

PACITAN - Lazismu Pacitan memberikan santunan kepada Mbah Tukiyo dan Mbah Tuginem, warga Dusun Nogosari, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan yang rumahnya terbakar, Selasa (2/3).
Rumah pasutri tersebut terbakar ketika Mbah Tukiyo mengeringkan kayu basah di atas tungku yang biasa digunakan untuk memasak. Kebakaran berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB ketika pemilik rumah pergi ke ladang mencari rumput untuk ternaknya.
Dilansir dari laman resmi MDMC Pacitan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, ditaksir kerugian mencapai Rp 20 juta rupiah. Barang-barang berharga yang terbakar antara lain uang tunai Rp 1,3 juta rupiah dan satu buah ponsel milik cucu Mbah Tukiyo. Ponsel tersebut digunakan sehari-hari oleh pemiliknya untuk mengikuti KBM secara daring.
Kondisi dapur rumah Mbah Tukiyo ludes terbakar. Sebagian rumah bagian depan juga ikut terbakar. Beruntung warga sekitar secara langsung memadamkan api sehingga tidak menjalar ke bagian rumah yang lain.
Untuk meringankan beban Mbah Tukiyo beserta keluarga, Lazismu Kabupaten Pacitan memberikan santunan. Ketua Lazismu Pacitan, Isa Ansori menyebut bahwa santunan tersebut adalah wujud perhatian Muhammadiyah untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan.
"Bantuan ini secara material sangat kecil. Adapun untuk HP cucu Mbah Tukiyo yang terbakar, akan kami coba belikan agar tetap bisa belajar secara daring dan bahkan lebih semangat belajarnya," ujarnya.

PEKALONGAN - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan mendirikan 17 unit dapur umum berbasis masjid dan mushola di beberapa titik banjir di Pekalongan.
MDMC Kabupaten Pekalongan sejak awal sudah melakukan respon tanggap darurat bencana banjir yang terjadi sejak awal Februari 2021.
Banjir yang terjadi di Kabupaten dan Kota Pekalongan menjadi bencana banjir yang cukup lama berlangsung karena sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Sementara daerah-daerah lain di jalur pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Barat yang banjirnya terjadi bersama dan beriringan dengan banjir Pekalongan sudah lebih dulu surut.
Berdasarkan laporan situasi tanggap darurat yang disusun oleh MDMC Kabupaten Pekalongan, ada 17 unit dapur umum berbasis masjid mushola dari total 35 unit DU yang didirikan selama masa tanggap darurat. Dari tujuh belas itu yang masih aktif sampai sekarang berjumlah 10 unit DU.
Rofiansa Sulthon, Ketua MDMC Kabupaten Pekalongan mengatakan pemberdayaan jamaah masjid dan mushola dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana dan mempererat persaudaraan sesama jamaah dalam menghadapi bencana.
“Ini selaras dengan program Muhammadiyah untuk membentuk jamaah tangguh bencana. Juga untuk membuat para korban bencana tidak hanya pasrah saja tetapi ada yg bisa dilakukan dalam aktifitas bersama untuk mengatasi permasalahan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar makan,” katanya.
Disamping itu, menurut Sulthon jamaah masjid atau mushola yang ditempati dapur umum bisa mengetahui kebutuhan dari para penyintas yang mereka kelola sendiri. Mereka juga bisa lebih mudah dalam mengkoordinasikan segala kebutuhan atas jamaah tersebut dilapangan.
Sementara itu Fauzan Amin, Ketua Pos Koordinasi MDMC Kabupaten Pekalongan mengatakan pihaknya juga sudah melaksanakan berbagai layanan seperti psikososial dan layanan kesehatan, selain melaksanakan evakuasi warga dan pendistribusian bantuan logistik.
“Kami menggelar layanan kesehatan di kurang lebih 9 titik pengungsian dari tanggal 26-28 Februari 2021 dengan tenaga kesehatan berasal dari RSIA Aisyiyah pekajangan, Klinik Pratama Aisyiyah Wiradesa, dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Sedangkan warga penerima manfaat berjumlah total 1078 jiwa,” katanya.
Selain itu Fauzan menambahkan pihaknya juga melaksanakan pendampingan psikososial terutama bagi anak-anak penyintas banjir di pengungsian.
“Pendampingan psikososial kami iringi juga dengan pembelajaran baca Al Qur’an bagi anak-anak,” imbuhnya.
Sementara menanggapi rencana tindak lanjut pasca banjir surut nanti, Rofiansa Sulthon menyampaikan pihaknya akan segera melaksanakan evaluasi terhadap respon tanggap darurat yang sudah dilaksanakan.
“Selain itu juga program pembersihan lingkungan AUM, rumah ibadah dan rumah penyintas. Kemudian pemeriksaan kesehatan dan program paket peduli banjir masih lanjut. Semua tentu atas dukungan Lazismu dan semua relawan Muhammadiyah Pekalongan dari unsur ortom serta amal usaha,” pungkasnya.
Banjir Pekalongan ini menyebabkan 25 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terendam. Rinciannya adalah dari 18 mushola/masjid, 6 sekolah/TPQ dan 1 gedung Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Selama respon tanggap darurat, jumlah donasi yang sudah disalurkan bernilai total Rp. 235.011.000,-.

JAKARTA SELATAN - Lazismu Manggarai memiliki gerai warung makan fried chicken Yasakamu. Gerai ini mulai beroperasi sejak awal tahun 2021, tepatnya hari Jumat (1/1) di Manggarai.
Peresmian gerai ini dibuka dengan makan gratis 200 porsi fried chicken di hari Jumat berbarengan dengan kegiatan Jumat Berkah. Menurut penuturan Ketua KL Lazismu Manggarai, Lambang Saribuana, gerai warung makan tersebut ke depan akan dibuat sistem waralaba.
Di sisi lain, Yasakamu juga membantu pelaku UMKM dengan memberikan bantuan gerobak dengan beberapa persyaratan. Antara lain menjadi reseller Yasakamu dan membantu Lazismu dalam membagikan nasi box ketika kegiatan Jumat Berkah Lazismu.
Lambang menjelaskan bahwa Yasakamu adalah pengembangan dari dapur KL Lazismu Manggarai yang setiap Jumat membagikan nasi box dengan lauk ayam goreng sejak November 2019.
Dalam perkembangannya, kegiatan Jumat Berkah Lazismu Manggarai tersebut semakin berkembang dan sudah memiliki lima dapur. Lima dapur tersebut selalu memberikan nasi box kepada masyarakat di ibukota secara gratis setiap hari Jumat.
"Lima dapur itu antara lain dapur kita sendiri KL Lazismu Manggarai, dapur Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Puteran, dapur Rizky di Tebet, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Rawa Mangun, dan PR Aisyiyah Bojong Gede," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Dari dapur milik KL Lazismu Manggarai tersebut muncul ide untuk membuat gerai fried chicken, mengingat yang dimasak oleh dapur Lazismu Manggarai adalah selalu fried chicken.
Lambang menyebut karena banyak pihak dari masyarakat yang support kegiatan Jumat berkah Lazismu Manggarai, maka dana yang dikelola melebihi target, terutama pasca terjadi banjir beberapa titik di Jakarta. Ada yang memberikan sumbangan dalam bentuk bahan makanan maupun uang tunai.
"Akhirnya kita putuskan untuk membagikan nasi box Yasakamu setiap Senin dan Rabu, selain hari Jumat yang juga tetap jalan. Kita mulai Senin (1/3) kemaren. Kita bagikan pemulung ke beberapa titik di ibukota," imbuhnya.
Senin lalu, pertama kali membagikan nasi box, Yasakamu berhasil membagikan 50 box kepada pemulung di daerah Kampung Melayu.
Reporter: Yusuf

BANJAR - Kantor Layanan (KL) Lazismu Mandiangin Bersama Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Mandiangin mengembangkan bibit porang dalam program Tani Bangkit. Program Tani Bangkit diresmikan pada Minggu, (28/2).
Tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan petani.
Hasbi Rivani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab Banjar dalam sambutannya mengatakan bahwa porang dapat menjadi tanaman perkebunan andalan KL Mandiangin.
“Diharapkan nantinya petani yang menanam porang dapat memanfaatkan bibit yang diambil dari kebun benih yang dikelola KL Lazismu Mandiangin ini,” ujar fulan.
Pada saat yang sama, Ketua PRM Mandiangin Ahmad Bijuri juga meyakini bahwa porang memiliki potensi sebagai sumber penghasilan tambahan. Menurutnya, porang dapat diolah menjadi tepung. Sama halnya dengan tepung berbahan baku singkong, tepung porang juga dapat digunakan untuk membuat aneka makanan.
“Bahkan saat ini sudah ada satu perusahaan, yakni PT AMS, yang berencana tanam porang dalam skala besar di daerah Kalsel,” ujar Lukman selaku ketua kelompok kerja kebun porang.
Lukman juga memaparkan petani yang sudah menanam porang dalam satu musim tanam, 6 sampai 8 bulan, sudah bisa menikmati hasil panennya berupa bibit baru atau disebut katak. Satu batang porang bisa menghasilkan minimal 3 bibit.
“Jadi cukup sekali beli bibit selanjutnya dapat dihasilkan bibit baru 3 kali lipat berupa biji katak,” jelasnya.
Menurut Lukman, kandungan glukomanan yang ada di umbi porang bagus untuk makanan, untuk kesehatan imun tubuh, bahan pembungkus kapsul, kosmetik, bahkan bisa dikembangkan juga untuk industri lainnya seperti lem untuk pesawat terbang.
Ia menyebut food test dengan menggunakan tepung porang (mengandung glukomanan) dan hasilnya terhadap kuliner diklaim sangat baik.
“Apalagi bisa menghemat bahan. Selain itu, tekstur makanannya lebih kenyal dan tampilan kulinernya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan tepung biasa dan tidak perlu pakai pengawet,” katanya pula.
Reporter: Hendrabob/Yusuf

JAKARTA - Badan Zakat Infaq Sodaqoh (BP-ZIS) Bisnis Indonesia bekerja sama dengan Lazismu dalam membantu korban banjir di sekitar Bekasi, Rabu (3/3).
Penyerahan tersebut dilakukan di Wisma Bisnis Indonesia, 5-8 Floor Jl. KH Mas Mansyur No. 12A, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh Manajer Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu PP Muhammadiyah Nailul Author, Corporate Fundraising Lazismu PP Muhammadiyah Bayu Dwi Nugroho, dan General Manajer Media Service Bisnis Indonesia Group sekaligus Ketua BP-ZIS Yunan Hilmi.
Author menyebut bahwa pada prinsipnya Lazismu terbuka dengan pihak manapun, termasuk dengan Harian Bisnis Indonesia. Menurutnya, Harian Bisnis Indonesia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Lazismu selama ini.
Selain itu, Bisnis Indonesia juga mengamanahkan donasinya sebesar Rp 25 juta melalui Lazismu. Ia berharap agar amanah tersebut dapat tersalurkan dengan baik kepada penyintas korban banjir di Bekasi.
Pada kesempatan terpisah, Bayu menyebut kerja sama tersebut adalah kerja sama lanjutan dari penyaluran zakat tahun 2020 yang pernah dilakukan oleh kedua pihak.
Sebagaimana diketahui, Lazismu Pusat menerima zakat karyawan dari Bisnis Indonesia Group sebesar 75 juta di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta pada September 2020. Yunan berharap dengan profesionalisme Lazismu, donasi dari Bisnis Indonesia Group dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan mengurangi beban mustahik di tengah pandemi.
Reporter: Yusuf

DONGGALA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Solidar Suisse, NGO asal Swiss menggelar Workshop Survei Ketangguhan Desa di Balai Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Donggala, Sulteng, Selasa (2/3).
Workshop ini merupakan bagian dari program Disaster Risk Resiliance in Central Sulawesi (DiRiReCS), sebuah program hasil kerja sama antara MDMC PP Muhammadiyah dengan Solidar Suisse.
Arif Jamali Muis, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah menyebut bahwa dalam workshop tersebut terdapat agenda pemaparan hasil survei ketangguhan desa, sosialisasi pengajuan keluhan kepada warga, dan pembentukan kelompok kerja. Narasumber yang hadir adalah Sam Lukas, fasilitator Monitoring Evaluation Accountability and Learning (MEAL) program DiRiReCS.
Menurut keterangan Arif, dalam program DiRiReCS ini, MDMC bersama Solidar Suisse menyasar 21 desa di 3 kecamatan yaitu Sirenja, Balaesang dan Balaesang Tanjung yang masuk kawasan terdampak parah dalam bencana gempa bumi, tsunami dan likufaksi yang melanda Sulawesi Tengah tahun 2018 silam.
Ke-21 desa tersebut adalah Tondo, Dampal, Jonooge, Tanjung Padang, Sipi, Balentuma, Lompio, Tompe, Lende, Lende Tovea, di Kecamatan Sirenja. Kemudian Meli, Lombonga, Labean di Kecamatan Balaesang dan Walandano, Malei, Kamonji, Rano, Pomolulu, Palau, Ketong, Manimbaya di Kecamatan Balaesang Tanjung
"Program DiRiReCS akan berlangsung selama 24 bulan dengan tujuan utamanya adalah memberi edukasi dan pendampingan kepada masyarakat desa sasaran terkait sistem pengurangan resiko bencana di desa," ujarnya.
Ia menyebut dua tahun lebih sejak terjadinya bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada September 2018 silam, MDMC hingga kini masih terus hadir di Sulawesi Tengah mendampingi warga penyintas bekerja sama dengan Solidar Suisse.
Pada saat yang sama, National Program Coordinator (NPC) DiRiReCS dan MEP MDMC PP Muhammadiyah, Yocki Asmoro mengatakan selain program DiRiReCS yang sudah berlangsung sejak 1 Desember 2020, MDMC dan Solidar Suisse juga melaksanakan program Micro Enterprise Program (MEP) yang sudah berlangsung sejak 1 Juli 2019 untuk tahap pertama di 10 Desa yang ada di Kecamatan Sirenja dan 1 Juli 2020 untuk tahap kedua di 21 Desa tersebut.
“Tahap pertama MEP, MDMC dan Solidar hanya intervensi di 10 desa yg ada di Sirenja. Pada tahap kedua ini, MEP dan DiRiReCS intervensi 21 Desa,” kata Yocki.
Yocki menambahkan, berbeda dengan program DiRiReCS yang merupakan program pengurangan resiko bencana, MEP adalah program penguatan ekonomi masyarakat dengan pemberian bantuan modal usaha dan pendampingan. Baik bantuan individu maupun bantuan kelompok.
Untuk bantuan individu diberikan bantuan modal sebesar antara Rp3,5 juta sampai Rp4 juta perorang dan bantuan kelompok antara Rp40 juta sampai Rp80 juta perkelompok.
“Salah satu contoh aktifitas dari program MEP ini pada Senin (01/03) lalu di lima Desa yakni Lende, Tondo, Meli, dan Lompio, dilaksanakan pencairan dana masing-masing 50% dari bantuan modal sebesar Rp80 juta kepada setiap kelompok usaha kopra putih, yakni kelompok Sintuvu Jaya Lende di Lende, kelompok Sintuvu Singgani di Tondo, kelompok Nyiur Sintuvu dan kelompok Meli Sejahtera di Meli, serta kelompok Mevoli Pasanggani di Lompio,” pungkasnya.

