Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
Lazismu dan BKKBN Kepulauan Babel Teken MoU Program Genting, Prioritaskan Sanitasi Layak Air Bersih

Lazismu dan BKKBN Kepulauan Babel Teken MoU Program Genting, Prioritaskan Sanitasi Layak Air Bersih

PANGKALPINANG -- Lazismu Wilayah Kepulauan Bangka Belitung bersama Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka pelaksanaan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor BKKBN setempat pada Senin, (20/10/2025), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, serta perwakilan instansi terkait. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga dalam upaya percepatan penurunan stunting di Bangka Belitung, khususnya melalui peningkatan akses terhadap sanitasi layak dan air bersih.

Ketua Lazismu Kepulauan Bangka Belitung, Heru Kurniawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud konkret kepedulian umat dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. “Dengan fokus pada penyediaan sanitasi dan sumber air bersih bagi keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Masalah stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga menyangkut akses terhadap air bersih dan sanitasi. Melalui program ini, kata Heru, berharap bisa membantu masyarakat di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan bisa berkelanjutan dengan penghimpunan donasi dari zakat, infak, dan sedekah yang dituangkan ke dalam program.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan, kolaborasi dengan lembaga sosial seperti Lazismu sangat penting dalam menjangkau keluarga-keluarga yang rentan.

"Program GENTING menjadi tulang punggung pendekatan berbasis keluarga dalam pencegahan stunting. Kolaborasi ini akan memperkuat intervensi di lapangan, terutama dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti sanitasi dan air bersih," pungkasnya.

Pada tahap awal, sambung Fazar, program ini akan difokuskan di desa Labu di Kabupaten Bangka yang tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan minim akses sanitasi aman. Kegiatan akan mencakup pembangunan sarana air bersih dan edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kepulauan Bangka Belitung.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Babel]

SELENGKAPNYA
22 Oktober 2025
EMT Muhammadiyah Tersertifikasi WHO, Lazismu Siap Dukung Program Kemanusiaan di Kancah Internasional

EMT Muhammadiyah Tersertifikasi WHO, Lazismu Siap Dukung Program Kemanusiaan di Kancah Internasional

JAKARTA -- Pada Juli 2025, Lazismu memberikan dukungan kepada Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah mengutus peserta pelatihan lapangan untuk mengikuti program Emergency Medical Teams Twinning, Training, and Transfer Knowledge (EMT TTT), yang pendampingannya secara teknis dari Robert Koch Institute (RKI) dan International Search and Rescue (ISAR) German.

Pelatihan lapangan itu merupakan tahap pre-verification yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) kepada EMT Muhammadiyah untuk bisa secara resmi menjadi tim medis darurat berstandar internasional. Tujuannya untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kualitas layanan kesehatan yang diberikan oleh tim medis darurat nasional dan internasional setelah terjadinya bencana atau keadaan darurat lainnya dalam aktivasi dan koordinasi.

Melalui proses panjang dan komprehensif sejak tahun 2017, akhirnya EMT Muhammadiyah dinyatakan terverifikasi oleh (WHO), demikian disampaikan MDMC Indonesia dalam rilisnya pada Minggu, (19/10/2025).

Selama program pelatihan berlangsung, EMT Muhammadiyah didukung penuh oleh Lazismu sebagai komitmen lembaga amil zakat dalam pilar program kemanusiaan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia.

Direktur Program Distribusi dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah resmi mendapatkan sertifikasi dari WHO, sebagai tim medis darurat pertama dari Indonesia yang memenuhi standar internasional.

“Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya. Sertifikasi ini, sambung Ardi, menjadi bukti nyata komitmen dan profesionalitas Muhammadiyah dalam pelayanan kemanusiaan global mulai dari respons darurat, pemulihan pascabencana, hingga penguatan sistem kesehatan masyarakat.

Lazismu sebagai bagian dari ekosistem filantropi Muhammadiyah, kata Ardi, merasa terhormat dapat berkontribusi nyata dalam mendukung misi kemanusiaan ini melalui pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif dan tepat sasaran.

“Pencapaian ini semakin menegaskan bahwa dana umat yang dikelola dengan amanah dapat melahirkan dampak yang berskala nasional hingga internasional”, pungkasnya.

Ardi menambahkan, dukungan Lazismu terhadap program kemanusiaan yang berkolaborasi dengan Lembaga Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah telah berlangsung sejak merespons tragedi kemanusiaan Rohingya pada tahun 2016 bersama MuhammadiyahAid.

Selain itu, dukungan lain diberikan saat respons bantuan kemanusiaan di Palestina pada tahun 2018. Dukungan selanjutnya saat persiapan sertifikasi EMT Muhammadiyah pada tahun 2019-2020 sampai dengan persiapan sertifikasi EMT tahun 2019 – 2025.

Pilar program kemanusiaan yang melekat dalam gerakan filantropi di Lazismu, dalam aspek pendistribusiaan nilai manfaat turut memberikan andil dari sisi penghimpunan. Menurut Direktur Fundraising Lazismu Pusat, Mochammad Sholeh Farabi, kehadiran EMT Muhammadiyah tidak hanya menjadi ujung tombak penanganan kesehatan dalam situasi darurat, tetapi juga secara signifikan memperkuat dampak dan efektivitas pendistribusian dan penghimpunan.

Kekuatan respons bencana ini bersumber dari gotong-royong seluruh masyarakat Indonesia melalui jaringan Lazismu di berbagai wilayah dan daerah. “Dana yang terhimpun selanjutnya disalurkan dalam respons darurat bencana ini”, pungkasnya.

 Setiap nilai rupiah yang diamanahkan melalui Lazismu, kata Farabi, mulai  dari Aceh sampai Papua berkontribusi untuk kesiapsiagaan bencana yang digerakan oleh program Indonesia Siaga untuk meringankan beban penyintas pascabencana. Kedepannya, Lazismu mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kesiap-siagaan ini dengan berdonasi secara rutin.

“Bencana bisa datang kapan saja dan dengan kesiapan dana yang telah dihimpun maka respons secara darurat akan jauh lebih cepat”, paparnya. Farabi mengajak masyarakat untuk bersedakah sebagai bagian dari gaya hidup kita. Masyarakat dapat menyalurkannya melalui saluran donasi resmi Lazismu dengan mengunjungi website, rekening bank, atau langsung ke kantor Lazismu terdekat.

Semoga capaian EMT Muhammadiyah yang didukung oleh Lazismu ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menebar kebermanfaatan, meneguhkan semangat kemanusiaan (Humanity Beyond Borders) dan memperluas kiprah Muhammadiyah di kancah internasional melalui gerakan zakat dan kemanusiaan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
21 Oktober 2025
Lazismu dan MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura Jalin Kerja Sama Penguatan Program Filantropi Pendidikan

Lazismu dan MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura Jalin Kerja Sama Penguatan Program Filantropi Pendidikan

LANGKAT – Lazismu Kabupaten Langkat resmi menjalin kerja sama dengan MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program Sekolah Peduli Pendidikan Filantropi.

Acara berlangsung di MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura, Sabtu (18/10/2025), penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Lazismu Kabupaten Langkat, M. Sholihin Nur Tarigan Tuadan Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura, Iwan Susanto.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas pelaksanaan program-program filantropi di sekolah, sekaligus mendukung kegiatan pendidikan yang telah berjalan sebelumnya seperti Save Our School (SOS), Beasiswa Mentari, dan program sosial lainnya.

Dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan gerakan filantropi Islam, Iwan Susanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lazismu Langkat dalam menanamkan nilai-nilai filantropi di lingkungan sekolah.

“Kami menyambut baik program filantropi ini. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan siswa dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Langkat, M. Sholihin Nur Tarigan Tua, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar Muhammadiyah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan komitmen terhadap kemanusiaan.

“Program Sekolah Peduli Pendidikan Filantropi bukan hanya tentang membantu sekolah, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang gemar berbagi dan peduli terhadap sesama. Kami berharap ke depannya program ini dapat diterapkan di seluruh sekolah dan perguruan Muhammadiyah se-Kabupaten Langkat,” ungkapnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, Lazismu Langkat dan MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura berkomitmen untuk terus bersinergi dalam membangun masa depan pendidikan yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa sosial tinggi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut mengembangkan semangat filantropi di dunia pendidikan.

Dengan semangat Sekolah Peduli Pendidikan Filantropi, Lazismu Langkat terus menggerakkan kebaikan yang berkelanjutan mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan tulus dalam kepedulian sosial.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Pura, jajaran guru dan staf MTs Muhammadiyah 19, serta perwakilan dari Lazismu Langkat, di antaranya Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rahayu Widyaningsih, Badan Pengurus Lazismu Langkat Supiana dan Siti Sundari, serta para relawan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Langkat]

SELENGKAPNYA
20 Oktober 2025
Raih Penghargaan dari Kemendukbangga, Komitmen Lazismu Cegah Stunting Melalui Gerakan Zakat

Raih Penghargaan dari Kemendukbangga, Komitmen Lazismu Cegah Stunting Melalui Gerakan Zakat

Jakarta — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atas komitmennya dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). (15/10/2025)

Penghargaan tersebut diserahkan pada kegiatan Talkshow Solidaritas GENTING: Tumbuh Tanpa Batas di Menara Kompas, Rabu (15/10). Acara ini merupakan kolaborasi antara Kemendukbanga, media nasional, dan sejumlah lembaga sosial. Selain Lazismu, terdapat 10 lembaga mitra lain yang turut menerima penghargaan serupa.

Dalam sambutannya, Menteri Kemendukbangga menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi stunting. “Presiden pernah mengamanatkan secara langsung: ‘tolong urus ibu hamil.’ Amanat itu kami wujudkan melalui gerakan nyata yang menjadikan pencegahan stunting sebagai kekuatan utama pembangunan keluarga. Maka lahirlah program GENTING,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan pencegahan stunting telah berjalan baik, namun tantangan masih besar. “Pada 2021 angka stunting masih 24%. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka itu turun menjadi 19,8%. Artinya, dari 10 balita, masih ada dua yang mengalami stunting,” jelasnya.

Menurut Menteri, penyebab utama stunting adalah kekurangan nutrisi sejak masa kehamilan. “Kami terus mendukung ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD melalui intervensi nutrisi, distribusi bantuan, serta edukasi gizi. Setelah persoalan nutrisi teratasi, fokus diarahkan pada sanitasi dan air bersih,” tambahnya.

Badan Pengurus Lazismu, Arif Jamali Muis, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. “Alhamdulillah, Lazismu mendapat penghargaan atas dedikasi dalam pencegahan stunting dari Kemendukbanga. Ke depan, kami berkomitmen membangun rumah layak bagi keluarga berisiko stunting dan terus bergotong royong mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Lazismu selama ini aktif menjalankan berbagai program kesehatan dan gizi masyarakat, seperti pembagian paket nutrisi untuk ibu hamil dan balita, edukasi gizi keluarga, hingga pembangunan sarana hidup layak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi 18% pada 2025 dan 14% pada 2029 sesuai RPJMN.

Melalui pendekatan gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Lazismu menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi pencegahan stunting. Tidak sekadar memberi bantuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk melindungi masa depan generasi bangsa.

SELENGKAPNYA
16 Oktober 2025
Lazismu Sumut Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Taqwa Bulan Jahe

Lazismu Sumut Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Taqwa Bulan Jahe

KARO -- Wujud kepedulian terhadap pengembangan sarana ibadah di daerah kawasan minoritas muslim, menjadi perhatian Lazismu Sumatera Utara dengan menyalurkan bantuan material bangunan kepada pengelola Masjid Taqwa, pada Kamis, (09/10/ 2025).

Penyerahan bantuan diberikan kepada Panitia Pembangunan Masjid Taqwa yang berada di Desa Bulan Jahe, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, berupa material bangunan untuk mendukung percepatan proses pembangunan renovasi masjid.

Disaksikan tokoh masyarakat dan warga setempat, Lazismu Sumatra Utara berharap kehadirannya di tengah masyarakat dapat memberikan semangat dakwah. Warga menyambut hangat, dengan penuh rasa Syukur berdoa agar pembangunan masjid segera rampung.

Ketua Lazismu Sumut Syahrul Amsari, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan Lazismu Peduli Rumah Ibadah, sebagai pilar program sosial dakwah yang dikenal dengan Back to Masjid. Tujuan penyerahan bantuan ini, kata Syahrul untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pembinaan umat. Karena itu, Lazismu ingin memastikan rumah Allah dapat berdiri kokoh dan nyaman bagi masyarakat,” tandasnya. Dengan kondisi geografis di daerah pegunungan, warga di sana masih muslim minoritas di Desa Bulan Jahe.

Melalui bantuan ini, Lazismu berharap masyarakat semakin bersemangat dalam melanjutkan pembangunan masjid dan menjadikannya pusat kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taqwa, Edi Ginting, menyampaikan terima kasih atas dukungan Lazismu Sumut. Kami sangat berterima kasih atas perhatian Lazismu. “Bantuan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus melanjutkan pembangunan masjid. Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur dan pihak Lazismu dengan pahala berlipat,” ungkapnya.

Desa Bulan Jahe merupakan salah satu wilayah dataran tinggi di Kabupaten Karo yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Dengan hadirnya Masjid Taqwa yang representatif, diharapkan masyarakat dapat menjadikannya sebagai tempat memperkuat ukhuwah, menumbuhkan semangat dakwah, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lazismu Sumatera Utara dalam menebar manfaat dan mewujudkan visi “Mencerahkan, Memberdayakan, dan Menyejahterakan Umat”. Melalui program-program kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan, Lazismu terus berupaya menghadirkan kehadiran yang bermakna bagi masyarakat Sumatera Utara, termasuk di pelosok daerah.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Sumut]

SELENGKAPNYA
10 Oktober 2025
Dalam Sunyi Menjemput Suara, Donatur Lazismu Banyumas Persembahkan Alat Bantu Dengar Untuk Karan

Dalam Sunyi Menjemput Suara, Donatur Lazismu Banyumas Persembahkan Alat Bantu Dengar Untuk Karan

BANYUMAS – Berbagai jenis suara yang sampai ke telinganya tak pernah benar-benar berbunyi. Gelombang suara yang merambat hanya meninggalkan kesunyian. Enam tahun Karan hidup dalam diam tanpa suara yang bisa didengar. Indera pendengarannya tak berfungsi normal.

Karan, bocah asal Cilongok, berharap hidupnya dapat merasakan getaran dan bunyi, seperti anak seusianya.  Harapan itu akhirnya terwujud, Ia bisa mendengar suara dalam dunia penuh warna. Pasalnya, Lazismu Banyumas memberikan bantuan berupa alat bantu dengar pada Kamis, 09 Oktober 2025.

Melalui program kesehatan, Lazismu menyerahkan alat bantu dengar di di Audiotune Purwokerto, yang disaksikan langsung oleh Irfan Awaludin, Penanggung Jawab Program Kesehatan Lazismu Banyumas, serta Daniar Rifaldi, Manajer Penghimpunan.

Karan datang bersama ibu dan neneknya, haru menyaksikan momen pertama ia mulai merespons suara di sekelilingnya. Sejak lahir, Karan hanya mampu menangkap suara dengan frekuensi tinggi, sementara sisanya hanyalah hening.

Di saat kelemahan alat Indera ada dalam dirinya, semangatnya untuk bersekolah dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya tak pernah padam. Kini, dengan alat bantu dengar yang telah disesuaikan dengan ukuran telinganya, Ia selangkah lebih dekat menuju kehidupan yang lebih normal.

Manajer Penghimpunan Lazismu Banyumas, Daniar Rifaldi, mengatakan, bahwa alat bantu dengar senilai Rp 28 juta terwujud setelah menggalang dana selama satu bulan. “Dukungan masyarakat Banyumas untuk berpartispasi dan berdonasi menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat mengubah hidup seseorang,” ujarnya.

Ini bukan sekadar alat, melainkan suara harapan bagi Karan dan keluarganya, kata Daniar. Lazismu Banyumas, kata dia, berharap ada semakin banyak anak dengan keterbatasan fisik ydapat memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan belajar seperti anak-anak lainnya.

Ani Puji Astuti,  orang tua Karan menyampaikan terima kasih kepada donatur Lazismu yang telah membantu Karan. “Karan sudah bisa menggunakan alat bantu dengar ini, dan bisa mendengar agar bisa belajar lebih jauh lagi sehingga memudahkannya untuk bersosialisasi,” pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banyumas]

SELENGKAPNYA
9 Oktober 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross