

YOGYAKARTA - - Dalam upaya meningkatkan semangat belajar mengajar Lazismu melalui Program save our school (SOS) menyalurkan dana bantuan tunai, untuk membantu renovasi TK ABA Ambarminangun, serta mendukung peningkatan fasilitas sarana dan prasarana menjadi lebih baik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pratirtonirmolo Barat DIY, Sri Murwanti dan Kepala Sekolah TK ABA Ambarminangun, Sinta Ambarawangi Sulistio. Acara Tasyakuran ini dilakukan di TK ABA Ambarminangun, YOGYAKARTA, pada Minggu (27/04/2025).
Melalui bantuan program pendidikan dari Lazismu dalam program Save Our School (SOS), bantuan dana Lazismu dilakukan beberapa tahap, tahap pertama sebesar Rp.27.230.000, tahap kedua sebesar Rp.11.670.000 maka total dana bantuan yang diberikan Lazismu sebesar Rp.38.900.000.
Dengan dana tersebut, dilakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana seperti penambahan fasilitas pendidikan, perbaikan ruang UKS, ruang guru, serta penyediaan televisi dan laptop guna mendukung proses belajar mengajar. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan meningkatkan semangat.
Sebelum menerima bantuan dari Lazismu pada program Save Our School (SOS) TK ABA Ambarminangun memiliki berbagai keterbatasan sarana prasarana antara lain tiga ruang kelas belum berlantai keramik serta atap yang sudah sangat tidak layak, sehingga berpotensi membahayakan aktivitas belajar mengajar.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan TK ABA Ambarminangun dapat berkembang menjadi sekolah unggulan, dan menjadi sekolah pilihan bagi masyarakat sekitar TK ABA Ambarminangun DIY.
[Humas dan Kelembangaan Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA - - MuhammadiyahAid yang terdiri dari Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan PP Muhammadiyah mengadakan Seremoni Pelepasan Tim Dukungan Kemanusiaan untuk respons bencana Gempa Bumi di Myanmar (Humanitarian Response to Earthquake in Myanmar) pada 28 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengurus Gunawan Hidayat, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Khotimun Susanti, dan perwakilan relawan kemanusiaan yang akan berangkat ke Myanmar Syahri Ramadhan, Satriya Yudo Budi Wicaksono, Moh. Dwi Kurniawan Rizqi. Seremoni pelepasan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis (24/04/2025).
Tim yang akan berangkat ke Myanmar terdiri dari Syahri Ramadhan sebagai koordinator relawan, Satriya Yudo Budi Wicaksono sebagai relawan bidang logistik darurat, dan Moh. Dwi Kurniawan Rizqi sebagai relawan data dan media. Misi ini mendapat dukungan penuh dari Lazismu, PP Muhammadiyah dan MDMC.
Gunawan Hidayat, perwakilan dari Lazismu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lazismu memiliki pilar program strategis, termasuk tanggap darurat bencana yaitu program kemanusiaan.
"Lazismu, PP Muhammadiyah, dan MDMC telah lama bekerja sama dalam berbagai respons kebencanaan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam filantropi Islam yang berpihak pada kemanusiaan” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Khotimun Susanti, menyampaikan bahwa gempa bumi ini berdampak sangat luas sehingga memerlukan kolaborasi internasional.
"Kami hadir sebagai bagian dari nilai kemanusiaan. Negara Myanmar membuka akses bantuan internasional, terutama untuk mendukung perlindungan perempuan, anak-anak, dan pencegahan kekerasan dalam situasi darurat. Muhammadiyah berkomitmen hadir di tengah kebutuhan itu” jelasnya.
Syahri Ramadhan mewakili tim relawan kemanusiaan MuhammadiyahAid menyampaikan bahwa ia diberi amanah untuk mewakili Muhammadiyah dalam misi kemanusiaan ini.
“Bantuan yang kami bawa bukan karena rasa iba, melainkan untuk memenuhi hak para terdampak bencana. Mereka berhak menerima dukungan sebagaimana nilai-nilai kemanusiaan yang dianut Muhammadiyah" ujarnya.
Target bantuan MuhammadiyahAid mencakup 1.000 kepala keluarga di wilayah Bidau, Sagaing, dan Mandalay. Fokus utama bantuan adalah penyediaan air bersih, sanitasi, hunian darurat, serta bantuan multiguna berupa uang tunai yang fleksibel.
“Awalnya bantuan tunai sebesar 500 Kyat (MMK), namun kami sesuaikan menjadi 250.000 hingga 300.000 MMK per keluarga agar lebih realistis dan tetap berdampak” jelas Syahri.
Sebagai negara ASEAN, WNI dapat mengakses Myanmar dengan visa kunjungan selama 14 hari, yang memungkinkan tim MuhammadiyahAid untuk bergerak cepat dalam merespons. Pelepasan tim ini merupakan respons kemanusiaan Muhammadiyah dalam upaya meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Sebagaimana di ketahui Gempa bumi bermagnitudo 7,7 dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer mengguncang wilayah Myanmar. Bencana ini menyebabkan sedikitnya 5.350 korban jiwa di Myanmar. Peristiwa tragis ini terjadi saat pelaksanaan salat Jumat, menyebabkan runtuhnya masjid dan jatuhnya ratusan korban dari kalangan umat Muslim. Gempa ini menjadi salah satu yang paling mematikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

BREBES -- Hujan deras mengguyur kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pada Kamis (17/4/2025), berdampak terhadap struktur tanah Desa Mendala. Warga dibuat terkejut, tanah bergerak dan mengguncang Desa Mendala, di beberapa titik antara lain Dukuh Karanganyar, Krajan, Cupang Bungur, dan Babakan.
Akibat bencana tanah bergerak itu, sebanyak 428 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan parah dan tak lagi layak huni. Di tengah situasi darurat tersebut, Lazismu Jawa Tengah hadir melakukan tanggap darurat.
Melalui pilar program kemanusiaan Indonesia Siaga, Lazismu menyalurkan 20 karton rendang siap saji senilai Rp 24 juta. Para relawan yang diterjunkan langsung menyalurkan Rendangmu ke tenda-tenda pengungsian dan rumah-rumah warga yang terdampak dan masih bisa dijangkau.
"Ini bukan sekadar bantuan makanan. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas," ujar salah satu relawan Muhammadiyah yang ikut mendistribusikan bantuan.
Rendangmu yang dibagikan untuk penyintas, merupakan makanan siap saji yang didesign tahan lama dengan kandungan gizi tinggi. Makanan siap saji ini dipilih sebagai solusi dalam kecepatan bantuan logistik yang praktis dan tepat guna di masa tanggap darurat.
Proses penyaluran dilakukan serentak pada Senin (21/4/2025), dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai unsur yaitu MDMC Brebes, BPBD, Pemdes, TNI-POLRI, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat.
Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci kelancaran kegiatan ini, dimulai dari pemetaan kebutuhan warga, hingga dokumentasi lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Warga terdampak pun menyambut baik kehadiran bantuan ini. "Kami sangat terbantu, apalagi rendang ini bisa langsung disantap tanpa perlu dimasak," ujar seorang pengungsi di Posko Mendala.
Bencana telah terjadi dan api kepedulian jangan sampai padam. Lazismu berupaya hadir di tengah krisis dengan aksi kolaboratif menjadi penguat asa bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah / Lazismu Jateng]

TASIKMALAYA -- Lazismu bersama Pas Society, salah satu komunitas pecinta PAS Band terbesar di Indonesia, bersinergi dalam acara Gathering Camp di Tasikmalaya yang dirangkai dengan pembagian sembako untuk anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
Kegiatan ini juga menjadi momen spesial dengan penyerahan buku Kisah Inspiratif Penggerak Kebajikan kepada Yuki Arifin Martawidjadja selaku Vokalis Pas Band. Acara ini diselenggarakan di Pasir Krisik, Tasikmalaya, pada Sabtu dan Minggu (19–20 April 2025) dan berlangsung dengan penuh kehangatan serta semangat.
Direktur Utama Lazismu, Ibnu Tsani, hadir langsung dalam acara ini bersama Ketua Panitia, Una, serta sejumlah anggota PAS Band dan Pas Society lainnya. Dalam sambutannya, Ibnu Tsani mengungkapkan rasa syukur atas terjalinnya kembali hubungan baik antara Lazismu dan Pas Society setelah vakum selama lebih dari satu dekade.
"Sebenarnya, Lazismu dan Pas Society sudah menjalin kerja sama sejak lama, mulai dari kegiatan buka bersama hingga konser akustik di GKJ. Setelah 10 tahun lebih tidak berinteraksi, saya sangat senang bisa kembali ke 'rumah kedua'. Semoga kita semua sehat, acara ini membawa berkah, dan kerja sama ini terus berlanjut. Kami juga membuka peluang kolaborasi baik secara formal maupun informal," ujar Ibnu Tsani.
Ia menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, Lazismu telah aktif bekerja sama dengan 5–10 komunitas untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, yang kemudian dikembalikan kepada komunitas dalam bentuk berbagai program seperti beasiswa pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.
Ketua Panitia, Una, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sponsor, khususnya Lazismu.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak, terutama Lazismu yang telah menjadi bagian penting dalam kesuksesan acara ini," ujarnya Una.
Perwakilan dari PAS Band, Sandi, juga memberikan sambutan yang penuh semangat. Ia berharap kegiatan ini bisa membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan menjadi contoh positif. "Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Erny, perwakilan lain dari PAS Band, menyampaikan bahwa masih ada rencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di tujuh kota di Jawa Barat, yaitu Bogor, Subang, Cianjur, Sukabumi, Limbangan, Majalengka, dan Brebes. Ia mengajak Pas society dan para Passer untuk terus menjaga komunikasi dan merancang kegiatan yang bermanfaat untuk ke depannya.
Acara ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata dari gerakan sosial komunitas dan lembaga filantropi, yang diharapkan terus memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah ]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan satu unit ambulans jenazah kepada DKM Masjid Nurul Haq, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/4/2025).
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga sekitar, khususnya dalam menghadapi situasi berduka maupun kondisi darurat kesehatan.
Acara serah terima ambulans ini dihadiri oleh Deputi Penghimpunan BPKH RI, Juni Supriyanto, Anggota Badan Pengurus Lazismu, Erry Ahmad Sunandar, serta Ketua DKM Masjid Nurul Haq, Elfizar B.
Dalam sambutannya, Erry Ahmad Sunandar menghimbau agar penggunaan ambulan ini tetap harus memperhatikan etika berlalu lintas.
"Kami mengingatkan agar ambulans tidak menyalakan sirene tanpa kebutuhan yang mendesak di jalan raya, terutama saat tidak membawa pasien atau tidak dalam keadaan darurat.
Kita harus menjaga etika ini, karena ambulans tersebut membawa identitas Muhammadiyah, serta memuat logo BPKH dan Lazismu," ujarnya.
Selain itu, Erry juga berharap, Lazismu dapat semakin aktif dalam penghimpunan dana di wilayah tersebut, dengan tetap menjaga akuntabilitas.
"Lazismu harus terus hidup dan berkembang di sini. Kami siap untuk diaudit, baik oleh auditor publik maupun auditor internal, termasuk audit dana dari BPKH," pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan gerakan sosial tidak cukup hanya mengandalkan sejarah panjang, tetapi harus diperkuat dengan transparansi dan kinerja yang nyata.
Sementara itu, Deputi Penghimpunan BPKH RI, Juni Supriyanto, menjelaskan bahwa bantuan ambulans ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH, yang dananya berasal dari optimalisasi Dana Abadi Umat.
"BPKH hadir untuk mengembalikan manfaat dana umat kepada umat itu sendiri. Ini penting, mengingat sejarah pengelolaan dana haji di Indonesia yang pernah tercoreng oleh korupsi dan penyalahgunaan," tandasnya.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan dana haji kini harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kebermanfaatan untuk umat.
Ambulans jenazah ini diharapkan menjadi sarana pendukung bagi kegiatan DKM dan jamaah masjid dalam menjalankan peran sentralnya sebagai pusat peradaban Islam — menjadi tempat yang memberi solusi dan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Penyerahan ambulans ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara BPKH, Lazismu, dan DKM Masjid Nurul Haq untuk memperluas dampak sosial melalui optimalisasi dana umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

ANKARA -- Pandangan hidup manusia tentang air tidak sebatas pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mengelola dan melestarikan air serta menjaga ketersediaannya merupakan prinsip dasarnya.
Adalah Tri Julia Wulandari, mahasiswi asal Indonesia yang menempuh studi Strata 1 di Erciyes University, Turki, tak bisa ke lain hati dari unsur air yang melengkapi daratan negara berjuluk Tanah Empat Musim itu.
Pengalaman hidup dan belajar Julia, di negara Gerbang Timur dan Barat ini membawanya kepada suatu gagasan riset tentang isu pengolahan dan manajemen air di bidang Environmental Engineering.
Pasalnya menurut Julia, Turki sebagai negara yang berada di posisi geopolitik strategis dalam perkembangannnya secara environmental menyisakan catatan dengan masih adanya limbah yang terkandung dalam air.
Menurut Julia limbah sudah menjadi kajian peneliti di banyak negara, termasuk di Indonesia. Perihal risetnya, Julia mengatakan, latar belakang gagasan penelitian ini berangkat dari air limbah di Turki dengan kandungan antibiotik yang besar.
“Air yang tercemar limbah harus di jernihkan. Salah satu proses penjernihannya dan juga mengurangi kandungan limbah itu melalui penelitian ini dengan penggunaan nanomaterial,” jelasnya kepada Tim Media Lazismu (16/4/2025).
Secara ringkas Julia memapaparkan bahwa peran dan fungsi nanomaterial dalam mengurai kandungan limbah dalam air, selanjutnya dalam proses penjernihan sebagai pengikat antibiotik.
Dari sisi akademis lanjutnya, parameter yang diukur adalah nanomaterial sebagai pengikat antibiotik dapat bekerja signifikan dan sejauh mana mampu mengurangi kandungan limbah dalam air.
Julia yang juga aktif sebagai Ketua Kantor Layanan Lazismu Turki ini mengungkapkan bahwa penelitian ini menghabiskan waktu selama tujuh bulan, terhitung dari Juni 2024 sampai dengan Februari 2025.
Alhamdulillah tekadnya membuahkan hasil, riset rekayasa di bidang lingkungan tersebut diganjar penghargaan dari Pemerintah Turki yang kemudian dikenal dengan Penghargaan Tübitak 2209-A. Suatu penghargaan bergengsi dari Pemerintah Turki yang diberikan kepada peneliti inovatif tingkat sarjana di berbagai bidang ilmu.
Ini adalah penelitian mandiri. Ia berharap penelitian ini bisa bermanfaat bagi Indonesia dan umat. “Semoga penelitian ini jadi pembuka jalan selanjutnya, bisa dikembangkan terus dan terus giat mencintai alam dan menjaganya serta jadi motivasi untuk terus berinovasi,” pungkas Julia yang juga Ketua Majelis Lingkungan Hidup PCIM Turki.
Julia mengaku penelitiannya itu juga sejalur dengan Prof Brian, yang sama sama meneliti nanomaterial. Di kondisi terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang sedang kunjungan kerja Ke Turki mengapresiasi dedikasi Julia dalam riset dan capaiannya itu.
Julia menurut Brian adalah sosok anak muda Indonesia yang berprestasi di kancah global. Capaiannya merupakan contoh nyata pentingnya dukungan terhadap riset dan inovasi pada jenjang pendidikan tinggi (Kompas, 11/4/2025).
Mendiktisaintek turut menhgajak mahasiswa Indonesia lainnya agar terus berusaha di bidang keilmuan dan tidak ragu menjadi seorang yang ‘gila belajar’ untuk kemajuan bangsa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

