Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Status Tanggap Darurat Bencana, MDMC Indramayu Galang Dana untuk Korban Banjir

INDRAMAYU - Sebanyak 3 kecamatan di Kabupaten Indramayu ditetapkan berstatus tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari. 

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indramayu Yusron menyebut bahwa MDMC melakukan respon berupa pembagian obat penyakit ringan dan gatal-gatal, pembagian sembako bantuan dari Bupati Indramayu, dan juga menggalang dana bersama Lazismu Indramayu.

Adapun kebutuhan MDMC saat ini adalah air mineral, makanan, popok bayi, makanan bayi, selimut, dan obat-obatan. "Kondisi umumnya saat ini sudah kembali normal. Hampir sudah tidak ada genangan. Hanya saja kebanyakan merasa gatal-gatal," ujarnya melalui pesan tertulis.

Ke-3 kecamatan yang ditetapkan berstatus tanggap darurat antara lain Bangodua, Tukdana, dan Widasari, yang terendam air akibat Sungai Cibuaya meluap di tengah tingginya curah hujan, sejak Senin (4/1/2021). Status atas ke-3 kecamatan tersebut berlaku selama 5-19 Januari 2021 yang dituangkan melalui SK Bupati Indramayu Nomor : 366/Kep.3-BPBD/2021. 

"Kami tetapkan tanggap darurat untuk 3 kecamatan, yakni Tukdana, Bangodua, dan Widasari selama 14 hari," kata Plt. Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Rabu (6/1/2021). 

Keputusan itu sendiri dikeluarkan sebagai upaya untuk menggerakkan berbagai sumber daya dalam mengatasi banjir di 3 wilayah tersebut.

Banjir tersebut juga mengakibatkan debit air cukup besar hingga membuat Tanggul Rawa Bacin jebol. Aliran Sungai Cibuaya pun bertambah besar setelah mendapat limpahan air dari  tanggul tersebut. Air sungai kemudian meluap dan menggenangi permukiman warga. 

Dilansir dari ayocirebon.com, pemerintah Kabupaten Indramayu sejauh ini telah mendirikan posko dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir. Pos kesehatan hingga pos relawan pun didirikan untuk membantu. 

"Kami juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menormalisasi saluran dan peninggian tanggul di beberapa lokasi yang kritis," pintanya. 

Diketahui, selain pemukiman penduduk, banjir pula merendam ratusan rumah warga, jalan raya, hingga areal persawahan. Situasi itu sendiri telah membuat sejumlah korban banjir terserang penyakit, salah satunya di Kecamatan Widarasari. 

Penyakit pasca banjir setidaknya menyerang warga asal 2 desa, yakni Kongsijaya dan Widasari. Mereka terutama mengeluhkan gangguan pencernaan. Kepala Puskesmas Widasari, Juhaeriah menyebutkan, setidaknya 5 orang telah mendatangi posko kesehatan akibat gangguan pencernaan. Kondisi itu terjadi akibat mereka berada di atas genangan air sepanjang malam. 

"Tapi semua bisa kami tangani di posko kesehatan," ungkapnya.

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ekspedisi, Lazismu dan KOKAM Bojonegoro Jalan Kaki Selama 1 Jam

BOJONEGORO - Lazismu Bojonegoro bersama dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Bojonegoro, Jawa Timur melakukan ekspedisi ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), Minggu (10/1).

Ekspedisi ini dilakukan dalam rangka mengetahui perkembangan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Ekspedisi ini menghabiskan waktu 1 jam perjalanan dengan jalan kaki menuju lokasi.

Dalam keterangan yang ditulis melalui akun Facebook Lazismu Bojonegoro disebutkan bahwa Lazismu dan KOKAM Bojonegoro harus melewati medan yang sulit dengan berjalan kaki, karena sepeda motor tidak dapat digunakan untuk melewati medan tersebut.

"Desa ini belum banyak yang mengetahui dikarenakan letaknya yang jauh dan sangat terpencil. Akses menuju Dusun Bunten sangat sulit, kondisi jalan masih berupa tanah sehingga ketika musim hujan sangat sulit digunakan untuk beraktivitas," tulis Lazismu Bojonegoro di laman Facebook.

Lazismu beserta KOKAM Bojonegoro menyalurkan bantuan berupa makanan kaleng Rendangmu dan Kornetmu untuk menunjang kebutuhan gizi dari pengurus dan satriwan-santriwati TPA di Bunten.

Di dusun ini terdapat satu TPA, yaitu TPA Jabal Nur denan pengasuh Ustadz Nasta'in dan Ustadz Wawan. TPA ini memiliki 28 santri.

Ustadz Nasta'in berharap agar TPA tersebut dapat terus memberikan pendidikan Islam kepada santri-santrinya.

"Tetapi yang menjadi salah satu penghambat kami adalah kurangnya fasilitas perlengkapan belajar yang belum memadai. Seperti alat tulis, buku, dan Alquran," jelas Ustadz Nasta'in.

Namun, meskipun di tengah keterbatasan, santri-santri TPA Jabal Nur tetap semangat mengikuti pembelajaran di TPA tersebut.

Tim Media Lazismu Bojonegoro, Sartono menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengalangan donasi agar bisa membantu kegiatan dakwah di daerah Tondomulo. Ia menyebut bahwa ekspedisi ini penting mengingat Dusun Bunten merupakan daerah terpencil yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Dari sana kita hanya bisa mengambil peranan kecil yaitu dakwah, agar perkembangan Islam di dusun tersebut bisa berjalan dengan baik," ujarnya melalui pesan tertulis kepada lazismu.org.

Ia berharap agar TPA Jabal Nur tetap istiqomah melakukan syiar Islam dan bisa menghasilkan insan-insan yang baik.

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gelar Rakerda, ZIS Lazismu Enrekang Capai 2 Miliar

ENREKANG - Lazismu Enrekang menggelar Rapat Kerja Daerah di Aula Kafe Latimojong, Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (10/1).

Rakerda kali ini mengusung tema "Mewujudkan Lazismu Enrekang yang Handal dan Terpercaya".

Dilansir dari Tribun Enrekang, dalam Rakerda tersebut disampaikan bahwa Lazismu Enrekang cukup berhasil dalam membangun kepercayaan kepada para muzakki dan munfik.

Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya mengumpulkan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS) hingga mencapai Rp 2 miliar di tahun 2020.

"Kita harap agar Lazismu tren pengumpulannya terus meningkat dari tahun ke tahun," ujar Ketua Lazismu Enrekang, Nurdin Rauf, Minggu (10/1).

Sementara itu, Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir yang menjadi pemateri utama dalam Rekerda Lazismu Enrekang memberi arahan agar para amil bisa bekerja cerdas dan optimal.

"Menjadi amil itu sama dengan menjadi dai yang mengajak umat Islam menjalankan syariat zakat, infak, dan sedekah," ujarnya.

Karena itu, imbuhnya, sebagai dai harus totalitas dalam bekerja dan didahului dengan penguasaan ilmu dan managemen pengelolaan zakat. Menurutnya ada beberapa hal yang harus dipahami sebagai amil. 

"Amil di Lazismu harus punya target, program, pengendalian program, program unggulan, strategi marketing, proses yang didukung dengan SDM para amil, infrastruktur yang memadai, dan evaluasi program yang diadakan secara rutin," papar Dewan Pembina Ikatan Beasiswa Baznas RI ini.

Dosen UNIMEN ini juga menyampaikan bahwa Lazismu tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tapi harus bersinergi dengan Baznas.

"Banyak program pendistribusian ZIS yang bisa dikerjasamakan dengan Baznas, khususnya di Bulan Ramadhan atau pada masa kurban," Tambahnya.

Lazismu Enrekang diharapkan akan menjadi lembaga zakat yang profesional, akuntabel, dan amanah sehingga para muzakki makin percaya untuk menyisihkan sebagian harta agar didistribusikan dan didayagunakan oleh Lazismu Enrekang.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Longsor di Sumedang, 14 Rumah Tertimbun Tanah

SUMEDANG - Bencana tanah longsor menimpa Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin, (9/1).

Tanah longsor ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi pada sekitar pukul 16.00 WIB. Tanah longsor berasal dari tebing setinggi 20 meter dan menimpa 14 rumah.

Longsor susulan pun terjadi sekitar pukul 19.30. Petugas juga dilaporkan ada yang tertimbun serta mengalami luka-luka.  

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumedang Alfitriyanto menyebut bahwa pasca mendengar berita tersebut, MDMC langsung membentuk pos koordinasi dan pos layanan, melakukan asesmen, dan membantu evakuasi korban.

"Luka ringan sebanyak 25 orang, korban yang belum ditemukan ada 27 orang," ujarnya melalui pesan tertulis.

Ia menyebut bahwa MDMC Sumedang membutuhkan bantuan logistik, perlengkapan relawan seperti sepatu, jas hujan, dan lain-lain. MDMC juga membutuhkan obat-obatan, medis, dan sembako untuk membantu korban terdampak tanah longsor.

"Korban yang selamat dan luka ringan mengungsi ke RT 3/6. Tim medis dari relawan Muhammadiyah" imbuhnya.

Selain dilanda tanah longsor, Sumedang juga dilanda banjir. Menurutnya, jumlah korban terdampak banjir di Desa Cihanjuang sebanyak 400 keluarga. Sedangkan di Desa Sukada ada 580 keluarga.

Alfitriyanto menjelaskan bahwa ada 100 pengungsi akibat banjir yang mengunsi di RT 3/6. Para pengungsi tersebut per hari ini pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan bekas banjir di rumah masing-masing. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut.

Sementara itu, Staff Program Lazismu Jawa Barat Yosis Salman menyebut bahwa Lazismu Jawa Barat memberikan bantuan medis berupa obat-obatan dan pemberangkatan tim medis gabungan antara MDMC dan Universitas 'Aisyiyah Bandung. Tim medis tiba di lokasi pasca terjadi longsor dan masih akan bertahan hingga besok.

Dilansir dari JPNN, Sebanyak 15 jenazah akibat tanah longsor yang sudah ditemukan antara lain Suhanda (MP Cimanggung), Cahyo Riyadi (Basarnas),  Diding (warga Bojong Kondang), Dudung (warga Bojong Kondang), Yedi  (Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumedang), Wildan (Babakan Limus), Yani (Babakan Limus), Nardianto (Perum SBG RT 04 / RW 14), Engkus Kuswara, Kapten Inf Setyo Pribadi (Danramil Cimanggung), Beni Heriyanto, Nurdin, Dani, dan dua lainnya yang belum teridentifikasi.

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gerobak Baru untuk Nurochim

BANYUMAS - Lazismu Banyumas melalui Kantor Layanan (KL) Sidabowa membantu Nurochim yang merupakan pegiat UMKM dengan memberikannya gerobak beserta seperangkat alat masak yang baru seperti kompor dan alat giling. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh tim Lazismu Banyumas bersama KL Sidabowa hari Jumat (08/01/2021).

Nurochim adalah seorang kepala keluarga yang tinggal bersama istri, anak dan mertuanya di daerah Sidabowa. Memiliki pekerjaan sebagai penjual makanan keliling berupa cilok goreng dan papeda dengan menaruhnya di kursi belakang motor dan alat masaknya juga. Pada hari normal, Nurochim berkeliling desa mulai dari jam sembilan pagi sampai watu dzuhur pulang dan dilanjutkan selepas ashar sampai sore.

“Alhamdulilah dikasih bantuan sama Lazismu, saya mengucapkan terimakasih banget,“ ucap Nurochim kepada tim media Lazismu Banyumas.

Pada saat musim hujan, Nurochim mengalami kesusahan dalam menjual dagangannya karena waktu untuk berkelilinya terhambat hujan. Ditambah lagi alat untuk menaruh barang dagangan yang mengunakan kayu juga sudah mulai rapuh sehingga bisa saja sewaktu-waktu mengalami kerusakan.

Dengan gerobak dan alat yang baru, Nurochim menambah jenis makanan untuk dijual seperti molen dan gorengan lain. Karena sudah mendapatkan gerobak maka lokasi jualan Nurochim akan lebih tetap dan lebih layak.

Sutrisno dari KL Sidabowa mengungkapkan bahwa bantuan kepada pelaku UMKM ini sangat diperlukan apalagi di masa pandemi untuk meningatkan kesejahteraan para penerima. Sutrisno juga mengajak para masyarakat untuk melaksanakan zakat kepada Lazismu agar semakin banyak warga yang terbantu usahanya.

Nurochim adalah satu dari sekian banyak masyarakat yang telah dibantu oleh Lazismu Banyumas dengan memberikannya bantuan usaha muai dari alat ataupun bantuan lain. Bantuan tersebut berakar pada adanya program pemberdayaan UMKM yang dimiliki Lazismu Banyumas. Dimana program tersebut berupaya merubah posisi tangan dibawah menjadi tangan diatas melalui pemberdayaan ekonomi agar keluarga mereka lebih baik.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Tanggap Bencana, Muhammadiyah Turunkan Relawan untuk Korban Longsor Sumedang

SUMEDANG - Sejumlah tim medis, asesmen berikut tim evakuasi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) diterjunkan dalam penanggulangan bencana longsor di dusun Bojongkondang desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin (11/1/2021).

Tanggap Bencana Relawan Muhammadiyah

Sekretaris MDMC Sumedang, Maman Koswara, didampingi Sekretaris MDMC Jabar Ade Irfan menyatakan, pihaknya diterjunkan ke lokasi bencana longsor sejak kemarin dan semua tim telah bergerak bahkan, bergabung dengan tim penanggulangan bencana lainnya. 

"Tim kami sudah bergerak sesuai dengan fungsi masing masing. Ada yang menangani medis, asesmen juga tim evakuasi di lokasi longsor bahkan, ada yang dilibatkan membantu logistik kebutuhan di lapangan hingga di dapur umum," ujarnya sebagaimana dilansir dari Times Indonesia.

Selain itu, sambung Maman, tim MDMC atau yang dikenal dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, juga dilibatkan dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana. 

"Sekarang upaya tanggap darurat tengah dilaksanakan. Kami pun bergerak dalam jangka panjang seperti, penanganan dampak sosial, kesehatan, hingga pemulihan ekonomi khususnya bagi warga terdampak korban longsor," terangnya. 

Lebih lanjut, Maman menjelaskan, bahwa penanganan pasca terjadinya longsor terhadap korban bencana bisa dua sampai tiga bulan kedepan. 

"Apalagi bagi anak anak keluarga korban bencana yang sudah mengalami trauma. Sehingga hal ini merupakan persoalan yang mesti ditanggulangi serius dan dukungan dari berbagai pihak," tandas Maman selaku Sekretaris MDMC Kabupaten Sumedang.

Dalam Laporan Situasi Bencana yang dikeluarkan oleh MDMC Kabupaten Sumedang, Selasa (12/1), relawan Muhammadiyah mendirikan Pos Layanan yang bertempat di Masjid Attaqwa, Jl. Parakan, Muncang, No 222 RT 1/3, Desa Sindang Pakuwong, Kecamatan Cimanggung.

Relawan Muhammadiyah juga melakukan pelayanan kesehatan oleh Tim Medis Lapangan. Penerima manfaat dari tim medis dari Universitas 'Aisyiyah Bandung tersebut antara lain14 laki-laki, 3 anak-anak, dan 43 wanita.

Kebutuhan Korban dan MDMC Sumedang

Melalui rilis tersebut, MDMC menjelaskan bahwa secara umum, warga masih membutuhkan logistik berupa makanan pokok dan obat - obatan, family kit seperti peralatan solat, bantal, selimut,  alas tidur, pakaian dalam; hygiene kit seperti sabun mandi, sabun cuci, handsanitizer, pasta gigi, sikat gigi, handuk, sampo; baby kit seperti popok, sabun, pakaian, selimut, minyak telon, susu formula, dan bedak.

Sementara itu relawan Muhammadiyah membutuhkan bantuan berupa atribut, jas hujan, sepatu bot, masker sensi dan biasa, kendaraan roda 2 & 4, obat-obatan, APD, HT, dan personil tambahan.

Tim relawan Muhammadiyah ini terdiri dari beberapa elemen, antara lain MDMC Jawa Barat 3 orang, MDMC Sumedang 4 orang, MDMC Jawa Tengah 5 Orang, Tim Relawan Cimanggung 18 orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cimanggung, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Cimanggung , TIM Medis Universitas Aisyiyah Bandung 5 orang, dan KOKAM Kabupaten Sumedang 13 Orang

Hingga saat ini masih terdapat puing-puing sisa banjir yang memenuhi di sekitar rumah warga. Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan Masa Tanggap Darurat sampai pada tanggal 29 Januari 2021.

 Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross