

SURABAYA - Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Surabaya bersama Lazismu Daerah Surabaya dan CV Hartoyo Mandiri menggelar pelatihan servis AC. Pelatihan yang diikuti oleh 22 peserta ini digelar di Aula Aula PDM Kota Surabaya, Jl. Wuni 9 Surabaya, dari tanggal 6 Maret hingga 11 April 2021.
Pimpinan PDM Surabaya Zayyin Hudhori MA menyebut bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali kemampuan peserta baik teori maupun praktik, yakni teknikni service AC yang amanat, handal dan profesional.
Sementara itu, Ketua MPM Drs. H. Syamsun Aly, M.Ag menjelaskan, pelatihan ini adalah salah satu program spesial di antara sejumlah program unggulan MPM Kota Surabaya.
"Selain ikhtiar untuk membekali para aktivis muda Muhammadiyah dengan skill handal khususnya di bidang servis AC, pelatihan ini diharapkan mampu mewujudkan tim profesional yang diperlukan banyak Amal Usaha Muhammadiyah, baik sekolah, masjid, atau masyarakat pengguna vasilitas AC," ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah butuh tenaga servis AC yang tidak hanya handal dan kompeten, tetapi juga memiliki kepribadian yang soleh, jujur, dan amanat. Ia menyebut bahwa trust para teknisi ini selain menjaga nama baik Persyarikatan Muhammadiyah dan CV Hartoyo Mandiri, perusahaan yang memberikan pelatihan, juga berdampak positif bagi teknisi layanan jasa servis AC tersebut.
"Banyaknya tenaga kerja potensial di tengah minimnya lapangan kerja, maka pelatihan ini menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja yang memiliki kepribadian Islam dan skill servis handal dan manajemen usaha yang kompeten," imbuh Syamsun.
Pelatihan yang berlangsung selama satu setengah bulan tersebut akan membekali peserta lebih banyak praktik, di samping teori.
Reporter: Abdul Hakim/Yusuf

MAKASSAR - Lazismu Makassar menyalurkan bantuan Beasiswa Sang Surya kepada kader-kader muda Muhammadiyah. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilaksanakan di Kantor Lazismu Makassar, Jl Gunung Lompobattang No 201 Makassar, Rabu (24/2).
Menurut keterangan Kamaruddin Kasim, Ketua Lazismu Kota Makassar Beasiswa Sang Surya tersebut adalah salah satu program unggulan yang dimiliki oleh Lazismu Kota Makassar.
Ia bersyukur karena meskipun dalam suasana pandemi, namun Lazismu Kota Makassar masih bisa menyalurkan Beasiswa Sang Surya.
"Beasiswa ini kita berikan untuk kader-kader Muhammadiyah yang aktif di Persyarikatan Muhammadiyah," jelas Kamaruddin.
Kamaruddin berharap beasiswa tersebut bisa menjadi motivasi bagi penerima manfaat agar tetap aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui Persyarikatan Muhammadiyah.
“Dengan penyaluran beasiswa tersebut, kami berharap mampu membantu para kader dalam mengurangi beban biaya pendidikan di perguruan tinggi masing-masing. Terlepas daripada itu, kami mengharapkan mereka terus semangat bermuhammadiyah,” ucapnya.
Selain itu, Akbar Ayatullah, salah satu penerima Beasiswa Sang Surya yang menjabat sebagai Ketua Umum PC IPM Bontoa mengucapkan banyak terimakasih.
“Saya sangat berterimakasih kepada Lazismu Kota Makassar, insya Allah saya akan memanfaatkan bantuan ini dengan menuntut ilmu dan tak lepas berjuang di Muhammadiyah,” tuturnya.
Reporter: Amri/Yusuf

LAZISMU.ORG - Dalam melakukan pendampingan terhadap penyandang disabilitas, Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah memulai pendampingan dengan memberikan kampanye penyadaran hak-hak penyandang disabilitas yang harus dimengerti dan diterapkan dalam kehidupan oleh stakeholder.
Kedua, MPS PP Muhammadiyah melakukan pengorganisasian dan pembuatan kelompok berbasis kewilayahan atau kedaerahan. Ketiga, MPS melakukan pembinaan berupa pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan teknis kecakapan hidup atau life skill.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan dalam Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas, Sabtu (6/3). Pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan dalam program Gerakan Ekonomi Inklusi yang diselenggarakan oleh MPS bersama Lazismu PP Muhammadiyah.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya pada peningkatan kapasitas namun juga mencakup aspek permodalan usaha dan bahkan sampai bank khusus difabel di Sleman.
Selain itu, Muhammadiyah juga melakukan advokasi kebijakan terhadap produk-produk perundangan.
"Kami coba dorong pemerintah daerah di beberapa daerah untuk menerbitkan Perda terkait dengan disabilitas. Mudah-mudahan Perda itu bisa mengakomodasi dan memberikan akses yang lebih luas kepada penyandang disabilitas," ujar Gus Bach, panggilan akrab Bachtiar Dwi Kurniawan.
Ia berharap agar pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas bisa terbuka, inklusif, dan lebih ramah.
Menurutnya, ada situasi sulit yang dialami oleh penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan. Masyarakat masih menganggap bahwa penyandang disabilitas adalah kelompok yang tidak produktif.
"Padahal, Muhammadiyah memfasilitasi masyarakat agar mampu menolong diri sendiri. Allah berpesan bahwa Ia tidak akan memberikan beban diluar kemampuan manusia. Sehingga siapapun bisa dan mampu menghadapi masalah yang ada, termasuk masalah keterbatasan akses dan fasilitas," imbuhnya.
Dewasa ini, sektor formal masih memandang penyandang disabilitas sebagai beban. Padahal, mereka harus dipandang sebagai mitra dan partner yang bisa diajak untuk bekerja.
Gus Bach menyebut bahwa hal ini akan memberikan beban psikologis kepada penyandang disabilitas.
Selain itu, situasi sulit penyandang disabilitas adalah sulitnya akses permodalan karena pihak perbankan tidak mempercayai penyandang disabilitas. Di sinilah peran Muhammadiyah yang mendirikan bank difabel di Sleman. Bank ini bertujuan agar penyandang disabilitas bisa melakukan simpan pinjam untuk kepentingan hidup mereka.
Reporter: Yusuf

LAZISMU.ORG - Di dalam kondisi penuh keterbatasan, kiprah para penyandang disabilitas dalam hal berwirausaha sangat luar biasa. Dalam menjalankan wirausaha, para penyandang disabilitas tidak kalah dengan masyarakat yang lain.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah Sularno dalam Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas, Sabtu (6/3). Pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan dalam program Gerakan Ekonomi Inklusi yang diselenggarakan oleh MPS bersama Lazismu PP Muhammadiyah.
Menurut Sularno, salah satu penyandang tuna netra yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memiliki kedai kopi yang cukup besar. Ia sendiri yang meracik kopi di kedai tersebut.
Ia menyebut bahwa usaha-usaha lain dari penyandang disabilitas akan terus menjamur. Ia berharap hal ini dapat menggerakkan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas.
"Ini sangat membanggakan. Ini saya berikan bocoran bahwa akan ada kegiatan berikutnya. Jadi Gerakan Ekonomi Inklusi ini tidak akan hanya tiga bulan. Nanti akan kita lanjutkan dengan majelis dan lembaga lain di Muhammadiyah," ujarnya.
Selain MPS dan Lazismu, ia akan mengajak Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan MKS PP 'Aisyiyah.
Sularno menegaskan harapannya agar program yang telah berjalan sejak bulan Januari ini semakin masif dan menjadi gerakan kewirausahaan baru yang dimotori oleh para penyandang disabilitas. Ia berharap ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.
"Ini mestinya tugas pemerintah. Tapi kita di Muhammadiyah sudah biasa membantu pemerintah. Maka, pemerintah mestinya melihat hal ini dengan jelas bahwa Lazismu bersama Majelis Lembaga Muhammadiyah lain telah menggerakkan ekonomi inklusi ini," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Program Ekonomi Inklusi yang berjalan selama tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2021 ini adalah pemberian modal usaha sekaligus pendampingan terhadap penyandang disabilitas dalam hal usaha mikro.
Koordinator Program Ekonomi Inklusi Dedi Warman menyebut bahwa program ini bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas yang memiliki usaha agar usahanya semakin berkembang, meningkatkan kapasitas, dan semakin mandiri.
Selain bantuan modal, Majelis Pelayanan Sosial juga melakukan pendampingan teknis kepada pemilik usaha. MPS juga memberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan wirausaha, marketing, dan lain-lain.
Reporter: Yusuf

KARANGANYAR - Badan Pengelola Keuangan (BPKH) menunjuk Lembaga Amal Zakat Muhammadiyah Lazismu Kabupaten Karanganyar, Jateng untuk menyalurkan bantuan sebanyak tiga unit ambulans dan sebuah truk tangki.
Kepala BPKH, Anggito Abimanyu menjelaskan, keempat bantuan tersebut diberikan kepada yayasan di luar Muhammadiyah yang terletak di Kabupaten Sragen, Wonogiri dan Karanganyar.
Menurut Anggito, BPKH menjalin kesepakatan dengan Muhammadiyah, dalam hal ini Pimpinan Pusat PP Lazismu untuk menyalurkan berbagai bantuan BPKH ke seluruh Indonesia.
“Ya untuk bantuan ini di Kabupaten Karanganyar, Sragen dan Wonogiri lewatnya Lazismu Karanganyar, karena kemitraan di tingkat pusat adalah BPKH dengan Lazismu,” ujarnya pada pidato penyerahan bantuan tersebut, Senin (8/3/2021).
Anggito menjelaskan, empat jenis bantuan tersebut diperuntukkan bagi tiga pondok pesantren milik LDII dan satu yayasan lain di luar Muhammadiyah. Total bantuan senilai Rp1 miliar.
Dijelaskan, jumlah bantuan BPKH secara nasional tahun 2021 sekitar Rp 240 miliar yang berasal dari anggaran Dana Abadi Umat. Sedangkan jumlah total Dana Abadi Umat sebesar Rp 3,7 triliun yang didapat dari efisiensi dana haji untuk dikumpulkan.
Dengan kata lain, lanjut Anggito Dana Abadi Umat dalam istilah korporasinya semacam Corporate Social Responbility CSR nya dana haji.
“Jumlah total istilah CSR nya dana haji itu pada posisi Rp 3,7 triliun, lalu dana tersebut dikembangkan diperoleh nilai manfaat sekitar Rp 220 miliar per tahunnya,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Joglosemar.
Sedangkan dari nilai manfaat sebesar Rp 220 miliar per tahun itu maka untuk tahun 2021 BPKH mengalokasikan bantuan sebesar Rp 195 miliar atas seizin Komisi 8 DPR-RI.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Kabupaten Karanganyar, Samsuri menyambut baik kerja sama penyaluran bantuan tersebut.
“Kami apresiasi program ini meski Muhammadiyah Karanganyar hanya untuk lewat saja tapi tetap amanah untuk menyalurkan,” ujarnya.
Menurut Samsuri, Lazismu dikenal sangat amanah dan profesional sehingga banyak lembaga mitra pemerintah memilih Lazismu sebagai lembaga yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan apapun.

BEKASI - Lazismu Kota Bekasi telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada korban banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi senilai Rp 150 juta.
Bantuan ini diberikan sepanjang bulan Januari hingga Maret, dimana banjir selalu melanda di bulan tersebut.
Bantuan yang disalurkan diwujudkan dalam bentuk RendangMu sebanyak 2400 kaleng senilai Rp. 120.000.000 dan bentuk bantuan lainnya berupa nasi kotak/nasi bungkus, sembako (beras, mie instan, gula, dan minyak) senilai Rp. 30.000.000. Sehingga total nilai yang sudah terdistribusi adalah Rp. 150 juta.
Selain untuk korban banjir, bantuan ini juga disalurkan untuk masyarakat Kota Bekasi juga Kab Bekasi yang ekonominya terdampak Covid-19.
Bantuan paket sembako adalah wujud kepedulian Lazismu PP Muhammadiyah dan Lazismu Kota Bekasi di saat wabah pandemi covid-19 dan bencana banjir di Kota Bekasi dan Kab Bekasi.
Selain itu, hal ini juga merupakan wujud komitmen Lazismu dalam mengusung semangat "Memberi Untuk Negeri" untuk Indonesia melalui kepedulian dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility). Khususnya masyarakat yang terdampak bencana.
Lazismu Kota Bekasi terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan para donatur dan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir di berbagai tempat.
Hal ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana. Melalui unit kerja di setiap Kantor Layanan Lazismu Se Kota Bekasi, Lazismu Kota Bekasi bergerak cepat memberikan bantuan tanggap bencana.
Karena bantuan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Bekasi yang telah menjadi lembaga amil zakat yang dipercaya oleh masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah menjadi fasilitator bagi para dermawan, menjadi perantara rahmat Allat SWT dalam memberikan bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan," ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima oleh lazismu.org.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang mempercayakan bantuan dan donasinya melalui Lazismu Kota Bekasi.
Pria kelahiran Jakarta 3 Januari 1970 tersebut mengajak muzakki lain yang belum mendonasikan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui Lazismu untuk turut serta memberikan uluran tangannya kepada orang-orang yang membutuhkan melalui Lazismu Kota Bekasi.
Reporter: Yusuf

