Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU Untuk Cerdaskan Umat Lewat Filantropi Keagamaan

 

JAKARTA -- Urusan keagamaan bertalian erat dengan umat dan kebutuhannya yang perlu dijawab dengan pelayanan yang mencerdaskan. Untuk mendengar kebutuhan itu, Kementerian Agama (Kemenag) perlu berkolaborasi dengan lembaga keagamaan dan organisasi keagamaan melalui pelatihan keagamaan berkelanjutan dengan pola kemitraan pemerintah dan masyarakat.

Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antarumat beragama dan lintas organisasi keagamaan merupakan modal penting. Karena itu, menurut Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Suyitno, landasan filosofis dibutuhkannya reformulasi pelatihan keagamaan adalah tugas dan fungsi Kemenag yang hakiki berhubungan dengan urusan keagamaan.

Demikian disampaikan Suyitno dihadapan para perwakilan organisasi keagamaan, lembaga keagamaan, dan unit eselon II di lingkungan Kemenag yang hadir dalam agenda Penandatanganan Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Perluasan Akses Pelatihan Keagamaan Berkelanjutan, di Jakarta, Senin (22/7/2024).

“Inilah yang akan menjadi sasaran utama pelatihan keagamaan,” imbuhnya seraya memberikan arahan. Menurut Suyitno, pelatihan keagamaan harus based on organisasi masyarakat dan bimbingan masyarakat yang sesuai dengan agamanya. Bukan berdasarkan kebutuhan widyaiswara atau pusdiklat.

“Oleh karena itu, Balitbang Diklat harus mendengar kebutuhan umat. Apakah pelatihan masih relevan dan berdampak, sebab antara input, proses, dan output harus linear,” paparnya.

Balitbang Diklat perlu mengkontektualisasikan pelatihan dari sisi materi, sisi widyaiswara, hingga sisi media pembelajaran. Proses ini membutuhan kolaborasi sebab yang paling tahu dengan kebutuhan konten pelatihan adalah pemangku kepentingan terkait.

“Mengingat pentingnya proses ini, kami secara serius menggandeng seluruh mitra strategis dengan penandatanganan MoU dan MoA. Pelatihan tidak boleh stagnan, harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan dan zaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suyitno memaparkan bahwa Balitbang Diklat sedang merancang pemetaan untuk menggali potensi filantropi keagamaan. Profiling filantropi bisa juga digunakan untuk cost sharing pelatihan keagamaan.

“Harapannya umat akan tercerahkan secara maksimal lewat pelatihan yang terstruktur. Kita perlu menyiapkan pelatihan keagamaan yang terstandarisasi,” katanya. Balitbang Diklat ingin merumuskan standar nasional layanan keagamaan. Standarisasi tersebut akan mendorong pembangunan bidang keagamaan yang lebih terstruktur.

Sebagai langkah kolaborasi yang dipaparkan Kemenag, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan ada beberapa poin penting di sana terutama terkait dengan filantropi keagamaan yang bisa berbagi program dalam pelatihan keagamaan.

Mewakili Lazismu, kami mengapresiasi kerjasama untuk pengembangan sumber daya manusia, khususnya amil. “Pemerintah melalui Kemenag dan ormas Islam serta lembaga filantropi dapat menjangkau isu-isu konkret terhadap layanan keumatan,” pungkasnya.

Pendekatan kolaboratif ini, kata Mujadid Rais, dapat dilakukan dengan pengembangan kurikulum pembelajaran, peningkatan kompetensi, pemanfaatan sumber daya, dan pelaksanaan pengembangan pelatihan keagamaan yang bisa disinergikan dengan filantropi keagamaan.

Harapannya, pendampingan oleh pusdiklat bagi para amil di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) bisa dilakukan untuk kompetensi amil dan pengelola lembaga amil zakat agar ada peningkatan akses. Mujadid Rais menilai, aspek ini yang dirasa masih kurang untuk kawasan 3T selama ini.

Demikian ditegaskan Ahmad Imam Mujadid Rais, setelah melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lazismu tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Zakat.   

Selain Lazismu, hadir juga lembaga keagamaan lainnya untuk penandatanganan, antara  lain, Pramana dari Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Wisnu Bawa Tenaya dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Budi S. Tanuwibowo dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) dan Rahmat Hidayat dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).  

Sementara itu, seperti disampaikan Humas Kementerian Agama ada Daftar Unit Kerja Eselon II Kementerian Agama yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kepala Pusdiklat Teknis (untuk unit lain akan menyusul pada kesempatan berikutnya), yaitu Direktur Urusan Agama Kristen  - Amsal Yowei, Direktur Urusan Agama Hindu – IGM Sumartha, Direktur Urusan Agama Katolik – Aloma Sarumaha, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha – Nyoman Suriadarma dan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu – Susari.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mastuki mengatakan rencana penandatanganan diawali dengan komunikasi dan audiensi secara langsung kepada para stakeholder guna mendapat insight serta masukan terkait rencana reformulasi kurikulum pelatihan keagamaan berkelanjutan dengan pola kemitraan pemerintah dan masyarakat.

“Pelatihan keagamaan yang diselenggarakan Balitbang Diklat masih minim, sehingga layanan keagaman yang menjadi core business Kemenag sebagai program prioritas belum maksimal,” ungkapnya. Menurut Mastuki, pelatihan masih terbatas sehingga belum bisa melayani umat secara maksimal, serta lembaga keagamaan yang menjadi mitra strategis dari Kemenag.

Menyikapi hal tersebut, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan meluncurkan pelatihan digital keagamaan melalui Massive Open Online Course (MOOC) Pintar. Namun masih ada kendala terkait konten spesifik terkait pelatihan keagamaan.

“Ke depan, kami akan mengekspansi pelatihan keagamaan dengan menggandeng mitra keagamaan. Sebab sejatinya mitra strategis tersebut perlu mendapatkan dukungan agar dalam penyusunan konten pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan umat,” tuturnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mewakili stakeholder yang menyampaikan apresiasi terselenggaranya Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman. Menurutnya, kehadiran organisasi masyarakat keagamaan dan bimas berbagai agama merupakan wujud nyata dari kebhinekaan.

“Kolaborasi antara ormas keagamaan dan pemerintah perlu dijalin dengan baik agar dapat berkontribusi sesuai bidangnya. Kerja sama lintas agama bertujuan membangun manusia rohani, jasmani, dan sosial,” ucapnya.

“Kolaborasi juga akan meningkatkan kualitas SDM yang rukun, guyub, dan toleran sebagai cerminan anak bangsa. Inilah yang ingin kita tuju bersama,” pungkasnya.

 [Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
23 Juli 2024

Lazismu Kota Palembang dan RCI Bersinergi Dalam Program Belajar Untuk Duafa

PALEMBANG -- Rumah Cahaya Indonesia (RCI) dan Lazismu Kota Palembang menjalin kerjasama untuk mensinergikan program belajar bagi masyarakat kurang mampu atau masuk kategori mustahik zakat. Kerjasama ini terjalin melalui kunjungan silahturahim yang dilakukan RCI ke Lazismu Palembang pada tanggal, 15 Juli 2024.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan RCI kepada Lazismu Kota Palembang dan mendiskusikan potensi kerjasama dalam program-program sosial. Kedua organisasi sepakat untuk bersinergi dalam program belajar yang akan diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori mustahik zakat, khususnya anak-anak yang tamatan SMA/MA/SMK yang mungkin belum berkesempatan kuliah atau butuh skill atau keahlian tertentu.

Program belajar dari RCI ini akan menawarkan kelas Desain Grafis, Menjahit, Fotografi, dan Digital Marketing. Kelas-kelas ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan yang dibutuhkan para peserta untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha sendiri.

Hadir pada kesempatan ini dari RCI adalah Juljas Wakil Ketua RCI, Robi Alumni RCI dan saat ini diamanahkan jadi tim media di RCI serta Uda Fajar instruktur Digital Marketing. Dari Lazismu Kota Palembang hadir Ketua Lazismu Palembang Kgs.M Fahmi, Sekretaris Diky Wijayanto, Andiwijaya Wakil Ketua Lazismu, Wakil Ketua bidang program , Fajir Wakil Ketua bidang Fundrasing.

Kgs.M Fahmi, Ketua Lazismu Palembang, menyambut baik kerjasama ini dan berharap program belajar RCI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Palembang. "Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan RCI dalam program ini. Lazismu selalu berkomitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu, dan kami yakin program ini akan memberikan mereka bekal yang mereka butuhkan untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Juljas, Wakil Ketua RCI, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Palembang atas dukungannya. "Kami sangat berterima kasih kepada Lazismu Kota Palembang atas kerjasama ini. Kami yakin dengan sinergi ini, program belajar RCI dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.

Kerjasama antara RCI dan Lazismu Kota Palembang ini merupakan contoh nyata dari komitmen kedua organisasi untuk membantu masyarakat kurang mampu. Dengan menyediakan program belajar yang berkualitas, diharapkan program ini dapat membantu para peserta untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan membangun masa depan yang lebih cerah.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

SELENGKAPNYA
22 Juli 2024

Lazismu Kota Palembang Serahkan Bantuan untuk Panti Asuhan Humaira

PALEMBANG -- Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H, Pengurus Lazismu Kota Palembang melaksanakan kunjungan silahturahim ke Panti Asuhan Humaira, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Palembang pada hari ini (22/7/2024). Kunjungan tersebut merupakan program aksi kepedulian Lazismu Kota Palembang terhadap anak-anak yatim piatu dan duafa di Kota Palembang.

Pada kesempatan itu, Lazismu Kota Palembang memberikan santunan berupa makan siang kepada seluruh anak-anak panti dan bantuan operasional bulanan untuk membantu kelancaran operasional panti. Lazismu Kota Palembang juga berkomitmen untuk terus mendukung operasional bulanan panti asuhan ini di masa depan.

Sekretaris Dewan Syariah Lazismu Kota Palembang, Syarief Ali S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lazismu Kota Palembang selalu berusaha untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim piatu dan duafa. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban panti asuhan dalam merawat dan membina anak-anak," ujarnya.

Ketua Lazismu Kata Palembang, Kgs. M Fahmi, menambahkan bahwa Lazismu Kota Palembang akan terus menjalin kerjasama dengan Panti Asuhan Humaira untuk membantu anak-anak panti mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan. "Kami ingin anak-anak panti ini mendapatkan masa depan yang cerah," tuturnya.

Fatmawati sebagai Ketua Panti Asuhan Humaira, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Palembang atas bantuan dan kepeduliannya. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak panti," ujarnya.

Panti Asuhan Humaira saat ini membina 33 anak perempuan. Panti ini dikelola oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang dan fokus pada program pembinaan akademik, keterampilan mengurus rumah, dan tahfizh Qur'an.

Hadir pada kunjungan itu, semua tim pengurus Lazismu dibantu teman-teman mahasiswa UIN Palembang yang sedang magang di kantor Lazismu. Kunjungan Lazismu Kota Palembang ke Panti Asuhan Humaira ini merupakan contoh nyata dari komitmen Lazismu Kota Palembang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Lazismu Kota Palembang berharap melalui kegiatan ini, dapat meringankan beban panti asuhan dan membantu anak-anak panti mendapatkan masa depan yang lebih baik.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

SELENGKAPNYA
22 Juli 2024

Awal Agustus 2024, Lazismu dan Madani Berkelanjutan Akan Gelar Workshop Perubahan Iklim

JAKARTA – Problem perubahan iklim sama dengan masalah kerusakan alam yang terjadi sebagai dampaknya. Kenyataannya, perubahan iklim dengan segala dampaknya menyisakan persoalan lainnya bagi manusia. Situasinya semakin genting, di saat bersamaan bencana alam di Indonesia yang sering terjadi menggambarkan potensinya yang kian rentan. Intervensi manusia terhadap cara pandang pada alam harus kembali kepada dasar-dasar perubahan iklim.

Dalam kajian lembaga filantropi seperti Lazismu baru dalam tahap permukaan. Lebih dari itu, Muhammadiyah lewat kajian manhaj tarjih masuk pada selubung terdalam yang melibatkan banyak pakar. Kendati demikian, kajian dalam merespons isu-isu lingkungan dan perubahan iklim melahirkan karya berupa Fikih Air (2004) dan Fikih Kebencanaan (2015) sebagai nilai tambah yang bersifat integral secara keilmuan.

Dokumen tersebut paling tidak sebagai upaya penting dalam suatu respons atas keterdesakan tantangan global yang berdampak pada bumi manusia. Karena itu, Divisi Research and Development (R & D) Lazismu Pusat dan Divisi Kelembagaan dan SDA Lazismu pusat akan menggelar workshop dampak perubahan iklim di Indonesia dan peran Lazismu ke depannya.

Menurut Sita Rahmi BS, Manajer Research and Development Lazismu Pusat, dalam keterangannya (22/7/2024) workshop ini akan digelar pada tanggal, 3 – 4 Agustus 2024, di Jakarta. Lazismu berkolaborasi dengan lembaga nirlaba, Madani Berkelanjutan. Isu perubahan iklim yang diusung sebetulnya sebagai tindak lanjut rekomendasi Muhammmadiyah terhadap perubahan iklim dan responsnya, yang pada konteks ini Lazismu mewarnainya dalam pendekatan filantropi.

“Sebelum dilakukan workshop Lazismu telah mendata jejaring Lazismu di wilayah dan daerah terpilih. Sebanyak 44 kantor Lazismu itu berhasil dihimpun berdasarkan potensi kerentanan terjadinya perubahan iklim dan bencana,” paparnya.

Sebelum workshop, Divisi Research and Development Lazismu Pusat, kata Sita, pada 16 Juli 2024, melakukan paparan awal tentang maksud, tujuan dan gambaran kegiatan workshop itu. Tujuan diagendakannya untuk meningkatkan kapasitas amil dalam isu perubahan iklim di Indonesia.

Secara rinci kata dia, amil memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi dampak perubahan iklim serta aksi yang bisa dikerjakan bersama berdasarkan kondisi lokal daerah masing-masing, dalam rangka pencegahan, penanganan serta adaptasi dampak perubahan iklim.

Harapannya kata Sita, kemampuan amil bertambah dan dapat mengintegrasikannya dalam program pendistribusian dan pendayagunaan yang dirancang untuk menjawab permasalahan perubahan iklim. “Nilai tambahnya, kompetensi ini dapat membuka peluang model penghimpunan yang berbasis pada kampanye untuk pendanaan program perubahan iklim,” tandasnya.

Selain menjemput target yang direncanakan, diharapka juga amil Lazismu di wilayah dan daerah mampu mengidentifikasi tantangan, potensi dan inovasi adaptasi perubahan iklim di kawasan yang rentan dan mampu menterjemahkannnya dalam strategi dan rencana aksi.

Lazismu dalam konteks perubahan iklim, sambung Sita, tidak hanya mengintegrasikan pandangan teologis dan fikih semata. Justeru melalui kacamata filantropi terbuka kajian lebih lanjut yang lebih saintifik untuk menemukan sisi faktualnya dan kerangka justifikasinya sehingga menghasilkan panduan praktis gerakan filantropi dalam merespons perubahan iklim.

“Maka sinergi Lazismu dengan Madani Berkelanjutan yang bertumpu pada kombinasi riset dan filantropi dapat menghasilkan peta dampak dan risiko perubahan iklim di Indonesia yang melibatkan lintas sektor serta best practice program di mana kerja-kerja Madani Berkelanjutan yang pernah dijalankan sebelumnya menjadi pintu masuk yang beririsan dengan aksi gerakan filantropi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Deputy Director Madani Berkelanjutan, Giorgio Budi Indrarto mengatakan bahwa nilai strategis dari kolaborasi ini bersama Lazismu adalah sebagai salah satu sayap organisasi Islam terbesar di Indonesia. “Peran Lazismu sangat strategis dalam konteks penanganan perubahan iklim, terutama pada tingkat tapak,” jelasnya.

Dengan jaringan yang sangat luas, cakupan untuk menyampaikan informasi dan mengidentifikasi kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim juga menjadi lebih luas. Nilai inilah, sambung Giorgio, yang mendorong Madani Berkelanjutan untuk melakukan sinergi.

Mengapa perubahan iklim perlu masuk dalam gerakan filantropi ? Giorgio menuturkan bahwa gerakan filantropi sangat dibutuhkan perannya dalam konteks penanganan perubahan iklim dan ini sudah dipraktikkan pada skala global.

Karena untuk menangani perubahan iklim, dibutuhkan berbagai sumber daya untuk mewujudkan keberhasilannya. Bahkan, kata dia, topik terkait pendanaan iklim (climate financing) merupakan satu topik yang terus dibicarakan hingga hari ini. Gerakan filantropi menjadi salah satu gerakan yang menjadi ujung tombak untuk dapat menjawab berbagai tantangan perubahan iklim saat ini.

“Maka untuk dapat menghadapi perubahan iklim, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui apa yang dimaksud dengan perubahan iklim, dan bagaimana kita bisa menghadapinya,” terangnya.

Itulah sebab mengapa workshop dibutuhkan bersama dengan Lazismu di berbagai wilayah Indonesia yang teridentifikasi sangat rentan terhadap perubahan iklim. Sehingga, para pelaku filantropi dapat mulai untuk mengidentifikasi peluang serta tantangan yang dihadapi pada tingkat wilayah masing-masing, tandasnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
22 Juli 2024

Meriahkan Hari Bermuhammadiyah, Lazismu Banjarbaru Sediakan 600 Baksomu Gratis

KALIMANTAN SELATAN -- Lazismu Banjarbaru menggelar aksi bagi-bagi bakso gratis dalam gelaran Hari Bermuhammadiyah Banjarbaru sekaligus peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Al-Istiqomah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu (7/7/2024).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lazismu Banjarbaru ini merupakan kegiatan perdana, dengan mengambil nama "BaksoMu".

"BaksoMU" juga didukung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarbaru dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Banjarbaru.

Staf eksekutif Lazismu Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan, menuturkan "BaksoMu" dibagi gratis kepada warga Muhammadiyah yang datang di Hari Bermuhammadiyah, daging dari "BaksoMu" ini merupakan hasil dari daging kurban yang lalu, disimpan didalam lemari pendingin, digiling dan dijadikan bakso.

"Warga Muhammadiyah bisa datang ke halaman parkir Masjid Al-Istiqomah, dan bisa mendatangi stand "BaksoMu", bakso dibagikan gratis cukup bayar pakai doa," ungkapnya.

"Alhamdulillah, warga Muhammadiyah sangat antusias sekali mengambil bakso yang sudah disajikan oleh ibu-ibu 'Aisyiyah Banjarbaru," tambahnya

Dalam waktu 3 jam, "BaksoMu" sebanyak 600 porsi ludes diserbu warga Muhammadiyah, tidak sedikit yang meminta tambahan bakso hingga beberapa porsi.

"Semoga dengan pertama kali BaksoMu ini, kedepan BaksoMu bisa kembali hadir dalam gelaran-gelaran Acara Muhammadiyah lainnya, karena antusias terhadap BaksoMu sangat bagus". Harapnya.

Salah Satu pengurus Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Banjarbaru selatan, Lisna datang ke Acara Hari Bermuhammadiyah untuk mengikuti rangkaian acara, terutama membantu stand-stand yang diadakan oleh panitia.

"Alhamdulillah, kegiatan hari ini sangat meriah didukung dengan cuaca yang cerah, semoga acara ini cerah dengan kegiatan nya," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya BaksoMu yang disediakan oleh panitia sangat pas sekali dengan kegiatan di pagi hari ini. Ia berharap semoga BaksoMu kembali hadir di kegiatan Muhammadiyah lainnya.

Kegiatan hari Bermuhammadiyah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan dan pengembangan masjid Al-Istiqomah ini dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, H.M. Aditya Mufti Arifin, sekretaris wilayah Muhammadiyah Kalsel, Asrani dan seluruh pimpinan Muhammadiyah serta 'Aisyiyah Se-kota Banjarbaru.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Reviadi Savitri]

SELENGKAPNYA
22 Juli 2024

Edutabmu Kantongi Predikat Gold, Lazismu Raih Penghargaan Zakat Awards 2024 Kategori Program Pendidikan Skala Nasional

SUMATERA BARAT --- Suatu penghargaan dan apresiasi tinggi bagi organisasi pengelola zakat (OPZ) nasional yang melakukan inovasi program secara berkelanjutan dan sebagai ajang untuk saling memiliki inovasi program zakat yang berdampak, melibatkan amil dan pemangku kepentingan (stakeholders). Zakat Awards 2024 adalah momen yang paling dinanti oleh organisasi pengelola zakat.

Dalam musyawarah nasional Forum Zakat (FOZ) ke-X yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin di Istana Wapres Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024), dan munasnya berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat pada Rabu, 17 Juli 2024, penganugerahan ini diberikan kepada organisasi pengelola zakat.  

Ada 150 lebih lembaga amil zakat (LAZ) yang hadir dan akan menerima penghargaan tersebut. Salah satunya adalah Lazismu. Pada munas kali ini, Lazismu kembali mendapatkan penghargaaan dari Forum Zakat melalui ajang Zakat Awards 2024. 

Ibnu Tsani, Direktur Utama Lazismu menjelaskan, penghargaan yang diterima oleh Lazismu diserahkan pada saat Pembukaan Munas Forum Zakat (FOZ) di Kota Padang, Rabu 17 Juli 2024. "Lazismu mendapatkan penghargaan predikat Gold Awards untuk kategori program pendidikan organisasi pengelola zakat skala nasional,” katanya.

Dalam keterangannya, Ibnu Tsani menambahkan, semoga melalui penghargaan ini bisa menjadi energi baru bagi Lazismu se- Indonesia untuk terus bergerak memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah dan dana social keagamaan lainnya (ZISKA) untuk peningkatan kualitas sumber daya amil dan sektor pendidikan.

Ibnu juga mengatakan, Lazismu harus bisa membaca dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh umat. Dana ZISKA merupakan  instrumen dalam mewujudkan sumber daya amil yang berkemajuan.

Mewakili Lazismu, Ibnu Tsani tak lupa mengucapkan terimakasih kepada sekolah, guru, siswa, dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Enuma dan The Head Foundation Indonesia atas dukungannya yang selama ini telah dijalankan sebagai wujud sinergi kebajikan untuk inovasi sosial,” tutupnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
18 Juli 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross