan.
Beruntung
bagi lembaga amil zakat nasional seperti Lazismu, pada 30 Agustus 2019 di KBRI
Stockholm, Swedia, mendapat kesempatan untuk mengenalkan zakat. Di hadapan Dubes
RI untuk Kerajaan Swedia, Bapak bagas Hapsoro, melalui PT. PIN (Permata Intan
Nusantara) melakukan penjajakan dengan pendahuluan perikatan kerjasama dengan
Supertext.
Hal
itu ditandai dengan penandatanganan LoI (Letter
of Intent) antara PT. PIN (Permata Insan Nusantara) yang menggandeng Lazismu
dengan pihak mitra kerjasama yaitu Supertext Swedia.

Penandatanganan
dilakukan oleh CEO PT. PIN, Bapak Muhammad Jafar dengan CEO Supertext, Mr.
Martin Jacobson. Disaksikan juga oleh Direktur Fundraising dan Kerjasama
Lazismu, Bapak Rizaludin Kurniawan dan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bapak
Bagas Hapsoro, ikatan pendahuluan ini resmi dijajaki.
"Penandatanganan
LoI ini merupakan langkah penting untuk membangun landasan bagi teknologi
finansial syariah yang bermanfaat bagi anggota Muhammadiyah dan rakyat
Indonesia pada umumnya,” kata Dubes Bagas setelah penandatanganan.
CEO
dan Pendiri Supertext, Mr. Martin Jacobson menekankan kembali keunggulan teknologi
komunikasi yang disediakan Supertext untuk kemanfaatan bagi anggota
Muhammadiyah dan komunitasnya.
"Nilai
yang sangat penting adalah komitmen Supertext untuk menyediakan transfer
teknologi dan berbagi pengalaman bagi PT. PIN.", tambah Dubes Bagas.
Dari
penandatanganan itu, ada hal-hal pokok yang berisi antara lain: satu, upaya mengembangkan program
aplikasi pengiriman pesan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas dengan
mengkombinasikan landasan teknologi finansial PT. PIN dan landasan teknologi
komunikasi Supertext termasuk dalam aktivasi digital dan promosi.
Kedua, mengembangkan
layanan teknologi finansial syariah bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas,
seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, kurban, aqiqah, haji, umrah, pengumpulan
dana anggota, dan wisata halal.
Sementara
itu, detail teknis ikatan kerjasama pendahuluan ini, akan diatur dalam perjanjian
kerjasama yang kembali akan ditandatangani dalam waktu dekat, demikian rilis
ini disampaikan melalui laman resmi kementerian luar negeri pada 30 Agustus
2019. (na)

