

MESIR -- Konsistensi Pemerintah RI dalam membela Palestina terus berlangsung hingga hari ini. Termasuk Muhammadiyah, kiprahnya dalam membantu rakyat Palestina telah lama dilakukan. Pada tahun 2009 Muhammadiyah bersama Yakkum yang tergabung dalam jaringan antar iman pernah mengirimkan tim kesehatan ke Palestina. Tim Muhammadiyah dan Yakkum berangkat dari Amman Yordania berhasil masuk ke Gaza melalui pintu yang disebut Celah Erez atau Erez Gate yang berada di sebelah utara perbatasan Gaza dengan Israel dan harus seijin otoritas Israel yang saat itu dalam status perang dengan kelompok Hamas di Gaza.
Apakah Muhammadiyah akan menempuh jalur yang sama seperti pada tahun 2009 tersebut? Koordinator Advance EMT Muhammadiyah, Naibul Umam dengan tegas menyebut bahwa situasi dan kondisi saat ini tidak memungkinkan dukungan tim kesehatan Muhammadiyah melalui jalur tahun 2009. "Kami sudah mendapatkan arahan dari KBRI di Mesir dan memperoleh informasi terkait situasi dan kondisi politik terkini yang tidak memungkinkan tim kesehatan Muhammadiyah memasuki Gaza dari Yordania," tegas Umam.
Umam juga menjelaskan bahwa EMT Muhammadiyah merupakan bagian dari WHO. "EMT Muhammadiyah merupakan bagian dari WHO dan kami telah mendapatkan arahan terkait hal tersebut. Kami akan membuat laporan dan rekomendasi dari hasil pertemuan dengan WHO kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebaiknya kita tunggu kebijakan pimpinan saja," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gunawan Hidayat yang ikut serta dalam rombongan tim turut memberikan penjelasan. "Kita semua tahu bahwa Muhammadiyah mempunyai tradisi membela Palestina. Sejarah membuktikan hal itu. Kami mengusulkan agar PP Muhammadiyah menetapkan satuan tugas khusus untuk Palestina yang sifatnya permanen. Kami menyebutnya dengan Desk Palestina," sebut Gunawan.
Sejarah mencatat keterlibatan Muhammadiyah dalam merespons krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kahar Muzakkir merupakan tokoh Muhammadiyah yang dipercaya membawa mandat dari 34 organisasi di Indonesia untuk menghadiri Konferensi Bloudan di Syria. Saat itu ia dengan tegas menyerukan pentingnya pembelaan Palestina agar tidak dijajah oleh Israel.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BATANG -- Bekerja sama dengan TK ABA Kasepuhan, Lazismu Kabupaten Batang menginisiasi berlangsungnya kegiatan berupa seminar parenting. Acara ini berlangsung pada Kamis (01/02) di Gedung Pramuka Batang. 65 wali murid TK ABA Kasepuhan hadir dalam acara dengan narasumber yang kompeten yaitu dr. Maftuhah Nurbeti yang membawakan tema "Pola Asuh Anak Usia Dini dan Tumbuh Kembang Kecerdasan Anak".
Kepala TK ABA Kasepuhan, Inayatul Afiyani, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Lazismu Kabupaten Batang memberikan banyak manfaat terutama untuk program program peningkatan kapasitas anak dan orang tua. Para orang tua pun mendapatkan pengetahuan melalui kegiatan ini.
"Jadi kami di TK ABA Kasepuhan Batang tidak hanya anak-anaknya yang sekolah tapi juga orang tua ikut sekolah yaitu dengan diberikan pengetahuan terkait pola asuh anak, dalam hal ini adalah parenting. Jadi kami kerja sama dengan Lazismu Batang dan alhamdulillah didukung dan memberikan banyak manfaat," ujar Yani, sapaan Inayatul Afiyani.
Yani juga menambahkan bahwa program Filantropis Cilik Lazismu Kabupaten Batang juga menjadi wadah pendidikan karakter kepada anak. "Anak didik diajarkan untuk peduli kepada sesama sejak usia dini melalui program Filantropis Cilik, jadi anak setiap pekan bersedekah melalui kencleng yang difasilitasi oleh Lazismu Batang," imbuhnya.
Sementara itu, mewakili Divisi Fundraising Lazismu Kabupaten Batang, Irfan Fambudi dalam sambutanya menjelaskan bahwa program-program Lazismu mendukung kegiatan terkhusus peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan. "Anak-anak ini adalah generasi penerus, sejak dini perlu kita persiapkan agar menjadi generasi cerdas dan berkarakter. Jadi kami bersinergi dengan sekolah-sekolah agar pola asuh anak-anak ini juga baik sesuai dengan zamannya. Lazismu juga berkomitmen pada program pembangunan berkelanjutan termasuk dalam hal ini adalah pendidikan yang bermutu," terangnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Irfan Fambudi]

KOTA YOGYAKARTA -- Bertempat di The Cube Hotel, Kota Yogyakarta, Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron menggelar acara "Public Expose 2024" pada Selasa (30/01). Agenda ini merupakan upaya pelaporan aktivitas dan pencapaian sepanjang tahun 2023. Selain itu, pada kegiatan ini juga dipaparkan rencana KL Lazismu Mantrijeron ke depan selama tahun 2024.
Pada kesempatan tersebut, Kepala KL Lazismu Mantrijeron, Nur Alam Romadhon menjelaskan, selama tahun 2023 pihaknya berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 1,57 miliar dari yang berasal dari zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, penghimpunan tahun 2023 mencapai pertumbuhan sebesar 129,48%. Sementara untuk penyaluran mencapai Rp. 1,64 miliar. Penyaluran tersebut berasal dari dana yang terhimpun pada tahun 2023 dan saldo dana akhir tahun 2022, meliputi berbagai program yang ada pada Enam Pilar Program Lazismu.
Nur Alam menyambung, target penghimpunan KL Lazismu Mantrijeron pada tahun 2024 adalah sebesar Rp. 1,897 miliar. Sementara itu, misi pada tahun 2024 yaitu kualitas pengelolaan ZIS (zakat, infak, dan sedekah) yang amanah, profesional, dan transparan; pendayagunaan ZIS yang kreatif, inovatif, dan produktif; serta pelayanan donatur. Pencapaian KL Lazismu Mantrijeron ini juga tidak terlepas dari dukungan dari para donatur, mitra kebaikan, rekan media, serta seluruh pihak yang terlibat.
"Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga kolaborasi kebaikan ini berkelanjutan dan semoga ke depannya KL Lazismu Mantrijeron menjadi semakin maju, membawa keberkahan serta kebermanfaatan yang semakin luas lagi, aamiin," imbuh Nur Alam.
Suhaibun Febrianto mewakili Divisi Program & Penyaluran KL Lazismu Mantrijeron menyebutkan, total penerima manfaat pada tahun 2023 mencapai 34.063 jiwa. Lebih rinci, penerima manfaat tersebut terbagi dalam 6 Pilar Lazismu, yaitu Pilar Sosial 11.757 jiwa, Pilar Dakwah 6.214 jiwa, Pilar Kemanusiaan 14.467, Pilar Kesehatan 505 jiwa, Pilar pendidikan 1.053 jiwa, dan Pilar Ekonomi 67 jiwa.
"Tak hanya di Kemantren Mantrijeron dan sekitarnya saja, manfaat KL Lazismu Mantrijeron juga mengalir di Kabupaten lain di DI Yogyakarta. Di antaranya melalui program Qurban Bersama untuk Sesama, Ifthor serta Zakat Fitrah Menjangkau Pelosok, Air Untuk Negeri, dan Program kemanusiaan untuk korban bencana di Indonesia maupun luar negeri, seperti Palestina," ujar Suhaibun.
Pada tahun 2023, KL Lazismu Mantrijeron mendapatkan beberapa penghargaan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan berhasil diraih. Selain itu, pada tahun yang sama KL Lazismu Mantrijeron mendapatkan tiga penghargaan dari Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta Award 2023. Ketiga penghargaan tersebut yang pertama adalah Program Pendidikan Terbaik (Program Beasiswa Darwis). Penghargaan yang kedua yaitu Program Kemanusiaan Terbaik (Program Air Untuk Negeri), dan yang ketiga adalah Program Sosial Dakwah Terbaik (Program Ojek Online Mengaji).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

KOTA YOGYAKARTA -- Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima kunjungan dari Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan ini berlangsung pada Sabtu (27/01) di ruang sidang LPPI. Tujuannya adalah dalam rangka studi bersama untuk program Pemberdayaan UMKM.
Kepala KL Lazismu UMY, Syamsudin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu Kabupaten Sidoarjo atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan terkait kondisi pelaksanaan program kerja Lazismu yang telah berlangsung. Selain itu, ia juga menyampaikan beragam capaian serta prestasi yang telah diperoleh KL Lazismu UMY pada usia yang masih sangat muda ini, yaitu 3 tahun sejak berdiri.
Pemaparan proram-program KL Lazismu UMY dilakukan oleh Rozikan. Salah satunya adalah program Pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan oleh KL Lazismu UMY sehingga berhasil mendapatkan Juara 1 ZISWAF Unggulan se-Pulau Jawa. Ia juga menunjukkan berbagai produk binaan UMKM dari KL Lazismu UMYm seperti olahan makanan dan minuman, sabun, pomade, kopi, dan lain sebagainya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Hifni Solikhin menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya kali ini adalah untuk belajar dalam menjalankan program Pemberdayaan UMKM. "Kedatangan kami ke Lazismu UMY tidak lain dan bukan adalah mencari ilmu serta belajar terkait bagaimana Lazismu UMY dalam menjalankan program UMKM secara konkrit, mulai dari penghimpunan sampai pentasyarufannya. Saya rasa program UMKM yang dijalankan oleh Lazismu UMY belum ada di kota kami sehingga perlu adanya studi bersama untuk pemberdayaan UMKM," ungkapnya.
Acara yang dihadiri oleh 30 orang ini berlangsung dengan baik dengan melibatkan interaksi kedua pihak secara aktif. Turut berhadir para pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo serta jajaran pengurus dan relawan KL Lazismu UMY.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Alfan Ayatullah]

KOTA PALEMBANG -- Estafet kepemimpinan di Lazismu Kota Palembang resmi berpindah tangan. Serah terima ini berlangsung pada Selasa (30/01) di lantai 2 Kampus Ikest Muhammadiyah yang diawali oleh pembacaan Surat Keputusan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan, Haris Jumadi. Ratusan undangan dari Pimpinan dan Pengurus Wilayah, Daerah, Cabang, dan Ranting serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Ortom Muhammadiyah se-Kota Palembang mengikuti kegiatan ini.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palembang, Muhammad Mawangir dalam sambutannya berpesan agar amanah yang diserahkan ini dapat dijaga dengan baik. Terlebih lagi dalam membangun kepercayaan dari masyarakat. Hal ini ditandai dengan tingginya angka penghimpunan zakat yang telah dicapai oleh Lazismu.
"Lazismu agar selalu berinovasi dalam pelaksanaan program-program kemaslahatan untuk umat," ujar Mawangir.
Kepercayaan masyarakat ini, lanjut Mawangirm merupakan hal yang penting. Terutama untuk mencapai angka pengumpulan zakat yang saat ini berhasil dilakukan oleh Lazismu Kota Palembang. "Lazismu di Palembang ketika saya tanya, bisa mengumpulkan zakat sampai hampir 1 M. Jika tidak ada trust atau kepercayaan dari masyarakat ini tidak mungkin. Maka jaga kepercayaan ini dengan bekerja dengan amanah, disiplin, dan bertangung jawab," ajaknya.
Acara serah terima jabatan ini disaksikan dan ditandatangani langsung oleh Ketua PDM Kota Palembang, Ketua PWM Sumatra Selatan, dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Sumatra Selatan. Syarief Ali yang telah memimpin Lazismu Kota Palembang selama lima tahun terakhir secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Muhammad Fahmi sebagai Ketua Badan Pengurus yang baru. Serah terima jabatan ini juga menandai adanya perubahan struktur kepemimpinan yang diharapkan dapat memberikan dorongan baru dalam upaya pengumpulan dan distribusi zakat, infak, dan sedekah di Kota Palembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

MESIR -- Muhammadiyah melakukan pertemuan penting dengan The Egyptian Red Crescent (ERC) atau Bulan Sabit Merah Mesir pada Rabu (31/01) di kantornya yang terletak di kawasan Nasr City, Kairo, Mesir. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini ERC memberikan penjelasan terkait mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza. ERC merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam distribusi bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Berbagai organisasi kemanusiaan dunia tidak terkecuali yang berasal dari Indonesia berkoordinasi dengan ERC dalam penyaluran bantuan, termasuk dari Pemerintah Indonesia yang diterima pada bulan November 2023 yang lalu.
Advance EMT Muhammadiyah didampingi Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang hadir bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir diterima oleh perwakilan ERC, Mrs. Amira dan dr. Nadia. Mrs. Amira memberikan penjelasan bahwa dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, Pemerintah Mesir telah menetapkan Kementerian Kesehatan dan ERC sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk mengatur penyaluran bantuan dari berbagai negara dan organisasi. Dengan kewenangan yang diberikan tersebut, ERC telah menetapkan prosedur mengenai tata cara penyaluran bantuan kemanusiaan.
Prosedur yang dimaksud, lanjut Amira, antara lain meliputi ketentuan administrasi, yaitu semua organisasi yang akan menyalurkan bantuan harus mengirimkan pemberitahuan terlebih dahulu kepada ERC. Selanjutnya akan diberikan jawaban mengenai waktu dan tata cara penyediaan barang bantuan. Setelah proses ini dipenuhi selanjutnya adalah proses distribusi bantuan yang menjadi tanggung jawab ERC hingga tiba di Rafah dan diserahkan kepada The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) atau lembaga PBB yang secara khusus mengurusi pengungsi Palestina.
Selain itu, para pihak dapat menandatangani perjanjian kerja sama dengan ERC untuk program yang secara khusus akan dilakukan oleh organisasi yang bersangkutan. Namun yang perlu dicatat dan menjadi perhatian adalah bahwa ERC hanya menerima kerja sama dalam bentuk penyediaan barang dan penyaluran bantuan bukan orang. Sehingga tidak memungkinkan organisasi-organisasi ini mengirimkan relawan kecuali yang bersangkutan adalah warga negara Mesir sendiri. Ini artinya ERC menutup kemungkinan masuknya orang asing sebagai relawan ke Palestina. Kondisi ini tentu disadari sepenuhnya karena dalam situasi krisis Gaza seperti saat ini tidak ada jaminan keamanan bagi warga negara asing bila mereka memasuki kawasan yang sedang terjadi konflik tersebut.
Dalam kesempatan ini, Mrs. Amira dan dr. Nadia menawarkan kepada Muhammadiyah untuk membuka perjanjian kerja sama dalam program distribusi bantuan terutama pada waktu bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang. Program ini sangat dimungkinkan karena momentum hari besar umat Islam tersebut bersamaan waktunya dengan musim dingin. Bantuan yang akan diberikan tentu lebih berguna bagi warga Palestina yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian di Gaza dan sekitarnya.
Koordinator Advance EMT Muhammadiyah, Naibul Umam menyambut baik ajakan untuk membuka kerja sama antara Muhammadiyah dan ERC ini. "Saya rasa ini sebuah permintaan yang membuat kami terhormat apalagi yang meminta adalah pihak yang selama ini memiliki otoritas dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami sampaikan ucapan terima kasih atas keinginan tersebut dan tentu hal ini akan kami jadikan rekomendasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujarnya.
Bantuan seberat 51,5 ton yang dikirim Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu berupa bahan makanan, alat medis, tenda, selimut, dan barang logistik lainnya tidak lepas dari andil ERC dalam pengelolaannya. Dalam operasinya ERC bekerja sama dengan UNRWA dan The International Committee of the Red Cross (ICRC) melalui perbatasan di Rafah. Beberapa lembaga non-pemerintah juga turut menyalurkan bantuan melalui ERC seperti Indonesian Humanitarian Alliance (IHA), sebuah lembaga ad-hoc yang dibentuk oleh HFI (Humanitarian Forum Indonesia) dan Forum Zakat serta Palang Merah Indonesia (PMI).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

