Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Waspada Panas Ekstrem di Palembang, Lazismu dan AlfaOne Berkolaborasi Sediakan Air Minum Gratis Cegah Dehidrasi

PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan puncak cuaca panas sebelum memasuki musim hujan dengan suhu tertinggi mencapai 39°C untuk beberapa hari ke depan.

Dikutip dari Antara, BMKG mengungkapkan fenomena alam ini karena kondisi yang masih berkaitan dengan tutupan awan yang minim dan pergerakan semu matahari yang berada di atas khatulistiwa. Dalam amatannya tersebut, kondisi ini masih dalam kategori biasa yang tak berpengaruh pada perubahan musim di Indonesia.

Suhu panas itu melanda Kota Lampung, Bulungan di Kalimantan Utara, Sikka di Nusa Tenggara Timur, Sidoarjo di Jawa Timur, Pekanbaru di Riau, dan Palembang di Sumatera Selatan. Merespons fenomena tersebut Lazismu Palembang dan perusahaan air minum kemasan AlfaOne, menginisiasi program penyediaan air bersih layak minum.

Ada tiga titik strategis di Kota Palembang yang menjadi bagian dari aksi berbagi ini yaitu di kawasan Masjid Jamik yang berada dalam lembaga Pendidikan Muhammadiyah Balayudha, kawasan pendidikan Muhammadiyah Bukit Kecil, dan kawasan area pimpinan wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, demikian disampaikan amil Lazismu Palembang pada tim media Lazismu (31/10/2024).

Penyediaan air minum ini menurut Syarif Ali untuk membantu masyarakat mencegah dehidrasi akibat suhu yang panas. "Alhamdulillah, kami mendapat dukungan penuh dari perusahaan air minum AlfaOne dalam program kemanusiaan ini," ujar Dewan Syariah Lazismu Palembang ini.

Kami berharap dengan adanya penyediaan air minum gratis ini dapat membantu masyarakat, terutama anak-anak, untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya agar tidak kekurangan air di tengah cuaca panas yang ekstrem. Selain menyediakan minuman gratis, Lazismu Palembang juga rutin tiap jumat pagi berbagi sarapan gratis buat para pekerja yang belum sempat sarapan, ini sudah rutin tiap jumat pagi,” pungkasnya.

Penyediaan air minum gratis ini telah dimulai sejak Selasa, 29 Oktober 2024 dan akan terus berlangsung selama masih dibutuhkan. Lazismu Palembang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program ini. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, dapat menghubungi layanan Lazismu Palembang.

Dengan adanya kolaborasi antara Lazismu Palembang dan AlfaOne, syiar kebajikan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Palembang dan menjadi stimulan bagi lembaga lainnya untuk turut berkontribusi dalam mengatasi dampak cuaca ekstrem.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Palembang/Andi W]

SELENGKAPNYA
31 Oktober 2024

Lazismu Gelar Pelatihan Penilaian Proposal Layak Hingga Monev Inovasi Sosial Kampung Berkemajuan

BOGOR --- Kerangka berpikir logis suatu program yang sistematis ketika direncanakan memerlukan bukti empiris. Dalam penyusunannya melibatkan partisipasi masyarakat sehinga muncul kebutuhan di lokasi kegiatan program sebagai tahapan menggali ide-ide inovasi sosial. Lazismu membingkai kerangka kerja logis itu dalam program Kampung Berkemajuan agar berdampak nilai manfaatnya.       

Pendekatan model itu, kata Barry Aditya, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, memang didesign agak panjang. “Jadi Lazismu ingin tahapannya berbasis bukti dan kebutuhan dari masyarakat, makanya diawali dengan pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA), untuk menilai sebuah desa secara partisipatif sehingga masyarakat ikut terlibat di dalamnya sehingga muncul kebutuhan,” jelasnya dalam agenda Penilaian Proposal dan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kampung Berkemajuan yang berlangsung di Ciawi, Bogor (29/10/2024).

Sebelumnya lanjut dia, beberapa amil dari wilayah telah dikarantina selama sembilan hari pada Juli yang lalu, dalam pelatihan bagaimana proses menyusun kerangka kerja logis. Berdasarkan temuan yang ada selanjutnya disusun design program dan apa saja yang sudah ditemukan, lalu diekplorasi dan disusun secara sistematis.

Barry mengungkapkan, jika melihat lembaga non-profit yang ada, serta panduan dari Baznas, pendekatannya sudah menggunakan model yang sama. “Keniscayaan bagi Lazismu untuk menyusun kerangka kerja program secara sistematis, lantas tahu apa yang menjadi tujuan dan cita-cita sampai dengan penyusunan pelaporan untuk bisa dipublikasikan kepada khalayak,” paparnya.

Prinsipnya, untuk menjadi pembelajaran bersama dan juga sebagai syiar bagaimana kemudian Muhammadiyah dengan dukungan pendanaan dari Lazismu melakukan kegiatan yang kita kategorikan sebagai inovasi sosial.

Dalam praktiknya, inovasi itu beragam, ada yang berpendapat tidak harus baru, imbuhnya.  Dengan kemasan yang berbeda dan sistematis juga bisa dilakukan inovasi sosial lewat modalitas masyarakat. Setiap lokasi juga berbeda dan akan kita laksanakan ke depan. Apa yang telah dicapai oleh Lazismu ketika memperoleh penghargaan dari FOZ, yang juga pengalaman berrmakna Ardi selaku Direktur Program itu bisa dikategorikan tentang inovasi sosial.

Dalam aspek tertentu, kerangka kerja logis, proses dan mengemasnya membutuhkan teknologi informasi dan digital. Ini bisa kita lihat bersama, lanjut Barry, soal tren dan zaman yang telah berubah cepat. Di dalamnya ada Gen – Z,  maksudnya jadi kita betul-betul ada sebuah program yang dengan inovasi itu Lazismu harus selamatkan generasi tersebut sesuai dengan alur pikir mereka.

Di tengah upaya itu, sambil memperkuat desa dan memberikan nilai manfaat dan kesejahteraan baik dalam aspek kesehatan mental, ekonomi dan sebagainya, hal itu memang bagian dari tugas Lazismu yang luar biasa.

Saat ini teman – teman yang hadir sebagai tindak lanjut agenda sebelumya, dalam satu hari ke depan secara bergantian akan mempresentasikan hasilnya berupa proposal, secara umum kerangka logisnya, temuannya dan alur selanjutnya dituangkan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi.

Mewakili badan pengurus, saya mengucapkan terima kasih kepada kawan – kawan Lazismu yang hadir, semoga bisa bermanfaat dan punya program yang betul-betul menjadi kebutuhan warga. “Termasuk menguatkan Muhamamdiyah di tingkat ranting dan cabang sehingga seluruhnya bisa kita peroleh dari sisi muhammadiyahnya, Lazismunya, dan warganya dari sisi pengembangan program dan evaluasinya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani mengatakan, sejak awal diangkat menjadi dirut, saya mencoba mereview kembali tentang program Lazismu. Jadi apa yang disampaikan Barry, ini sifatnya sama-sama belajar. Bagaimana mereview tahapan ideal dalam design perencanaan program.

Ketika diberi amanat itu sebagai dirut, secara keseluruhan, di tingkat wilayah dan daerah, tantangan pertama Lazismu membutuhkan bukti empirik (evidensi empirik) dan dampak dari program yang telah disalurkan. Sementara tantangan keduanya, ada renstra dan bagaimana mengimplementasikan kerangka kerja logis.

“Apa bukti empirisnya, mengapa harus melakukan pendekatan ini, sungguh pekerjaan rumah yang sudah saatnya dimulai,” ujarnya. Di era kompetisi ketika membicarakan program, sambung Ibnu, yang ditanya apa kesimpulannya dan apa metode mengambil kesimpulan itu, mengapa perlu adanya PRA dan seterusnya.

Puji syukur, tahap demi tahap, Lazismu berbenah diri, sehingga memiliki divisi monev. Jadi apa yang telah kita lakukan secara nasional agar bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Kalau kita ikuti ritme divisi monev, sudah mulai diperkenalkan social return of invesment (SROI). Suatu metode evaluasi yang sebenarnya merupakan piranti sistem evaluasi yang metodenya dibutuhkan oleh donor atau investor.

Ketika Lazismu berinteraksi dengan perusahaan, ada yang bertanya apa dampak sosialnya dalam kontribusi bersama Lazismu. Hal ini Lazismu perlu memiliki kerangka berpikirnya. Dan sebagai contoh kebajikannya, Lazismu berhasil di pilar program pendidikan lewat Edutabmu.

Meski bergerak dalam proses itu dan belajar bersama, maka ada tahapan yang jelas sehingga program tidak sekadar aktivitas adminsitratif. Mengapa dalam agenda ini melibatkan penghimpunan, agar Lazismu di tim fundraisingnya punya amunisi dalam penghimpunan dana ZISKA.

“Di tahun 2025 dengan pelatihan berkelanjutan ini, Lazismu sudah punya kerangka logisnya untuk meyakinkan donator, apa yang dilakukan nanti sudah memiliki perencanaan yang matang,” tuturnya.

Perlu sinergi program dan penghimpunan, karena aktivitas ini beririsan dengan meyakinkan publik dan korporat bahwa dokumennya saling terhubung, setidaknya ikhtiar itu sudah dilakukan. Pada aspek ini, tegas Ibnu, bukan sekadar review tapi belajar merencanakan dengan baseline yang terukur dan teruji.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]   

SELENGKAPNYA
29 Oktober 2024

Lazismu Serahkan Beasiswa Ulama Tarjih Muhammadiyah untuk 146 Mahasiswa

YOGYAKARTA – Misi utama Muhammadiyah, sejak awal didirikannya sebagai organisasi keagamaan Islam yang mengedepankan pembaharuan (tajdid) pemahaman agama Islam. Sejak 1968, memandang pentingnya pendidikan yang diorientasikan secara khusus menjadi ulama ahli fikih yang sejalan ideologi Muhammadiyah di masa depan.

Kebutuhan akan regenerasi ulama adalah keniscayaan untuk menjawab persoalan umat di era kontemporer. Oleh karena itu, terwujudnya lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah yang berkualitas dan mampu menyiapkan kader-kader ulama dan zuama merupakan upaya memenuhi kompetensinya dengan layanan kepakaran yang mumpuni kepada masyarakat.

Mengapa PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah) memerlukan dukungan semua pihak dan Lazismu. Karena kami menyadari bahwa ulama bagi muhammadiyah sebuah keniscayaan, apalagi muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang gerakannya dakwahnya amar maruf nahi munkar, demikian disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Divisi Pendidikan Keulamaan, Fahmi Muqoddas, di Yogyakarta, saat penyerahan simbolis beasiswa tarjih muhammadiyah, pada Sabtu, 26 Oktober 2024.  

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lama membina kader-kader ulama yang dididik dengan pendidikan ulama khusus yang mengajarkan turats (tradisi daras kitab kuning). “Melalui Pendidkan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) sebagai lembaga keilmuan dan kepakaran diharapkan ulama-ulama ini memahami dan menguasai Islam dari sumber ajarannya dan menguasai berbagai bidang ilmu lain yang terkait dalam rangka tafaqqahu fii ad-diin,” jelasnya.

Sehingga ulama yang dilahirkan nanti, ulama islam yang berkemajuan dan rahmatan lil ‘alamin, yang mencerahkan islam mampu membangun peradaban yang tinggi, peradaban yang beradab. Fahmi mengungkapkan, selama ini kami ketika menyelenggarakan sebuah kegiatan pendidikan sejak 1968 itu, menggunakan masjid, ketika itu masjidnya At-Taqwa Suronatan, yang peserta didiknya itu tidur di masjid, kuliah di masjid bahkan makan di serambi masjid.

Dalam perkembangannya, secara historis, kemudian PUTM menjadi bagian pimpinan muhamamdiyah DIY, yang saat itu difasilitasi dengan asrama di pinggir kali, yaitu Kalinongko. Barulah setelah selesai satu angkatan kemudian pindah lagi ke masjid At-Taqwa Suronatan. “Beberapa angkatan dihasilkan dari masjid suronatan itu, kemudian PUTM diambil alih oleh PWM DIY,” cerita Fahmi kepada tim media Lazismu.  

Saat itu, kita diberi kesempatan untuk menyewa beberapa tempat dan akhirnya karena kondisi tempat yang kami sewa tidak memenuhi syarat, lalu kami akhirnya menyampaikan permohonan kepada pesantren luhur yang itu diberi amanah oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ke – IX dan X, untuk menggunakan tanah Sri Sultan di Kaliurang, namun tempat itu hanya merupakan hak guna bukan hak milik. Sehingga tidak ada kebebasan buat kami utk membangun asrama dan tempat pendidikan di sana, karena hanya diberi kesempatan saja sebagai hak guna.

Fahmi mengisahkan, kebutuhan untuk peserta didik (thalabah) karena tuntutan zaman, dari proses kaderisasi ulama tajih muhammadiyah dan aisyiyah, akhirnya kami menyewa beberapa tempat, yaitu pertama di pusbang, jadi meski miliknya Majelis Dikti tapi kami diminta untuk ikut memberikan infak dalam rangka perbaikan gedung.

Akhirnya kami menyewa suatu tampat, kemudian untuk yang putri, kami menggunakan rumah kontrakan yang pertama di Tundan sebelah selatan UMY, di sana juga menyewa setahun, kemudian dipakai untuk peserta didik yang mengambil program studi, sarjana PAI UMY, untuk peserta didik yang ambil ilmu hadis dan al-Qur’an itu, kami gunakan tempat asrama lainnya.

Agar ada akses pengajar yang mudah sampai ke lokasi, lalu kami sampaikan ke Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, kemudian disarankan untuk supaya PUTM berusaha memiliki asrama pendidikan dan gedung pendidikan di suatu tempat meskipun nanti terpisah antara peserta didik yang putra dan putri.

Dalam prosesnya, alhamdulillah ada seorang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun gedung asrama dan studi pendidikan PUTM. Lalu kami menyampaikan kepada pimpinan pusat muhammadiyah bahwa kami tidak punya dana yang cukup untuk itu.  Pada akhirnya, PP Muhammadiyah membentuk panitia dan di antara fundraisingnya itu Lazismu pusat dan fundraising yang lain beberapa perguruan tinggi muhammadiyah.

Kami punya harapan kalau kampus itu nanti bisa dibangun di Prambanan, insyaallah program studi belajar dan pendidikan itu bisa terpusat di satu tempat sehingga akan efektif dan efisien. Atas penyerahan bantuan beasiswa tersebut,  Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan Lazismu dengan bangga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 146 mahasiswa Ulama Tarjih Muhammadiyah dari program Beasiswa Sang Surya Lazismu. Penyerahan beasiswa sebesar Rp 481.800.000 ini dilakukan kepada Pusat Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

“Inilah bentuk komitmen Lazismu dalam mencetak generasi ulama tarjih yang kompeten dan berintegritas,” pungkasnya. Program beasiswa ini diharapkan dapat terus melahirkan ulama-ulama tarjih yang mampu mengawal gerakan amar ma'ruf nahi munkar Muhammadiyah.

Berdiri sejak tahun 1968, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) telah menjadi garda terdepan dalam mencetak para ulama yang menjadi pembimbing umat dan penggerak dakwah yang lurus sesuai prinsip-prinsip Al-Quran dan As-Sunnah.

Melalui Beasiswa Sang Surya, Lazismu berkomitmen untuk mendukung perjalanan intelektual dan spiritual para mahasiswa tarjih, yang kelak akan menjadi ulama-ulama yang andal dalam menjawab tantangan zaman serta membawa misi dakwah Islam yang mencerahkan bagi masyarakat luas.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah] 

SELENGKAPNYA
27 Oktober 2024

Pendidikan Al-Qur'an Braile, Solusi Pemberdayaan Inklusif Lazismu, MTT dan MPKS untuk Sahabat Tunanetra

BREBES --- Membuka akses literasi pembelajaran Al-Qur’an terhadap penyandang disabiltas adalah kontribusi positif tanpa diskriminasi. Karena memberantas buta huruf hijaiyah merupakan komitmen setiap muslim agar Al-Qur’an bisa dibaca termasuk penyandang tunanetra.

Lazismu menjembatani akses penyandang disabilitas tersebut dengan menginisiasi program pendidikan Al-Qur’an Braile sebagai wujud pemberdayaan dan solusi inklusif bagi sahabat disabilitas.  Berkolaborasi dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Brebes, Jawa Tengah, yang didukung juga oleh Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), penyandang tunanetra mendapatkan kesempatan mempelajari Al-Qur'an dalam format Braille.

Pelaksanaan program itu dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di SMK Muhammadiyah Bumiayu pada 2024 dan SMK Muhammadiyah Bulakamba pada 2025. Masing-masing lokasi melaksanakan program selama empat bulan, dengan dua pertemuan per bulan.

Adapun totalnya, ada 16 kali pertemuan di setiap lokasi. Program ini menargetkan 25 peserta di setiap lokasi, sehingga totalnya ada 50 penyandang tunanetra yang akan mendapatkan nilai manfaat.

Menurut Ketua MPKS Brebes, Syaebani, program ini berawal dari permintaan seorang tunanetra berusia lanjut yang ingin mempelajari Al-Qur'an dan menghafalnya. "Ia memiliki keinginan kuat untuk belajar, namun terhambat karena kurangnya fasilitas dan pendampingan yang memadai," ungkapnya kepada tim media Lazismu (24/10/2024).

Hal ini mendorong MPKS bersama para mitra untuk berinisiatif membentuk program khusus ini. Program pendidikan Al-Qur'an Braille tidak sebatas pada pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga meliputi beberapa kegiatan penunjang seperti layanan antar jemput bagi tunanetra, kajian rutin, dan pembagian sembako gratis.

Dengan pendekatan ini, imbuhnya, diharapkan para tunanetra tidak hanya mampu mempelajari Al-Qur'an, tetapi juga merasakan dukungan sosial yang lebih luas.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Brebes, Jauhari Rahmat, mengapresiasi sinergi dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada MTT, MPKS, dan Lazismu yang selalu berupaya mencari banyak inovasi dalam berbuat baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Wahyu Hartawan dari Majelis Telkomsel Taqwa Jateng-DIY, menyambut bahagia atas terselenggaranya program ini. Dia menyampaikan apresiasinya, bahwa belajar Al-Qur'an tidak mengenal usia, dan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk berpartisipasi dalam kebaikan.

“Melalui kolaborasi program ini semua dapat memberikan manfaat luas dan memohon doa agar Telkomsel terus dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti ini,” tuturnya.

Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, merupakan inspirasi yang bisa menjadi pengalaman berharga terutama bagi daerah lain untuk mewujudkan inisiatif serupa. Lazismu dan mitranya berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memberdayakan tunanetra agar dapat mengakses kitab suci Al-Qur'an secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Paizin, salah seorang penyandang disabilitas mengungkapkan, Alhamdulillah dengan adanya kegiatan pembelajaran ini bersama Lazismu, saya dan kawan – kawan berkesempatan belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an. “Meski sudah berumur, semangat itu masih ada dan ingin untuk terus mempelajari cara membaca Al-Qur’an,” tandasnya. Dengan memperdalam Al-Qur’an dan menghafalnya, melalui program ini, kata dia, semoga bisa memberikan keberkahan bagi semua yang mendukung kesempatan baik ini.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Zaki]

SELENGKAPNYA
25 Oktober 2024

Lazismu Salurkan Bantuan Operasional Panti Asuhan Putri Aisyiyah

PEKANBARU -- Pelayanan terhadap anak-anak di dalam panti asuhan merupakan upaya untuk melindungi dan menjaga hak-hak nya agar anak terus tumbuh dan berkembang. Pengelolaan dan dukungan terhadap panti asuhan dapat dilakukan dari sisi administrasi dan peningkatan kapasitas pengelola panti asuhan dan anak -anak.yang didampinginya.  

Pentingnya nilai dukungan itu, Lazismu Pekanbaru pada Rabu, 23 Oktober 2024, melaksanakan kegiatan lewat penyaluran bantuan oprasional Panti Asuhan Putri Aisyiyah (PDA Kota Pekanbaru) yang berlokasi di Jl. Merak IV No.Perum, Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Amil Lazismu Pekanbaru Tri Sutrisno mengatakan, penyaluran bantuan ini berupa dukungan operasional panti asuhan. “Penyaluran bantuan ini setiap bulannya Lazismu salurkan dan ini sudah berjalan satu tahun,” ungkapnya.

Sutrisno berharap bantuan tersebut terus berjalan dengan dukungan dari para donatur.  Zakat, infak dan sedekah yang diamanahkan ke Lazismu melalui program ini untuk mendukuing panti agar keberlangsungan dalam mendamppingi anak-anak anti dapat berlanjut.

Elvi Susilawati selaku pengasuh Panti Asuhan Putri Aisyiyah (PDA Kota Pekanbaru), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah bantuan tersebut begitu bermakna untuk operasional panti. Semoga lazismu Pekanbaru dapat memberikan nilai manfaat yang lebi luas lagi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/setiawan]

SELENGKAPNYA
24 Oktober 2024

Pra Rakernas Lazismu, Sinergi Kunci untuk Inovasi Sosial Lazismu Di Seluruh Indonesia

JAKARTA – Menjelang Rapat Kerja Nasional Lazismu di Yogyakarta, pada 29 November - 1 Desember 2024 mendatang, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais di Kantor Lazismu Menteng, Jakarta dalam pengantarnya di Pra Rakernas yang digelar secara online pada Rabu-Kamis, 23 – 24 Oktober 2024, mengajak amil di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap selalu bersinergi dalam melaksanakan program-programnya.

Hal itu, kata dia, senafas dengan tema rakernas Lazismu tahun ini yang mengusung spirit Sinergi Kebajikan untuk Inovasi Sosial dan Capaian SDGs. Melalui pra rakernas ini, kita berharap dan mensyukuri apa yang telah dilakukan dengan capaian yang diraih serta mencatat apa yang kurang untuk bisa dilaksanakan pada masa yang akan datang.         

“Dalam transisi kepemimpinan ini semoga aktivitas dan proses kerja – kerja program Lazismu berjalan aman dan damai,” katanya. Selanjutnya, dari sisi persyarikatan dalam kerangka tata kelola pemerintahan, Muhammadiyah mendapatkan amanah dalam kabinet merah putih.

Artinya dari sisi kepercayaan politik, ada kepercayaan luar biasa untuk Muhammadiyah, dan ini sebuah kehormatan dengan tanggung jawab yang besar. Di samping itu, jika mengikuti perkembangan kabinet yang baru, ada suatu yang baru yaitu badan pengentasan kemiskinan, dan ada juga di bawah naungan Kemenko semacam badan pemberdayaan masyarakat.

Mujadid Rais mengatakan bahwa dari informasi itu ada tugas-tugas keumatan, sementara itu, tugas Lazismu menyalurkan dan menghimpun dana ziska, yang dalam praktiknya tidak bisa melaksanakan sendiri sebagai superhero tapi membutuhkan tim yang solid.

Di beberapa tempat, Lazismu bersinergi bersama MDMC dan majelis serta lembaga lainnya, dan juga banyak pihak dari kalangan pemerintah dan perbankan. “Sinergi ini menjadi penting karena dengan sinergi kita bisa melakukan tahap kedua yaitu inovasi sosial,” pungkasnya.

Maka melalui pra rakernas, kita perlu berdialog apa yang menjadi tujuan bersama di Lazismu. Perihal kepercayaan, kata dia, merupakan poin bisnis yang dilakukan lembaga amil zakat. Karena itu, pelaporan dan juga komitmen sama-sama penting.

Semua Lazismu di wilayah telah menjalani segenap program-programnya, maka berbagi pengalaman juga bernilai karena yang ada sebenarnya bagaimana kita mengelola ini dengan waktu dan tenaga. Dan hasil yang dicapai tergantung dengan target diawal yang sudah direncanakan.

“Insya allah kita bisa mencapainya bersama, terima kasih kepada seluruh Lazismu wilayah yang telah mengikuti pra rakernas ini sampai hari terakhir besok,” pungkasnya.  

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani mengungkapkan bahwa pengantar laporan wilayah yang akan disampaikan merupakan informasi berharga pra rakernas. Kita semua ingin melihat gambaran informasi Lazismu seluruh Indonesia.

“Laporan berupa capaian penghimpunan, program, sumber daya amil, indeks kinerja utama dan indeks kinerja aksi layanan akan sangat berguna bagaimana melihat Lazismu dalam angka,” tandasnya.

Di samping itu, kata Ibnu Tsani, hal ini untuk melengkapi laporan tahunan yang belum lengkap, agar memudahkan Lazismu Pusat dalam menyajikan laporan kepada Badan Amil Zakat Nasional.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah] 

SELENGKAPNYA
23 Oktober 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross