

KABUPATEN BANYUMAS -- Lazismu Kabupaten Banyumas meluncurkan sobatberbagi.com yaitu sebuah platform donasi digital dengan berbagai fitur. Peluncuran ini dilakukan di sela-sela agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2024 yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (16-17/12). Acara yang digelar di Aula Abu Dardiri, Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas ini dihadiri oleh penggiat Lazismu yang ada di Kabupaten Banyumas.
Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo menyampaikan, platform donasi digital ini merupakan upaya Lazismu dalam memberikan wadah bagi masyarakat luas yang ini menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun donasi lainnya agar lebih mudah, cukup dalam genggaman tangan. Fitur QRIS yang hadir dalam sobatberbagi.com memudahkan untuk berdonasi tanpa potongan maupun biaya tambahan.
"Sobatberbagi.com by Lazismu Banyumas adalah tempat untuk menunaikan zakat infak sedekah atau donasi lain menggunakan fitur QRIS, sehingga bisa berdonasi tanpa batas minimal donasi tanpa biaya transfer dan tanpa potongan, sehingga 100% masuk sebagai donasi. Fitur QRIS bisa dilakukan dengan menggunakan semua bank, Gopay, Ovo, Dana, Shopee Pay, LinkAja, dan lain-lain," terang Sabar.
Berbagai fitur juga dihadirkan dalam platform digital tersebut, seperti konsultasi zakat online dan menghitung zakat dengan kalkulator zakat online. Tidak lupa pula terdapat berbagai kemudahan untuk mendapatkan informasi baik berita maupun artikel. Sobatberbagi.com sudah bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menunaikan berbagai donasi dengan mudah.
Apresiasi diberikan oleh Ketua PDM Banyumas, Djohar. Menurutnya, keberadaan sobatberbagi.com dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berkontribusi melalui program Lazismu. "Dengan sobatberbagi.com ini Lazismu Banyumas membuka peluang lebih luas bagi orang-orang yang ingin berdonasi dan berkontribusi melakukan program yang bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya dalam sambutannya.
Selain meluncurkan sobatberbagi.com, Rakerda 2024 Lazismu Kabupaten Banyumas yang juga dihadiri oleh Ketua PDM dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) serta seluruh Kantor Layanan Lazismu se-Banyumas ini juga menyampaikan laporan tercapainya target penghimpunan tahun 2023 yang dipatok sebesar 19 miliar rupiah. Capaian ini bahkan melampaui pada angka 23,3 miliar rupiah per sabtu (16/12). Para peserta juga mendapatkan berbagai materi untuk meningkatkan wawasan tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

LIBYA -- Banjir bandang yang melanda Libya pada bulan September lalu menyebabkan belasan ribu warga meninggal dunia dan sebagian lainnya dinyatakan hilang. Disinyalir bencana ini akibat badai Daniel yang memicu hujan lebat terbesar dalam sejarah Libya, sehingga mampu menjebol bendungan yang ada di negara tersebut. Kejadian ini pun memperparah kondisi Libya yang sebelumnya telah berada di jurang kelaparan dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Muhammadiyah melalui Lazismu merespons bencana internasional dengan menggalang dana bantuan. Setelah terkumpul, bantuan pun didistribusikan melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya untuk warga Tripoli. Distribusi bantuan ini juga menggandeng Hilal Ahmar Libya.
Ahmad Najirulloh Siregar selaku Koordinator Tim Siaga PCIM Libya menjelaskan, penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (13/12) di gudang penyimpanan (Makhzan) Hilal Ahmar Tripoli, Libya. Pada penyerahan ini, selain dihadiri oleh pihak Hilal Ahmar Libya, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli, Libya juga turut berhadir.
"Bantuan diberikan kepada lebih kurang 300 keluarga penyintas yang tinggal di Tripoli," terang Ahmad Najirulloh Siregar.
Selanjutnya, ujar, Ahmad Najirulloh Siregar, bantuan ini disalurkan melalui 2 skenario. Bagi keluarga penyintas yang memiliki kemampuan seperti adanya kendaraan, kondisi keluarga yang memungkinkan untuk ditinggal karena berhadir di Hilal Ahmar, mereka datang dan mengambil jatah bantuan sesuai urutan panggilan. "Bagi keluarga penyintas yang tidak memiliki kemampuan untuk hadir, pihak Hilal Ahmar akan mengantarkan ke rumahnya masing-masing," lanjutnya.
Sebelumnya, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Libya. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menyerahkan bantuan ini secara simbolis kepada Zubair Burhanuddin yang mewakili Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya. Serah terima bantuan ini dilakukan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta pada Jumat (10/11) lalu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Sebagai wujud komitmen dalam membantu para pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo, Lazismu menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat yaitu Al Fattah Bakery. Penyerahan bantuan alat usaha berupa rombong ini dilakukan pada Selasa (13/12). Al Fattah Bakery merupakan unit usaha yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al Fattah di Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Hifni Solikhin selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo menerangkan bahwa bantuan ini diberikan dalam rangka mendukung gerakan sociopreneur, khususnya yang berbasis pondok pesantren. Santri pun dapat menjadi berdaya dengan turut belajar berwira usaha.
"Penyaluran bantuan rombong untuk unit usaha di Pondok pesantren Al Fattah ini merupakan komitmen Lazismu Sidaorjo dalam mendukung gerakan sociopreneur berbasis pondok pesantren. Kami berharap bantuan program pemberdayaan UMKM ini bisa menjadi salah satu upaya pemberdayaan santri dengan melibatkan santri secara aktif untuk belajar berwirausaha," terang Hifni.
Al Fattah Bakery merupakan salah satu dari 40 pelaku usaha penerima program pemberdayaan UMKM. Hifni menyebutkan, sumber dana program tersebut berasal dari mitra Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Bank Mega Syariah. Selain mendapat kucuran dana untuk modal usaha maupun peralatan usaha, para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan selama 6 bulan.
"Lazismu Sidoarjo mengandeng Lembaga Pengembang (LP) UMKM PDM Sidaorjo dalam pendampingan usaha penerima manfaat program ini. Setiap pelaksanaan program kami berusaha untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan majelis dan lembaga terkait," sambung Hifni.
Penanggung jawab Al Fattah Bakery, Ustadzah Ellisa Khumairok mengungkapkan, usaha roti di Pondok Pesantren Al Fattah telah dimulai sejak tahun 2022. "Usaha roti ini awalnya diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan santri, dijual di outlet swalayan di komplek pondok. Ada 18 varian roti yang diproduksi dengan harga mulai 3 ribu sesuai dengan daya beli santri," imbuhnya.
Setelah berjalan selama 1 tahun, kini Al Fattah Bakery juga mulai menerima pesanan dari orang tua santri dan masyarakat yang ada di sekitar, selain menjual roti di outlet swalayan pondok. Dengan adanya bantuan ini, Ellisa pun berharap agar penjualan Al Fattah Bakery dapat semakin meningkat. "Untuk pengembangan penjualan, selain menjual di outlet kami merencanakan untuk membuka stand di luar dengan mengikuti bazar pada pengajian bulanan. Alhamdulillah, gayung bersambut. Lazismu Sidoarjo menggulirkan program pemberdayaan UMKM dengan menyalurkan bantuan rombong ini," tutupnya.
Bentuk pendampingan yang akan diterima oleh Al Fattah Bakery berupa pelatihan kewirausahaan, pendampingan untuk memperoleh ijin-ijin usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal. Selain itu juga akan dilakukan pendampingan pemasaran dan kemasan produk.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KABUPATEN BELITUNG -- Sebuah inisiatif yang unik dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Belitung untuk para mualaf. Melalui program kolaboratif bersama dengan penyuluh Dinas Pertanian setempat, dorongan signifikan pun dilakukan kepada mualaf dalam bentuk pemberdayaan. Salah satu penerima manfaatnya adalah Egi dan teman-temannya.
Egi merupakan mualaf yang mengelola lahan di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Ia tinggal di Desa Bantan dan telah mendapatkan manfaat dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Lazismu. Pendekatan berupa sosialisasi yang dilakukan oleh Fitra selaku penyuluh Dinas Pertanian telah membimbing Egi dan teman-temannya dalam mengelola lahan yang dimiliki, di samping hak atas zakat yang diberikan oleh Lazismu.
Fitra menyebutkan, program pemberdayaan tersebut tidak hanya memberikan bantuan kepada para mualaf, namun akan terus berkelanjutan hingga ke depan. "Program ini bukan hanya memberikan bantuan kepada para mualaf, tetapi bagimana mereka bisa memanfatkan lahan untuk dikelola sebagai penghidupan untuk keluarga mereka. Tidak hanya berhenti sampai situ saja, akan tetapi program ini diharapkan terus berlanjut sampai ke depannya," terangnya.
Bantuan yang diberikan oleh Fitra antara lain perencanaan strategi pertanian yang efektif, pengetahuan tentang teknik pertanian terkini, pengelolaan sumber daya alam, dan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan aspek keagamaan melalui kegiatan pertanian dan memberikan akses yang lebih luas kepada mualaf untuk mendapatkan manfaat dari zakat.
Kolaborasi erat antara Lazismu, Dinas Pertanian, serta Egi dan teman-temannya menjadi contoh nyata tentang pemberdayaan mualaf. Program ini tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memberikan peluang untuk menumbuhkan perekonomian lokal melalui sektor pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, Egi dapat membuka peluang baru dalam memaksimalkan potensi lahan yang dikelola.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program Pilar Pendidikan, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan penyerahan beasiswa kepada para penerima manfaat pada Rabu (13/12) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat. Kegiatan bertajuk Seremoni Serah Terima Beasiswa Sang Surya Lazismu Tahun 2023 ini dihadiri oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin, Wakil Bendahara I Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah Muhammad Sofyan, Direktur Operasi & Transformasi Bank Mega Syariah Slamet Riyadi, perwakilan CT ARSA Foundation Nurfadlan, serta Lazismu PP Muhammadiyah yang terdiri dari Ketua Badan Pengurus Ahmad Imam Mujadid Rais, Wakil Sekretaris II Badan Pengurus Hafizh Syafaaturrahman, serta Direktur Fundraising dan Kerja Sama Edi Muktiono.
Dalam sambutannya, Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin mengucapkan terima kasih kepada Bank Mega Syariah yang telah memberikan kepercayaan kepada Lazismu dengan menyalurkan dana pendidikan melalui program beasiswa untuk perguruan tinggi ini. Bantuan yang telah diberikan ini dapat menjadi salah satu stimulus dan memberikan semangat kepada penerima manfaat.
"Kepada adik-adik yang menerima beasiswa, amanah ini jangan disia-siakan. Ini adalah amanah banyak pihak. Kita berharap agar apa yang diterima ini dapat menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik. Bukan sekadar lulus, namun juga dengan prestasi lebih baik," ujar Izzul.
Keberadaan Lazismu dan majelis serta lembaga yang lain, lanjut Izzul, sangat penting. Sinergi serta kolaborasi harus dilakukan agar dakwah Muhammadiyah dapat dirasakan manfaatnya. Dengan saling bersinergi, dampak kebaikan akan lebih terasa.
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menyebutkan, bantuan beasiswa senilai total 500 juta rupiah ini menyasar 100 orang penerima manfaat, baik yang sedang menempuh S1 maupun S2 di Jabodetabek dan mahasiswa Indonesia penyintas konflik di Sudan. Ia berharap agar jika kelak para mahasiswa ini telah lulus agar dapat memberikan sesuatu yang baik kepada mahasiswa lainnya.
"Sehingga beasiswa ini dapat memiliki nilai tambah luar biasa, tidak hanya kepada penerima manfaat, mungkin nanti di masa mendatang berkembang sehingga banyak orang yang dapat menjadi penerima manfaat," harap Rais.
Mewakili Bank Mega Syariah, Direktur Operasi & Transformasi, Slamet Riyadi menerangkan, beasiswa bukan hanya mengenai nilai, namun juga dapat menghadirkan kebanggaan mengingat para penerima beasiswa adalah orang-orang pilihan, baik dari prestasi maupun aspek yang lain. Melalui beasiswa, para mahasiswa juga dapat terbantu dalam menjalani perkuliahan.
"Sebagian besar dari zakat korporasi kita memang diarahkan untuk pembinaan kesehatan maupun pendidikan. Ini yang memang menjadi misi kami bahwa Bank Mega Syariah tidak hanya berbisnis, namun juga menjadi rahmatan lil 'alamin. Antara lain dengan memberikan manfaat kepada sesama, meskipun secara nilai tidak besar tetapi ini sedikit kontribusi kepada Lazismu dan bekerja sama melalui ZISWAF CT ARSA," ungkap Slamet Riyadi.
Slamet Riyadi pun berharap agar beasiswa ini dapat menambah semangat para penerima manfaat, sehingga di masa mendatang jika telah kembali ke masyarakat, beasiswa ini dapat menjadi pengingat agar para mahasiswa dapat berkontribusi kepada masyarakat. Selain itu, ia juga berdoa agar bantuan ini dapat menjadi berkah bagi Bank Mega Syariah agar terus menjadi lebih baik. Dengan bisnis yang semakin membaik, zakat yang didistribusikan pun akan semakin meningkat.
Salah satu penerima manfaat, Muhammad Rizal Djanti menjelaskan, beasiswa ini sangat membantu dalam proses penyelesaian studi S2 di UHAMKA. Demikian pula dengan Afra Zakiy Ramadhani, penerima beasiswa yang juga berasal dari UHAMKA. Ia berharap agar dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sementara itu, Amatullah Amalia yang menempuh studi di AIA Sudan mengungkapkan, beasiswa ini sangat membantu dalam meraih cita-citanya. "Teriring doa untuk Lazismu dan Bank Mega Syariah, semoga semakin bisa menebar kebaikan dan menjadi inspirasi untuk umat ke depannya.
Sebagai lembaga filantropi yang bergerak dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, Lazismu memiliki andil melalui program-program pendidikan. Hal ini sejalan dengan salah satu Rekomendasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah yaitu Membangun Masyarakat Ilmu. Selain itu, program pendidikan Lazismu juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat yaitu Pendidikan Bermutu atau Quality Education.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Lembaga Zakat Nasional milik Muhammadiyah, Lazismu kembali meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2023 yang diselenggarakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) pada Rabu (13/12) di Gedung Azhar Basyir, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Tidak tanggung-tanggung, Lazismu memborong 4 penghargaan sekaligus. Keempat penghargaan ini terdiri dari kategori Fundraising ZIS Berbasis Ormas Terbaik, Fundraising Infak Sedekah Terbaik, Lembaga Pendukung Gerakan Fundraising, serta Fundraising Kemanusiaan Terbaik.
Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Suryanto menegaskan, dengan adanya penghargaan ini diharapkan dapat mendorong amil Lazismu di seluruh Indonesia untuk dapat berbuat lebih baik lagi. Terlebih, Lazismu selalu meraih penghargaan dalam ajang ini. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi penghimpunan atau fundraising, Lazismu memiliki prestasi tersendiri.
"Alhamdulillah, Lazismu kembali mendapatkan 4 penghargaan dalam ajang Indonesia Fundraising Award 2023. Meskipun hal ini bukan menjadi tujuan utama, namun dengan penghargaan seperti ini kita harapkan mampu menjadi daya dorong bagi amil Lazismu dalam meningkatkan semangat dan kinerja, senantiasa memperbaiki tata kelola, dan juga transparansinya," tegas Edi yang mewakili Lazismu saat menerima penghargaan tersebut.
Edi pun mengucapkan selamat kepada seluruh amil Lazismu. Penghargaan ini pun menjadi wujud kerja keras para amil Lazismu yang ada di seluruh kantor, baik pusat, wilayah, daerah, hingga kantor Layanan. "Terima kasih kepada Institute Filantropi Indonesia, dan Selamat kepada amil Lazismu seluruh Indonesia. Ini adalah hasil kerja kita bersama," ujarnya.
M. Arifin Purwakananta selaku Dewan Pembina IFI menyampaikan bahwa pihaknya akan terus membersamai seluruh pegiat kebaikan, baik lembaga zakat dan non zakat, lembaga filantropi NGO maupun komunitas. Sementara itu, Direktur IFI, Sri Sugiyanti menuturkan, IFA Award merupakan ajang pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada penggiat fundraising dan filantropi. "IFA Award akan terus dilaksanakan dalam rangka mengapresiasi seluruh insan fundraising juga insan filantropi, baik lembaga maupun komunitas untuk terus bertumbuh dan memeperbaiki sistem pengelolaan agar dapat dipercaya secara akuntable," ungkapnya.
IFA Award pelaksanaannya kini sudah memasuki tahun keempat. Pada tahun 2023 ini, IFA membuka 48 kategori untuk lembaga dan 12 Anugerah kepada tokoh publik serta korporasi. 63 lembaga yang turut ambil bagian dalam ajang ini mengikuti serangkaian proses, mulai dari pengamatan, penjurian, serta penilaian dari Dewan Juri yang dipimpin oleh Ahmad Juwaini (Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

