

Kudus – LAZISMU. Akhir pekan pertama bulan Juni, Lazismu Kudus berkesempatan silaturahim ke rumah Bapak Poso (70) dan Ibu Marsanah (60) yang tinggal di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Kedatangan amil Lazismu saat itu, untuk menemui Ibu Marsanah yang mengalami stroke ringan sejak tahun 1990. Sementara suaminya mengalami ketakmampuan melihat karena sakit mata katarak. Ibu Marsanah tinggal bersama anak yang kelima. Putranya itu bekerja sebagai buruh cetak genteng yang penghasilannya tak menentu.
Tentu saja kedatangan Lazismu selain mencari tahu informasi detail, juga ingin memberikan bantuan berupa kursi roda. Karena perempuan yang berusia setengah abad itu sudah tak mampu lagi berjalan secara normal.
Menurut cerita putranya, awal mula Ibu Marsanah, enggan menggunakan kursi roda, tetapi anak-anaknya mencoba meyakinkan bahwa dengan kursi roda itu dapat mempermudah aktivitasnya. Alhamdulillah setelah dibujuk, Ibu Marsanah mau untuk menggunakan kursi roda. Dia berharap kursi roda itu dapat dimanfaatkan di luar rumah dan di dalam rumah.
Menurut keterangan, Abdul Latif Muhtadin, yang berkomunikasi dengan Nor Habibi salah seorang putra Ibu Marsanah, sebelumnya Habibi memohon bantuan ke Lazismu. Permohonan itu setelah dipelajari nilai manfaatnya, akhirnya disetujui Lazismu.
Latif Muhtadin, yang juga staf Fundraiser Lazismu Kudus, bersama amil lainnya datang menyerahkan langsung bantuan kursi roda kepada suami Ibu Marsanah. “Poso menangis tersedu- sedu karena terharu melihat istaerinya di atas kursi roda. Poso terlihat bahagia, ia mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada donatur yang telah membantu istrinya,” kata Latif meniru apa yang diucapkan Poso.
Latif menambahkan, berdasarkan informasi dari anaknya yang tinggal satu rumah, Ibu Marsanah, juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang sudah memberikan bantuan kursi roda. Habibi pun tak luput mengucapkan ungkapan yang sama kepada Lazismu, bahwa orang tuanya sangat terharu atas apa yang sudah diberikan Lazismu. Sambil terisak-isak, Habibi tak sanggup mengucapkan hal tersebut denghan lancar karena saking bahagianya.
Habibi
yang juga aktif di Kokam setempat sebagai pengurus, berharap dengan kursi roda
itu bisa menuntun ibunya dengan bantuan kursi roda untuk berjemur di depan
rumah. Ia berharap orang tuanya itu, tidak larut dalam kesedihan. (na)

Tak mudah bagi Bayu melepas penat jika masjid belum betul-betul resik. Tugasnya harus tuntas karena tugas berikutnya tetap menunggu seiring berjalannya waktu-waktu salat. Tak ada lagi kegiatan lainnya yang lebih penting, dan siap kembali ke rumahnya dalam waktu tertentu.
Di masjid ini pula Kantor Layanan Lazismu Al-Ummah berdiri. Menurut kesaksian M. Farih selaku amil, Bayu tergolong pria cekatan. Ia berasal dari keluarga yang duafa. Tapi tak menyurutkan semangatnya untuk mengabdi.
“Selama ini kehidupan Bayu menjadi tanggungan Lazismu. Bayu juga harus menanggung hidup keluarganya termasuk kedua anaknya. Di usianya yang sudah kepala tiga, beban yang harus dipikulnya layak mendapat perhatian,” kata Farih.
Setiap bulan, Bayu mendapatkan paket sembako yang berisi 10 kilogram beras, lauk pauk, dan pelengkapnya. Bayu sebetulnya tidak sendiri, bersama asnaf lainnya ia termasuk dari 65 fakir-miskin yang dalam catatan Lazismu sebagai penerima manfaat.
Dalam kesempatan berbeda, Lazismu Al-Ummah pernah melaksanakan kegiatan sosial-kemanusiaan, di Desa Aluh-aluh, Bayu ikut terlibat sebagai relawan Lazismu baik dalam bencana banjir, pengobatan gratis, sunatan massal, operasi katarak dan kegiatan sosial lainnya. Sejak 2017, Farih mengungkapkan, Bayu sudah menunjukkan komitmennya, sehingga pada 2018, Bayu dipercaya menjadi relawan Lazismu.
Keterlibatan Bayu di Lazismu, sebagai bentuk pemberdayaan di luar kegiatannya sebagai marbot masjid. Spirit yang terpatri dalam jiwanya, yang membuat Lazismu perlu memberikan cara pandang berbeda terhadap Bayu. Karena itu, di saat Lazismu berkesempatan mengunjungi rumahnya serta rumah orang tuanya, Farih sungguh terkejut, apa yang disaksikannya sangat tidak layak untuk bernaung bagi orang pada umumnya.

Rumahnya rapuh, dan sangat kecil ukurannya. Di atas tanah seluas 4 x 4.5 meter persegi, Bayu tinggal bersama keluarganya tanpa kamar tidur. Farih mengatakan, atas kondisi itu, Lazismu merencanakan untuk merenovasi rumahnya dengan menggalang donasi dari para donatur. Diagendakan dalam renovasi, rumah Bayu akan diubah ukurannya menjadi 7 x 6 meter persegi.
Beruntung baginya, Ia tak perlu lagi cemas saat hujan turun karena rumahnya telah direnovasi oleh Kantor Layanan Lazismu Al-Ummah Kota Banjarmasin sehingga layak untuk dihuni dan tak lagi bocor kala musim penghujan tiba.
Aksi bedah rumah yang menggandeng relawan KOKAM dan MDMC Kalimantan Selatan pada Jum’at 19 Juni 2020 ini bertujuan untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak untuk para penerima manfaat. Akhirnya rumah Bayu yang berada di jalan Setia No. 66, RT 29 / RW 03 Kelurahan Bumi Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin diperkirakan akan segera tuntas Jum’at, 26 Juni 2020.
Berikutnya, kata Farih, Lazismu akan merenovasi rumah ibunya jika dana yang terkumpul dianggap cukup, karena kondisnya serupa tak layak untuk dihuni. Ibunya juga dalam kesempatan lain turut membantu aktivitas masjid di dapur untuk menjaga kebersihan peralatan dapur masjid.
Bayu berterima kasih kepada Lazismu KL Al-Ummah, karena atas bantuannya dapat tinggal di rumah barunya. Ia juga berharap ibunya dapat tetap beraktivitas di masjid untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. (na)

Bandung – LAZISMU. Imbas
pandemi Covid-19, terasa betul pukulannya, tidak hanya pelaku usaha bersekala
besar, pelaku usaha kecil pun tak mampu bertahan dalam waktu yang panjang.
Peran lembaga filantropi sangat dinanti terutama melalui program-program
pemberdayaan. Dan, kehadiran lembaga amil zakat diharapkan sebagai salah satu
alternatif memutus mata rantai pandemic Covid-19 yang berdampak pada kegiatan
ekonomi di sektor informal.
Demikian
Falhan Nian Akbar, Manager Program Lazismu Pusat saat pelaksanaan pelatihan di
Bandung, Jawa Barat (23-24/6/2020). “Lazismu mengajak masyarakat agar tidak
larut dalam kesedihan, apapun realitasnya harus bangkit dan kegiatan ekonomi
dapat pulih sehingga UMKM berbasis keluarga menjadi garda depan sehingga
masyarakat tidak larut dalam kesedihan,” paparnya.
Dalam
pelatihan itu, Falhan menjelaskan, Lazismu masih menjalankan program Ketahanan
Pangan dengan memberikan bantuan langsung baik dalam bentuk santunan maupun
paket sembako. Pada kali ini di eras new normal, Lazismu menjalankan program
ketahanan ekonomi berbasis keluarga.
Di
masa pandemi ini, lanjut Falhan, bantuan kegiatan wirausaha, baik dalam bentuk
modal usaha menjadi perhatian Lazismu. Terutama bagi mereka yang baru membuka
usaha maupun mereka yang sudah menjalankan usaha dan terdampak sampai saat ini.
Karena itu, melalui pelatihan program UMKM yang berkolaborasi dengan Alfamart,
melalui donasi konsumen dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin.
“Penerima
manfaat mendapatkan bantuan modal usaha kemudian dilatih serta memeroleh
pendampingan,” terangnya. Pada gelombang pertama ada sekitar 100 penerima
manfaat yang tersebar diberbagai daerah, salah satunya di Kota Bandung. Selama
dua hari Lazismu mengadakan Pelatihan & Pendampingan Pemberdayaan UMKM
dengan mengusung tema : Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga Di Masa Pandemi
Covid-19.
Pelatihan
yang dilaksanakan di Soreang-Banjaran, Kabupaten Bandung dihadiri penerima
manfaat program sebanyak 15 orang dengan berbagai jenis usaha di antaranya ada
yang melaksanakan Budidaya Lele, Tani
Jagung, Aneka Kue, Pakaian Jersey dan Warung Sembako Klontongan.
Kegiatan
diisi oleh beberapa narasumber, yakni Falhan Nian Akbar, selaku Manager
Pemberdayaan dan Distribusi Program Lazismu Pusat, Amin Sidik, selaku mitra
Lazismu yang juga penanggung jawab program sebelumnya yaitu Tani Bangkit Jahe
Merah.
Kegiatan
dihadiri oleh Lazismu Jawa Barat yang diwakili oleh Sani sebagai Manajer
Program, untuk sinergi keberlanjutan program, serta komunitas warga paguyuban
Satria Sunda Sakti (S3) seni budaya sunda, Lembaga Pemberdayaan Lingkunga Hidup
Serbawangi, BKM Kelurahan Jelekong, dan pimpinan redaksi Tabloid Buhun.
Hamdan
yang juga bergiat di pondok pesantren, mengatakan, program ini sangat membantu
sekali untuk masyarakat terutama di saat kondisi seperti sekarang ini. “Sebagai
penerima manfaat sangat mengapresiasi program dari Lazismu yang banyak
memotivasi, apalagi program ini disertai dengan adanya pelatihan dan
pendampingan langsung,” ujarnya.
Dalam
program binaan Lazismu, saya menjalankan program budidaya lele, beberapa
informasi tentang UMKM baik secara
teoritis maupun praktis saya peroleh di sini,
karena pendampingan bukan hanya sekali dua kali tapi berlanjut sampai
berkembang. “Mudah-mudahan, program seperti ini bisa terus berlanjut bukan
hanya di masa pandemi, karena sangat membantu masyarakat,” kata Hamdan.
Senada
dengan Cecep yang bekerja harian lepas, alhamdulilah program UMKM dari Lazismu,
untuk ketahanan pangan melalui ekonomi berbasis keluarga sangat membantu
sekali. Bagi saya dengan materi pelatihan dan pendampingan ada tambahan
informasi yang bermanfaat terutama dalam budidaya ikan lele.
“Ada
ilmu tambahan dari cara bagaimana mulai pemilihan bibit, cara penebaran bibit,
dan cara memberi pakan. Sinergi program ini sangat bermanfaat bagi kami yang
datang dalam kegiatan pelatihan. Terima kasih Lazismu atas dorongan
semangatnya,” pungkasnya. (na)

Lebih dari 4 tahun, UPZ Al-Barokah sudah berdiri dan kegiatan rutinnya ialah penyaluran ZIS yang dibagikan jelang lebaran atau ketika Ramadhan tiba. Tahun ini karena Pandemi Covid-29, UPZ Al-Barokah bersama Lazismu PCM Depok giat melakukan pentasarufan dana ZIS dalam wujud sembako, masker, dan handsanitizer, kepada warga yang dipandang cukup terdampak Corona, atau warga menengah bawah.
Beberapa di antaranya UPZ Al-Barokah pada 17 Mei 2020 telah membagikan paket sembako sejumlah 108 paket. Dan kemarin, Ahad 21 Juni 2020 mentasarufkan paket sembako sebanyak Himpunan Majelis taklim UPZ 140 buah.
Beja Suryanto Ketua Majelis Taklim Al-Barokah Kradenan mengatakan, kegiatan dalam rangka membantu mereka yang terdampak Covid-19 ini akan terus dilakukan selama masa pandemi berlangsung. Dengan catatan ada muzakki sehingga dana bisa terus terkumpul. “Semoga terus berlanjut,” harapnya.
“Masyarakat sekarang bamyak yang butuh uluran tangan. Mari saling bantu,” imbuhnya.
Sementara mewakili Lazismu PCM Depok, Ariful Amar menyampaikan, bahwa selama Pandemi sudah banyak program yang dilakukan oleh Lazismu. Selain membagikan sembako, masker, dan handsanitazer, Lazismu juga aktif memberikan edukasi dan kampanye terkait pola hidup sehat.
Termasuk menyebarkan banyak poster untuk ditempel di rumah-rumah warga, masjid, dan tempat-tempat umum lainnya terkait dampak Covid-19 dan cara pencegehannya. (gsh/suaramuhammadiyah.id)

Banyumas – LAZISMU. Dengan pendidikan potensi manusia yang masih kuncup dapat berkembang. Ibarat tunas bunga yang berangsur merekah. Dengan belajar dampak kecerdasan bisa tumbuh dalam jiwa insani yang mengenyam bangku pendidikan di sekolah. Di sekolah, seorang peserta didik, bisa menjadi agen perubahan, untuk dirinya sendiri, maupun keluarga bahkan bagi orang di sekitarnya.
Kesempatan itu memerlukan akses. Namun, banyak kondisi yang terjadi di tengah masyarakat, kondisi para orang tua yang kurang mampu dalam memenuhi biaya pendidikan anak-anaknya. Akses menyekolahkan anak-anak nya pun terkendala. Kondisi itulah yang ditemukan Lazismu di daerah Banyumas.
Sebagai solusi, Lazismu memiliki program Bantuan Biaya Pendidikan “Kuncup Mentari”. “Suatu program pendidikan yang diperuntukkan bagi mereka yang duafa,” kata Sabar Waluyo, Direktur Lazismu Banyumas.
Bantuan tersebut diberikan bagi siswa dan siswi tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Atas. Senin, 22 Juni 2020, Lazismu Banyumas menyerahkan bantuan biaya pendidikan Kuncup Mentari kepada beberapa orang siswa yang bersekolah di 3 tempat berbeda, yaitu SMP Muhammadiyah Beji, SMP Putra Harapan, dan SMK Muhamadiyah 1 Purwokerto.
Bantuan diberikan secara langsung oleh Lazismu Banyumas yang mendatangi ke sekolah-sekolah tersebut. Diharapkan dengan diserahkanya bantuan untuk biaya pendidikan, bisa menjadi sebagai dorongan semangat bagi siswa dan siswi dalam menjalani proses pembelajaran.
Salah seorang amil Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, mengatakan, bantuan biaya pendidikan ini sebagai bentuk respons imbas dari dampak Covid-19, sehingga keluarga penerima kesulitan secara ekonomi untuk biaya pendidikan, seperti pengambilan rapot dan daftar ulang. “Pada prinsipnya ini ikhtiar menolong dan kepedulian Muhammadiyah melalui Lazismu kepada masyarakat secara umum,” paparnya.
Dari
pihak sekolah seperti pimpinan SMP Putra Harapan, mengapresiasi upaya Lazismu
dalam memberikan perhatian dan kepedulian pada peserta didiknya. Pihak sekolah
berdoa agar Lazismu semakin tumbuh dan dipercaya umat dalam memberikan manfaat
kepada yang membutuhkan (jnd)

Sidoarjo - LAZISMU. Sebanyak 65 guru yang mengabdi di SD, SMP dan SMA Muhammadiyah Porong dan 20 guru di SD Muhammadiyah Krembung kabupaten, Sidoarjo, mendapatkan bantuan pangan dari Lazismu Jatim, Selasa, (23/6/2020).
Bantuan berasal dari CSR Bank CIMB Niaga Syariah, diberikan untuk menjaga ketahanan pangan bagi para guru yang terdampak Covid-19, yang dinergikan dengan Lazismu melalui program Bhakti Guru, yang bertujuan memberikan perhatian dan kepedulian kepada guru, terutama yang kurang mampu.
Gayung bersambut, seirama dengan hal itu, Bank CIMB Niaga Syariah juga memiliki program kepedulian terhadap penanganan warga terdampak Covid-19, khususnya di Jawa Timur. Karena itu, bank yang berpusat di Malaysia itu mengamanahkan CSR nya melalui Lazismu wilayah Jawa timur.
Menurut Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Wilayah Jawa timur, program Bhakti Guru ini memang salah satu program Lazismu yang diluncurkan pada pertengahan Maret 2020. Program ini sebenarnya bertujuan untuk mengangkat taraf hidup para guru, yang ada di sekolah Islam di berbagai daerah. Namun pada masa Covid-19, lebih diarahkan untuk membantu para guru yang terdampak pandemi wabah ini.
“Bersama pihak Bank CIMB Niaga Syariah, Lazismu turut serta meringankan beban para guru, yang kali ini berada di kabupaten Sidoarjo. Program Bhakti Guru bertujuan untuk memberikan perhatian kepada insan pendidik yang mengabdi di sekolah Muhammadiyah, dan mengetuk hati para donatur dan perusahaan untuk berpartisipasi membantu saudara sesama yang membutuhkan” kata Zainul ketika menyerahkan bantuan di perguruan Muhammadiyah Porong, Sidoarjo.
Satu paket bantuan pangan terdiri dari 10 kg beras, gula, minyak goreng dan kornet. Bantuan itu diterima oleh para guru di perguruan Muhammadiyah Porong. Pada masa Covid-19 ini sekolah tempat mengabdi para guru terpaksa harus diliburkan selama 3 bulan. Selama libur sekolah terkendala dalam menarik iuran SPP kepada orang tua dan wali murid yang disebabkan mereka juga menjadi warga yang terdampak wabah virus Corona, jelas Zainul.
Sementara itu Jelita, Account Officer CIMB Niaga Syariah Cabang Surabaya Darmo yang dihubungi melalui daring oleh Lazismu Jatim, mengatakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan Lazismu Jatim, terutama dalam menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19. Ini adalah kali kedua, pertama pada bulan Ramadhan 1441 H lalu di Surabaya dan saat ini di Sidoarjo. Ia merasa dibantu menyalurkan kepada sasaran penerima yang lebih membutuhkan. Ke depan Jelita berharap agar kerjasama ini dapat berkesinambungan dan berkelanjutan dalam berbagai program, harapnya. (Adit)

