

Rohingya – LAZISMU. Di tengah krisis pandemi global, Lazismu sebgai lembaga amil zakat nasional dalam program Ramadan Memberdayakan, telah menyalurkan bantuan bertajuk ketahanan pangan yang secara nasional serentak digaungkan untuk para penerima manfaat.
Sementara selain di dalam negeri, perhatian Lazismu di Ramadan juga tertuju ke Rakhine State, Myanmar, untuk menyalurkan bantuan paket ramadhan ke penerima manfaat. Nasharudin yang berada di lokasi sekaligus mewakili Lazismu mengatakan, dalam penyaluran bantuan ini, Lazismu berkolaborasi dengan Community Initiative Development (CID).
Nashar mengungkapkan secara manajemen kolaborasi Lazismu dan mitra lokal di Myanmar di bawah arahan Padi Global Asia (PGA) dan secara legalitas lapangan di bawah CID. “Alahmdulillah dengan sinergi ini banyak mendapatkan kemudahan akses dan penerimaan pemerintah dan masyarakat di lapangan serta komunitas lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut Nashar menjelaskan, dalam penyaluran bantuan itu penerima manfaatnya semua adalah Rohingya. Ada 4 titik yang menjadi target penyaluran bantuan paket ramadhan, pertama dua masjid di Dar Paing Camp yakni masjid in Makee Myaing village dan masjid in Nga Pwint Gyi village pada Sabtu, 23 Mei 2020.
Total penerima penerima manfaatnya sekitar 800 dalam bentuk menu buka puasa (iftar) dan 200 di antaranya anak-anak yang membawa pulang untuk makan di rumah. Diperkirakan ada 1000 penerima manfaat iftar. Sedangkan paket ramadan dibagikan untuk 100 kepala keluarga.
“Jika 1 KK terdiri dari 6 anggota keluarga, maka bisa dikatakan 600 orang memperoleh manfaat bantuan paket Ramadan ini,” terangnya mengabarkan dari lapangan yang di Indonesia menunjukkan waktu pukul 01.05 WIB, tanggal 24 Mei 2020. Secara keseluruhan menurutnya, ada 1600 penerima manfaat, sambung Nashar yang juga penanggung jawab CID.

Tepi Barat, Gaza
Sebelumnya Lazismu melalui Muhammadiyah Aid, juga telah menyalurkan paket bantuan Raamdhan untuk warga yang berada di Tepi Barat, Gaza, Palestina. Penanggung Jawab Muhammadiyah Aid, Wachid Rdwan mengatakan, bantuan ke Tepi Barat disalurkan melalui Al-Tsauri Silwan Women Center (AWC) dan bantuan ke Gaza disalurkan melalui International Education Scientific and Cultural Organisation (IESCO).
Wachid mengatakan, bantuan yang disalurkan sebagai bingkisan Ramadhan diperuntukkan bagi duafa dan warga yang terdampak covid-19, khususnya mereka yang tidak punya penghasilan tetap karena wilayah masing-masing dalam kondisi lockdown. Jumlah dana yang disalurkan sebesar USD 6.500 (enam ribu lima ratus Dolar) untuk Tepi Barat dan USD 6.500 (enam ribu lima ratus dolar) yang dikemas dalam bentuk paket sembako.
Wachid menuturkan, bantuan paket Ramadan ke Pelestina dilakukan sejak 7 Mei sampai 22 Mei 2020 sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita di sana yang tengah bertahan melawan wabah Covid-19. (na)

Jakarta - LAZISMU. Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI, dibawah komando Sufmi Dasco Ahmad berkunjung ke Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rombongan Satgas diterima oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Suyatno dan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, pada Rabu, 3 Juni 2020.
Dalam kunjungannnya, Dasco mengatakan, telah berkunjung ke beberapa lembaga, termasuk ormas. Kali ini ke ormas Muhammadiyah. Ada banyak diskusi soal bagaimana pelaksanaan aktivitas jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jika dilonggarkan dalam penerapan new normal. Termasuk aktivitas masyarakat di rumah ibadah apakah waktunya sudah pas atau belum, dan berkenaan dengan kebijakan pemerintah melalui Kemenag yang telah membatalkan penyelenggaraan ibadah haji.
“Kita berbagi informasi untuk kemaslahatan umat, banyak masukan dan pendapat, terutama dari PP Muhammadiyah sangat bagus, yang saat ini sudah terjun ke tengah masyarakat terutama melalui Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC),” jelasnya.
Soal pembatalan haji, Dasco mengatakan, punya pendapat yang sama demi kemaslahatan umat. Meski kesiapannya sudah matang, karena waktunya juga sudah mepet maka perlu dibatalkan.
Pada pertemuan itu, secara resmi PP Muhammadiyah melalui Abdul Mu’ti selaku Sekretaris Umum, menyatakan, adalah terlalu terburu-buru bila tempat-tempat umum dibuka secara bebas. Muhammadiyah sejak awal menyampaikan agar konsep mengenai relaksasi dan new normal yang disampaikan oleh para pejabat-pejabat itu disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
“Sehingga tidak menimbulkan kegelisahan agar tidak terjadi salah paham di kalangan masyarakat. Ini penting dan sesuai di pertemuan tadi juga telah dibahas sosialisasi kepada masyarakat agar disiapkan dengan sebaik-baiknya,” paparnya.
Selanjutnya, Abdul Mu’ti menambahkan, Muhammadiyah belum menerbitkan maklumat soal ibadah di saat pandemik. Saat ini masih menggunakan maklumat lama yang diterbitkan sebelum idul fitri. “Muhammadiyah akan mempersiapakan langkah-langkah melalui rapat pleno mengenai kebijakan new normal yang dikeluarkan pemerintah, yang nantinya akan melibatkan Tim MCCC, Majelis Tabligh dan Tarjih bagaimana membicarakan panduan ibadah ketika ada kebijakan dan panduan baru dari pemerintah,” terangnya.
Di samping itu, lanjut Abdul Mu’ti, perlu juga diapresiasi ada beberapa daerah-daerah tertentu yang sebelumnya dikatakan zona merah sekarang jadi zona hijau, kami apresiasi langkah yang sudah dilakukan semua.
Hal penting lainnya, kata Abdul Mu’ti, adalah pemenuhan protokol kesehatan Covid-19 yang tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Seperti social distancing, cuci tangan dan sanitizer. Mencakup apa yang telah disampaikan Dasco Ahmad ada box-box yang disediakan di tempat ibadah.
Tetapi kata Abdul Mu’ti, jangan masyarakat yang menyediakan sendiri, akan sangat bagus bila pemerintah menyediakan box-box yang memang jadi salah satu alat pendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sebelum ke tempat ibadah.
Karena itu kami mengapresiasi kunjungan Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, yang sudah menjaring masukan-masukan dari masyarakat. Maka sekali lagi penting tetap ada edukasi ke masyarakat seperti poin yang disepakati dengan Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, bahwa UMKM harus diberdayakan karena jumlah mereka sangat besar, dan merekalah yang sebenarnya paling banyak terdampak.
Pada konteks ini, Muhammadiyah sangat berhati-hati, masih harus mempertimbangkan dengan seksama tentang keselamatan dan kesehatan masyarakat. “Secara statistik belum ada penurunan jumlah yang signifikan jadi sebenarnya secara nasional masih zona merah walaupun di daerah di katakan oleh gugus tugas masih dalam posisi relatif aman,” terangnya.
Termasuk edaran menteri agama menyangkut membuka tempat ibadah karena kondisi sudah aman, tapi jika terjadi kasus maka tempat ibadah itu bisa ditutup lagi. “Artinya bukan berlaku terjun bebas, saya sering katakan bila kita ini ambyur, semuanya bereuforia new normal maka semua akan ambyur semua ke titik nol, jadi jangan semuanya ambyur karena nanti akhirnya akan jadi ambyar,” pungkasnya. (na)

Yogyakarta – LAZISMU. Selama Ramadhan berlangsung, Lazismu tidak sebatas memberikan bantuan takjil dan sembako kepada warga, di Yogyakarta Lazismu Pusat membagikan 4000 Paket takjil untuk tenaga medis di 3 Rumah sakit di Yogyakarta. Program takjil ini di salurkan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul, PKU Muhammadiyah Gamping, dan PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Program ini telah berjalan sejak pertengahan Ramadhan dan akan berakhir di penghujung ramadhan.
Ardi Ardi Luthfi Kautsar selaku amil yang mengkoordinatori Program Takjil untuk Wilayah Yogyakarta saat dihubungi (20/5/2020) mengungkapkan, program ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah tenaga medis dalam mendapatkan takjil untuk berbuka puasa.
“Program penyediaan Takjil ini kami peruntukan bagi tenaga medis yang sedang bertugas, harapan kami dengan adanya program ini tenaga medis akan mudah dalam mendapatkan makanan takjilnya, karna kami melihat ketika tenaga medis terutama yang sedang berjaga di area-area sensitif dengan APD lengkap akan kesulitan kalau harus mencari makanannya keluar rumah sakit, ” terangnya.
Pembagian takjil dilakukan setiap hari selama bulan ramadhan, di 3 rumah sakit muhammadiyah dengan jumlah masing masing 100 paket perhari. Ardi melanjutkan, paket takjil yang disediakan Lazismu adalah paket nasi komplit serta buah-buahan sebagai penunjang ketahanan tubuh bagi tenaga medis.
Dalam penyediaan takjil ini Lazismu juga menggandeng UMKM sekitar rumah sakit sebagai penyedia paket takjil tersebut. Hal ini menurut ardi dimaksudkan agar tidak hanya tenaga medis yang mendapatkan manfaat, tetapi juga masyarakat sekitar atau pedagang yang memang terdampak covid-19 ini bisa merasakan manfaat dari program ini.
Atas kegiatan ini, Wakyu selaku perwakilan dari salah satu rumah sakit menyampaikan apresiasi dan berterimakasih kepada Lazismu dan khusunya kepada donatur yang telah memberi bantuan donasi yang diprogramkan dalam bentuk takjil untuk tenaga medis di rumah sakit. “Kami atas nama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul mengucapkan terimakasih atas program takjil Ramadhan dari lazismu yang sudah kami terima untuk 14 hari ini, insyaaalah setiap harinya akan kami distribusikan untuk 100 orang tenaga medis,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Saeful Anwar selaku UMKM penyedia makanan takjil untuk program takjil Ramadhan lazismu ini. Bahkan beliau sangat bersyukur atas dipilih cateringnya untuk menyediakan takjil, meningat usahanya.
Wabah virus corona yang melanda hampir seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia khususnya Yogyakarta, kota dengan pesona pariwisata nya seolah lemah tak berdaya melawan hantaman wabah corona. Hampir seluruh sektor pariwisata di kota ini mati suri. Dampak ini sangat dirasakan oleh Saeful Anwar Pria dengan tiga orang anak yang kesehariannya bekerja sebagai penyedia jasa catering untuk rombongan wisata yang biasa datang dari berbagai kota mulai kesulitan mencari pasarnya.
“Alhamdulillah saya mengucap syukur, dengan adanya program dari lazismu ini sangant membantu sekali perekonomian saya di rumah, dan bukan hanya untuk saya tetapi untuk tetangga – tatangga saya juga, karena seperti biasa jika ada pesanan besar saya selalu melibatkan tetangga untuk membantu perekonomian mereka juga,” ujarnya. (na)

Martapura -
LAZISMU. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah
Muhammadiyah (Lazismu) dan Muhammadiyah
Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Banjar pada
Selasa, (19/5/2020) menggelar program siaga pangan bantu petani di tengah pandemi.
Program ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang target sasarannyaadalah petani sayur yang juga terdampak adanya pandemi Covid-19.
Hal ini dilatar-belakangi adanya laporan dari seorang kader muhammadiyah mengenai rendahnya harga jual sayur yang dijual para petani. Kader tersebut kemudian meminta Lazismu dan MCCC Kabupaten Banjar untuk membantu para petani tersebut.
Menanggapi hal itu, Ginanjar Sutrisno, Manajer Lazismu Kabupaten Banjar menjelaskan,awal berjalan program ini melalui dititipkannya 175 ikat sayur oleh para petani.
“Yang pelaksanaannya setelah Lazismu dan MCCC berkomunikasi dengan perwakilan petani, dan kami diberikan 175 ikat sayur untuk dibagikan ke masyarakat yang memerlukan,”jelasnya.
Ginanjar menambahkan dari 175 ikat sayur tersebut kami berinisiatif untuk membuka donasi untuk membantu petani. “Sayur yang diberikan itu kami dijadikan media syiar untuk donasi dengan cara berdonasi mulai dari lima ribu rupiah mendapatkan satu ikat sayur,” tambahnya.
Ternyata, sambung Ginanjar, respons donatur cukup bagus dengan ditandai banyaknya donatur yang berdonasi. Nominalnya beragam bahkan ada yang berani memborong semuanya dan berpesan untuk di eruskan ke masyarakat yang memerlukan.
Senada dengan itu, Hasmi Ridho, Ketua MCCC Kabupaten Banjar menyampaikan rasa syukur dan menyambut baik adanya program ini. “Alhamdulillah, dengan adanya program siaga pangan Lazismu dan MCCC Kabupaten Banjar petani yang terdampakterbantu dengan cara seperti ini,” tandasnya
Ridho yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banjar menambahkan, kegiatan ini tentu membantu petani dan masyarakat. "Di satu sisi kita membantu petani selain itu juga membantu saudara kita yang memerlukan sayur,” tambahnya.
Dana
yang terkumpul diberikan ke para petani untuk membantu memenuhi keperluan
sehari-hari. Adapun sayur yang titipkan para petani adalah sayur berupa sawi
dan kacang panjang. (mn)

Jakarta – LAZISMU. PT Bank CIMB Niaga Syariah Tbk (CIMB Niaga Syariah) hari ini Kamis, 4 Juni 2020, menyerahkan bantuan program penanganan Covid-19 di Indonesia yang berkolaborasi bersama Lazismu Pusat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Indra Sakti selaku Funding and Community Head CIMB Niaga Syariah kepada Lazismu yang diwakili oleh Edi Muktiono selaku Manager Fundraising.
Penyerahan berlangsung di halaman Pusdiklat PKU Muhammadiyah, yang berada di kawasan RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Indra Sakti mengatakan, CIMB Niaga Syariah berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 sehingga manfaatnya dapat dirasakan terutama bagi mereka yang bertugas sebagai tenaga medis.
“Selain membantu program pemerintah, kali ini kami memercayakannya kepada Lazismu sebagai mitra strategis. Bantuan ini merupakan persembahan dari nasabah CIMB Niaga Syariah untuk bantuan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 berupa alat bantu kesehatan petugas medis,” katanya.
Alhamdulillah kolaborasi terlaksana, dengan menyalurkan dana Qardhul Hasan dari nasabah CIMB Niaga Syariah dalam program penanganan Covid-19 di Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para korban yang terdampak.
Harapannya dengan program ini bersama Lazismu membantu mereka yang bertugas di garda depan terutama tenaga medis. Kita berharap semua kembali normal ke sedia kala. “Semoga berkah Lazismu, CIMB Niaga Syariah dan berkah untuk semuanya,” pungkas Indra.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Fundraising Lazismu Pusat, Edi Muktiono, mengucapkan terima kasih kepada CIMB Niaga Syariah, yang telah mengamanahkan bantuan tersebut. Tidak hanya dari individu, dari perusahaan seperti CIMB Niaga Syariah merupakan berkah setelah hari raya Idul Fitri.
“Lazismu tidak sendiri dalam program melawan Covid-19, tapi bersinergi dengan Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC) PP Muhammadiyah serta semua pihak yang berkepentingan, maka sekali lagi semoga bantuan ini bagi masyarakat dan petugas medis yang terdampak dapat merasakan manfaatnya,” tutup Edi. (na)

Lamongan – LAZISMU. Ditengah upaya berbagai pihak untuk bersama sama bersatu melawan virus Corona. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Lamongan terus berupaya melayani dan menyalurkan bantuan kepada berbagai pihak.
Salah satunya adalah, Ahmad Farel Febriansyah, Anak (enam tahun), pasangan Sumarlip dan Samsul arifin yang harus berjuang melawan sakit tumor di bagian otak. Yang membuatnya tidak sadarkan diri (koma) selama satu bulan dan harus dirawat secara intensif di RS dr Soetomo Surabaya.
"Kami dapat pengajuan info dari media sosial, kemudian kami komunikasikan kepada pimpinan ranting setempat untuk melakukan pendampingan kepada keluarga dan menyalurkan bantuan kesehatan kepada adek farel," ungkap Fijar, Amil Lazismu Lamongan saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarganya di Gowah, Blimbing Paciran pada Rabu, 3 Juni 2020.
Dalam kesempatan yang sama, juga diserah-terimakan beasiswa Sang Surya dari dermawan kepada Arsinta, mahasiswi yang menempuh pendidikan profesi bidan di Universitas Airlangga Surabaya.
Bersama ibunya, Arsinta sebagai kakak tertua harus ikut menghidupi adik adiknya agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Walau ayahnya telah tiada sejak tahun 2008, Arsinta dan adik adiknya bertekad untuk tetap berusaha meraih cita-cita mereka dengan mengakses pendidikan yang layak untuk bekal di masa depan.
"Pandemi Covid-19 ini memaksa ibu kami mengalami penurunan penghasilan yang berprofesi sebagai buruh di pelelangan ikan, sedangkan tunggakan pembayaran SPP dan kos harus tetap berjalan,"ungkap Arsinta.
"Sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak, atas kedermawanan bapak ibu donatur sekalian yang membantu kami melalui Lazismu Lamongan, doakan kami agar dapat menjadi anak anak yang berbakti dan dapat mengabdi kepada agama dan bangsa di masa depan," pungkasnya. (muh)

