

YOGYAKARTA -- Akses air bersih untuk kebutuhan dasar di Gunungkidul merupakan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Ketersediaan pasokan air bersih perlu dijaga di wilayah rawan kekeringan ini. Pemenuhan air bersih bagi warga menjadi perhatian Lazismu dan PT. KAI dalam program bina lingkungan.
Kolaborasi itu, dituangkan Lazismu dan PT. KAI DAOP 6 Kota Yogyakarta dalam kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan MoU yang berlangsung di kantor Lazismu Mantrijeron (28/8/2025). Ini menandai langkah nyata mereka dalam mendukung pembangunan sosial dan lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Secara simbolis bantuan diserahkan oleh perwakilan KAI Daop 6 Yogyakarta kepada Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron Nur Alam Romadhon, berupa bantuan CSR senilai Rp 60 juta untuk pembangunan tandon air permanen di wilayah Gunungkidul.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan bantuan ini merupakan kepedulian PT. KAI terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang terbatas air bersih.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat mendukung pembangunan tandon air permanen di Gunungkidul, tidak sekadar untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas sosial-ekonomi Masyarakat,” katanya. Kami berkomitmen program TJSL, bisa terus hadir memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron Nur Alam Romadhon mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan tandon akan dilakukan di dua Lokasi. Pertama berada di Sengonkerep, Sampang, Gedangsari, lokasi kedua berada di Padukuhan Prigi, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.
“Kedua daerah tersebut dipilih karena kebutuhan mendesak akan akses air bersih di lokasi itu. Tujuannya membantu warga memenuhi kebutuhan harian mereka dan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat setempat dengan akses air bersih,” tandasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan dorongan bagi berbagai pihak untuk mendukung program kemanusiaan dan pembangunan di Yogyakarta. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, harmonisasi kegiatan yang inklusif dapat tercipta.
Nur Alam menilai bahwa ketersediaan air bersih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti ini dapat memperkuat rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Mantrijeron/NP Lestari]

JAKARTA --- Selaras dengan arah pembangunan nasional, Baznas melalui visi zakat nasional berkomitmen untuk berkontribusi mewujudkan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. Sebagai wujud nyata Baznas memberikan penghargaan kepada 906 penggerak zakat di tingkat lembaga dan perorangan.
Ajang penghargaan prestisius itu digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, pada 26-29 Agustus 2025. Hal ini menjadi momen penting dan merupakan apresiasi kepada lembaga amil zakat atas peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi umat.
Agenda visi zakat nasional ini turut memberikan kabar baik bahwa Lazismu terpilih sebagai lembaga amil zakat nasional Penghimpunan Zakat, Infak Sedekah (ZIS) terbaik. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas kepada Lazismu yang diwakili Direktur Kelembagaan dan SDM (Plt) Muhammad Adi Rosadi, pada Kamis, (28/8/2025) di Hotel Mercure, Jakarta.
Mewakili Lazismu secara nasional, Adi Rosadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas yang telah memberikan penghargaan dan kepercayaan kepada Lazismu dengan kategori pengumpulan ZIS terbaik.
“Terima kasih kepada para donatur Lazismu di seluruh Indonesia, yang telah memercayakan ZIS-nya melalui Lazismu, Insya Allah amanah ini akan tetap kami jaga dan salurkan sebaik-baiknya. Lazismu akan terus meningkatkan kualitas layanannya untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Adi menambahkan bahwa penghargaan ini masuk dalam kategotri LAZ jumlah pengumpulan ZIS terbaik dengan sub kategori LAZ Nasional Pengumpulan ZIS Terbaik. “Lewat kabar baik ini, amil Lazismu di seluruh Indonesia bersyukur atas penghargaan yang diterima sebagai hasil dari dedikasi dan kerja kerasnya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Noor Achmad dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menilai bahwa kontribusi lembaga amil zakat memainkan peran penting dalam dakwah zakat yang bermanfaat luas bagi umat.
“Terima kasih kepada seluruh mitra, pimpinan BAZNAS se-Indonesia atas apa yang dilakukan selama ini. Mudah-mudahan menjadi bagian penting dari gerakan dakwah zakat yang luar biasa,” tandasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PAREPARE – Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Zubdatul Asrar Nahdlatul Ulama, di Jalan Pesantren Lappa Angin, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Sulawesi Selatan.
Musibah kebakaran terjadi pada, Sabtu (23/8/2025). Kobaran api membakar tiga unit bangunan pondok pesantren tepatnya asrama putra. Para santri saat kejadian sedang berjamaah salat subuh. Penyebab kebakaran diduga karena hubungan jaringan listrik arus pendek yang mengakibatkan korsleting.
Pasca-kebakaran yang menghanguskan tiga asrama di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar itu, langsung direspons Lazismu Kota Parepare untuk memberikan bantuan darurat. Aktivitas santri berhenti karena kehilangan beberapa barang-barang pribadi yang hangus terbakar.
Menanggapi kejadian ini, Lazismu Kota Parepare yang dinahkodai Muhammad Islah memberikan respons cepat terhadap musibah kebakaran yang terjadi dengan memberikan beberapa bantuan berupa sembako terdiri dari beras, telur, gula, air mineral, pada Selasa (26/8/2025) waktu setempat.
“Lazismu Kota Parepare juga mendistribusikan makanan siap saji berupa rendangmu dan uang tunai yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para santri yang terdampak,” kata Islah yang juga bertindak sebagai Sekretaris Lazismu Kota Parepare.
Kegiatan hari ini menjadi bukti kepedulian dari para muzaki dan donatur, yang telah memercayai Lazismu Kota Parepare dalam menyalurkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang berhak, sambung Islah yang turut aktif sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Parepare.
Salah satunya kepada korban kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar Lappa Angin, Bacukiki. Semoga bantuan ini meringankan duka yang dialami santri. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kongkret gerakan zakat Lazismu dalam Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua.
Mewakili Pondok Pesantren Zubdatul Asrar Lappa Angin, Sabuddin yang juga Kepala Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu Kota Parepare dan segenap donatur. Bantuan tersebut begitu berharga di tengah musibah yang dihadapi para pengurus pesantren dan santri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ali Akbar)

YOGYAKARTA – Pekan kedua Juli 2025, pengumuman pembukaan beasiswa kader Muhammadiyah resmi dibuka. Akun resmi Lazismu Pusat dan MPKSDI (Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Insani) diburu netizen. Admin Instagram Lazismu mengaku terjadi keterlibatan pengguna dalam interaksi yang tinggi di linimasa-nya.
Opsi pesan langsung yang dikirim netizen juga meningkat di akun kedua UPP Muhammadiyah tersebut. Konten beasiswa kader ini menarik perhatian warga Muhammadiyah. Pasalnya pengumuman itu yang sedang dinanti-nanti selama ini. Beberapa aktivis semringah, terpukau dengan benefit dan kuota yang disediakan.
Berpacu dengan waktu, para pendaftar dibatasi melayangkan pendaftarannya di akhir Juli. Giliran menunggu hasil seleksi berkas. Menurut informasi MPKSDI, hasil seleksi berkas diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan dirgahayu republik Indonesia. Sejauh ini, Lazismu dan MPKSDI menetapkan waktu pentasyarufannya pada Agustus ini.
Kantor PP Muhammadiyah di bilangan Cik Di Tiro, Yogyakarta, pada Senin, (25/8/2025) kedatangan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, yang didampingi Direktur Utama Ibnu Tsani. Kehadirannya di Gondokusuman berkarib bersama Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan perihal agenda penyerahan Beasiswa Kader Muhammadiyah.
Pertautan Lazismu dan MPKSDI dalam rangka pentasyarufan beasiswa kader senilai Rp 4,5 miliar. Berdasarkan catatan hasil layak seleksi terdapat 475 penerima manfaat yang kategorinya terdiri dari kader Muhammadiyah di antaranya, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), Majelis dan lembaga, hingga golongan duafa.
Penerima manfaat Beasiswa Kader Muhammadiyah, memperoleh beasiswa sebesar Rp 14 juta rupiah bagi yang berkuliah di luar negeri, dan sebesar Rp 10 juta rupiah bagi mereka yang menempuh studi di dalam negeri. Secara simbolis beasiswa diberikan kepada penerima manfaat.
Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus Pusat Lazismu, mengutarakan bahwa program beasiswa kader ini sangat penting. Acaranya sudah dinanti warga Muhammadiyah, terutama para penerima manfaat.
Berdasarkan jangkauan sebarannya, para penerima manfaat beasiswa kader tahun ini cukup merata dari wilayah Sabang hingga Merauke. "Agenda pentasyarufan beasiswa kader hari ini merupakan implementasi pilar program pendidikan yang kali kedua dilakukan Lazismu dan MPKSDI. Kolaborasi ini manfaat dan dampaknya untuk kader terbaik Muhammadiyah dengan penerimaan manfaat secara keseluruhan sebanyak 800 orang dengan nilai Rp 7,5 miliar," paparnya.
Dengan bekal beasiswa kader, Mujadid Rais berharap, program pendidikan ini dapat membantu para kader Muhammadiyah dalam menyukseskan perjalanan belajarnya di bangku kuliah.
"Mohon studinya dapat dilanjutkan sepenuh hati, dan diingat-ingat bahwa beasiswa ini merupakan uang zakat dari para muzaki," jelasnya. Di samping itu, Ia juga berpesan kepada para kader, khususnya penerima beasiswa untuk mendukung Lazismu dalam menyosialisasikan segenap program-programnya.
Program ini akan bisa diakses masyarakat luas sehingga ekosistem filantropi di Lazismu dari menghimpun dan mendistribusikan program akan terus berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan Lazismu bisa menghimpun lebih banyak dan dapat menyalurkan nilai manfaat yang berdampak lebih banyak lagi," pungkasnya.
Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah mengatakan bahwa program ini mendapat respons yang cukup besar bagi para pimpinan Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah pendaftaran beasiswa dari seluruh wilayah di Indonesia.
Mewakili MPKSDI, Bachtiar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat langsung proses dari awal sampai akhir. “Ini sangat membahagiakan ada dinamika dan kolaborasi, terus terang MPKSDI memohon untuk penerima manfaatnya agar lebih banyak di tahun ini,” paparnya.
Kami juga tidak melupakan kader-kader yang ada di PCIM yang membutuhkan dukungan studi baik di Asia dan Eropa yang besarannya disesuaikan sesuai kebutuhan. “Keberadaan MPKSDI akan terus memberikan dukungan komunikasi bagi penerima manfaat berupa pendampingan ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan serta dukungan keterampilan sosial (soft skill),” terangnya.
Bersamaan dengan dukungan ini, kami tidak berhenti ditahap seleksi tapi ada pengkaderan dan partisipasi kepemimpinan organisasi sehingga pembinaan yang dilakukan lebih variatif. Selain itu, MPKSDI berkomitmen akan terus memantau program beasiswa ini dengan pembinaan yang menjadi tugasnya dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, mengapersiasi Lazismu dan MPKSDI yang menyelesaikan tugasnya dengan baik. “Selamat kepada penerima manfaat yang mendapatkan beasiswa ini, karena Lazismu telah memberikan yang terbaik”, ujarnya.
Sejak awal, sambung Irwan, dirinya mengikuti proses penerimaan beasiswa tersebut. Muhammadiyah melalui Lazismu dan MPKSDI berupaya menghadirkan beaisiswa untuk kader-kadernya. “Saya optimis Muhammadiyah tidak kekurangan kader, satu hal yang membuat eksis hadirnya para kader itu,” pungkasnya.
Ia menilai semangat untuk melanjutkan pendidikan dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang progresif perlu disiapkan persyarikatan menghadapi tantangan masa depan. Irwan juga menekankan pentingnya penguatan ideologi bagi kematangan kader supaya perlu dijaga dan dirawat.
“Ini luar biasa mari terus menghadirkan program-program yang berdampak agar kader-kader Muhammadiyah yang mumpuni bisa memberikan kontribusi kepada umat dan bangsa,” bebernya. Ia juga berpesan untuk ke depannya ada pemetaan penerima beasiswa agar tidak terjadi penerima manfaat beasiswa yang menerima dobel.
Salah seorang penerima manfaat dari Nasyiatul Aisyiyah (NA), Annisa Nur Fitriana, mengaku sangat terbantu dengan beasiswa ini. Apalagi dirinya sebagai seorang ibu merasa bersyukur bisa meniti karir pendidikan sambil berorganisasi. “Mewakili yang lain, Ia mengucapkan terima kasih banyak atas beasiswa yang diberikan oleh Lazismu. Bukan sekadar dukungan finansial lagi ini bukti bahwa muhammadiyah hadir untuk berkhidmat kepada umat”, katanya.
Ia kemudian terharu, karena dari laporan MPKSDI, dari sekian penerima manfaat banyak kalangan perempuan yang mendapatkan kesempatan. Jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tanpa perempuan yang cerdas tidak akan lahir generasi yang cerdas. Akhirnya kami juga bisa menatap masa depan untuk terus meningkatkan kualitas sebagai perempuan.
Penerima beasiswa yang lain kemudian mengatakan bahwa keterbatasan yang kami hapadapi membutuhkan dukungan dari semua pihak. Kesempatan ini ajang untuk terus berkarya. Mudah-mudahan kami bisa kembali memberikan manfaat untuk muhammadiyah di bidang manapun kami berkarya dan berharap Muhammadiyah terus memperbanyak akses beasiswa Pendidikan bagi kader untuk studi lebih lanjut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

YOGYAKARTA – Setelah mengumumkan lolos seleksi mahasiswa yang layak memperoleh Beasiswa Sang Surya Batch 4, Lazismu DIY menggelar seremoni penyerahan nilai manfaat kepada 46 mahasiswa, di aula kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jum’at (22/8/2025), sebagai komitmen mencetak generasi unggul.
Penerima beasiswa terpilih sebelumnya telah melewati berbagai tahapan seleksi ketat dengan jumlah pendaftar lebih dari seratus orang. Mereka berhasil berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari pilar program pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY, Jefree Fahana,menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan amanah dari para donatur dan muzaki. “Beasiswa Sang Surya adalah titipan dari para muzaki dan donatur. Amanah ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa penerima,” ujarnya.
Jefree berharap beasiswa ini dapat menjadi pemacu untuk lebih semangat dalam mengembangkan diri serta berprestasi, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai islami yang kuat. Ia menambahkan, jumlah penerima Beasiswa Sang Surya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada Batch 1 tercatat ada 8 mahasiswa penerima, Batch 2 sebanyak 11 orang, Batch 3 meningkat menjadi 29 orang, dan pada Batch 4 tahun ini mencapai 46 mahasiswa. Menurutnya, peningkatan jumlah ini mencerminkan semakin besar dukungan donatur serta semakin luasnya manfaat beasiswa yang dirasakan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Ariswan, mengatakan mahasiswa-mahasiswa sekalian ini sudah berada di jalan menuju puncak prestasi. “Kalian itu sudah di jalannya, bukan lagi mencari jalan. Jadi, sudah berjalan di jalan menuju puncak prestasi,” ungkapnya.
Seraya memberikan motivasi kepada para mahasiswa, Ariswan berpesan agar para penerima manfaat terus berprestasi. Ia menilai para penerima beasiswa saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
Ariswan menekankan pentingnya peran strtaegis program pendidikan di Lazismu sebagai investasi peradaban. Ia menjelaskan, dana dari para muzaki dan donatur yang disalurkan melalui Lazismu tidak hanya digunakan untuk bantuan pendidikan, tetapi juga untuk fakir-miskin, orang sakit, dan kebutuhan sosial lainnya.
“Salah satu yang paling penting adalah pendidikan, karena pendidikan itu investasi di masa depan. Jadi adik-adik semua harus sungguh-sungguh belajar, agar menjadi orang yang sukses dan bermanfaat,” pungkasnya.

Seremonial ini menjadi tahap awal pengenalan program Beasiswa Sang Surya kepada para penerima. Selain mengikuti prosesi penyerahan, para penerima beasiswa juga mengikuti penandatanganan kontrak komitmen, serta pemaparan teknis mengenai kewajiban dan hak yang harus dilaksanakan selama menjadi penerima beasiswa.
Acara ditutup dengan penjelasan teknis program serta sesi perkenalan antara Badan Eksektuif (BE) dan Badan Pengurus (BP) Lazismu DIY. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga selesai.
Melalui Beasiswa Sang Surya Batch 4, Lazismu DIY menegaskan bahwa penerima manfaat dapat lebih berdaya dalam bidang akademik maupun sosial. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membangun jejaring, kepemimpinan, dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

YOGYAKARTA – Nilai manfaat dana zakat untuk penerima manfaat seutuhnya bisa memberikan dampak terutama yang berasal dari beragam pilar program yang dimiliki Lazismu. Pilar program kesehatan misalnya yang dilakukan Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UMY.
Tindakan medis berupa perawatan gigi selama ini terbilang cukup mahal. Apalagi bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat yang duafa. Adalah keistimewaan bagi Lazismu UMY membuka akses kesehatan perawatan gigi berupa Scalling kepada masyarakat yang membutuhkan.
Wujud kepedulian tersebut dilakukan Lazismu UMY yang berkolaborasi dengan RSGM UMY, untuk memeriksakan gigi dalam Tindakan Scalling secara gratis bagi masyarakat sekitar, pada Kamis (21/8/2025). Secara resmi program ini resmi bisa dinikmati masyarakat duafa di RSGM UMY. Antusias masyarakat mengikuti program inovatif ini sangat tinggi.
Kepala Kantor Layanan Lazismu UMY, Muhammad Samsudin, dalam sambutannya pada Kick Off Kolaborasi Dama ZIS antara Lazismu UMY dan RSGM UMY, menegaskan, program ini sejalan dengan semangat sosial-dakwah Al-Maun yang berorientasi pada kebermanfaatan.
“Kolaborasi ini sangat bermanfaat bagi umat, apalagi slogan yang digaungkan Lazismu memberi untuk negeri. Jadi dengan program yang terukur dan terstruktur seperti ini rasanya sangat baik bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Tidak berhenti pada satu momentum saja, Samsudin menambahkan, di waktu mendatang skema program perlu lebih luas. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini bisa menghadirkan dakwah sosial sekaligus promosi kesehatan bagi masyarakat luas.

Wujud Nyata Kepercayaan RSGM
Kolaborasi yang strategis ini juga menjadi bukti kepercayaan RSGM UMY terhadap Lazismu UMY dalam mengelola dana ZIS. Direktur Utama RSGM UMY, Tita Ratya Utari mengungkapkan kerjasama lintas sektoral tidak sebatas seremonial. Ini komitmen bersama memaksimalkan potensi dana ZIS agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Secara berkelanjutan kedua institusi berkomitmen akan terus dapat menyalurkan nilai manfaat secara tepat sasaran dan berdampak nyata. Terbukti saat pendaftaran dibuka melalui media sosial Instagram, kuota peserta langsung terpenuhi hanya dalam hitungan menit. Respons masyarakat menunjukkan tingginya minat serta kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan gigi yang terjangkau.
Menurut Tita, kolaborasi ini langkah awal dari berbagai program sosial lainnya yang dapat digagas bersama Lazismu UMY di masa mendatang. Ia juga menegaskan bahwa implementasi program ini bentuk nyata dari tanggung jawab sosial institusi kesehatan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Scaling Gigi Gratis, Inovasi Penyaluran Zakat
Program scaling gigi gratis yang dijalankan, dinilai sebagai inovasi dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Biasanya, dana ZIS banyak dikhususkan untuk bantuan ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan. Namun, Lazismu UMY mencoba menghadirkan pendekatan berbeda dengan sentuhan aspek kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut.
Kesehatan gigi dan mulut seringkali diabaikan masyarakat karena keterbatasan biaya. Lazismu UMY merupakan salah satu layanan kantor yang inovatif dalam menyalurkan dana ZIS yang diperoleh di pilar program kesehatan, contohnya melalui program scaling gigi gratis ini, demikian disampaikan Direktur Program dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Ardi Luthfi Kautsar.
Menurutnya, program ini membuktikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga bisa menyasar sektor kesehatan preventif yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baik Lazismu UMY maupun RSGM UMY menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat sementara. Selain itu, mereka berencana memperluas cakupan program dengan melibatkan lebih banyak mitra dan memperbanyak jenis layanan kesehatan yang dapat diakses melalui masyarakat dana ZIS.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMY]

