Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Perkuat Pilar Ekonomi Desa, Bronikmu Jawaban Mengurai Kusutnya Kartel Peternak Ayam

Klaten – LAZISMU. Kolaborasi
produktif antara Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan
Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan gerakan pemberdayaan berbasis jama’ah
melalui ternak ayam organi (Bronikmu) di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten
pada Selasa, 5 November 2019 adalah ikhtiar mewujudkan pilar ekonomi
Muhammadiyah sebagai amanat Muktamar Muhammadiyah pada tahun 2015.  

Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Husni Tamrin, menyambut peluncurannya dengan rasa syukur. Katanya, ini menjadi program yang kali pertama ada dan diprakarsai oleh MPM di wilayahnya.

 

Bronikmu
sendiri merupakan jenis ayam sayur yang memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan jenis ayam broiler lain. Di antaraya, waktu produksi dan
pelihara yang relatif singkat, tekstur daging ayam yang hampir sama dengan
daging ayam kampung, serta masa pertumbuhan yang relatif lebih cepat
dibandingkan ayam lain yang sejenis.

 

“Ayam
sayur ini dikelola dengan cara organik, sama sekali tidak menggunakan pakan
pabrikan, sehingga zat kimia tidak terkandug di daging ayam. Karena untuk pakan
dan vaksinasinya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari buah dan sayur,”
jelasnya.

 

Ternak
jenis ayam Bronikmu dinilai efisien, mulai dari tebar sampai panen dibutuhkan
waktu sekitar 24-25 hari, maka bobot ayam per ekornya sudah mencapai 1,4 kg.
Program yang dijalanakan ini rencananya akan dilakukan secara simultan ke
daerah-daerah lain, di seluruh Klaten. Tidak menutup kemungkinan untuk
dijalankan secara nasional.

 

Sementara
perwakilan dari PDM Klaten, Abdul Rodhi, mengatakan, program ternak ayam
Bronikmu menjadi yang kali pertama ada di PDM Klaten. Dirinya merasa bangga dan
berharap program ini berhasil. Dampaknya meluas dan memengaruhi daerah-daerah
lain, sehingga warga persyarikatan dan masyarakat umum lainnya semakin
sejahtera.

 

Ia
juga berpesan untuk menghasilkan pembeda (difrensiasi) antara produk yang
dikelola oleh Muhammadiyah dengan produk sejenis lainnya, ia menilai, perlu
upaya memposisikan produk Muhammadiyah di pasar, dengan demikian, konsumen bisa
membedakan mana produk Muhammadiyah dan yang bukan.

 

Menyambung
hal tersebut, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan,  konsep jama’ah ternak Muhammadiyah merupakan
kepanjangan aksi dari strategi pendekatan metode dakwah yang dilakukan oleh
Muhammadiyah, yang dikenal dengan Gerakan Jama’ah Dakwah Jama’ah (GJDJ). Yamin
menganggap penting hal ini untuk diterapkan, karena ajaran Islam harus
disebarkan keseluruh penjuru bukan hanya di masjid-masjid.

 

Persebaran
dakwah Islam ‘diluar masjid’ ini yang serius digarap oleh MPM, diharapkan
konsep Islam sebagai rahmatan lil alamiin mampu mengisi ruang-ruang kosong umat
Islam di manapun berada. Karena selain mengisi dan mengguyur iman umat dengan
tauhid murni, metode dakwah ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan umat.
Harapannya, umat Islam terbebas dari ketertindasan, baik secara kultural maupun
struktural.

 

“Jama’ah
ternak ayam Bronikmu sebagai usaha untuk mengurai kusutnya dominasi kartel
peternak ayam di Indonesia. Selain jama’ah ternak, MPM juga membuat jama’ah
tani. Bukan hanya di sawah, Muhammadiyah juga memperluas jaringan dakwahnya di
hutan, di laut dan di lereng-lereng gunung,” katanya.

 

Yamin
juga memuji keberhasilan jama’ah ternak Bronikmu Klaten, di mana sebelumnya
telah melakukan uji coba dengan keberhasilan 100%. Dari keberhasilan tersebut
mampu meningkatkan kepercayaan umat kepada Muhammadiyah melalui Lazismu untuk
menyalurkan zakatnya. (an/muhammadiyah).

 
 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

30 Organisasi Pengelola Zakat Dunia Hadiri World Zakat Forum di Bandung

Bandung – Lazismu. Konferensi
Internasional Forum Zakat Dunia 2019 atau dikenal dengan World Zakat Forum
(WZF) resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin.
Konferensi zakat internasional ini mengemas tema dengan tajuk: “Optimizing
Global Zakat Role Trough Digital Technology
” yang dihadiri 30 organisasi dan lembaga zakat dari seluruh dunia. Diagendakan temu forum pengelola zakat internasional berlangsung dari tanggal 5 - 7 November 2019 di Crown Plaza Hotel Bandung.

Dalam pembukaan, Wapres Ma’ruf Amin, mengatakan, pertemuan tahunan forum zakat dunia pada kali ini untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi dari hambatan dan tantangan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat. “Jika dikelola dengan baik dapat menjadi variabel penutup dari ketimpangan sosial dan ekonomi,” katanya. Hasilnya akan berdampak langsung pada ekonomi umat Islam.

 

Ajaran
Islam membolehkan untuk mengumpulkan harta yang halal sebanyak-banyaknya, namun
ada kewajiban untuk disalurkan pada masyarakat yang duafa. Saya mendapat
laporan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar, yakni Rp 230 triliun,
demikian Ma’ruf mengatakan dalam akun resmi Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia
(5 November 2019).

 

“Potensi
yang sangat besar itu baru 3.5 persen yang terkelola atau sebesar Rp 8 triliun
saja. Artinya masih banyak potensi besar zakat yang belum terkelola, dan dari
laporan itu pertumbuhan zakat di Indonesia tumbuh sebesar 24 persen, jelasnya.
Ma’ruf menilai, perlu dilakukan terobosan agar pengelolaan zakat dapat lebih
baik untuk memanfaatkan potensi zakat yang ada.

 

Seperti
dilansir dalam laman resmi worldzakatrorum.org, (7/11/2019), Sekretaris
Jenderal World Zakat Forum,  Prof. Dr.
Bambang Sudibyo, mengatakan, pemilihan ibukota Provinsi Jawa Barat sebagai tuan
rumah Konferensi Internasional WZF 2019 adalah keputusan yang tepat.

 

Bambang
menganggap bahwa provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia
memiliki Baznas yang bekerja dengan sangat baik. "Atas nama Ketua BAZNAS,
saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat karena memberikan dukungan kepada Baznas
Jawa Barat, sehingga Baznas Jawa Barat dalam penilaian kami mencakup provinsi BAZNAS
yang berkinerja baik di Indonesia, "kata Bambang.

 

 
Sementara
itu, selama WZF berlangsung, Lazismu turut hadir dengan membuka stand Lazismu.
Selain memperkenalkan Lazismu dan silaturahim dengan lembaga pengelola zakat
lainnya, kata Muhammad Furqon, juga memperkenalkan Lazismu dengan peserta yang
datang dari negara lain.

 

Seperti
menteri agama Maldive yang datang ke stand Lazismu sangat mengapresiasi iklim
zakat di Indonesia yang terus tumbuh. Di negaranya yang masih berkembang, sangat
membutuhkan dukungan dari Indonesia yang mayoritas muslim.

 

Tak
hanya dari luar negeri, para pegiat zakat juga saling berkunjung ke stand
lembaga amil zakat yang lain. Seperti CEO Rumah Zakat, menyempatkan diri
berkunjung ke stand Lazismu untuk berbagi informasi dalam momen penting ini. Di
lain kesempatan, Prof. Dr. H. Maman Abdurrahman yang pernah menjadi Ketua Umum
Pimpinan Pusat (PP) Persis 2010-2015, juga berkunjung ke stand Lazismu.

 

Keberadaan
stand Lazismu, kata Furqon, tentu saja untuk melibatkan para pengunjung untuk
saling berinteraksi dan memperkenalkan program-program menarik Lazismu kepada
masyarakat. Dengan melibatkan pengunjung untuk berinteraksi diharapkan
ketertarikan pengunjung terhadap program-program Lazismu bisa tersampaikan.
(na)  

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Milenial Wow, Sudah Sulit Bayar SPP Rochim Masih Sisihkan Uang Infak Setiap Bulan

Sidoarjo – LAZISMU. Betapa tidak,
mahasiswa semester III, Jurusan Akuntansi, yang menempuh pendidikan di
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini harus bekerja memenuhi kebutuhan
hidupnya sendiri. Rochim mahasiswa perantauan asal Ponorogo memastikan gurihnya
berkuliah tanpa biaya dari orang tua.
 

Kondisinya tidak seberuntung teman-teman kuliahnya. Rochim seorang yatim-piatu. Keadaan ini membuatnya harus berjuang keras agar tetap bisa merasakan bangku kuliah. Ia mengaku harus pandai mengatur keuangan. Kapan uang keperluan hidup sehari-hari dikeluarkan dan kapan uang untuk kebutuhan kuliah dicari selama di Kota Sidoarjo.

 

Di
tengah perjuangannya untuk hidup dan menabung agar tetap bisa membayar biaya
kuliah, Rochim di sela-sela waktu kuliahnya berprofesi sebagai tenaga pemasaran
kendaraan bermotor roda dua. Untuk menambah pundi-pundinya lagi, ia juga
memasarkan pintu sliding (buka-tutup secara digeser).

 

Dalam
kerja kerasnya itu, uang yang dikumpulkan masih harus dialokasikan lagi untuk
diinfakkan melalui GIZMA (Gerakan Infak dan Zakat Mahasiswa Umsida). Bagi
mahasiswa dengan tiga bersaudara ini, berbagi akan membuatnya menjadi bahagia
di saat hidup penuh dengan ketidakpastian.

 

Rochim
mengaku, mengenal program GIZMA saat tim relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu
Umsida melakukan sosialisasi di kelasnya yang mengajak para mahasiswa untuk
menyisihkan uang saku sekali dalam sepekan untuk disalurkan melalui program
GIZMA.

 

“Sejak
saat itulah dirinya terus menyisihkan uang jajannya untuk membayar infak,”
cerita Rochim mengikrarkan diri. Agar janji sucinya tak terlupakan, di kamar
kosnya ada celengan yang ditempatkan khusus untuk diisi rupiah setiap harinya.
Jika sudah penuh, sambungnya, lalu diserahkan ke KLL Umsida setiap akhir bulan
(10/11/2019).

 

GIZMA
sendiri merupakan program yang bertujuan mengedukasi dan menumbuhkan jiwa
kepedulian sosial di kalangan kaum muda. Keterlibatan generasi muda dalam
gerakan kedermawanan dan kemanusiaan bagian dari cara mahasiswa Umsida
mengaktualisasikan diri melalui filantropi.

 

Di
dalamnya ada penggalangan dana dan keterlibatan aktif mahasiswa pada kegiatan
sosial kemanusian di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. GIZMA
dilaksankan sekali dalam sepekan melalui para relawan KL Lazismu Umsida yang
serentak bergerak ke setiap kelas untuk menghimpun donasi.

 

Sudah
dua bulan ini, Rochim aktif menyisihkan uang jajan dan menyerahkannya ke KL
Lazismu Umsida. Apa yang dilakukannya saat dirinya sendiri dalam keterbatasan
menjadi cerita inspiratif bagi kita semua. Ternyata berbagi kepada sesama tak
harus menunggu kaya, dan setiap diri kita dapat menjadi pahlawan bagi orang
lain. Selamat Hari Pahlawan! (yp)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Peringati Hari Pahlawan, Lazismu Sebarkan Semangat Berbagi Lewat Program Filantropis Cilik

Parepare – LAZISMU. Peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019, diperingati dengan berbagai cara. Sebagian besar dengan upacara seremonial untuk mengenang jasa para pahlawan. Di kesempatan berbeda, ada yang memeringatinya dengan cara lain seperti program Filantropis Cilik. 
Adalah Lazismu Kota Parepare, yang memeringati hari pahlawan dengan program tersebut. Dikemas dengan penyerahan School Kits kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Mereka siswa SD se-kota Parepare yang berasal dari keluarga tidak mampu. Di sekolah masing-masing juga ikut program Filantropis Cilik. 
 
Ada 24 peserta yang mendapatkan School Kit berupa sepatu dan tas. Menurut Sekretaris Lazismu Parepare, data siswa duafa diperoleh dari pihak sekolah yang diseleksi dengan skala prioritas sesuai kebutuhan siswa. Dalam laporan pembukaan di hari pahlawan itu, Lazismu sebelumnya telah bersinergi dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Parepare, kata Syaiful di Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jalan Masjid Raya Parepare (10/11/2019).
 
Ketua Lazismu Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan, pada kesempatan itu mengatakan, dengan mengisi kemerdekaan melalui gerakan filantropis cilik, setidaknya Lazismu memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kedermawanan. “Sejak dini dengan cara menginfakkan uang receh mungkin sisa jajan sekali sepekan setiap Jum’at, tidak terasa banyaknya, tapi jika dihimpun secara masif dan maksimal recehan ini bisa milyaran terkumpul, katanya disaksikan Asisten III  Pemerintah Kota Parepare, Haryanto Hadiyatmodjo, Kapolsek Pelabuhan Parepare dan puluhan guru serta orang tua siswa.
 
Dalam sambutan itu, dia menambahkan, ini cara Lazismu Parepare memeringati hari Pahlawan, kepada pelajar. Di lain waktu, program unggulan ini jika berjalan maksimal, akan lebih banyak lagi siswa yang akan merasakan manfaatanya. “Untuk itu, saya mendorong para kepala sekolah dan guru menyambut dan menyukseskan program Filantropis Cilik,” jelasnya.
 
Manfaat dari program tersebut luar biasa. Minimal mendidik anak-anak lebih dermawan sesuai slogan program Filantropis Cilik, yakni “Memberi kepada sesama tidak harus menunggu kaya, mengubah yang kecil menjadi besar, mengubah recehan menjadi milyaran,” Manfaat besarnya akan terwujud bila kita semua bergandeng tangan, pungkas isteri walikota Parepare ini.
 
Belajar dari semangat pahlawan, patriotisme dan nasionalisme serta kecintaan kepada bangsa, Lazismu ingin mengambil hikmahnya bahwa semangat dan heroisme para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan dilakukan dengan pengorbanan. “Nah, spirit inilah yang perlu dikontekstualisasikan dalam gerakan zakat,” katanya.  
 
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kota Parepare, Haryanto Hadiyatmodjo, mengungkapkan, pemerintah Kota Parepare mengapresiasi kinerja Lazismu yang terus menerus berkarya secara inovatif terbukti hari ini melakukan peringatan hari Pahlawan dengan memberikan School Kit kepada siswa tak mampu. “Ini bukti Lazismu sebagai lembaga amil zaka yang mendapatkan kepercayaan publik karena program dan transparansinya,” paparnya dengan rasa salut. (sf)
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Rehab Rumah Janda di Kawasan yang Terpinggirkan

Lhokseumawe –
LAZISMU
.
Bu Nuraini, orang tua tunggal yang tinggal di pedalaman Paya Bilie Muara Dua, dulunya
tinggal di sebuah gubuk. Gubuk seadanya yang hanya berdinding dan beratap
terpal. Desa Paya Bili adalah desa terdalam. Desa yang berbatasan dengan
kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

 

Dia
hidup bersama anak semata wayang. Hidupnya serba kekurangan, kemiskinan melilit
keluarganya tanpa penghasilan sepeserpun. Bu Nuraini memerlukan uluran tangan.
Beruntung dia dipertemukan oleh Lazismu Lhokseumawe.

 

Keberadaannya
kini sudah membaik. Bu Nuraini sudah dapat tinggal dengan aman dan nyaman. Menurut
amil Lazismu Lhokseumawe, sekitar beberapa saat yang lalu, beliau melalui
adiknya menyampaikan permohonan bantuan kepada Lazismu agar bisa menetap di
tempat tinggal yang layak.

 

Kedatangannya
ke Lazismu, direspons cepat. Dan melalui proses penilaian, akhirnya para
pengurus Lazismu Lhokseumawe berupaya merehab rumah tersebut hingga selesai.

 

"Dengan
adanya rehab rumah dari Lazismu, kami bisa memberikan tempat aman dan nyaman
bagi Ibu Nuraini," kata Direktur Eksekutif Lazismu Lhokseumawe Ramzi, didampingi
Manajer Fundrising, Saiful Basri.

 

Ibu
Nuraini juga sangat berterima kasih banyak kepada Lazismu dengan adanya bantuan
rehab rumah yang ditempatinya. “Semoga Allah berikan balasan terbaik kepada amil
Lazismu yang telah membantu kami,” pungkasnya.

 

Farhan
Zuhri selaku Ketua Lazismu Lhokseumawe, mengatakan, proses rehab ini memakan
waktu dua minggu. Meski sederhana, kami berharap Bu Nuraini dapat tinggal di
tempat yang lebih nyaman, katanya kepada tim media Lazismu (11/11/2019). Adapun
nilai total yang dikelaurkan untuk rehab rumah Bu Nuraini ditaksir Rp 10 juta
lebih. (zh)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gandeng Komunitas Muda Manfaat, Lazismu Sidrap Peringati Hari Pahlawan dengan Berbagi

Makassar – LAZISMU. Berbagai cara
dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan. Di berbagai daerah banyak yang
memeringatinya dengan upacara seremonial untuk mengenang jasa para pahlawan
yang telah rela berkorban harta dan jiwa untuk kemerdekaan Indonesia.

Untuk hari pahlawan kali ini, Lazismu Sidrap (Sidenreng Rappang) memeringatinya dengan cara yang berbeda. Yakni, dengan penyerahkan sembako untuk keluarga tidak mampu serta berkolaborasi dengan komunitas Muda Manfaat.

 

”Penerima
manfaat dipilih Lazismu dengan melakukan survei ke desa-desa. Dan, yang
terpilih masuk daftar penerima sembako dari kategori keluarga tidak mampu,”
kata Saifullah saat mengabarkan kepada tim media Lazismu (11/11/2019)

 

Penyerahan bantuan ini diserahkan oleh Ketua Lazismu Sidrap, Saifullah, yang disaksikan dan didampingi oleh komunitas Muda Manfaat (10/11/2019). Saifullah dalam sambutannya menyampaikan, inilah cara Lazismu Sidrap memeringati hari pahlawan dengan berbagi kepada saudara kita yang membutuhkan.

 

Selanjutnya
Lazismu akan berusaha dengan baik agar semakin banyak donatur (muzaki) yang
berzakat, berinfak dan bersedekah di sini agar program-program berjalan
maksimal. Saya kira lebih banyak lagi yang akan kita bantu dan tentunya dengan
bantuan yang lebih besar untuk penerima manfaat,” terang Saiful yang juga dosen
di Universitas Muhammadiyah Sidrap.

 

Melalui
momentum Hari Pahlawan ini, Lazismu sidrap ingin menyampaikan pesan keteladanan
dari para pahlawan dengan jiwa patriotisme dan nasionalisme yang dituangkan
dengan gerakan zakat. Lazismu hadir untuk bersinergi dengan siapa saja untuk
terwujudnya kesejahteraan.

 

Dengan
semangat ini, semoga menjadikan masyarakat Sidrap semakin bergelora untuk
berzakat, berinfak dan bersedekah di Lazismu Sidrap. “Lazismu berharap dengan
kegiatan ini dapat memberi manfaat kepada saudara-saudara kita yang
membutuhkan. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk berzakat melalui
Lazismu,” tutupnya. (dd)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross