Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu Serahkan Beasiswa Ulama Tarjih Muhammadiyah untuk 146 Mahasiswa

YOGYAKARTA – Misi utama Muhammadiyah, sejak awal didirikannya sebagai organisasi keagamaan Islam yang mengedepankan pembaharuan (tajdid) pemahaman agama Islam. Sejak 1968, memandang pentingnya pendidikan yang diorientasikan secara khusus menjadi ulama ahli fikih yang sejalan ideologi Muhammadiyah di masa depan.

Kebutuhan akan regenerasi ulama adalah keniscayaan untuk menjawab persoalan umat di era kontemporer. Oleh karena itu, terwujudnya lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah yang berkualitas dan mampu menyiapkan kader-kader ulama dan zuama merupakan upaya memenuhi kompetensinya dengan layanan kepakaran yang mumpuni kepada masyarakat.

Mengapa PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah) memerlukan dukungan semua pihak dan Lazismu. Karena kami menyadari bahwa ulama bagi muhammadiyah sebuah keniscayaan, apalagi muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang gerakannya dakwahnya amar maruf nahi munkar, demikian disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Divisi Pendidikan Keulamaan, Fahmi Muqoddas, di Yogyakarta, saat penyerahan simbolis beasiswa tarjih muhammadiyah, pada Sabtu, 26 Oktober 2024.  

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lama membina kader-kader ulama yang dididik dengan pendidikan ulama khusus yang mengajarkan turats (tradisi daras kitab kuning). “Melalui Pendidkan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) sebagai lembaga keilmuan dan kepakaran diharapkan ulama-ulama ini memahami dan menguasai Islam dari sumber ajarannya dan menguasai berbagai bidang ilmu lain yang terkait dalam rangka tafaqqahu fii ad-diin,” jelasnya.

Sehingga ulama yang dilahirkan nanti, ulama islam yang berkemajuan dan rahmatan lil ‘alamin, yang mencerahkan islam mampu membangun peradaban yang tinggi, peradaban yang beradab. Fahmi mengungkapkan, selama ini kami ketika menyelenggarakan sebuah kegiatan pendidikan sejak 1968 itu, menggunakan masjid, ketika itu masjidnya At-Taqwa Suronatan, yang peserta didiknya itu tidur di masjid, kuliah di masjid bahkan makan di serambi masjid.

Dalam perkembangannya, secara historis, kemudian PUTM menjadi bagian pimpinan muhamamdiyah DIY, yang saat itu difasilitasi dengan asrama di pinggir kali, yaitu Kalinongko. Barulah setelah selesai satu angkatan kemudian pindah lagi ke masjid At-Taqwa Suronatan. “Beberapa angkatan dihasilkan dari masjid suronatan itu, kemudian PUTM diambil alih oleh PWM DIY,” cerita Fahmi kepada tim media Lazismu.  

Saat itu, kita diberi kesempatan untuk menyewa beberapa tempat dan akhirnya karena kondisi tempat yang kami sewa tidak memenuhi syarat, lalu kami akhirnya menyampaikan permohonan kepada pesantren luhur yang itu diberi amanah oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ke – IX dan X, untuk menggunakan tanah Sri Sultan di Kaliurang, namun tempat itu hanya merupakan hak guna bukan hak milik. Sehingga tidak ada kebebasan buat kami utk membangun asrama dan tempat pendidikan di sana, karena hanya diberi kesempatan saja sebagai hak guna.

Fahmi mengisahkan, kebutuhan untuk peserta didik (thalabah) karena tuntutan zaman, dari proses kaderisasi ulama tajih muhammadiyah dan aisyiyah, akhirnya kami menyewa beberapa tempat, yaitu pertama di pusbang, jadi meski miliknya Majelis Dikti tapi kami diminta untuk ikut memberikan infak dalam rangka perbaikan gedung.

Akhirnya kami menyewa suatu tampat, kemudian untuk yang putri, kami menggunakan rumah kontrakan yang pertama di Tundan sebelah selatan UMY, di sana juga menyewa setahun, kemudian dipakai untuk peserta didik yang mengambil program studi, sarjana PAI UMY, untuk peserta didik yang ambil ilmu hadis dan al-Qur’an itu, kami gunakan tempat asrama lainnya.

Agar ada akses pengajar yang mudah sampai ke lokasi, lalu kami sampaikan ke Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, kemudian disarankan untuk supaya PUTM berusaha memiliki asrama pendidikan dan gedung pendidikan di suatu tempat meskipun nanti terpisah antara peserta didik yang putra dan putri.

Dalam prosesnya, alhamdulillah ada seorang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun gedung asrama dan studi pendidikan PUTM. Lalu kami menyampaikan kepada pimpinan pusat muhammadiyah bahwa kami tidak punya dana yang cukup untuk itu.  Pada akhirnya, PP Muhammadiyah membentuk panitia dan di antara fundraisingnya itu Lazismu pusat dan fundraising yang lain beberapa perguruan tinggi muhammadiyah.

Kami punya harapan kalau kampus itu nanti bisa dibangun di Prambanan, insyaallah program studi belajar dan pendidikan itu bisa terpusat di satu tempat sehingga akan efektif dan efisien. Atas penyerahan bantuan beasiswa tersebut,  Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan Lazismu dengan bangga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 146 mahasiswa Ulama Tarjih Muhammadiyah dari program Beasiswa Sang Surya Lazismu. Penyerahan beasiswa sebesar Rp 481.800.000 ini dilakukan kepada Pusat Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

“Inilah bentuk komitmen Lazismu dalam mencetak generasi ulama tarjih yang kompeten dan berintegritas,” pungkasnya. Program beasiswa ini diharapkan dapat terus melahirkan ulama-ulama tarjih yang mampu mengawal gerakan amar ma'ruf nahi munkar Muhammadiyah.

Berdiri sejak tahun 1968, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) telah menjadi garda terdepan dalam mencetak para ulama yang menjadi pembimbing umat dan penggerak dakwah yang lurus sesuai prinsip-prinsip Al-Quran dan As-Sunnah.

Melalui Beasiswa Sang Surya, Lazismu berkomitmen untuk mendukung perjalanan intelektual dan spiritual para mahasiswa tarjih, yang kelak akan menjadi ulama-ulama yang andal dalam menjawab tantangan zaman serta membawa misi dakwah Islam yang mencerahkan bagi masyarakat luas.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah] 

SELENGKAPNYA
27 Oktober 2024

Pendidikan Al-Qur'an Braile, Solusi Pemberdayaan Inklusif Lazismu, MTT dan MPKS untuk Sahabat Tunanetra

BREBES --- Membuka akses literasi pembelajaran Al-Qur’an terhadap penyandang disabiltas adalah kontribusi positif tanpa diskriminasi. Karena memberantas buta huruf hijaiyah merupakan komitmen setiap muslim agar Al-Qur’an bisa dibaca termasuk penyandang tunanetra.

Lazismu menjembatani akses penyandang disabilitas tersebut dengan menginisiasi program pendidikan Al-Qur’an Braile sebagai wujud pemberdayaan dan solusi inklusif bagi sahabat disabilitas.  Berkolaborasi dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Brebes, Jawa Tengah, yang didukung juga oleh Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), penyandang tunanetra mendapatkan kesempatan mempelajari Al-Qur'an dalam format Braille.

Pelaksanaan program itu dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di SMK Muhammadiyah Bumiayu pada 2024 dan SMK Muhammadiyah Bulakamba pada 2025. Masing-masing lokasi melaksanakan program selama empat bulan, dengan dua pertemuan per bulan.

Adapun totalnya, ada 16 kali pertemuan di setiap lokasi. Program ini menargetkan 25 peserta di setiap lokasi, sehingga totalnya ada 50 penyandang tunanetra yang akan mendapatkan nilai manfaat.

Menurut Ketua MPKS Brebes, Syaebani, program ini berawal dari permintaan seorang tunanetra berusia lanjut yang ingin mempelajari Al-Qur'an dan menghafalnya. "Ia memiliki keinginan kuat untuk belajar, namun terhambat karena kurangnya fasilitas dan pendampingan yang memadai," ungkapnya kepada tim media Lazismu (24/10/2024).

Hal ini mendorong MPKS bersama para mitra untuk berinisiatif membentuk program khusus ini. Program pendidikan Al-Qur'an Braille tidak sebatas pada pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga meliputi beberapa kegiatan penunjang seperti layanan antar jemput bagi tunanetra, kajian rutin, dan pembagian sembako gratis.

Dengan pendekatan ini, imbuhnya, diharapkan para tunanetra tidak hanya mampu mempelajari Al-Qur'an, tetapi juga merasakan dukungan sosial yang lebih luas.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Brebes, Jauhari Rahmat, mengapresiasi sinergi dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada MTT, MPKS, dan Lazismu yang selalu berupaya mencari banyak inovasi dalam berbuat baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Wahyu Hartawan dari Majelis Telkomsel Taqwa Jateng-DIY, menyambut bahagia atas terselenggaranya program ini. Dia menyampaikan apresiasinya, bahwa belajar Al-Qur'an tidak mengenal usia, dan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk berpartisipasi dalam kebaikan.

“Melalui kolaborasi program ini semua dapat memberikan manfaat luas dan memohon doa agar Telkomsel terus dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti ini,” tuturnya.

Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, merupakan inspirasi yang bisa menjadi pengalaman berharga terutama bagi daerah lain untuk mewujudkan inisiatif serupa. Lazismu dan mitranya berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memberdayakan tunanetra agar dapat mengakses kitab suci Al-Qur'an secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Paizin, salah seorang penyandang disabilitas mengungkapkan, Alhamdulillah dengan adanya kegiatan pembelajaran ini bersama Lazismu, saya dan kawan – kawan berkesempatan belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an. “Meski sudah berumur, semangat itu masih ada dan ingin untuk terus mempelajari cara membaca Al-Qur’an,” tandasnya. Dengan memperdalam Al-Qur’an dan menghafalnya, melalui program ini, kata dia, semoga bisa memberikan keberkahan bagi semua yang mendukung kesempatan baik ini.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Zaki]

SELENGKAPNYA
25 Oktober 2024

Lazismu Salurkan Bantuan Operasional Panti Asuhan Putri Aisyiyah

PEKANBARU -- Pelayanan terhadap anak-anak di dalam panti asuhan merupakan upaya untuk melindungi dan menjaga hak-hak nya agar anak terus tumbuh dan berkembang. Pengelolaan dan dukungan terhadap panti asuhan dapat dilakukan dari sisi administrasi dan peningkatan kapasitas pengelola panti asuhan dan anak -anak.yang didampinginya.  

Pentingnya nilai dukungan itu, Lazismu Pekanbaru pada Rabu, 23 Oktober 2024, melaksanakan kegiatan lewat penyaluran bantuan oprasional Panti Asuhan Putri Aisyiyah (PDA Kota Pekanbaru) yang berlokasi di Jl. Merak IV No.Perum, Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Amil Lazismu Pekanbaru Tri Sutrisno mengatakan, penyaluran bantuan ini berupa dukungan operasional panti asuhan. “Penyaluran bantuan ini setiap bulannya Lazismu salurkan dan ini sudah berjalan satu tahun,” ungkapnya.

Sutrisno berharap bantuan tersebut terus berjalan dengan dukungan dari para donatur.  Zakat, infak dan sedekah yang diamanahkan ke Lazismu melalui program ini untuk mendukuing panti agar keberlangsungan dalam mendamppingi anak-anak anti dapat berlanjut.

Elvi Susilawati selaku pengasuh Panti Asuhan Putri Aisyiyah (PDA Kota Pekanbaru), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah bantuan tersebut begitu bermakna untuk operasional panti. Semoga lazismu Pekanbaru dapat memberikan nilai manfaat yang lebi luas lagi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/setiawan]

SELENGKAPNYA
24 Oktober 2024

Pra Rakernas Lazismu, Sinergi Kunci untuk Inovasi Sosial Lazismu Di Seluruh Indonesia

JAKARTA – Menjelang Rapat Kerja Nasional Lazismu di Yogyakarta, pada 29 November - 1 Desember 2024 mendatang, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais di Kantor Lazismu Menteng, Jakarta dalam pengantarnya di Pra Rakernas yang digelar secara online pada Rabu-Kamis, 23 – 24 Oktober 2024, mengajak amil di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap selalu bersinergi dalam melaksanakan program-programnya.

Hal itu, kata dia, senafas dengan tema rakernas Lazismu tahun ini yang mengusung spirit Sinergi Kebajikan untuk Inovasi Sosial dan Capaian SDGs. Melalui pra rakernas ini, kita berharap dan mensyukuri apa yang telah dilakukan dengan capaian yang diraih serta mencatat apa yang kurang untuk bisa dilaksanakan pada masa yang akan datang.         

“Dalam transisi kepemimpinan ini semoga aktivitas dan proses kerja – kerja program Lazismu berjalan aman dan damai,” katanya. Selanjutnya, dari sisi persyarikatan dalam kerangka tata kelola pemerintahan, Muhammadiyah mendapatkan amanah dalam kabinet merah putih.

Artinya dari sisi kepercayaan politik, ada kepercayaan luar biasa untuk Muhammadiyah, dan ini sebuah kehormatan dengan tanggung jawab yang besar. Di samping itu, jika mengikuti perkembangan kabinet yang baru, ada suatu yang baru yaitu badan pengentasan kemiskinan, dan ada juga di bawah naungan Kemenko semacam badan pemberdayaan masyarakat.

Mujadid Rais mengatakan bahwa dari informasi itu ada tugas-tugas keumatan, sementara itu, tugas Lazismu menyalurkan dan menghimpun dana ziska, yang dalam praktiknya tidak bisa melaksanakan sendiri sebagai superhero tapi membutuhkan tim yang solid.

Di beberapa tempat, Lazismu bersinergi bersama MDMC dan majelis serta lembaga lainnya, dan juga banyak pihak dari kalangan pemerintah dan perbankan. “Sinergi ini menjadi penting karena dengan sinergi kita bisa melakukan tahap kedua yaitu inovasi sosial,” pungkasnya.

Maka melalui pra rakernas, kita perlu berdialog apa yang menjadi tujuan bersama di Lazismu. Perihal kepercayaan, kata dia, merupakan poin bisnis yang dilakukan lembaga amil zakat. Karena itu, pelaporan dan juga komitmen sama-sama penting.

Semua Lazismu di wilayah telah menjalani segenap program-programnya, maka berbagi pengalaman juga bernilai karena yang ada sebenarnya bagaimana kita mengelola ini dengan waktu dan tenaga. Dan hasil yang dicapai tergantung dengan target diawal yang sudah direncanakan.

“Insya allah kita bisa mencapainya bersama, terima kasih kepada seluruh Lazismu wilayah yang telah mengikuti pra rakernas ini sampai hari terakhir besok,” pungkasnya.  

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani mengungkapkan bahwa pengantar laporan wilayah yang akan disampaikan merupakan informasi berharga pra rakernas. Kita semua ingin melihat gambaran informasi Lazismu seluruh Indonesia.

“Laporan berupa capaian penghimpunan, program, sumber daya amil, indeks kinerja utama dan indeks kinerja aksi layanan akan sangat berguna bagaimana melihat Lazismu dalam angka,” tandasnya.

Di samping itu, kata Ibnu Tsani, hal ini untuk melengkapi laporan tahunan yang belum lengkap, agar memudahkan Lazismu Pusat dalam menyajikan laporan kepada Badan Amil Zakat Nasional.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah] 

SELENGKAPNYA
23 Oktober 2024

Perkuat SDM Bidang Filantropi Islam, Kolaborasi BAZNAS RI dan UIN Jakarta Perkaya Literasi dan Keilmuan Zakat

TANGERANG SELATAN ---Literasi zakat menjadi hal yang sangat penting di saat khazanah zakat dan lembaga-lembaga pengelolanya tumbuh dengan pesat. Sejiwa dengan kompleksnya persoalan sosial ekonomi yang beririsan dengan keilmuan zakat di masyarakat, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni tentang zakat sebagai ilmu.    

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong upaya itu melalui program beasiswa filantropi Islam yang berkolaborasi dengan program Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penerima manfaat dari program tersebut diharapkan menjadi kader-kader filantropi Islam yang terlatih.

Karena itu, menurut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bahwa mendorong peningkatan kapasitas literasi zakat untuk masyarakat Indonesia di masa mendatang dengan mempersiapkan kader-kader terlatih.

Hal itu disampaikan Kiai Noor saat menjadi pembicara pada Studium Generale Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Selasa (22/10/2024). Turut hadir, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., SH., MH., MA., serta Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Zulkifli, MA. 

“Kita tahu bahwa pemahaman tentang zakat di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, perlu literasi, sehingga kita semuanya, saudara-saudara semuanya dipersiapkan untuk menjadi ilmuwan di bidang zakat, infak, sedekah, sekaligus menjadi duta-duta zakat di masa mendatang,” ungkapnya.

Melalui materi bertajuk “Membangun SDM Amil BAZNAS dan LAZ Berkarakter dan Unggul” di hadapan peserta stadium general, Kiai Noor mengatakan, bahwa mahasiswa yang terkosentrasi di bidang literasi zakat akan menambah khazanah keilmuwan tentang zakat.

“Paling tidak, kalau nanti tamat kuliah doktoral, selesai kuliah magister, jurnal-jurnal penelitian yang terkait dengan zakat, infak, dan sedekah akan bertambah, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Arab atau bahasa Inggris. Paling tidak, tulisan ilmiah tentang zakat juga akan bertambah, baik itu berbentuk tesis atau disertasi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan melimpahnya khazanah tentang literasi zakat, maka masyarakat Indonesia tidak akan kesulitan untuk mencari sumber rujukan bacaan yang memadai, sehingga diharapkan tingkat literasi zakat masyarakat semakin meningkat.

“Dengan demikian akan banyak orang yang bisa membaca dan menikmati karya-karya ini. Itu harapan kami. Tepat sekali, kami fokus pertama kali adalah UIN Jakarta, karena tempat ini adalah gudang para ilmuwan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag, SH, MH, MA. mengapresiasi penyelenggaraan Studium Generale ini dan berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan sektor zakat di Indonesia.

"UIN Syarif Hidayatullah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor zakat di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap dapat menyetak generasi amil zakat yang berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat," ungkapnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Baznas] 

SELENGKAPNYA
23 Oktober 2024

Gunakan Perahu Kayu, Relawan Muhammadiyah Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir di Murung Raya

KALIMANTAN TENGAH – Banjir yang merendam kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, kian parah dan melumpuhkan aktivitas warga. Banjir yang disebabkan oleh luapan sungai Barito setelah intensitas hujan yang tinggi, menenggelamkan 32 desa di enam kecamatan.

BNPB dalam laman resminya (20/10/2024), melaporkan bahwa hingga Minggu, ketinggian muka air yang merendam rumah warga masih mencapai lebih dua meter. Sebanyak 2.192 unit rumah, sembilan unit fasilitas umum, dan sembilan unit fasilitas ibadah terdampak kejadian ini.   

Akibatnya, terdapat 4.875 jiwa terdampak dan 83 jiwa diantaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Adapun warga yang mengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian antara lain Aula Dinas PUPR Kabupaten Murung raya, Aula Gedung Setda Murung Raya, Aula Masjis Al Istiqlal, Masjid al Jihad, dan Masjid Al Manar. 

Berdasarkan laporan Lazismu dan MDMC di Kalteng, relawan yang terdiri dari angkatan muda muhammadiyah dan PMI Murung Raya bergerak melakukan respons darurat. Melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR), Pos Koordinasi berdiri di Kompleks Masjid Al-Manar, Puruk Cahu, Jalan, Tumenggung Silam pada 20 Oktober 2024.

PosKor ini berfungsi sebagai pusat komando untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan tanggap darurat, termasuk pendataan korban, tempat Pengungsian warga terdampak, distribusi bantuan, dan dapur umum, demikian disampaikan Nur Hilal Fitriadi Ketua Lazismu Murung Raya (22/10/2024).

Aksi tanggap darurat Relawan OMOR, pada Senin, (21/10/2024), menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 650 bungkus untuk keluarga yang terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di antaranya di daerah Haung dan Bukit Tinggi dengan mengunakan perahu karena masuk dalam lokasi banjir yang parah.

Ketua MDMC Murung Raya, mengatakan, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang dilakukan relawan muhammadiyah. Kolaborasi antara MDMC dan Lazismu, menjadi kunci penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.

“Rumah warga banyak yang terdampak, sampai saat ini usaha memberikan bantuan kami lakukan berupa pelayanan kesehatan dan pendirian dapur umum yang sebagian makanannya secara langsung disalurkan ke lokasi banjir dengan menggunakan perahu” ungkapnya.

Sementara itu, Evan Bastian, Sekretaris MDMC Wilayah Kalteng, bersyukur para relawan dengan resons cepat mampu menggalang dana kemanusiaan bersama Lazismu.

“Pos Layanan Muhammadiyah Murung Raya akan terus berkoordinasi dalam melayani masyarakat yang terdampak banjir. Semoga seluruh relawan diberikan kekuatan dan kesehatan di lapangan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhilal Fitriadi mengugnkapkan, bahwa Lazismu Murung Raya masih terus menggalang dana bagi warga terdampak. "Donasi-donasi yang terhimpun akan kami salurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan, kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah memercayakannya kepada Lazismu. Semoga ini bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak,” tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MF]

SELENGKAPNYA
22 Oktober 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross