

SULAWESI BARAT - Ketua Lazismu Sulawesi Barat, Abdul Rahman Djafar mengatakan penyaluran dana penerima manfaat korban gempa Sulbar, Majene dan Mamuju, dalam tiga pekan terakhir ini mencapai lebih dari Rp. 935 juta.
"Total bantuan yang tersalur hingga akhir pekan ketiga ini sebesar Rp.935.912.326 juta. Berupa uang tunai Rp.325.461.726 dan dalam bentuk logistik yang telah kami disalurkan Rp.610.450.600 juta," ujar Abdul Rahman sebagaimana dilansir dari sulbarmu, Sabtu (06/02/2021).
Lebih lanjut Abdul Rahman menerangkan, per 5 Februari 2021, data penerima manfaat mencapai 44.731 jiwa yang tersebar di empat pos pelayanan dan satu pos kesehatan. Di antaranya Kabupaten Mamuju ada dua pos, yakni pos pelayanan Tapalang dan Tapalang Barat. Kemudian Kabupaten Majene ada dua pos yakni Malunda dan Ulumanda, sedangkan pos kesehatan EMT Muhammadiyah berada di puskesmas Tapalang.
"Memasuki pekan ke empat pasca gempa ini, kami dari Lazismu untuk sementara waktu memberhentikan menerima bantuan berupa logistik dari luar daerah, kami hanya menerima berupa uang tunai," imbuhnya.
Ia mengaku akan lebih fokus pada pemulihan perekonomian dan tempat hunian (rumah) bagi masyarakat. Apa lagi saat ini kondisi kota sudah mulai pulih, ditandai dengan dibukanya kembali pasar dan toko.
Dari data yang ia sampaikan, dana 935 juta tersebut berasal dari Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dari Rachel Vanya, dan dari BPKH khusus untuk lima titik dapur umum.
"Selain itu juga ada dari Lazismu Jawa Timur, berbentuk rendang, kornet, nasi soto Lamongan, dan air gelas mineral," ujar Abdul Rahman ketika dihubungi lazismu.org.
Reporter: Yusuf

GRESIK - Lazismu Gresik Kota Baru menyalurkan donasi untuk bencana di beberapa daerah sebesar 106 juta rupiah.
Ketua Lazismu Kantor Layanan (KL) GKB Gresik Suwono STP MM mengatakan donasi yang diserahkan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik terkumpul sebesar 106.832.200. Donasi ini ter-update sampai dengan Jumat (5/2/21).
“Donasi ini didapat dari empat amal usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Majelis Dikdasmen PCM GKB. Yaitu dari SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik,” ujarnya sebagaimana dilansir dari pwmu.
Selain dari empat AUM pendidikan tersebut, jelas Suwono, donasi juga berasal dari jamaah Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Pimpinan Cabang Aisyiyah GKB, dan masyarakat sekitar.
Menurut keterangannya, donasi tersebut akan diserahkan ke beberapa titik bencana seperti banjir di Jawa Tengah dan kalimantan Selatan serta gempa di Sulawesi Barat.
“Kami akan menyalurkan sesuai amanat untuk saudara-saudara yang saat ini sedang tertimbah musibah. Semoga donasi ini bisa membantu,” harapnya.
Semenrara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Muhammad Jufrie BE SSos menyebut bahwa Muhammadiyah adalah gerakan sosial.
Menurutnya, pemberian donasi seperti ini adalah cermin bagaimana Muhammadiyah bergerak cepat dalam meringankan beban pada masyarakat yang kena bencana.
"Semoga donasi yang berhasil dihimpun Lazismu KL GKB Gresik ini bisa disalurkan ke dareah-daerah di Indonesia yang saat ini terkena musibah," ujarnya.
Dia memaparkan selain turut memberikan donasi untuk bencana nasional sesuai instruksi dari PP, PWM Jawa Timur, dan PDM Gresik, Lazismu GKB Gresik juga memberikan bantuan untuk masyarakat di 4 kacematan di Gresik yang terdampak banjir, mulai dari Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Menganti.
Kepala SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Muhammad Nur Qomari SSi mengatakan donasi dari siswanya yang diserahkan ke Lazismu KL GKB Gresik dia harapkan bisa sedikit meringankan para korban bencana alam di Indonesia.
“Agar semua siswa semakin terbiasa dan terus tumbuh karakter pedulu dengan sesama. Ini salah satu model pendidikan riil dari sekolah ketika melihat saudara-saudara yang tertimpah musibah. Semoga pendidikan karakter bagi siswa,” harapnya.

PEKALONGAN - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Drs Tafsir M.Ag meninjau keamanan stok logistik di Posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
Tafsir diterima langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Drs H Mulyono, Bendahara PDM Helman Qomari, Ketua Aisyiyah Dra. Hj Rumainur, dan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Adi Widianto.
Sekitar pukul 17.00 WIB Tafsir dan rombongan Lazismu tiba di Posko Penangan Banjir Pencongan. Ia langsung mengecek ketersediaan stok dapur sekaligus memberikan bantuan logistik untuk memastikan keamanan stok hingga air surut.
Kyai Tafsir mengucapkan terima kasih atas respon cepat Muhammadiyah dalam menggalang dana melalui Lazismu di semua titik banjir dan longsor di Jawa Tengah.
“Terima kasih kepada warga Muhammadiyah yang sudah merespon, dan selalu hadir yang pertama setiap ada musibah," ujarnya.
Mulyono menjelaskan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan melalui MDMC-Lazismu hanya menyediakan dapur umum untuk menyuplai makanan harian sekitar 2000 pengungsi, sementara para pengungsi di tampung oleh BNPB daerah yang bersinergi dengan lembaga lain.
Wahidin Hasan Manager Fundraising Lazismu Jawa Tengah mengajak agar masyarakat terus meningkatkan kepedulian sesama dan membantu masyarakat terdampak di tengah musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Jawa Tengah dalam beberapa kurun waktu terakhir.
Hadir pada kesempatan yang sama, Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa, jajaran eksekutif Manager Teritori Agoes Alwi dan Manager Program Maya, didampingi Manager Fundraising Wahidin Hasan.
Usai memberikan semangat dan menyambangi para pengungsi Tafsir meninjau juga dapur umum di Masjid As-Shoghir Pekalongan Barat, sempat dialog dengan penjual sayur dan memborongnya, diteruskan kunjungan ke Posko MDMC Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan untuk mengecek stok logistik.

PEKALONGAN - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Drs Tafsir M.Ag meninjau lokasi para pengungsi banjir di Krapyak Lor Kota Pekalongan, Rabu (10/2).
Pengungsian bertempat di Masjid Al Huda. Tafsir disambut oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan Pasrum Afandi, didampingi Hasan Bisri anggota PDM, tim MDMC, dan jajaran pengurus organisasi otonom Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hisbul Wathan serta Aisyiyah.
Di lokasi tersebut terdapat sekitar 85 warga pengungsi di Masjid Al Huda Kramat. Tafsir berdialog dengan pengungsi dan meninjau kebutuhan logistik dapur umum untuk 2882 jiwa pengungsi di 42 tempat pengungsian, sekaligus memberian bantuan logistik untuk keperluan dapur serta lauk siap saji Rendangmu.
Tafsir mengatakan bahwa bencana banjir merupakan bagian dari isyarat alam. Menurutnya, semua orang akan mengalami musibah, dan bagian dari musibah itu adalah karena kekurangpahaman kita merawat alam, juga ada yang salah dalam pengambilan kebijakan.
“Pasti ada yang salah ketika kita tertimpa musibah, musibah atau bencana itu semua faktor manusia maka kita harus sadar dan sabar untuk melaluinya yang sudah menjadi takdir Allah swt,” jelasnya.
Lebih lanjut Tafsir menjelaskan bahwa di samping banjir karena tingginya curah hujan, juga karena gagalnya masyarakat menjaga keseimbangan alam. Ketika hampir semua pohon dihabisi, ditebang tanda batas, tidak ada penggantinya, sementara perumahan semakin luas, ruang jalan aspal semakin meluas, sehingga ruang air semakin minim, tentu ini bagian dari kesalahan mengambil kebijakan.
Hadir pada kesempatan yang sama, Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa, jajaran eksekutif Manager Teritori Agoes Alwi dan Manager Program Maya, didampingi Manager Fundraising Wahidin Hasan.
Usai memberikan semangat dan menyambangi para pengungsi Tafsir meninjau juga dapur umum di Masjid As-Shoghir Pekalongan Barat, sempat dialog dengan penjual sayur dan memborongnya, diteruskan kunjungan ke Posko MDMC Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan untuk mengecek stok logistik.
Selain Pekalongan, setidaknya ada 7 kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang dilanda banjir.
8 kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Selain banjir, Jawa Tengah juga dilanda bencana tanah bergerak di Purbalinga dan tanah longsor di Boyolali.
Bencana-bencana tersebut secara beruntut terjadi sejak akhir bulan Januari hingga saat ini.

BANYUMAS - Panen raya padi premium jenis mapan 05 Lazismu Banyumas di Karangtawang berlangsung hari Rabu (10/02). Panen raya ini adalah hasil dari Sekolah Lapang yang merupakan program Tani Bangkit Lazismu Banyumas bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Dinas Pertanian Banyumas.
Acara tersebut dihadiri Ketua Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Lazismu Pimpinan Wilayah Jawa Tengah Dodok Sartono, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Ibnu Hasan, Kapolresta Banyumas Firman, Dandim 0701/Banyumas, Kepala Dinas Pertanian Banyumas, sampai Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Jebul Suroso.
Pembukaan acara Panen Raya diawali dengan laporan dari Manajer Lazismu Banyumas terkait program tani bangkit kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tamu undangan dan selanjutnya penyerahan para peserta sekolah lapang dari Dinas Pertanian kepada Lazismu Banyumas.
Sabar Waluyo menegaskan bahwa program Tani Bangkit ini adalah bagian dari Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) yang menjadikan Masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Beliau juga mengatakan bahwa sekolah lapang yang sudah berlangsung dari bulan Oktober 2020 ini memiliki jumlah peserta 25 orang dengan lahan padi sebesar 4,5 hektar.
Senada dengan Manajer Lazismu Banyumas, Ibnu Hasan juga mengungkapkan pentingnya masjid sebagai pusat pemberdayaan. “Ketika orang sudah terikat dengan masjid dan ada program pemberdayaan jamaah masjid insyaaAllah keberlangsungan keteraturan dan kebersamaan ini akan tetap bisa kita bangun," ujar Ibnu Hasan ketika memberikan sambutan.
Dukungan juga datang dari Hilman Latief. Hilman Latief berharap agar program pemberdayaan yang dilakukan Lazismu banyumas bisa diikuti oleh Lazismu daerah lain.
“Saya sambut baik acara ini, semoga bisa bergulir di daerah lain. Jawa tengah ini adalah Lazismu terbaik secara nasional. InsyaaAllah semoga kedepan ini bisa lebih menggeliat," ucapnya pada saat sambutan pembukaan Panen Raya.
Setelah acara pembukaan selesai para tamu undangan langsung menuju lahan sawah yang siap panen. Masing-masing orang mewakili lembaganya secara seremonial memanen beberapa batang padi sebagai tanda suka cita atas suksesnya sekolah lapang binaan Lazismu Banyumas.
Panen Raya ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak seperti Polresta Banyumas serta Dandim 0701/Banyumas yang mengikuti acara dari awal sampai akhir. Firman mendukung gerakan masyarakat mengenai ketahanan pangan. “Kami disini, saya Kapolres bersama pak Dandim kami berdua akan mendukung program ini. Bukan hanya mendukung juga menyukseskan," paparnya.
Selain panen, para tamu undangan juga diajak untuk melihat program lain milik Lazismu Banyumas di Karangtawang yaitu pemberdayaan masyarakat ternak penggemukan kambing.
Reporter : Tansah/Yusuf

HULU SUNGAI SELATAN - Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan meresmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) Negara di Masjid Istiqamah, Tambak Bitin, Minggu (7/2).
Peresmian Kantor Layanan pertama di Hulu Sungai Selatan yang berlokasi di Cabang Muhammadiyah Negara tersebut dihadiri oleh beberapa pihak. Diantaranya Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Hulu Sungai Selatan, Perwakilan Pimpinan Cabang, dan warga sekitar.
Didi Kurniadi, Ketua Lazismu Hulu Sungai Selatan menyampaikan alasan didirikannya KLL Negara adalah karena melihat dari potensi jumlah penduduknya yang banyak. Selain itu, Kantor Layanan ini berdekatan dengan dua cabang Muhammadiyah lain, yaitu Paharangan dan Daha Selatan.
Didi, sapaan akrab pria yang keseharian berprofesi sebagai dokter ini menambahkan pula faktor pendukung pendirian KLL Negara.
“Cabang Muhammadiyah Negara bisa dikatakan cukup jauh dari Kantor Lazismu Daerah, maka dari itu untuk melayani para muzzaki untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah kami kira menjadi faktor pendukung pula pendirian KLL ini,” tambahnya.
Didi berharap, selain terlayaninya muzakki di Cabang Negara, KLL ini juga bisa membantu dalam hal pendataan calon mustahiq.
“Secara khusus kami berharap selain optimalisasi penerimaan dana zakat, infaq dan sedekah di Cabang Negara dan sekitarnya, KLL nantinya juga turut membantu dalam pendataan calon mustahiq untuk diusulkan ke kantor daerah untuk mempermudah dalam penyaluran ZIS,” tutupnya.
Senada dengan itu, Muhammad Natsir, Kepala KLL Negara menyampaikan langkah awal yang dilaksankan setelah peresmian kali ini.
“Untuk memulai pergerakan lazismu di KL kami akan membenahi kantor sambil berjalan juga yakni melaksanakan tugas membantu Lazismu Daerah dalam penghimpunan baik itu zakat, infaq maupun sedekah,” imbuhnya.
Pendirian kantor layanan ini sendiri ditandai dengan penyerahan SK Pendirian dan Susunan Eksekutif Kantor Layanan oleh Badan Pengurus Lazismu Kabupaten HSS Kepada Perwakilan KLL Negara.
Reporter: Muhammad Nashir/Yusuf

