

SUKOHARJO - Lazismu Kantor Layanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blimbing Kabupaten Sukoharjo menyerahkan donasi kebencanaan di Indonesia sebesar Rp. 64.745.100,-. Donasi tersebut diserahkan kepada Lazismu Sukoharjo, Jumat (05/02).
Muslih Nur, Manager Fundraising Lazismu Sukoharjo mengatakan bahwa perolehan KL Blimbing menjadi salah satu perolehan KL yang terbesar di Sukoharjo.
“Luar biasa semangat ta’awun warga Muhammadiyah Cabang Blimbing. Semoga bantuan ini bermanfaat khususnya untuk kegiatan rehab rekon pasca bencana baik banjir maupun gempa bumi,” ujarnya.
Menurut keterangan Muslih, dengan tambahan donasi tersebut, Lazismu Sukoharjo kini masuk ke tiga besar pengumpul donasi bencana alam terbesar di Kantor Wilayah Jawa Tengah.
Dengan tambahan donasi dari Lazismu Blimbing, kini total donasi kebencanaan yang diperoleh Lazismu Sukoharjo mencapai Rp. 312.067.084,-. Di bawah Lazismu Karanganyar yang mencapai angka Rp. 324.324.100,- dan Lazismu Sragen yang mencapai angka Rp. 322.943.000,-.
“Semoga ini menjadi pemantik semangat warga Muhammadiyah untuk tetap berbagai walaupun di masa pandemi,” imbuh melalui pesan tertulis.
Sementara itu, Manajer Lazismu Cabang Blimbing, Ariyadi menyebut dana tersebut merupakan hasil penggalangan dana di wilayah Cabang Blimbing yang dilakukan oleh Kokam dan Lazismu Cabang Blimbing beberapa waktu lalu.
Menurut Ariyadi sebagaimana dilansir dari tablighmu, dana ini didapatkan dari para pengurus Muhammadiyah, warga dan simpatisan Muhammadiyah serta masyarakat umum di wilayah Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
"Mewakili Lazismu khususnya maupun PCM Blimbing pada umumnya kami mengucapkan syukran jazakumullah khairan kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban bencana di negara kita," ujar Ariyadi.
Guru SD Muhammadiyah Imam Syuhodo tersebut juga mengatakan bahwa PCM Blimbing melalui Lazismu sampai sekarang juga masih terus melakukan penggalangan dana dalam rangka peduli bencana di Indonesia.
"Karena, belum semua ranting menyetorkan donasinya. AUM pendidikan atau sekolah juga belum. Jadi kami masih tetap melayani jika ada donatur yang hendak memberikan bantuan peduli bencana ini," tambahnya.
Kantor Layanan dan instansi lain yang menyalurkan donasinya melalui Lazismu Sukoharjo antara lain KL Lazismu Weru sebesar Rp. 23.485.000,-, IGABA Kab Sukoharjo sebesar Rp. 28.120.000,-, KL Lazismu Singopuran sebesar Rp. 28.200.000,-, IMM Kab Sukoharjo sebesar Rp. 27.278.000,-, KL Lazismu Bulu sebesar Rp. 6.305.000,-, dan lain-lain.
Reporter: Yusuf

JAWA TENGAH - Setelah Kalimantan Selatan, kini Jawa Tengah yang dilanda banjir. Setidaknya ada 8 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang dilanda banjir.
8 kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Selain banjir, Jawa Tengah juga dilanda bencana tanah bergerak di Purbalinga dan tanah longsor di Boyolali.
Bencana-bencana tersebut secara beruntut terjadi sejak akhir bulan Januari hingga saat ini, Rabu (10/2).
M Taufiq Ulinuha, Kepala Pusat Data dan Informasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah menyebut bahwa bencana-bencana di Jateng sudah terjadi sejak bulan November 2020.
"Awalnya, November 2020, Desember 2020, dan Januari 2021 itu Jateng bagian barat. Sekarang Januari - Februari bergeser ke Jateng daerah Jalur Pantura dengan mayoritas bencana banjir. Di awali dari Grobogan, Demak, Kudus, Semarang, Kendal, Batang, hingga Pekalongan Kota dan Kabupaten," ujarnya melalui saluran telepon.
Di beberapa tempat, sebut Ulin, MDMC menurunkan personil relawan Muhammadiyah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Ada yang menurunkan relawan SAR seperti di Semarang, Pekalongan, dan Kudus. Sebagian daerah menurunkan relawan untuk distribusi logistik seperti Grobogan.
Ia menyebut bahwa MDMC Jawa Tengah mendorong MDMC daerah untuk melakukan respon tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan lapangan dan kemampuan yang dimiliki masing-masing.
"Namun MDMC tidak sendirian. Kita bekerja sama dengan relawan atau NGO lain. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh MDMC pasti akan disampaikan kepada relawan lain yang memiliki kapasitas," imbuhnya.
Dalam hal kebutuhan mendesak MDMC, Ulin menyebut bahwa setiap daerah relatif berbeda. Sebagian daerah membutuhkan perahu untuk evakuasi korban, sebagian lain membutuhkan logistik untuk dapur umum, sebagian lain membutuhkan uang tunai.
Menurutnya, yang berperan besar dalam kebencanaan adalah masyarakat terdampak itu sendiri. Relawan, pemerintah, TNI, polisi, tim SAR, dan lain-lain menjadi faktor kedua setelah diri sendiri. Maka, Ulin berpesan agar masyarakat di tengah kondisi seperti ini mulai mempelajari potensi bencana yang ada di daerah masing-masing.
"Jadi ketika bencana datang sudah siap dan tidak menjadi korban. Di Semarang kemarin, banyak masyarakat yang tidak siap. Padahal Semarang sudah langganan banjir. Jadi masyarakat harus bareng-bareng meminimalisir potensi bencana yang ada dan mempelajarinya," pesannya kepada lazismu.org.
Sementara itu, untuk masyarakat umum, ia berpesan agar masyarakat membantu sesama yang terdampak bencana dan menyisihkan sebagian hartanya melalui Lazismu.

BATANG - Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (6/2) pukul 01.00 WIB dini hari mengakibatkan banjir sekitar 200 RT di 7 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Batang.
Menyikapi hal tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center bersama Lazismu dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) membangun dapur umum dan posko banjir bertempat di Komplek Gedung RSI PKU Muhammadiyah Batang.
“Dari hasil assesment awal, kami putuskan untuk membuka posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak, setidaknya untuk makan malam,” ungkap Yanu, Koordinator Posko Banjir.
Dilansir dari laman resmi Lazismu Batang, Yanu menjelaskan bahwa dalam aksi sosial ini melibatkan relawan dari berbagai ortom dan saling bersinergi dalam merespon banjir yang melanda.
“Semua bersinergi bersama dalam bingkai One Muhammadiyah One Respon, ada yang membantu memasak menyiapkan makanan serta distribusi ke lokasi terdampak,” imbuhnya.
Pada saat yang sama, Bram, staf Lazismu Batang melalui Program Indonesia Siaga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu sesama sekaligus menyiapkan segala sesuatu sebelum bencana terjadi.
“kami membuka donasi untuk banjir, baik berupa uang maupun barang. selain itu melalui program Indonesia Siaga kami mengajak masyarakat untuk membantu sesama serta siap siaga sebelum bencana,” ujar Bram.
Aliran sungai gabus dan sungai Sambong yang meluap memperparah banjir hingga mencapai ketinggian hingga 40 sentimeter
“Ada sekitar 200 RT di 7 desa/kelurahan di kecamatan Batang banjir sudah masuk ke rumah warga dengan ketinggian rata – rata 40 sentimeter,” ujar Bupati Wihaji sebagaimana diwartakan oleh ayobatang, Sabtu (6/2/2021).
Selain berada di wilayah cekungan, kata Wihaji, rumah warga juga dekat dengan saluran aliran sungai Gabus dan sungai Sambong yang menuju ke muara laut.
“Aliran sungai Gabus dan Sambong memang sejak dulu sungainya bermasalah, sehingga butuh solusi yang komprehensif. Tapi minimal kita sudah memberikan edukasi ke masyarakat untuk tanggap bencana,” kata Wihaji.
Untuk penanganan, lanjut Wihaji, lebih utama dilakukan evakuasi warga ke pos pengungsian dan membuka dapur umum.
“Saya minta dinas terkait membuat dapur umum, dan evakuasi warga ke posko – posko pengungsian, karena banjir sudah masuk ke rumah warga,” katanya.
Sebanyak 7 desa dan keluaran yang mengalami banjir yaitu, Karangasem Utara, Klidang lor, Watisalit, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon.
Reporter: Yusuf

SULAWESI BARAT - Ketua Lazismu Sulawesi Barat, Abdul Rahman Djafar mengatakan penyaluran dana penerima manfaat korban gempa Sulbar, Majene dan Mamuju, dalam tiga pekan terakhir ini mencapai lebih dari Rp. 935 juta.
"Total bantuan yang tersalur hingga akhir pekan ketiga ini sebesar Rp.935.912.326 juta. Berupa uang tunai Rp.325.461.726 dan dalam bentuk logistik yang telah kami disalurkan Rp.610.450.600 juta," ujar Abdul Rahman sebagaimana dilansir dari sulbarmu, Sabtu (06/02/2021).
Lebih lanjut Abdul Rahman menerangkan, per 5 Februari 2021, data penerima manfaat mencapai 44.731 jiwa yang tersebar di empat pos pelayanan dan satu pos kesehatan. Di antaranya Kabupaten Mamuju ada dua pos, yakni pos pelayanan Tapalang dan Tapalang Barat. Kemudian Kabupaten Majene ada dua pos yakni Malunda dan Ulumanda, sedangkan pos kesehatan EMT Muhammadiyah berada di puskesmas Tapalang.
"Memasuki pekan ke empat pasca gempa ini, kami dari Lazismu untuk sementara waktu memberhentikan menerima bantuan berupa logistik dari luar daerah, kami hanya menerima berupa uang tunai," imbuhnya.
Ia mengaku akan lebih fokus pada pemulihan perekonomian dan tempat hunian (rumah) bagi masyarakat. Apa lagi saat ini kondisi kota sudah mulai pulih, ditandai dengan dibukanya kembali pasar dan toko.
Dari data yang ia sampaikan, dana 935 juta tersebut berasal dari Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dari Rachel Vanya, dan dari BPKH khusus untuk lima titik dapur umum.
"Selain itu juga ada dari Lazismu Jawa Timur, berbentuk rendang, kornet, nasi soto Lamongan, dan air gelas mineral," ujar Abdul Rahman ketika dihubungi lazismu.org.
Reporter: Yusuf

GRESIK - Lazismu Gresik Kota Baru menyalurkan donasi untuk bencana di beberapa daerah sebesar 106 juta rupiah.
Ketua Lazismu Kantor Layanan (KL) GKB Gresik Suwono STP MM mengatakan donasi yang diserahkan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik terkumpul sebesar 106.832.200. Donasi ini ter-update sampai dengan Jumat (5/2/21).
“Donasi ini didapat dari empat amal usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Majelis Dikdasmen PCM GKB. Yaitu dari SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik,” ujarnya sebagaimana dilansir dari pwmu.
Selain dari empat AUM pendidikan tersebut, jelas Suwono, donasi juga berasal dari jamaah Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Pimpinan Cabang Aisyiyah GKB, dan masyarakat sekitar.
Menurut keterangannya, donasi tersebut akan diserahkan ke beberapa titik bencana seperti banjir di Jawa Tengah dan kalimantan Selatan serta gempa di Sulawesi Barat.
“Kami akan menyalurkan sesuai amanat untuk saudara-saudara yang saat ini sedang tertimbah musibah. Semoga donasi ini bisa membantu,” harapnya.
Semenrara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Muhammad Jufrie BE SSos menyebut bahwa Muhammadiyah adalah gerakan sosial.
Menurutnya, pemberian donasi seperti ini adalah cermin bagaimana Muhammadiyah bergerak cepat dalam meringankan beban pada masyarakat yang kena bencana.
"Semoga donasi yang berhasil dihimpun Lazismu KL GKB Gresik ini bisa disalurkan ke dareah-daerah di Indonesia yang saat ini terkena musibah," ujarnya.
Dia memaparkan selain turut memberikan donasi untuk bencana nasional sesuai instruksi dari PP, PWM Jawa Timur, dan PDM Gresik, Lazismu GKB Gresik juga memberikan bantuan untuk masyarakat di 4 kacematan di Gresik yang terdampak banjir, mulai dari Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Menganti.
Kepala SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Muhammad Nur Qomari SSi mengatakan donasi dari siswanya yang diserahkan ke Lazismu KL GKB Gresik dia harapkan bisa sedikit meringankan para korban bencana alam di Indonesia.
“Agar semua siswa semakin terbiasa dan terus tumbuh karakter pedulu dengan sesama. Ini salah satu model pendidikan riil dari sekolah ketika melihat saudara-saudara yang tertimpah musibah. Semoga pendidikan karakter bagi siswa,” harapnya.

PEKALONGAN - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Drs Tafsir M.Ag meninjau keamanan stok logistik di Posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
Tafsir diterima langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Drs H Mulyono, Bendahara PDM Helman Qomari, Ketua Aisyiyah Dra. Hj Rumainur, dan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Adi Widianto.
Sekitar pukul 17.00 WIB Tafsir dan rombongan Lazismu tiba di Posko Penangan Banjir Pencongan. Ia langsung mengecek ketersediaan stok dapur sekaligus memberikan bantuan logistik untuk memastikan keamanan stok hingga air surut.
Kyai Tafsir mengucapkan terima kasih atas respon cepat Muhammadiyah dalam menggalang dana melalui Lazismu di semua titik banjir dan longsor di Jawa Tengah.
“Terima kasih kepada warga Muhammadiyah yang sudah merespon, dan selalu hadir yang pertama setiap ada musibah," ujarnya.
Mulyono menjelaskan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan melalui MDMC-Lazismu hanya menyediakan dapur umum untuk menyuplai makanan harian sekitar 2000 pengungsi, sementara para pengungsi di tampung oleh BNPB daerah yang bersinergi dengan lembaga lain.
Wahidin Hasan Manager Fundraising Lazismu Jawa Tengah mengajak agar masyarakat terus meningkatkan kepedulian sesama dan membantu masyarakat terdampak di tengah musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Jawa Tengah dalam beberapa kurun waktu terakhir.
Hadir pada kesempatan yang sama, Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa, jajaran eksekutif Manager Teritori Agoes Alwi dan Manager Program Maya, didampingi Manager Fundraising Wahidin Hasan.
Usai memberikan semangat dan menyambangi para pengungsi Tafsir meninjau juga dapur umum di Masjid As-Shoghir Pekalongan Barat, sempat dialog dengan penjual sayur dan memborongnya, diteruskan kunjungan ke Posko MDMC Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan untuk mengecek stok logistik.

