Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

KL Lazismu Ngaliyan Mudahkan Jama’ah Berinfak, Kaleng Infak Boleh Dibawa Pulang

Semarang – LAZISMU. Rumah bergaya
khas tradisional Jawa Tengah, dengan halaman cukup luas sekilas mirip dengan
tempat tinggal pribadi. Kayu pernis dan batu merah begitu dominan menghiasi
dinding. Tak ada yang menduga jika bangunan itu Taman Kanak-kanak Aisyiyah
Bustanul Atfal (TK ABA).  

Tepatnya, TK ABA 54 Ngaliyan, Kota Semarang, diresmikan setahun lalu. Di sebelah kanan berdiri gedung berlantai dua yang dipisahkan oleh halaman. Gedung ini dipergunakan sebagai kantor PCM serta PCA Ngaliyan.

 

Di
rumah tradisional inilah pertama kalinya dilaksanakan tabligh Ahad pagi PCM
Ngaliyan (22/09/19). Sebelumnya, tabligh dipusatkan di Masjid Ulul Albab, di
komplek Akademi Ilmu Statistika (AIS) Muhammadiyah. Atas pertimbangan jangkauan
syiar dakwah agar lebih luas, pelaksanaannya mulai ahad kemarin dipindahkan ke lokasi
itu.

 

Kegiatan
yang luwes harus representatif. Di sini, bisa menampung jumlah jamaah lebih
banyak dengan fasilitas parkir yang memadai. Tantangannya, untuk ke lokasi ini
harus berjalan kaki karena berada di dalam kampung.

 

Kebetulan
pemateri tabligh diasuh ustadz Danusiri, yang juga pengajar di UIN Walisongo.
Berbalut tema amanah jamaah pengajian dengan khidmat mengikuti dengan seksama.
Barulah kemudian, Kantor Layanan (KL) Lazismu Ngaliyan, memberikan santunan
kepada 20 orang siswa TK ABA 31, TK Pembina ABA 54, MI Muhammadiyah Wonosari
dan anak-anak duafa sekitar kampung.

 

Ketua
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan, Anas Hamzah, berpesan, agar
anak-anak mempunyai cita-cita yang tinggi dan belajar dengan sunguh-sungguh agar
cita-citanya tercapai. “Bantuan yang diterimakan adalah hasil pengumpulan infak
dan sedekah dari jamaah dibawah koordinasi Kantor Layanan Lazismu PCM Ngaliyan,”
katanya.

 

Mewakili
PCM Ngaliyan, dirinya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan muzaki yang
mengamanahkan infak dan zakatnya melalui KL Lazismu Ngaliyan.

 

Anas
menambahkan, PCM Ngaliyan sangat mendukung terhadap operasional KL Lazismu Ngaliyan.
Di angkatnya seorang eksekutif, Agung Arifianto, agar siap melayani muzaki di
seluruh wilayah teritori Kecamatan Ngaliyan. Dana yang dihimpun sangat
diperlukan untuk mendukung pelaksanaan dakwah di masyarakat.

 

Pada
kesempatan itu, KL Lazismu Ngaliyan, melaksanakan penggalangan dana kemanusiaan
untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan yang melanda Sumatera dan
Kalimantan. Agung menuturkan, dari penggalangan pagi ini dana yang terhimpun sebesar
Rp 2 juta.

 

“Penggalangan
dana masih akan berlanjut hingga 4 Oktober 2019. Lazismu membuka kesempatan kepada
jamaah untuk berpartisipasi dengan membagikan kaleng infak untuk dibawa pulang
kerumah, agar memudahkan jamaah dalam berinfak,” paparnya.

KL
Lazismu Ngaliyan, dalam acara tabligh memfasilitasi layanan chek-up kesehatan dan pengobatan dengan tim
medis dari Rumah Sakit Roemani Semarang. Kolaborasi ini untuk memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya. Pelayanan kesehatan
untuk jama’ah, lanjut Anas akan selalu diadakan setiap acara tabligh sekaligus
bakti sosial. (cs)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

94 Pelajar Terima Beasiswa Mentari Lazismu Kota Pekalongan

Pekalongan – LAZISMU.
Peningkatkan pemberian beasiswa kepada peserta didik adalah satu dari sekian
cara bagaimana investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan berjalan. Lazimnya
negera-negara di dunia, Indonesia termasuk negara yang memberikan perhatian
penuh pada ilmu pengetahuan. Beasiswa dari pemerintah maupun sektor swasta menganggarkan
beasiswa pendidikan untuk membiayai kebutuhan peraih beasiswa.

Dalam gerakan filantropi Islam, yang termanifestasi di lembaga amil zakat nasional, beasiswa disalurkan sebagai bentuk penstasarufan. Lazismu Kota Pekalongan, Senin kemarin, melakukan pentasarufan zakat kepada 100 pelajar yang terdiri dari SD, SMP, MTs dan SMK (23/9/2019).

 

Penyerahan
beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Pekalongan,
Pasrum Affandi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Hadir dalam acara
itu sejumlah pengurus PDM, Hasan Bisri, Ketua Majelis Dikdasmen PDM, Suparto
dan Manajer Program Lazismu, Sugeng Sutikno.

 

Ketua
PDM Pekalongan, Pasrum Affandi, mengatakan, dalam pentasarufan beasiswa kali
ini, ada peningkatan baik dari jumlah siswa penerima maupun nominal yang diberikan.
Bagi siswa SD beasiswa yang diterima sebesar Rp 500 ribu per anak, siswa SMP
dan MTs sebesar Rp 800 ribu per anak dan siswa SMK sebesar Rp1,3 juta per anak.

 

“Harapannya
beasiswa yang diperoleh siswa dapat membantu para siswa yang kurang mampu.
Paling tidak dapat menggantikan biaya SPP. Selama ini, meski ada dana BOS dari
sekolah, namun tetap tak menghilangkan substansinya, intinya beban mereka akan
semakin ringan,” ucapnya.

 

Dalam
keterangannya, Manajer Program Lazismu, Sugeng Sutikno, menyampaikan awalnya
target yang diprogramkan ada 100 peserta didik, dalam pelaksanaannya yang
ditasarufkan bagi penerima mencampai 94 peserta didik.  

 

“Siswa
yang menerima beasiswa, mereka yang sudah terverifikasi melalui bukti dokumen
pendukung sebagai penerima beasiswa mentari atau penerima beasiswa pendidikan dasar.
Hal itu dibuktikan dengan KK yang dinilai dari kelaurga miskin (duafa),” paparnya.

 

Bagi
PDM, meski ada penambahan jumlah dan kenaikan nilai, di sisi lain beberapa
sekolah tidak dapat memenuhi jumlah penerima sebanyak sepuluh orang.
Selanjutnya akan dievaluasi apakah sasarannya memang sudah berkurang atau ada faktor
lain.

 

Lazismu
Kota Pekalongan, merilis, ada 8 sekolah yang menerima beasiswa mentari antara
lain, SD Muhammadiyah 02 Noyontaan, SD Muhammadiyah 01 Kuripan Kidul, SD
Muhammadiyah 01 Kandang Panjang, SD Muhammadiyah 01 Kramatsari, SD Aisyiyah
Qurrota Ayun, SMP Muhammadiyah Kota Pekalongan, MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan
dan SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan. Berdasarkan keterangan itu, Lazismu
memperkirakan total beasiswa yang ditasarufkan sebesar Rp 77 juta. (na)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Luncurkan "Kapal Pendidikan", Solusi Moda Transportasi ke Sekolah dan Pemberdayaan Perkampungan Baru

Sorong – LAZISMU. Seiring dengan perkembangan gerakan filantropi Islam, program pemberdayaan terus mencari bentuknya yang relevan sebagai bagian dari inovasi programnya. Tantangannya bagi filantropi Islam bukan terletak pada persoalan bagaimana pendanaannya, tapi tentang model kerjasama dan cara pandang membaca kesenjangan di suatu wilayah. Lazismu sebagai lembaga amil zakat memerlukan hal tersebut termasuk memastikan mitra kolaborasi yang dapat berjalan bersama menuju hal yang dimaksud.

Salah satu isu yang bergulir dan mendapat perhatian Muhammadiyah pada hasil Muktamar 2015 di Makassar adalah tentang kesenjangan wilayah. Pada kesempatan kali ini program yang dilaksanakan Lazismu bersama mitranya, MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) dan beberapa PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) berada di Sorong, Papua Barat.

Papua Barat dalam gerakan dakwah sosial Muhammadiyah, bukanlah kawasan yang asing. Di Indonesia bagian Timur ini, malah berdiri Universitas Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA) yang cukup representatif, dan salah satu kampus terbesar di Papua Barat. Lahan yang dimilikinya, lebih dari 50 hektar.

Sebetulnya Papua Barat telah menjadi medan gerakan filantropi sebelum muktamar Makassar, bagi Lazismu yang bermitra dengan MPM. Kemitraan yang solid ini dibuktikan dengan beberapa program yang pernah dilakukan di sana yakni pemberdayaan masyarakat, khususnya warga Kampung Warmon, Kokoda.

Dalam catatan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di Papua Barat, diketahui dari total jumlah mahasiswa di UNIMUDA, 60 persennya penganut Kristen. Artinya, keberadaan UNIMUDA sudah diterima dengan baik oleh warga dan pemerintah setempat.

Dalam kesempatan kali ini, Lazismu kembali berkunjung. Kunjungan yang melibatkan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bersama rombongan yang terdiri dari  Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Lazismu, Majelis Pemberdayaan Masyrakat (MPM) PP Muhammadiyah, LP3M UMY, Rektor dan LP3M Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ke lokasi dampingan MPM PP Muhammadiyah dan KKN Tematik di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Kampung Warmon, Kokoda, TK Paud Aisyiyah, SMP serta SMA Muhammadiyah Pulau Arar, Sorong, Papua Barat, pada Sabtu - Senin, 21 - 23 September 2019.

Dalam kunjungannya, beberapa kelompok masyarakat binaan Muhammadiyah di Sorong yang ada di pesisir, pulau-pulau dan sebagian di daratan menjadi perhatian penting. Pulau Arar dipilih sebagai sasaran kunjungan tim tersebut antara lain, MPM, Lazismu, UMY, UMS, UMP dan tentu saja UNIMUDA sebagai "local host".

Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi lembaga pendidikan di Pulau Arar adalah transportasi untuk para guru menuju sekolah yang ada di seberang pulau. “Ketersediaan perahu motor menjadi prioritas,” katanya.

Menurut pengakuan kepala suku di Pulau Arar, guru sering terlambat datang karena terbatasnya fasilitas moda transportasi menuju pulau. Akhirnya, jam belajar-mengajar guru dan siswa sering tidak termanfaatkan secara efektif.

 

Realitas itu mengusik Muhammmadiyah, beberapa lembaga di bawah
naungannya inisitiaf ikut berpartisipasi. Sebagai solusi permasalahan
pendidikan di Pulau Arar, maka diluncurkan dan diresmikan tiga buah
perahu yang pembuatannya dibiayai Lazismu, UMS dan UMP. Ketiga perahu
ini merupakan ”Kapal Pendidikan” untuk memfasilitasi guru menuju sekolah
agar tidak terlambat lagi.    

Hilman mengaku, baru pertama kali
menaiki perahu,  yang sudah lama hanya dilihat dalam design kertas.
Hari ini menjadi kenyataan, perahu yang sesunguhnya. Perahu itu akan
digunakan juga untuk meningkatkan pendapatan pengelolanya melalui
kegiatan ekonomi dengan cara sewa-menyewa. “Dengan begitu pengelolaannya
dapat berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam suatu kesempatan diskusi, pulau ini juga bisa dipoles jadi kawasan destinasi wisata. Di tengah laut, rombongan singgah ke sebuah badan usaha milik desa (Bumdes), yakni sebuah perahu penangkapan ikan yang dikelola warga dari suku Kokoda dan suku lainnya.

Perjalanan ke Pulau Arar kembali dilanjutkan, sambutan warganya begitu meriah. Kelompok seni hadrah setempat yang terdiri dari para remaja menyambut dengan bersemangat. Di lokasi terpencil ini, seorang warga Papua mewakafkan tanahnya untuk ruang belajar sebuah taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Romobongan juga sekaligus melakukan peletakan batu pertama TK. Tak hanya itu, pimpinan PTM yang hadir juga mengundang beberapa remaja untuk melanjutkan kuliah di PTM dengan beasiswa penuh.

Perjalanan berlanjut ke kawasan daratan. Rombongan datang menuju sebuah perkampungan agak dalam yang dihuni oleh sebuah suku dan kemudian dilakukan penanaman pohon buah-buahan yang produktif dan bernilai ekonomi.

Dalam agenda ketiga, rombongan menuju ke suatau tempat,
Distrik Warmon namanya, di sini Muhammadiyah membeli lahan seluas tiga
hektar yang dimanfaatkan warga dari Suku Kokoda.

Lahan itu
diibeli oleh Muhammadiyah dengan dana dari UMS dan UMM.  Tempat ini
menurut Lazismu sudah lama menjadi aktivitas pemberdayaan Muhammadiyah.
Beberapa PTM, termasuk Lazismu dan MPM mengirimkan mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) 3T ke distrik ini.

Dulu hanya tanah kosong.
Selanjutnya dibangun rumah-rumah kayu. Berdasarkan hasil komunikasi
dengan Pemda setempat, akhirnya kementerian membanguan sekitar 60 rumah
baru. Meski jumlahnya masih kurang dari kebutuhan, tapi sudah sangat
membantu. Dalam kesempatan itu, UMY turut berpartisipasi dengan
membangun rumah baca, sedangkan Lazismu membangun kelas, sementara. MPM
melakulan pemberdayaan pertanian.

Pendekatannya menurut Hilman
cukup komprehensif dari Muhammadiyah. Meskipun tidak sedikit dana yang
dibutuhkan masyarakat untuk tidak terus menjadi warga yang
berpindah-pindah (nomaden). Pendidikan juga menjadi kunci. Perkembangan
kampung-kampung baru di Papua dengan fasilitas yang lebih lengkap memang
sangat dibutuhkan.

Partisipasi Muhammadiyah di sini tentu
penting untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar masyarakat Papua dalam
menatap masa depan. Dalam bingkai Indonesia Berkemajuan, setidaknya
warga masyarakat binaan mendapat kesempatan untuk menikmati akses
pendidikan.

Tak lupa rombongan berkesempatan mengunjungi kantor
Lazismu Kabupaten Sorong yang sangat sederhana namun penuh dengan
semangat untuk melakukan perubahan. Makna penting dalam kunjungan ini
persahabatan dan kekeluargaan. Dari Anda untuk Indonesia. Mewakili
Lazismu, Hilman Latief mengucapkan terima kasih dari pada para donatur
di seluruh Indonesia yang mendukung program-program Lazismu di kawasan
terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Anjar Nugroho, mengatakan, program ini merupakan kontribusi nyata Muhammadiyah untuk bangsa. “Papua adalah bagian NKRI yang harus dirawat. Seluruh elemen bangsa harus terlibat dalam perawatan itu, termasuk Muhammadiyah yang di dalamnya ada perguruan tinggi Muhammadiyah,” katanya.

Pendampingan dengan pendekatan pemberdayaan di segala bidang bagi warga Suku Kokoda, lanjut Anjar telah dilakukan oleh Muhammadiyah dan berjalan sukses. Pemberdayaan yang sampai hari ini masih berlangsung di Sorong bisa menjadi percontohan bagi pendampingan suku-suku yang lain di Papua Barat.

Dalam kolaborasi program kali ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya berkomitmen untuk bersama-bersama elemen bangsa lain merawat dan menjaga NKRI secara kongkrit dan nyata, karena kampus Muhammadiyah ini ada untuk Indonesia. (na)
.  

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

25 Siswa Duafa SMP Negeri 9 Batang Terima Kado School Kits Lazismu

Batang – LAZISMU. Senyum bahagia
terpancar dari siswa-siswi SMP Negeri 9 Batang, Jawa Tengah yang sedang memperingati
hari jadi ke-16 sekolah itu. Tepat pada hari jadi sekolah, beberapa siswa-siswi
yang berasala dari keluarga tidak mampu mendapatkan hadiah dari sekolah Lazismu.
 

Peringatan hari ulang tahun ini untuk pertama kalinya diadakan sepanjang SMPN 9 Batang berdiri. Sebagai rasa syukur, kado spesial untuk siswa-siswi yang membutuhkan diberikan 25 paket school kits dari pihak sekolah yang bekerjasama dengan Lazismu Batang.

 

Kepala
Sekolah SMP Negeri 9 Batang, Casyanto, mengatakan, pihaknya sangat senang dan
mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Lazismu Batang. “Bantuan paket school kits yang diberikan Lazismu
Batang untuk siswa-siswi kami sangat meringankan beban orang tua mereka,”
katanya. Dengan bantuan ini, para penerima manfaat diharapkan tambah semangat untuk
belajar, harap Casyanto.

 

Mukti Dewi Kinasih dan kawan-kawannya yang mendapatkan hadiah dari sekolah tercintanya dan Lazismu Batang tak terduga sebelumnya. Siswa yang biasa disapa Kina itu terharu mendapatkan paket perlengkapan alat-alat sekolah (23/9/2019). Tak hanya Kina, ada 24 siswa-siswi yang direkomendasikan mendapatkan kado serupa.

 

Direktur
Lazismu Batang, Muntoro Abdurrahman, menjelaskan, salah satu fokus kegiatan
Lazismu Batang adalah pada pilar pendidikan. Program itu direalisasikan dalam
banyak jenis, mulai bantuan perlengkapan sekolah yang rutin diadakan hingga
beasiswa untuk siswa berprestasi tetapi kurang mampu.

 

“Program
bantuan pendidikan itu strategis, karena sifatnya investasi masa depan. Satu
anak yang kita sekolahkan sampai perguruan tinggi misalnya, tentu harapannya
tidak hanya anak didik sukses, kelak dia tumbuh menjadi pribadi yang peduli
juga untuk membantu sesama,” jelasnya

 

Pihak
sekolah dan Lazismu Batang ingin di peringatan hari ulang tahun ke-16 SMP Negeri
9 Batang juga bisa memberikan manfaat bagi siswanya, khususnya yang
membutuhkan. (nov)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Serahkan Bantuan Rombong Nasi Bungkus untuk Takmir Masjid

Pasuruan – LAZISMU. Program Jum’at
Berkah bagi Lazismu Jawa Timur rutin dilakukan setiap hari Jum’at. Di hari
inilah Lazismu berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan selain para jamaah
salat Jum’at. Biasanya nasi bungkus diberikan secara gratis untuk penerima manfaat.
  

 

Gerakan
Jumat berkah di kota Pasuruan banyak dirasakan manfaatnya baik bagi penerima
manfaat, salah satunya para jamaah. Mereka menerima nasi bungkus begitu juga para
takmir masjid. Seiring waktu jamaah semakin bertambah. Imbasnya, para jamaah
turut tergugah untuk mendonasikan nasi bungkus kepada Lazismu.

 

Lazismu
kota Pasuruan memberikan apresiasi kepada takmir masjid Al-Ikhlas, Kebon Jaya, Kelurahan
Kebon Agung, Kecamatan Purworejo, yang memfasilitasi sarana atau tempat
pengumpulan dan pembagian nasi bungkus.

 

Ketua
Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim, mengatakan, takmir masjid Al-Ikhlas dalam
hal ini secara langsung diwakili Arly Kusnan, sejauh ini telah berkolaborasi
bersama Lazismu. Apalagi kegiatan rutin di Jum’at berkah sudah menjadi ciri
khas Lazismu di Jawa timur.

 

Dampaknya jamaah ikut tergerak untuk berdonasi yang pada gilirannya bertambah juga para jamaah yang menerima nasi bungkus. “Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi itu, Lazismu Kota Pasuruan memberikan bantuan berupa rombong kepada takmir masjid,” katanya.

 

Rombong
secara simbolis diterima Arly Kusnan pada Rabu, 25 September 2019. Arly Kusnan,
mengucapkan terima kasih atas bantuan sarana Jumat berkah dari Lazismu. Arly
melanjutkan, kegiatan pembagian nasi bungkus Jumat berkah pada prinsipnya untuk
memeberikan fasilitas.

 

“Takmir
hanya memfasilitasi jamaah yang setiap hari Jumat menyerahkan nasi bungkus
kepada takmir untuk di bagikan kepada jamaah salat Jumat,” bebernya. Mudah
mudahan rombong ini bisa bermanfaat sebagai tempat pengumpulan dan pengambilan
nasi bungkus yang sebenarnya kurang tertata rapi, ujarnya. (na)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

7 Kecamatan Kekeringan, Lazismu Bersama AMCF, DMC, dan MDMC Salurkan Bantuan Air Bersih

Bojonegoro – LAZISMU. Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro akibat kemarau panjang membuat warga di 17 kecamatan kesulitan memperoleh air bersih. Kepala BPBD Bojonegoro awal September lalu telah menyampaikan melalui media, dampak kekeringan ini berimbas kepada 37 desa yang bergantung pada bantuan air bersih.

Pada pertengahan September, lembaga amil zakat nasional dalam hal ini Lazismu, merespons dengan memberikan bantuan air bersih bersama Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) di beberapa desa yang tersebar di 7 kecamatan. Meluasnya dampak kekeringan bagi Lazismu Bojonegoro perlu diatasi agar warga tetap dapat mengakses air besih meski jumlahnya terbatas.

Lazismu mengagendakan akan menyalurkan 120.000 Liter air untuk mengatasi bencana kekeringan selama seminggu di kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 7 kecamatan antara lain Kecamatan Kedewan, Purwosari, Ngraho, Tambakrejo, Padangan, Daden dan Margomulyo.

Kemarau panjang di Bojonegoro telah memperkering sungai Bengawan Solo yang melintas di kabupaten itu. Hujan yang belum kunjung turun membuat bencana kekeringan semakin mempengaruhi kondisi kehidupan warga termasuk pertanian.

Kebutuhan masyarakat akan air bersih untuk aktivitas sehari-hari kian mendesak. Maka pada 16 Septermber kemarin, Lazismu menyalurkan 20.000 Liter air di Kecamatan Tambakrejo, tepatnya di Desa Gamongan. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

Sartono selaku amil Lazismu Bojonegoro mengabarkan warga begitu bahagia saat bantuan air bersih tiba. Jiran salah seorang warga mengatakan kekeringan tahun ini yang paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.

 
Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Gamongan, Rochmad mengungkapkan, selama ini belum ada yang memberikan bantuan air di desanya. Warga akhirnya banyak yang mencari air ke desa-desa tetangga yang jaraknya cukup jauh. “Warga berharap agar desa kami dapat bantuan air, pimpinan desa juga akan menyalurkanya ke masyarakat,” pungkasnya.

Sunarko amil Lazismu Bojonegoro dengan rinci mengatakan, pembagian air bersih pada hari pertama dilkukan di dua kecamatan antara lain meliputi Ponpes Adnan Al-Charish Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, dengan penerima manfaat 350 santri, Desa Gamongan Krajan,  RT. 02/04 Kecamatan Tambakrejo, dengan penerima manfaat 35 KK, RT. 02/03 sejumlah 41 KK, RT. 03/03 sebanyak 45 KK, dan RT. 04/03 sekitar 46 KK.

Di hari kedua, 18 September 2019, Lazismu meperluas jangkauan di Kecamatan Ngraho, antara lain penerima manfaatnya dari desa Nganti.terutama Dusun Pepe RT. 35/11 sebanyak 29 KK, RT. 33/11 sejumlah 49 KK, RT. 34/11 terdiri dari 35 KK, RT. 45/13 sebanyak 63 KK dan RT. 34/11 sebanyak 35 KK.

Barulah kemudian di hari ketiga di dua kecamatan berbeda dengan penerima manfaat air bersih sebanyak 112 KK pada 19 September 2019. Sampai dengan hari keenam, Sartono mengatakan, air bersih yang digelontorkan volumenya sekitar 15.000 liter. Selain AMCF, Lazismu bersinergi dengan MDMC, dan DMC di kecamatan Ngambon, Desa Gowah dan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem (22/9/2019).

Sebagai agenda terakhir bersama AMCF, Penyaluran air bersih ini diterim manfaatnya oleh warga yang hadir sekitar 120 orang. Jadi total air yang dikirimkan, lanjut Sartono volumenya sebanyak 140.000 liter ditambah 105.000 liter dengan jumlah keseluruhan 145.000 liter per pekannya di hari Jum’at. (st)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross