

Selasa 22 September 2020 Tim Lazismu Parepare yang dikoordinir oleh Sekretaris Saiful Amir mengunjungi Safri untuk menyerahkan donasi yang telah terkumpul dari para donatur. Penyerahan donasi bantuan untuk pemulihan kesehatan kepada Safri tersebut disaksikan oleh Camat Bacukiki Barat Fitriany, S.STP Lurah Cappa Galung Juhana,SE,Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bacukiki Jumrah,SPd,.M.Pd dan para tokoh masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan setelah dua pekan menggalang donasi untuk Pedui Safri, remaja Yatim yang menderita sakit Paru-paru baah.
Saiful menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur "Selaku pengurus Lazismu Kota Parepare saya menampaikan Apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan donasi yang diamanahkan kepada Lazismu,semoga donasi dari para muhsinin ini menjadi Asbab kesembuhan Adik Safri dari penyakit yang dideritanya sehingga bisa kembali sekolah seperti semula," tutur Saiful. Besaran donasi tahap pertama Rp 6.500.000,- (Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan tahap berikutnya akan menyusul berdasarkan kebutuhan Adik Safri.
Fitriany, S.STP Camat Bacukiki Barat yang didampingi Lurah Cappa Galung Juhana,SE menyampaikan ungkapan terima kasih atas kepedulian Lazismu yang diketuai oleh Hj Erna Rasyid Taufan. Selaku camat Bacukiki Barat ia sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah membantu secara maksimal warganya yang terkena penyakit Paru-paru. "Semoga Adik Safri pulih kembali dan harapan kami Lazismu terus maju Sukses dan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah," Ungkap Fitri.
Hendra, kakak kandung Safri tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah dan terima kasihnya kepada Lazismu yang telah membantu menggalang donasi untuk adiknya. Dengan perasaan haru tak mampu menahan air mata mendoakan kepada para donatur yang telah menyumbang demi kesembuhan adiknya.
Ia juga mengucapkan terima kasih banyak ibu ketua Lazismu, Ibu Camat,ibu Lurah dan semuanya yang peduli khususnya para donatur semoga hartanya diberkahi Allah dan diberi rejeki melimpah oleh Allah Swt doa Hendra dan diaminkan oleh warga yang hadir.
Ketua Lazismu Parepare Hj Erna Rasyid Taufan, SE, M.Pd via daring menyampaikan Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mendukun program-program Lazismu Kota Parepare
"Kami mengajak untuk berdiri dalam shaf orang-orang baik dengan menjadi donatur Lazismu, karena dengan kerjasama yang baik dan jalinan hati yang kuat bersama Lazismu maka semakin banyak akan dibantu Lazismu di luar, masih ada Safri lain dan Kaum dhuafa menanti kehadiran kita, olehnya itu semua potensi kita eratkan bersama lazismu tiada henti memberi untuk negeri," Ungkap Erna Rasyid.

CIREBON - Pada 15 September 2020, Lazismu Kab. Cirebon mendistribusikan bantuan modal dan sembako kepada 7 pelaku UMKM. Selain memberikan bantuan, Lazismu juga memberikan pelatihan aplikasi keuangan kasir.
“Berkembangnya bisnis atau usaha salah satunya dilihat dari manajemen keuangannya. Adanya aplikasi kasir ini sebuah hal penting dalam usaha apa pun. Setidaknya bisa menghitung modal, aset usaha, arus kas dan biaya operasional,” kata Irawan selaku tim Program Lazismu.
Irawan menambahkan bahwa setelah mengetahui perolehan keuangan, dengan adanya aplikasi tersebut juga nantinya dapat menghitung zakat yang dapat dikeluarkan dari hasil usahanya. “Program pemberdayaan UMKM ini upaya untuk memuzakkikan mustahik terlebih di masa pandemi Covid-19,” tambahnya.
Salah satunya adalah Fadly Adin Budiarjo, pelaku UMKM penerima bantuan yang bergulat di bidang perlengkapan bayi dan alat tulis kantor (ATK). Fadly membuka usaha di rumahnya yang beralamat di jalan Ahmad Yani, Pegambiran, Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon. namun penjulannya pun bisa melalui cash on delivery tergantung permintaan pembeli.
Ia merasa sangat terbantu karena sampai saat ini produk yang sudah diinput ke aplikasi lebih dari 100 item. Ia dapat mengetahui jenis dan jumlah produk apa saja yang dijualnya.
“Terima kasih kepada Lazismu Kab. Cirebon yang telah memfasilitasi aplikasi kasir sehingga bisa membantu keluar masuk jalurnya penjualan ini dan sangat membantu dalam usaha, semoga ke depannya juga bisa memberdayakan UMKM yang lain,” ujar Fadly.
Program Pemberdayaan UMKM ini merupakan agenda Nasional yang digelar Lazismu bersama dengan Alfamart, Wardah Beauty, dan Anggoro Eko Cahyo. Program ini bertujuan membantu masyarakat yang memiliki UMKM.

Batang - Lazismu Limpung terpaksa merobohkan rumah Pak Agus Dwi Priyono ( 43 ), warga Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Sebab, rumah tersebut dalam kondisi sudah miring dan keropos, Kamis (24/9/2020).
Senyum haru mengembang dari wajah Pak Agus (43), matanya berkaca-kaca saat tim Lazis Muhammadiyah Limpung mendatanginya. Untuk survei bantuan bedah rumah bagi keluarga Dhuafa.
Agus yang sehari-hari hanya hidup sebatangkara yang bekerja sebagai buruh serabutan ini juga sudah sering mengalami sakit sakitan. Apalagi, keadaan rumahnya sudah tidak layak huni. Rumah yang tidak terlalu besar ini masih memakai kayu lempeng yang bahkan sudah mulai usang termakan waktu.
Lantainya berdebu karena masih beralaskan lantai sekadarnya dari semen. Atap rumahnya sudah terlihat lubang-lubang yang membuat air menerobos masuk dengan mudahnya saat hujan tiba dan juga tiang tiangnya sudah pada rapuh yang bisa roboh setiap waktu.
Penghasilannya yang pas-pasan dan penyakit yang sedang di deritanya membuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masih terasa sangat kurang.
“saya sangat berterimakasih mendapat bantuan dari Lazismu Limpung. Bantuan ini sangat berarti untuk saya,” ujar Agus.
Bedah rumah Pak Agus sebab rumahnya kecil, dari bahan kayu-kayunya sudah keropos dan kondisinya sudah Rusak 90%.
"Alhamdulillah, sekarang rumah Pak Agus sudah berdiri kokoh, layak huni, aman, nyaman, dan sehat. Semoga manfaat," kata wahab, Kepala Kantor Lazismu Limpung.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Limpung dalam hal ini di wakilkan Ketua Majelis Wakaf dan ZIS, H. Imam Santoso mengatakan Lazismu akan membangun rumah yang layak.
“Melihat kondisinya, tim Lazismu Limpung membantu Pak Agus memiliki rumah layak huni dan memenuhi standar kesehatan. Rumah ini kami sudah di bangun dengan proses pengerjaan selama empat hari,” ujarnya.
Menurutnya, memiliki rumah yang sehat sangat penting, selain nyaman dihuni dengan keadaan yang baik juga untuk mencegah dari penyakit. Ia berharap dengan adanya program bedah rumah tersebut, keluarga miskin yang ada di Limpung dan sekitarnya khususnya bisa merasakan nikmatnya berkumpul dengan keluarga di rumah yang nyaman.
“Mari kita bantu saudara-saudara kita yang memiliki kesulitan dengan zakat infaq dan shodaqah mampu membantu saudara kita.” katanya. (Wahab)

PAREPARE - Lazismu Kota Parepare menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerak dakwah Persyarikatan. Pada hari Jumat, 25 September 2020 usai menunaikan Shalat Jumat, Pengurus Lazismu Kota Parepare menyerahkan donasi sejumlah Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk mendukung pembebasan Lahan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare.
Serah terima donasi tersebut dilakukan di Masjid Istiqamah kampus satu Jalan Muhammadiyah, Kelurahan Ujung Lare Kecamatan Soreang Kota Parepare dan diterima lansung oleh Bendahara PDM Drs H. Hisbullah. Perwakilan Lazismu yang menyerahkan donasi antara lain Sekretaris Lazismu, Saiful Amir; staf keuangan Amanda, SE; anggota devisi Program, Cahaya Anita; dan Devisi Media dan Publikasi, Hijratul Nur Muslim
Usai serah terima, Saiful Amir menyampaikan bahwa ini adalah kontribusi dan komitmen Lembaga Zakat Muhammadiyah. “Semoga ini berkah, kami menyampaikan amanah donatur untuk projek amal Jariyah. Semoga Keluarga besar Muhammadiyah dan simpatisan bergerak secara massif untuk menyelesaikan proyek kebajikan ini sehingga pembelian lahan dan pembangunan gedung ini bisa menjadi sarana dakwah untuk kebangkitan dan kemajuan Islam khusunya di Parepare,” ungkap Saiful yang juga merupakan kepala SDIT KH Ahmad Dahlan.
Hisbullah, Bendahakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare mengucapkan terima kasih kepada para donatur Lazismu. “Semoga Menjadi Amal Jariyah, Insya Allah akan diterusan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai peruntukannya,” ungkap aktivis koperasi ini.
Menanggapi hal tersebut, ketua Lazismu Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan, SE, MPd via daring menyampaikan bahwa Lazismu sebagai bagian yang yang tak terpisahkan dari Muhammadiyah menjadi kewajiban untuk mendukung setiap gerak dakwah Muhammadiyah, termasuk Majelis Lembaga dan ortomnya. Karena tujuan Lazismu adalah menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah serta dana keagamaan lainnya.
“Semoga kesadaran waga Muhammadiah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin terbangun melalui Lazismu. Lazismu adalah satu-satunya lembaga resmi yang di bentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Rekomendasi Baznas. Sehingga proyek dakwah dan amal jariyah bisa diwujudkan dangan baik Insya Allah,” ujar Erna.

Rumah Sudiyat
Bangunan rumah selebar 4x7 meter, dengan rangka utama dan dinding
kayu. Rangka atap cukup menggunakan bambu dengan atap dari genteng.
Bangunan itu sudah cukup wah bagi Sudiyat saat itu. Lantai
menggunakan tanah liat yang di padatkan. Itulah gambaran awal saat
rumah Sudiyat di Banjardowo RT 6/VI, Genuk, Kota Semarang, yang
dibangun tahun 1992.
Ketika tahun 1998 TK ABA 57 yang sudah berdiri tidak punya tempat
belajar. Sudiyat secara pribadi meminjam dana Simapan untuk membangun
rumahnya. Dindingnya dibangun tembok, Lantainya dari keramik warna
putih. Meski atapnya tidak berubah. “Keramik kok warna putih kaya
sekolahan saja” komentar isterinya. “Memang betul bu, rumah ini
saya bangun untuk sekolah TK, mereka kan belum punya gedung,
sementara muridnya bertambah terus” kata Sudiyat kala itu.
Isterinya terdiam, dia sadar akan niat baik suaminya.
21 tahun sudah berlalu, sekolah TK ABA 57 telah lama mendapatkan
gedungnya, namun rumah Sudiyat masih beretahan sebagaimana semula.
Atap gentengnya sudah pada pecah, rangka bambu yang dulu kokoh
sekarang banyak lapuk dan mengkhawatirkan.
“Kalau hujan datang air masuk, bocor di sana sini” ujar Sudiyat.
Meskipun hidup dalam keterbatasan Sudiyat tidak pernah mengeluh, dia
jalani profesinya sebagai guru SD dengan tekun. Selain itu dia adalah
aktivis Hizbul Wathan, pramukanya Muhammadiyah. Semua aktifis
persyarikatan mengenal dirinya seorang militan HW, kemanapun acara
persyarikatan dia tampil dengan seragam HW. Kebiasaan itu dia lakukan
sejak tahun 1999 hingga sekarang menjabat wakil
ketua bidang organesasi kwarda HW kota Semarang. Serta pelatih
nasional HW, dan juga sebagai pengurus HW
Jateng.
“Nggak nyangka mas, semua teman membantu proses renovasi rumah
saya, Saya ucapkan terimakasih kepada Lazismu, dan semua muzaki.. “
ucap Sudiyat terharu saat dilakukan pembongkaran rumahnya (13/09/20).

Banjarmasin. Hanafi adalah seorang penjual voucher handphone yg membuka lapaknya di depan rumahnya, tepatnya di Jalan Mutiara Raya Sei Andai Banjarmasin. Setiap hari, penyandang disabilitas yang hidup di rumah sewa bersama isteri dan dua anaknya ini beradu dengan waktu, mengadu nasib menunggu pembeli datang ke kiosnya. Beberapa waktu belakangan, rutinitasnya sebagai penjual voucher handphone tergangggu akibat wabah Corona. Nasib dan penghasilnya pun menurun drastis akibat warga tidak bepergian untuk berbelanja di kiosnya.
“Pemerintah larang jangan keluar rumah, kerja dari rumah, tetapi mau
bagaimana, jualan di depan rumah juga sepi," ungkap pria berusia 32 tahun
ini, kepada Lazis kota Banjarmasin, Sabtu (13/9/2020).
Meskipun penghasilannya dari menjual kartu perdana dan voucher tak
seberapa, namun setiap hari penyandang
disabilitas ini selalu bersemangat dan gigih bekerja walaupun hanya dengan
satu tangan dan tidak memiliki kedua kaki. Ia tak mengenal lelah dan berkeluh
kesah menjalani hidup.
Di balik perjuangannya, Hanafi merupakan kepala keluarga. Ia memiliki dua anak yang masih kecil. Selain membiayai hidup keluarganya, hasil penjualannya juga harus disisihkan untuk membayar sewa rumah sederhana yang ditempati di wilayah kelurahan Sei Andai, Kota Banjarmasin.
Sebelum wabah Covid-19 meluas di Indonesia, dalam sehari ia bisa mendapatkan
laba bersih hingga Rp100 ribu. Namun, kini pendapatannya merosot, bahkan terkadang dalam sehari
ia hanya mendapatkan hasil Rp15 ribu atau bisa tidak sama sekali.
Pasalnya, selain warga enggan keluar rumah, warga juga takut melakukan
kontak fisik. Belum lagi di era yang serba online, setiap orang bisa dengan
mudahnya mengakses informasi dari ponselnya.
Dari penghasilannya yang tak seberapa di tengah covid-19, ia harus mengajukan bantuan modal ke Lazismu kota Banjarmasin Agar dapat terus berjualan voucher handphone meskipun daya beli orang berkurang.
Walaupun persaingan berjualan voucher semakin ketat, bukan menjadi
penghalang buat Hanafi untuk tetap berdagang vocher di kiosnya. Sebab, hanya
inilah pekerjaan yang membuat ia bisa bertahan menghidupi keluarganya.
Selama wabah corona, penyandang disabilitas ini mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Selama ini Saya dapat bantuan sembako dari KL Lazismu Al Ummah dan sekarang di bantu pihak Lazismu Kota Banjarmasin untuk tambahan modal kalau pemerintah sama sekali belum dapat. Mereka hanya datang mengambil kartu keluarga tetapi sempai sekarang, bantuan tak pernah ada," tutupnya.

