

TANGERANG SELATAN ---Literasi zakat menjadi hal yang sangat penting di saat khazanah zakat dan lembaga-lembaga pengelolanya tumbuh dengan pesat. Sejiwa dengan kompleksnya persoalan sosial ekonomi yang beririsan dengan keilmuan zakat di masyarakat, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni tentang zakat sebagai ilmu.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong upaya itu melalui program beasiswa filantropi Islam yang berkolaborasi dengan program Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penerima manfaat dari program tersebut diharapkan menjadi kader-kader filantropi Islam yang terlatih.
Karena itu, menurut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bahwa mendorong peningkatan kapasitas literasi zakat untuk masyarakat Indonesia di masa mendatang dengan mempersiapkan kader-kader terlatih.
Hal itu disampaikan Kiai Noor saat menjadi pembicara pada Studium Generale Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Selasa (22/10/2024). Turut hadir, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., SH., MH., MA., serta Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Zulkifli, MA.
“Kita tahu bahwa pemahaman tentang zakat di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, perlu literasi, sehingga kita semuanya, saudara-saudara semuanya dipersiapkan untuk menjadi ilmuwan di bidang zakat, infak, sedekah, sekaligus menjadi duta-duta zakat di masa mendatang,” ungkapnya.
Melalui materi bertajuk “Membangun SDM Amil BAZNAS dan LAZ Berkarakter dan Unggul” di hadapan peserta stadium general, Kiai Noor mengatakan, bahwa mahasiswa yang terkosentrasi di bidang literasi zakat akan menambah khazanah keilmuwan tentang zakat.
“Paling tidak, kalau nanti tamat kuliah doktoral, selesai kuliah magister, jurnal-jurnal penelitian yang terkait dengan zakat, infak, dan sedekah akan bertambah, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Arab atau bahasa Inggris. Paling tidak, tulisan ilmiah tentang zakat juga akan bertambah, baik itu berbentuk tesis atau disertasi,” jelasnya.
Menurutnya, dengan melimpahnya khazanah tentang literasi zakat, maka masyarakat Indonesia tidak akan kesulitan untuk mencari sumber rujukan bacaan yang memadai, sehingga diharapkan tingkat literasi zakat masyarakat semakin meningkat.
“Dengan demikian akan banyak orang yang bisa membaca dan menikmati karya-karya ini. Itu harapan kami. Tepat sekali, kami fokus pertama kali adalah UIN Jakarta, karena tempat ini adalah gudang para ilmuwan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag, SH, MH, MA. mengapresiasi penyelenggaraan Studium Generale ini dan berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan sektor zakat di Indonesia.
"UIN Syarif Hidayatullah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor zakat di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap dapat menyetak generasi amil zakat yang berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat," ungkapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Baznas]

KALIMANTAN TENGAH – Banjir yang merendam kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, kian parah dan melumpuhkan aktivitas warga. Banjir yang disebabkan oleh luapan sungai Barito setelah intensitas hujan yang tinggi, menenggelamkan 32 desa di enam kecamatan.
BNPB dalam laman resminya (20/10/2024), melaporkan bahwa hingga Minggu, ketinggian muka air yang merendam rumah warga masih mencapai lebih dua meter. Sebanyak 2.192 unit rumah, sembilan unit fasilitas umum, dan sembilan unit fasilitas ibadah terdampak kejadian ini.
Akibatnya, terdapat 4.875 jiwa terdampak dan 83 jiwa diantaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Adapun warga yang mengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian antara lain Aula Dinas PUPR Kabupaten Murung raya, Aula Gedung Setda Murung Raya, Aula Masjis Al Istiqlal, Masjid al Jihad, dan Masjid Al Manar.
Berdasarkan laporan Lazismu dan MDMC di Kalteng, relawan yang terdiri dari angkatan muda muhammadiyah dan PMI Murung Raya bergerak melakukan respons darurat. Melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR), Pos Koordinasi berdiri di Kompleks Masjid Al-Manar, Puruk Cahu, Jalan, Tumenggung Silam pada 20 Oktober 2024.
PosKor ini berfungsi sebagai pusat komando untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan tanggap darurat, termasuk pendataan korban, tempat Pengungsian warga terdampak, distribusi bantuan, dan dapur umum, demikian disampaikan Nur Hilal Fitriadi Ketua Lazismu Murung Raya (22/10/2024).
Aksi tanggap darurat Relawan OMOR, pada Senin, (21/10/2024), menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 650 bungkus untuk keluarga yang terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di antaranya di daerah Haung dan Bukit Tinggi dengan mengunakan perahu karena masuk dalam lokasi banjir yang parah.
Ketua MDMC Murung Raya, mengatakan, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang dilakukan relawan muhammadiyah. Kolaborasi antara MDMC dan Lazismu, menjadi kunci penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
“Rumah warga banyak yang terdampak, sampai saat ini usaha memberikan bantuan kami lakukan berupa pelayanan kesehatan dan pendirian dapur umum yang sebagian makanannya secara langsung disalurkan ke lokasi banjir dengan menggunakan perahu” ungkapnya.
Sementara itu, Evan Bastian, Sekretaris MDMC Wilayah Kalteng, bersyukur para relawan dengan resons cepat mampu menggalang dana kemanusiaan bersama Lazismu.
“Pos Layanan Muhammadiyah Murung Raya akan terus berkoordinasi dalam melayani masyarakat yang terdampak banjir. Semoga seluruh relawan diberikan kekuatan dan kesehatan di lapangan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Nurhilal Fitriadi mengugnkapkan, bahwa Lazismu Murung Raya masih terus menggalang dana bagi warga terdampak. "Donasi-donasi yang terhimpun akan kami salurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan, kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah memercayakannya kepada Lazismu. Semoga ini bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak,” tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MF]

JAKARTA – Kesejahteraan guru merupakan bagian dari prioritas pilar program pendidikan Lazismu. Terutama guru yang berada di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal. Untuk itu, sebanyak 1000 guru dan pendidik honorer memperoleh bantuan program Peduli Guru.
Penyerahan bantuan insentif guru dilakukan secara simbolis kepada penerima manfaat oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dan mitra kolaborasi Lazismu Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank Permata Syariah, dalam hal ini Kepala Divisi Syariah dan Consumer Banking Rinaldi Agustian Aziz, serta Izzul Muslimin dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal M. Khiorul Huda dan Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PP Aisyiyah Fitni Wilis, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Senin (21/10/2024).
Ahmad Imam Mujadi Rais dalam sambutannya mengatakan bersama kita menyaksikan banyak kisah perjuangan guru dan peran pentingnya. Karena itu, Lazismu dengan programnya memberikan apresiasi kepada guru yang telah mengabdi untuk mendidikan generasi masa depan.
“Kesejahteraan guru masih kurang mendapat perhatian, terlebih lagi guru yang ada di daerah tertinggal. Karya dan perjuangannya menjadi bentuk perhatian Lazismu karena guru adalah faktor penting dalam membangun perjalanan bangsa ini,” kata Mujadid Rais.
Ada 1000 guru yang tersebar di Indonesia, mendapat bantuan program Peduli Guru, hasil kolaborasi Lazismu dan UPZ Permata Bank Syariah, ungkapnya. Bantuan sebesar Rp 500 juta diberikan secara tepat sasaran bagi guru guru-guru honorer di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Masih ada pekerjaan rumah yang juga perlu diperhatikan, maka sinergi dengan semua pihak adalah penting, termasuk dengan UPZ Permata Bank Syariah untuk tergerak merespons persoalan guru.
Sebelumnya, lanjut Mujadid Rais, Lazismu juga memberikan bantuan kepada guru honorer yang mengalami tunggakan iuran BPJS Kesejatan yang berkolaborasi dengan USAID Catalyze. Lazismu berharap guru-guru penerima manfaat dapat merasakan nilai manfaat dari bantuan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada Permata Bank Syariah yang sudah berkolaborasi juga bersama Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah.
Sejalan dengan program tersebut, Kepala Divisi Syariah dan Consumer Banking UPZ Permata Bank Syariah Rinaldi Agustian Aziz mengungkapkan kolaborasi bersama Lazismu merupakan komitmen kami di bidang pendidikan untuk memberikan jangkauan lebih luas bagi penerima manfaat. “Ekosistem Keuangan Islam yang inklusif yang menjadi bagian dari perbankan syariah diharapkan manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Informasi yang diperoleh dari Majelis Dikdasmen dan Aisyiyah pada hari ini memberikan inspirasi bagi kami. Komitmen untuk pendidikan adalah penting agar memajukan aspek pendidikan di masyarakat. Karena kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh masyarakat yang memperoleh akses pendidikan dengan mudah.
Dari beberaa kegiatan yang ada di Lazismu, UPZ Permata Bank Syariah senantiasa ikut berpartisipasi, mudah-mudahan ke depan akan selalu berkomitmen dan semakin solid untuk mendukung program - program Lazismu di bidang pendidikan lainnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PP Aisyiyah Fitni Wilis, mengatakan, dalam sejarahnya, TK Aisyiyah merupakan lembaga pendidikan pribumi yang ada di Indonesia sejak tahun 1919. Artinya sudah 1 abad lebih kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan.
“Ada 10 ribu lebih TK Aisyiyah yang terus memberikan layanan kepada anak – anak usia dini di seluruh Indonesia, di samping itu Aisyiyah juga punya kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan dari usia dini sampai tingkat menengah, ujarnya.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa guru-guru pendidikan anak usia dini yang belum baik kesejahteraannya masih jauh dari sejahtera. Namun, apa inti yang ingin disampaikan, sambung Fitni, dari apa yang sudah digaungkan oleh pemerintah juga menjadi perhatian kita terhadap guru-guru tersebut, Alhamdulillah hal ini mendapat dukungan dari Lazismu.
“Waktu, tenaga dan pikiran guru – guru ini untuk mengasuh anak kecil masih belum mendapat perhatian serius,” paparnya. Sementara anak usia dini adalah dasar untuk masa depannya yang sangat menentukan.
Di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, baru saja Aiyiyah atas dukungan Lazismu memperoleh apresiasi penghargaan dari Bappenas karena pendidikan anak usia dini di sana memberikan dampak positif terhadap masyarakat yang selama ini jauh dari akses pendidikan. Bukti nyata ini, kata dia, merupakan langkah pertama dari Aisyiyah dan rencananya akan mendirikan SD untuk perluasan dakwah.
Kami berharap guru-guru di daerah terpencil juga dapat ditingkatkan kapasitasnya untuk bersekolah lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Agar kualitas pendidikan turut meningkat dengan guru – guru yang memiliki kecakapan dalam mengajar.
Dalam kesempatan itu, Miftahurrohman guru MI Muhammadiyah Cisarua yang sudah mengabdi selama 10 tahun mengucapkan terima kasih atas bantuan ini kepada donatur Lazismu. “Melalui program peduli guru ini saya dan kawan kawan guru yang lain sangat terbantu semoga semakin menambah motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak didik,” katanya. Hal senada disampaikan Nurhidah dari TK ABA Depok, bahwa dukungan semua pihak sangat kami nanti untuk menunjang program kegiatan belajar mengajar terutama untuk sekolah yang masih membutuhkan perhatian serius dalam sarana dan prasarananya.
Dalam agenda yang sama, Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, mengungkapkan sekolah muhammadiyah ada di seluruh pelosok Indonesia. Ssemua didirikan dengan mandiri. Dari semangat itulah muhammadiyah sebagai organisasi mengembangkan lembaga pendidikan.
Kendati masih ada sekolah yang menghadapi problem di daerah terpencil karena fasilitas yang tidak memadai. Lalu Muhammadiyah mendirikan sekolah di kawasan tertinggal sebagai panggilan karena di sana memang tidak ada sekolah.
“Itulah yang terjadi, maka dengan keberadaan guru yang harus mendapat perhatian di beberapa tempat, kita berharap apa yang dilakukan oleh para guru tetap sebagai spirit yang ke depannya perlu ada upaya ekosistem pendidikan yang bisa mengatasi ketimpangan dalam realitas pendidikan,” paparnya.
Perlu kekuatan bersama agar bisa menjadi gerakan nasional termasuk oleh Lazismu di seluruh daerah dan wilayah dan semua pihak yang ingin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Hal itu, sudah dilakukan muhammadiyah mengelola dana abadi pendidikan. Melalui gerakan Infak Pendidikan, dana abadi ini harus terus digerakkan dan bisa didukung oleh para pemangku kepentingan dan manfaatnya bisa dijangkau secara lebih luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

BANDUNG – Siapa sangka tempat kulinari “Spill & Bites” dan hangout yang cozy di kota Kembang ini menjadi salah satu tempat yang asyik untuk memulai suatu ide dan aktivitas di kalangan muda mudi. Destinasi kuliner di bilangan Gegerkalong, Sukasari, Kota Bandung ini setiap hari ramai dikunjungi karena tempatnya yang nyaman.
Design interior yang kekinian dibalut sentuhan warna biru semakin menambah betah pengungjungnya melalui konsep The First Neo-Fast Food. Di lihat dari luar, suasana kafe sangat kekinian menampilkan magnetnya yang artistik. Hijau pepohonan di halaman depan menyajikan keasrian dengan pesonanya yang gaul dan memanjakan mata.
Bermula dari sinilah Lazismu sebagai lembaga amil zakat menjalin sinergi dengan Spill & Bites. Pesonanya semakin membuat penasaran amil Lazismu untuk datang dan berbagi cerita program bersama.
Pada hari Jum’at, pekan kemarin, Amil Lazismu berhasil bertemu dengan Dafa seorang Direktur Spill & Bites. Dafa menyambut kedatangan Direktur Utama Lazismu, Ibnu Tsani dan kawan-kawan untuk berbagi cerita lebih jauh tentang Lazismu dan Spill Bites itu sendiri.
Ketika masuk dalam kafe yang cozy itu, nuansa anak mudanya begitu kental. List warna biru seperti menjadi ciri khas Spill & Bites. Apron dan topi biru yang dikenakan juru masak dan saji sebetulnya penanda ikonik itu.
Ibnu Tsani mengatakan agenda bertemu dengan Spill & Bites sudah jauh hari direncanakan. Tapi hari Jum’at pertemuan itu baru bisa terwujud. Agenda lain yang dikantongi Lazismu adalah bersinergi dengan Spill & Bites untuk program dan fundraising.
Di hari itu, kata Ibnu Tsani Lazismu menandatangani kersajama program fundrasing kemanusiaan. “Penandatanganan kerja sama penggalangan donasi program kemanusiaan untuk Palestina antara LAZISMU – Spill & Bites,” ungkapnya.
Ketertarikan Spill & Bite untuk bersinergi dengan Lazismu bukan tanpa alasan. Menurut Dafa Direktur Spill & Bites, awal kemunculan destinasi kuliner ini dilatari dari masih sedikitnya Coffee Shop yang berkonsep cepat saji. ”Peluang itu menjadi kesempatan Spill & Bites untuk menjadi pendatang baru di Indonesia khususnya di Kota Bandung di saat destinasi kuliner cepat saji yang lain mengalami kendala terkait isu kemanusiaan di Palestina,” bebernya.
Mengapa di Bandung, sebenarnya untuk memudahkan fungsi Quality Control, karena Spill & Bites merupakan anak perusahaan dari PT MBU sebagai perusahaan pengolahan dan distribusi daging ayam berkualitas tinggi. Jadi itu komitmenya dengan budidaya agar protein anak bangsa dapat tercukupi.
Selanjutnya perihal program fundraising kemanusiaan untuk Palestina yang berkolaborasi dengan Lazismu, lanjut Dafa, spiritnya adalah ingin mengajak anak-anak muda di Indonesia sadar dan peduli terhadap nasib saudara-saudara muslim di Palestina. Nah sebagai simbol kepedulian Spill & Bites, kami membuat kue yang berkarakter warna semangka.
”Melalui kue yang disajikan itu anak – anak muda kita ajak untuk menyuarakan kepedulian untuk saudara – saudara muslim di Palestina,” ungkapnya. Di sini mereka yang hangout tidak sekadar untuk menikmati sajian khas ayam renyahnya, tapi di tengah kegiatan dan aktivitasnya mereka dapat memahami kepedulian kami tentang Palestina.
Hal itu diakui oleh Aulia tim marketing Spill & Bites. Bagi mereka yang suka terhadap produk yang kita sajikan harapannya tumbuh kepedulian terhadap isu Palestina, terutama dari kalangan muda. “Kesadaran akan kepedulian itu, bukan datang dari kue-kue dan ayam serta paket burger yang ditawarkan. Lebih dari itu konsep Bundling of Hope menjadi pilihan terintegrasi dan harmonis bagi mereka yang ingin mulai merasakannya.
Keuntungan dari konsep bundling tersebut, seperti apa yang telah dikolaborasikan bersama Lazismu dalam kerjasama yang disepakati, sambung Aulia, akan kita salurkan untuk saudara saudara kita di Palesitina. Dafa berharap kolaborasi dengan Lazismu dapat berjalan dengan program yang lain. Semoga Spill & Bites bisa ada di Jakarta dan Bogor impiannya jika berkembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

PALEMBANG -- Lazismu Palembang turut berbahagia atas prestasi gemilang yang diraih oleh dua siswi berbakat dari sekolah Muhammadiyah di Palembang. Andini dari SMA Muhammadiyah 2 Palembang dan Salsabilah dari SMP Muhammadiyah 1 Palembang berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang digelar di Kalimantan Timur.
Apresiasi atas prestasi yang membanggakan tersebut, Lazismu Palembang bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palembang memberikan penghargaan kepada kedua siswi berprestasi, dengan memberikan penghargaan pada Rabu, 16 Oktober 2024 d PDM Kota Palembang.
Ketua PDM Kota Palembang, Mawangir, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua siswi itu. "Prestasi ini membuktikan generasi muda Muhammadiyah memiliki potensi luar biasa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama Islam," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Lazismu Palembang, Andiwijaya, menyampaikan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak didik Muhammadiyah. "Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah," ungkapnya.
Andini dan Salsabilah dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari keluarga, sekolah, dan seluruh pihak yang telah membantu mereka.
Diketahui bahwa Andini Dwi Melati ini berhasil meraih juara 2 MTQ Nasional kategori Cacat Netra (Canet) kategori putri dan Sabilah Roudatul Jannah Juara 2 MTQ Nasional Cabang Tilawah Golongan Tartil Putri.
Sementara itu, bersamaan dengan pengajian bulanan di lingkungan PDM Kota Palembang dengan tema penguatan kader Muhammadiyah, Mawangir dalam ceramahnya menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda, terutama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
"Pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Kita semua harus bersinergi dalam membentuk generasi emas bangsa yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Palembang, Bustomi, mengatakan kami menyambut baik atas apresiasi yang telah diberikan kepada kedua siswi yang berprestasi, dan atas terselenggaranya kegiatan ini. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah," katanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

JAKARTA – Keberadaan Lazismu di luar negeri memiliki peran strategis dalam melakukan aksi filantropi. Hal ini juga menjadi bagian dari rekomendasi pimpinan pusat muhammadiyah pada kerangka sosial dakwah yaitu internasionalisasi muhammadiyah dengan didirikannya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri.
Pada tahun 2023, peran strategis PCIM dan Lazismu di Maroko begitu terasa manfaatnya untuk kerja-kerja kemanusiaan. Misalnya saat terjadi gempa bumi di Maroko pada September 2023 silam dengan kekuatan 6.8 skala richter warga terdampak memperoleh manfaat program kemanusiaan. Kegiatan serupa dilakukan PCIM dan Lazismu Libya ketika pada November 2023 banjir melanda negara di Afrika Utara tersebut.
Hal itu tidak lepas dari peran aktif pelajar islam Indonesia yang sedang menumpuh studinya di negara wilayah Maghribi itu. Selain belajar di kampus ternama, para mahasiswa dan mahasisiwi ini berpartisipasi aktif di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PICIM) Maroko dan Libya. Mereka berbagi waktu dan peran untuk melakukan aksi kemanusiaan setelah bencana alam melanda untuk membatu sesama.
Mengenai hal tersebut, Jundi Abdurrahman dan Nafisa menceritakannya kembali saat berkunjung ke kantor Lazismu Pusat di bilangan Menteng, Jakarta, pada Jum’at (11/10/2024). Jundi mengisahkan kepada amil Lazismu Pusat yang diwakili Manager Program Shofia Khoerunnisa, Upik Rahmawati Manager Program Kemitraan Lazismu, dan Manager Kelembagaan dan Teritori Risya Umami, bahwa aksi kemanusiaan Lazismu mendapat respons yang baik.
Saat melakukan penyaluran bantuan yang lokasinya jauh dari ibu kota dengan kondisi wilayah yang blind spot ada salah satu media televisi lokal membantu meliput penyaluran bantuan ini. “Secara tak sengaja ternyata mereka juga ada agenda peliputan pasca-bencana. Ketika mereka mengatahui Lazismu dari Indonesia dan bagian dari Muhammadiyah, mereka terharu bahkan aksi kemanusiaan Lazismu menjadi bagian dari program liputannya,” kata Jundi.
Hal senada disampaikan PCIM Libya, Ahmad Najrullah Siregar, melalui Lazismu kegiatan respons bencana berupa banjir akibat badai Daniel tahun 2023 kemarin, memicu PCIM Libya untuk melalkukan aksi kemanusiaan. Saat itu kondisinya dalam masa darurat yang membutuhkan uluran tangan bagi warga terdampak.
Ahmad menyeritakan, PCIM dan Lazismu Libya menggalang dana yang hasil penghimpunannya disalurkan untuk warga Tripoli dengan melakukan sinergi bersama Hilal Ahmar Libya. Pada penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Hilal Ahmar Libya dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.
Jundi, Ahmad dan Nafisa mengaku mendapat pelajaran berharga bagaimana program kemanusiaan secara internasional juga memberikan dampak positif bagi Indonesia di kancah internasional. Terlebih lagi, Lazismu Pusat ikut mendukung sehingga nilai-nilai filantropi kemanusiaan menjadi bagian tak terpisahkan dalam dakwah sosial di luar negeri kendati keberadaan kami sebagai warga Indonesia yang sedang studi lanjut.
Bagi Lazismu sendiri, menurut Upik Rahmawati kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari internasionalisasi Muhammadiyah. Hal senada disampaikan oleh Shofia Khoerunnisa bahwa program-program kemanusiaan Lazismu di luar negeri membutuhkan peran strategis kawan-kawan PCIM.
Risha Umami menilai apa yang telah dilakukan PCIM dan Lazismu di luar negeri turut memberikan andil dalam gerakan kemanusiaan. Karena itu, informasi perkembangan PCIM dan Lazismu di sana terkait kegiatan dan program sangat berharga buat kawan-kawan Lazismu di tanah air. Risya berharap ada program-program lain yang bisa dikolaborasikan, ungkapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

