Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Dapat Hibah Alphard, Masjid Al Jihad Banjarmasin Dirikan KL Lazismu

BANJARMASIN - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) 4 Banjarmasin menggelar peresmian Kantor Layanan (KL) Lazismu Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin pada Jum’at (18/12) di Halaman SD Muhammadiyah 8 dan 10 Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa jama’ah Masjid Al Jihad, para guru SD Muhammadiyah 8 dan 10, Lazismu se-Kota Banjarmasin, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, dan tamu undangan. Mereka yang hadir tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan terlebih dahulu, menggunakan masker, serta menjaga jarak.

Dilansir dari menara62, secara khusus KL Lazismu Masjid Al Jihad ini diresmikan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, S.Pi., M.Si. ditandai dengan penandatanganan prasasti pendirian.

Walikota dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Kota Banjarmasin penghargaan dan apresiasi setinggi-setingginya atas pergerakan Lazismu di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah sangat terbantu apalagi alhamdulillah kali ini diresmikan pula Kantor Layanan Lazismu Al Jihad. Semoga nilai-nilai kebaikan yang ada pada lingkungan Masjid Al Jihad ini terus dan mampu membawa kebaikan di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu, Taufik Hidayat, Ketua PCM 4 Banjarmasin menjelaskan bahwa sudah lama menginginkan pendirian Kantor Layanan Lazismu di Masjid Al Jihad dan hari ini dapat terealisasi.

Ia menyebut bahwa Masjid Al Jihad sebelumnya sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang penerimanya sudah sampai luar Kota Banjarmasin. Misalnya memberikan sumbangan untuk kebakaran di Kotabaru yang disalurkan melalui Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan.

“Selain itu ada pula dalam penyelenggaraan kematian di sini kami menyediakan pemandian hingga penguburan jenazah secara gratis kepada masyarakat yang memerlukan. Masjid ini juga sudah memiliki ambulan, beberapa buah mobil, bahkan baru saja menerima hibah Toyota Alphard,” jelas Taufik.

Umransyah Alie, M.H., Ketua Badan Pengurus Lazismu Kalimantan Selatan juga mengapresiasi terbentuknya KL Lazismu Al Jihad di PCM Kota Banjarmasin. Ia berharap agar Kantor Layanan ini mampu menyelesaikan isu-isu kemanusiaan.

Selain dilaksanakan penandatangan prasasti peresmian Kantor Layanan, pada akhir acara juga dilaksanakan penyerahan bantuan dari Lazismu kepada Ahmad Rifani, guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 yang mengalami musibah kebakaran. Bantuan ini dihimpun oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan serta berasal dari jama’ah Masjid Al Jihad dan siswa SD Muhammadiyah 8 dan 10.

Pembentukan KL Lazismu Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin ini dalam rangka optimalisasi penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Kota Banjarmasin, khususnya untuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berupa masjid serta penguatan kelembagaan di Muhammadiyah. Selain itu, KL Lazismu Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin diharapkan dapat menjadi percontohan pengelolaan dana ZIS untuk AUM masjid di Kalimantan Selatan.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

BRISyariah Jogja Tandatangani MoU dengan Lazismu DIY

YOGYAKARTA - PT Bank BRISyariah Kantor Cabang Yogyakarta bersama Lazismu DI Yogyakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di kantor Cabang BRISyariah Yogyakarta.

MoU tersebut ditandatangani oleh Kurniawan, Pimpinan Cabang Bank BRISyariah KC Yogyakarta dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah D.I. Yogyakarta Cahyono, S.Ag. Jum’at (18/12).

Dilansir dari laman resmi Lazismu DIY, Kurniawan berharap agar Lazismu DIY bersama BRISyariah dapat menjalin kerja sama dalam memaksimalkan penghimpunan zakat, infaq, dan shodaqoh melalui media dan jejaring yang dimiliki oleh Bank BRISyariah.

"Kita punya mobile banking, pemasangan nomor rekening atau QRIS di seluruh ATM BRISyariah, memasang standing banner Lazismu di kantor dan lain-lain. Semoga kerja sama ini terjalin melalui MoU," jelasnya.

Selain itu, Lazismu juga bisa melakukan kerja sama dalam penyaluran CSR Bank BRISyariah, kerjasama penyaluran zakat, Infaq karyawan BRISyariah, atau Lazismu bisa mengisi pengajian-pengajian di BRISyariah.

Kurniawam mengaku akan menjadi donatur pertama dari BRISyariah, sehingga bisa menjadi contoh bagi karyawan-karyawan BRISyariah lainnya..

Melihat hal tersebut, Cahyono mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BRISyariah kepada Lazismu DIY. Ia juga menyampaikan penghormata dan penghargaan kepada BRISyariah.

Ia menyebut 6 Pilar Program Lazismu akan menjadi program unggulan yang disinergikan antara BRISyariah KC Yogyakarta dengan Lazismu DI. Keenam pilar tersebut adalah Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Dakwah, Sosial Kemanusiaan, dan Lingkungan.

"Terimakasih Bapak Kurniawan, selaku Pimpinan dan Keluarga Besar BRISyariah KC Yogyakarta, atas amanat dan kepercayaanya, semoga kerjasama ini mendatangkan kemaslahatan dan keberkahan untuk BRISyariah dan ummat," tutupnya.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Kebakaran Rumah, Lazismu dan MDMC Pacitan Bantu Rehab

PACITAN - Kebakaran rumah menimpa Mbah Tuminah, warga Dusun Sriten, Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan pada Ahad (15/11). Mendengar kabar berikut, Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan membantu merehabilitasi rumah Mbah Tuminah.

Ketua Muhammmadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan, Agus Hadi Prabowo menyampaikan sebenarnya kebakaran rumah ini bersamaan dengan kejadian longsor di Desa Gembuk. Baru pada hari Minggu (20/12) relawan MDMC Pacitan bersama masyarakat bisa memperbaiki rumah yang terbakar tersebut.

“Rumah Mbah Tuminah ini hampir luput dari perhatian kita. Karena awalnya kita fokus pada bencana longsor yang menghancurkan beberapa rumah dan tempat usaha. Apalagi lokasi kebakaran jauh dan cukup terpencil,” ujarnya sebagaimana dilansir dari pwmu.

Sementara itu Mbah Tuminah menyampaikan rumah yang terbakar ini sebenarnya milik keponakannya Andi Susanto. Mbah Tuminah (65) diminta untuk tinggal dan menjaga rumah tersebut.

“Anak saya Sogiman dan keponakan saya pergi merantau ke Sumatera dan Kalimantan,” tutur Mbah Tuminah kepada pwmu.

Sebelumnya Mbah Tuminah tinggal di rumahnya sendiri di Desa Sanggrahan yang berbatasan langsung dengan Desa Gembuk ini. “Sebenarnya beliau punya rumah sendiri di Desa Sanggrahan yang berbatasan dengan Desa Gembuk. Tetapi karena rumah ini kasihan kalau dikosongkan, maka kemudian beliau pindah kesini,” kata Gunarto, anggota Kokam yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Kebakaran ini, lanjut Gunarto, sebenarnya bersamaan dengan hujan deras yang terjadi pada Ahad sore (15/11/20). Karena takut longsor, maka Mbah Tuminah mengungsi ke rumah tetangganya yang lebih aman.

“Mungkin karena tergesa-gesa saat mengungsi, api di tungku dapur rumahnya belum dimatikan dengan sempurna. Sehingga tidak lama kemudian tetangga yang lain berteriak-teriak melihat asap yang membumbung dari dapur dan sebagian ruang keluarga,” paparnya

“Masyarakat yang mencoba memadamkan api, bisa menyelamatkan bagian rumah yang lain dengan menghancurkan atap dan kayu penghubung antara ruang keluarga dengan dapur,” tambahnya.

Agus Hadi Prabowo menambahkan setelah MDMC melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gembuk dan dibantu penggalangan dana oleh Lazismu Pacitan, kami mencoba merehab rumah ini meskipun sekadar bisa tertutup dan bisa ditinggali dahulu.

“Hal ini dilakukan karena MDMC dan Lazismu juga harus berbagi konsentrasi membantu penanganan rehab/rekon korban longsor. Untuk pembangunan hunian sementara (huntara) korban longsor masih berlanjut dengan melibatkan relawan dengan dana dari pemerintah,” jelasnya.

Selengkapnya baca disini.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Bantu Korban Banjir, Lazismu Bireuen Salurkan Rendangmu

ACEH UTARA - Lazismu Kabupaten Bireuen menyalurkan bantuan berupa rendangmu sejumlah 2 dus dan 15 paket sembako untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (23/12).

Beberapa hari lalu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dilanda banjir. Lhoksukon merupakan tempat pemukiman padat perkotaan sekaligus ibu kota Kabupaten Aceh Utara.

Dilansir dari juangsurya.com, wilayah yang cukup parah terdampak salah satunya adalah area Masjid Agung Lhoksukon. Wilayah ini yang menjadi salah satu lokasi penyaluran bantuan dari Lazismu.

Ketua Lazismu Bireuen, Fajar Ardiansyah, menyebut bahwa selain di area Masjid Agung, penyaluran juga dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhoksukon dan Kantor Geuchik Lhoksukon. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

Spesialnya, paket rendangmu daging korban yang dikemas di Jawa Timur tersebut bisa dimakan siap saji oleh penerima manfaat tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Masyarakat mengaku terharu dan berterima kasih atas bantuan Lazismu. “Kami merasa haru dan sangat terbantu dengan bantuan rendangmu dan sembako yang diberikan oleh Lazismu Bireuen. Bantuan ini bisa kami gunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari anak yatim kami,” ujar salah satu pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Lhoksukon.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Banjar Gelar Workshop Amil Dasar untuk Pertama Kali

BANJAR - Lazismu Kabupaten Banjar menggelar Workshop Amil Dasar (WAD) untuk pertama kalinya. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis dan Jumat (24-25/12) berbarengan dengan libur nasional di MTs Muhammadiyah Martapura.

Ginanjar, Direktur Lazismu Banjar menyebut bahwa WAD diikuti oleh sekitar 20 orang lebih yang terdiri dari perwakilan KL (Kantor Layanan) yang ada di Kabupaten Banjar maupun perwakilan utusan dari Lazismu daerah lain yang ada di Kalimantan Selatan. 

"Memang kegiatan ini seharusnya sekitar tiga hari lebih dan pesertanya bisa lebih dari ini. Tetapi mengingat adanya pandemi Covid-19 kita harus taat kepada protokol kesehatan yang ada," ujarnya.

Dilansir dari al-ashr.id, pembukaan WAD dihadiri oleh Hasbi Rivani, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar. Dalam sambutanya ia mengajak peserta untuk tetap waspada mematuhi protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh pada saat kegiatan.

"Lazismu harus menjadi brand Muhammadiyah pada ranah sosial. hal ini menjadi bermanfaat baik kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat secara keseluruhan karena hal ini bentuk dari pelayanan sosial masyarakat dari Muhammadiyah," jelasnya.

Selain itu hadir pula Manajer Lazismu Kalimantan Selatan, Hendra Setiawan. Hendra yang membuka acara WAD secara resmi. Melalui sambutanya, ia berpesan agar acara workshop ini menjadi spirit awal untuk bekal dalam bekerja di Lazismu secara baik dan benar.

Tidak hanya pesan untuk peserta, tetapi Hendra Setiawan juga mengatakan bahwa Lazismu Kabupaten Banjar merupakan tolak ukur dan role model untuk Lazismu di daerah lain yang ada di Kalimantan Selatan untuk melaksanakan WAD, agar ada pemerataan legalitas dan profesionalitas amil di dalam tubuh Lazismu.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Hilman Latief: Jalan Menuju Ketahanan Ekonomi Berbasis Komunitas

LAZISMU.ORGDi masa pandemi, masyarakat merasakan tidak hanya merasakan dampak dalam hal kesehatan, melainkan juga masalah sosial dan ekonomi. Bulan-bulan krusial (Maret - Juli 2020) telah membuat masyarakat mengalami 'hibernasi ekonomi' karena semakin rendahnya mobilitas ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Webinar Online dengan tema "ZIS untuk Ketangguhan Ekonomi Umat & Pembangunan yang Berkelanjutan". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bank Muamalat bersama dengan Lazismu Wilayah Jawa Timur pada Rabu (23/12).

Sementara itu, masyarakat di Indonesia tidak banyak yang bisa bertahan dalam kondisi hibernasi ekonomi selama beberapa bulan. Tidak banyak masyarakat yang memiliki tabungan untuk bertahan selama masa pandemi.

Maka, menurut Hilman, masyarakat Indonesia sedang mengalami kerentanan. Ia menyebut bahwa jumlah masyarakat kelas menangah rentan sangat tinggi. Ada kelompok aspiring middle class yang tidak miskin namun keamanan ekonominya sangat rentan.

"Tidak dapat income 3 bulan langsung goyang. Mereka ini OTG (orang tanpa gaji). Dan ini jumlahnya banyak sekali. Sementara mereka harus tetap jalan untuk biaya kesehatan, pendidikan, pangan, dan lain-lain. Memang dalam 20 tahun terakhir orang miskin sudah naik derajatnya. Dari miskin menjadi kelas menengah rentan," papar Hilman.

Penulis buku Melayani Umat: Filantropi Islam dan Ideologi Kesejahteraan Kaum Modernis ini menyebut bahwa angkatan kerja Indonesia tahun 2020 sejumlah 138 juta, sedangkan bukan angkatan kerja sejumlah 65 juta. Yang bekerja 128 juta, pekerja penuh ada 82 juta. Maka, banyak sekali masyarakat yang masuk dalam kategori setengah menganggur. Mereka masuk angkatan kerja tetapi tidak punya pekerjaan yang pas.

Dampaknya, sebagian masyarakat memiliki gaji yang tetap, tetapi insentif-insentif berkurang. Sebagian masyarakat yang lain gajinya menurun. Pada musim pandemi, perilaku konsumsi masyarakat juga menurun.

"Hampir 80% yang berpenghasilan di bawah 3 juta mengatakan tidak akan berdonasi. Yang tengah-tengah, 50% akan berdonasi. Sedangkan yang bergaji belasan juta akan tetap berdonasi," imbuhnya.  

Menurut Hilman, kelas menengah Indonesia cukup kuat, tetapi kuatnya bukan pada tingkat produksi. Kelas menengah kuat ketika melihat pola konsumsi. Sementara pola produksi tidak banyak yang berubah. Di sisi lain, kelas menengah memiliki beban konsumsi kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, biaya pendidikan, dan biaya kesehatan.

Ia menyebut ketahanan ekonomi berbasis komunitas memerlukan beberapa hal. Pertama, dana stimulan untuk usaha. Kedua, penguatan mutu dan variasi produk. Ketiga, penguatan model dan jaringan pemasaran. Keempat, peningkatan daya kreativitas.

Dalam hal ini pemerintah berperan untuk melakukan program keluarga harapan (PKH), program sembako non-PKH, dan bansos beras. Sedangkan peran perusahaan swasta adalah dana sosial dan bantuan untuk pegawai, dan CSR untuk masyarakat terdampak.

Sementara peran masyarakat sipil adalah mengelola dana sosial dan dana zakat & sedekah. "Dana ini harus dikelola dan didistribusikan untuk bisa mengakselerasi kebutuhan kelas menengah tadi. Targetnya adalah keluarga, komunitas, pegawai non-formal, dan pegawai honorer," jelasnya.

Untuk melakukan ketahanan ekonomi berbasis komunitas, Lembaga ZIS juga harus mampu mempertahankan tradisi filantropi di masa pandemi, memproyeksikan dana filantropi untuk ketahanan keluarga, dan menguatkan kolaborasi antar sektor untuk insentif keluarga kurang mampu.

"Tanpa ada kolaborasi, kita hanya akan menjadi seorang Superman. Dan persoalan covid tidak bisa ditangani oleh seorang Superman. Maka perlu kolaborasi dengan perbankan, lembaga filantropi, NGO, yayasan, dan lain-lain. Kita tidak lagi butuh identitas yang terlalu kuat. Tidak butuh ego lagi. Penting untuk kerjasama dengan ormas lain," tutup Guru Besar Politik Islam tersebut. (Yusuf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross