

KABUPATEN CIANJUR -- Lazismu bersama Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membuka Leadership Bootcamp Beasiswa Mentari Plus. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Gunadharma (UG) Technopark di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur pada Jumat-Ahad (08-10/12), dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga; Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Rektor Universitas Gunadarma, Manajer Bidang Pendidikan, Dakwah, dan Sosial Lazismu PP Muhammadiyah.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga, Irwan Akib memberikan ucapan selamat kepada para penerima manfaat dari program ini saat membuka kegiatan secara resmi. Selain itu, ia pun mengapresiasi kerja sama yang dijalin oleh Majelis Dikdasmen dan PNF bersama Lazismu sehingga program Beasiswa Mentari Plus dapat terwujud. "Harapannya penerima beasiswa ini menjadi harapan pemimpin masa depan. Dengan mengikuti acara ini merupakan langkah awal dan harus disyukuri, di antara seribu siswa Muhammadiyah ada mendapatkan kesempatan ini," ujarnya.
Irwan Akib pun menegaskan, dakwah Muhammadiyah harus terus dilaksanakan oleh semua pihak. Para penerima beasiswa ini juga dituntut untuk mampu melaksanakan dakwah Muhammadiyah, sehingga apa yang telah dicita-citakan dari pendidikan Muhammadiyah dapat tercapai. Selain itu, program ini pun diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam ajang Leadership Bootcamp Beasiswa Mentari Plus, Lazismu bersama Majelis Dikdasmen dan PNF memberikan bantuan pendidikan dan pelatihan intensif kepada penerima manfaat dalam konsep "bootcamp" untuk meningkatkan keahlian berupa kepemimpinan. Beasiswa Mentari Plus merupakan pengembangan dari program Beasiswa Mentari, dengan memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan "soft skills" berupa kegiatan Character Building dan Leadership Development untuk membentuk generasi yang memiliki "Growth Mindset" positif. Program ini ditujukan kepada siswa berprestasi dan/atau siswa kurang mampu dengan mengutamakan kader Muhammadiyah.
Mewakili Lazismu PP Muhammadiyah, Ardhi Lutfi Kautsar menyampaikan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen dan PNF atas kolaborasi yang telah dijalin dalam mewujudkan program ini. Menurutnya, program ini pun sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan mampu menjadi wadah penyaluran dana zakat secara tepat sasaran.
"Mudah-mudahan program seperti ini terus dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan di pendidikan Muhammadiyah. Program ini dapat menjadi sarana penyaluran dana zakat kepada asnaf yang sesuai dan sebagai upaya dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas," ujar Ardhi yang menjabat sebagai Manajer Bidang Pendidikan, Dakwah, dan Sosial Lazismu PP Muhammadiyah.
Dengan adanya Beasiswa Mentari, Muhammadiyah berusaha untuk mendorong lebih banyak individu yang memiliki potensi untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi dan mengembangkan diri secara optimal. Program ini merupakan salah satu upaya Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berdaya, menjadi pemimpin yang berkualitas baik inteligensia maupun emosional, serta dapat berperan dalam pembangunan nasional. Sementara program Beasiswa Mentari Plus ini berusaha untuk membentuk individu yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga keterampilan sosial, etika, dan kepemimpinan yang kuat. Program Beasiswa Mentari Plus diikuti oleh puluhan penerima manfaat dari 50 sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Jawa dan Lampung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN JEMBER -- Bakti Guru Muhammadiyah merupakan salah satu program pendidikan yang dilaksanakan oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Program ini menyasar para guru sekolah Muhammadiyah yang berpenghasilan minim. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, setiap tahap dua bulan sekali.
Pada penyaluran yang bertempat di Aula SMA Muhammadiyah 3, Jalan Mastrip Kabupaten Jember, Sabtu (18/11) bantuan ini diserahkan kepada 83 penerima manfaat untuk kawasan Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Sebelumnya, penyaluran pada tahap pertama dan kedua dilakukan melalui kantor Lazismu Daerah. Pada acara ini, 50 guru berhadir bersama pendamping mewakili daerah masing-masing.
Program Bakti Guru Muhammadiyah ini merupakan bentuk kerja sama Lazismu Wilayah Jawa Timur dengan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT). Zakat dari karyawan Telkomsel yang dihimpun oleh MTT disalurkan melalui Lazismu untuk membantu kesejahteraan para guru di Jawa Timur. MTT adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlak mulia, serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, Abdul Khamil menyambut baik program ini untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru-guru Muhammadiyah di Jawa Timur. Menurutnya, upaya membangun sinergi dan kerja sama saat ini sangat penting dalam hal filantopi antara Lazismu dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, khususnya perguruan atau sekolah. "Seluruh AUM harus berhubungan dengan Lazismu. Karena dengan sinergi yang terjalin ini akan dapat mendukung program-program persyarikatan, termasuk dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Aditio Yudono selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan menjelaskan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan, baik teknis pelaksanaan hingga efektivitasnya. Ke depan, program ini akan terus ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu membantu peningkatan kesejahteraan para guru Muhammadiyah, terutama yang berada di kawasan pelosok dan terpencil.
"Untuk tahun 2023 baru sebatas ini Lazismu bisa memberikan bantuan kepada guru-guru Muhammadiyah dengan kriteria perlu dibantu sesuai dengan data Majelis Dikdasmen. Per orang setiap bulan 10 kg beras plus RendangMu kaleng selama 10 bulan. Ke depan perlu dipikirkan peningkatannya. Kalau sekarang baru 652 orang se-Jawa Timur, tahun depan bisa 1000 orang guru," ungkapnya saat memberikan sambutan.
Terakhir, Aditio berharap agar kesejahteraan para pendidik dapat terpenuhi. Oleh karena itu, sinergi sangat dibutuhkan untuk mengupayakan hal tersebut. "Kepedulian dan perhatian Muhammadiyah terhadap para guru dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah atau perguruan di pelosok dan terpencil harus terus diupayakan apapun bentuknya. Utamanya kesejahteraan insan pendidik itu dapat terpenuhi. Karena hal itu dapat turut mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya kualitas dakwah dan Amal Usaha Muhammadiyah di suatu daerah atau kawasan. Dengan bersinergi maka kekuatan untuk mengupayakan hal itu bukan sesuatu yang sulit, insyaAllah," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA METRO -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro meluncurkan 10 unit armada Ambulans Lazismu. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan acara Pawai Kreatif pada hari terakhir semarak Milad ke-111 Muhammadiyah di Kota Metro. Pelaksanaannya berlangsung pada Selasa (02/12) di halaman Rumah Dinas Walikota Metro.
Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini peluncuran ambulans ini termasuk dalam jumlah terbanyak yang pernah dilihat. "Hari ini tentu kita bisa melihat disini banyak sekali ambulans Lazismu. Saya kira ini ambulans yang paling banyak yang bisa kita lihat," ujarnya.
Menurut Wahdi, perlu adanya perhatian lebih bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ia pun berharap dengan diluncurkannya 10 ambulans tersebut dapat bermanfaat bagi kemaslahatan. "Ini juga salah satu perhatian kita, untuk masyarakat kita yang memang membutuhkan bantuan. Saya berharap ambulans ini dapat bermanfaat dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan," sambung Wahdi.
Peluncuran Ambulans Lazismu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Walikota Metro bersama Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono yang disaksikan oleh Wakil Walikota Metro bersama Pleno PDM Kota Metro. Acara ini sekaligus melepas peserta Pawai Kreatif yang diikuti oleh seluruh pimpinan persyarikatan, ortom, amal usaha, dan warga Muhammadiyah se-Kota Metro. Jumlah peserta pawai mencapai kurang lebih 12 ribu orang.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono menyampaikan bahwa 10 unit armada Ambulans Lazismu ini merupakan program yang diinisiasi oleh Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro serta Kantor Layanan (KL) Lazismu yang ada di dalamnya. "Program pengadaan ambulans merupakan program kerja sama RSUMM dengan KL Lazismu RSUMM. KL Lazismu RSUMM memberikan bantuan pengadaan Ambulans Lazismu, tiap 1 unit ambulans 75 juta rupiah," terangnya.
Kekurangan biaya dalam pengadaan, lanjut Kustono, akan dibebankan kepada KL Lazismu yang bersedia dan siap untuk pengadaannya. "Penandatanganan MoU telah dilaksanakan pada bulan Juli 2023, dengan kesepakatan pengadaan bulan Juli sampai September 2023. Alhamdulillah saat ini telah terwujud," imbuhnya.
Kesepuluh mobil ambulans yang diluncurkan tersebut berada di beberapa kantor Lazismu, baik kantor daerah maupun KL. Di antaranya adalah KL Lazismu RSUMM, KL Lazismu Baitul Ilmi Trisnomulyo Batanghari Nuban, KL Lazismu Seputih Surabaya, KL Lazismu Trimurjo, KL Lazismu Way Jepara, KL Lazismu Way Bungur, KL Lazismu Bumi Nabung, KL Lazismu Punggur, KL Lazismu Pontrenmu Darul Arqom Natar, dan Lazismu Kabupaten Tulang Bawang Barat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SURABAYA -- Penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina memantik kepedulian Muhammadiyah di Jawa Timur. Melalui Lazismu, penghimpunan dana kemanusiaan pun dilakukan. Selama kurang lebih satu bulan, dana sebesar 13 miliar rupiah berhasil dihimpun.
Selain menyalurkan dana kemanusiaan untuk Palestina melalui Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam program Muhammadiyah Aid, Muhammadiyah Jawa Timur juga mengirimkan bantuan logistik ke Gaza. Bantuan yang dikirimkan berupa 2400 kaleng RendangMu, 300 dus air minum dalam kemasan, serta 150 kodi sarung dan selimut. Pengiriman bantuan dilakukan pada Senin (27/11) melalui Kapal Republik Indonesia (KRI) Dr. Radjiman Wedyodiningrat di dermaga TNI AL, Ujung Koarmatim Surabaya.
Serah terima pengiriman bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur drh. Zainul Muslimin didampingi oleh Sugeng Purwanto selaku Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yang membidangi program kesehatan, Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Yusril Ardiansyah, serta beberapa staf eksekutif. Bantuan ini diterima oleh Satgas Poskotis Bantuan Kemanusiaan Palestina Mayor (Mar) TNI AL I Nyoman.
drh. Zainul Muslimin dalam sambutannya berharap agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga Palestina. "Mohon diterima titipan bantuan dari warga masyarakat Jawa Timur untuk saudara-saudara kita yang menderita di Palestina yang dihimpun oleh Lazismu atau Muhammadiyah. Semoga bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga Gaza," ucapnya saat menyerahkan bantuan kepada Posko Satgas Poskotis Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di halaman gedung Lakensa TNI AL.
Sementara itu Mayor (Mar) TNI AL I Nyoman selaku Satgas Posko Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Muhammadiyah ketika menerima bantuan secara simbolis dari Lazismu Wilayah Jawa Timur. "Terima kasih atas partispasi dan bantuan dari masyarakat, khususnya dari Muhammadiyah dalam membantu urusan kemanusiaan di Palestina. Bantuan akan disalurkan kepada warga di Palestina yang menjadi korban perang," ungkapnya.
Bantuan logistik tersebut diangkut dengan 4 armada Lazismu Wilayah Jawa Timur dari Gedung Kemanusiaan di Buduran Sidoarjo menuju ke dermaga Ujung Koarmatim Surabaya. Bantuan ini langsung dimasukkan ke dalam kapal begitu tiba di dermaga. KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat bernomor lambung 992 merupakan salah satu kapal yang dimiliki oleh TNI AL dengan fasilitas sarana medis atau kapal Rumah Sakit (RS). KRI ini mendapat tugas negara untuk memberikan bantuan medis dan layanan kesehatan kepada warga Gaza yang akibat krisis kemanusiaan yang terjadi di sana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANJARMASIN -- Kolaborasi kembali dijalin oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel. Kali ini, Lazismu mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan amanah dana zakat karyawan yang dihimpun oleh UPZ Bank Kalsel. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 7 Kota Banjarmasin pada Rabu (06/12) oleh Direktur UPZ Bank Kalsel, H. Fajri Muhtadi kepada Manajer Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Muhammad Ikbal didampingi oleh Staf Penghimpunan dan Kerja Sama, Muhammad Ikhza dan Achmad Azhar Basyir.
Direktur UPZ Bank Kalsel, H. Fajri Muhtadi menyebutkan bahwa pihaknya memilih Lazismu sebagai mitra penyaluran dilandasi keberadaan Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang telah memiliki legalitas formal yang cukup mumpuni. Selain itu, Lazismu juga memiliki rekam jejak kebaikan melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Dengan demikian, para mustahik atau delapan asnaf penerima zakat sangat terbantu dengan adanya Lazismu.
"Di kawasan kita, khususnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan sudah banyak yang dilakukan oleh Lazismu. Kami banyak melakukan hal demikian. Kalau kami sendiri sebagai UPZ ada di cabang, sedangkan Lazismu sifatnya sudah nasional," ungkap Fajri.
Fajri pun berharap agar kolaborasi ini dapat dilanjutkan ke depannya. "Harapan kami ke depannya, keberhasilan yang dilakukan oleh Lazismu melalui kolaborasi yang dilakukan dengan UPZ Bank Kalsel nanti kita lanjutkan dengan berbagai macam program yang ada di UPZ dan yang ada di Lazismu," harapnya.
Manajer Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Muhammad Ikbal menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh UPZ Bank Kalsel melalui kolaborasi ini. Hal ini bukan kali pertama dijalin antara Lazismu dengan UPZ Bank Kalsel sehingga perlu untuk terus diperkuat dalam rangka membantu warga di Kalimantan Selatan.
"Alhamdulillaah kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang dibangun oleh UPZ Bank Kalsel sehingga menjadikan Lazismu Kalimantan Selatan sebagai wadah dan tempat kolaborasi dalam penyaluran berbagai macam program. Tentu sinergi ini patut untuk kita kuatkan bersama ini sehingga dapat membantu berbagai pihak, khususnya bagi warga di Kalimantan Selatan," ujar Ikbal.
Terakhir, Ikbal berharap agar kolaborasi dapat terus dijalin agar semakin banyak program yang dapat dijalankan oleh kedua belah pihak. "Harapan kami dengan adanya kolaborasi ini mudah-mudahan jangan sampai terputus di satu program, kalau bisa berbagai macam program lainnya semua bisa kita sinergikan satu sama lain. Kami mengucapkan terima kasih kepada UPZ Bank Kalsel yang telah memercayakan kepada Lazismu Kalimantan Selatan sebagai mitra dalam penyaluran dana umat," pungkasnya.
UPZ Bank Kalsel menyalurkan zakat untuk mualaf kepada Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan. Sebelumnya, kerja sama serupa juga dijalin untuk para mualaf binaan Lazismu, salah satunya melalui program Kampung Berkemajuan yang menyasar warga pedalaman di Pegunungan Meratus. Zakat tersebut dihimpun dari para karyawan Bank Kalsel yang ditunaikan melalui UPZ Bank Kalsel.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Ikhza]

KABUPATEN WAJO -- Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kabupaten Wajo pada Sabtu (02/12). Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan ini mengusung tema "Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs". Acara ini juga dirangkai dengan Temu Nasional Lazismu yang mengangkat tema "Optimalisasi Kebijakan Zakat Nasional melalui Transaksi Digital yang Progresif" di Ruang Pola, Kantor Bupati Wajo, Sulawesi Selatan.
Bupati Wajo, Amran Mahmud memberikan apresiasi atas kontribusi positif Lazismu terhadap pemerintahan Kabupaten Wajo. Program Lazismu telah memberikan solusi bagi masyarakat kurang mampu yang tidak dapat membayar BPJS dan tidak tercover secara administratif. "Lazismu Wajo bahkan menjadi lembaga yang efektif memberikan edukasi luas kepada masyarakat selama pandemi Covid-19," ujarnya.
Salah satu program unggulan Lazismu Kabupaten Wajo adalah pembinaan Jamaah Tani yang berhasil menanam cabai. Hasilnya, harga cabai pun bersaing sehingga petani bahkan dapat membeli mobil dari pendapatan cabai. Bupati Wajo menyaksikan langsung bagaimana petani menunaikan zakat melalui Lazismu dan menciptakan lingkaran positif dalam pemberdayaan masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menjelaskan bahwa Lazismu memiliki dua kaki, satu di persyarikatan dan satu lagi di pemerintahan dengan izin operasional dari Kementerian Agama. Oleh karena itu, Lazismu harus menjalin sinergi dengan semua majelis, lembaga dan ortom untuk terus meningkatkan gerakan filantropi. "Program pemberdayaan Lazismu di Wajo telah mencapai hasil positif, petani yang diberdayakan sudah mampu membayar zakat," ungkapnya.
Lebih lanjut Rais pun menyoroti pentingnya dakwah zakat, infak, dan sedekah dilakukan sejak dini. Filantropi Cilik menjadi contoh bagaimana menyentuh hati masyarakat melalui pendekatan dakwah yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Qadir Gassing menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan dakwah di pedalaman Sulawesi Selatan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah membawa kegiatan pemberdayaan kopi. Kegiatan ini tidak hanya memberdayakan masyarakat tetapi juga memperkenalkan Islam. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan dakwah yang lembut untuk menyentuh seluruh umat manusia.
Temu Nasional Lazismu 2023 menjadi momentum untuk menggali potensi zakat digital yang progresif dan memperkuat inovasi sosial demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Keberhasilan program-program Lazismu di Kabupaten Wajo menjadi inspirasi bagi lembaga filantropi lainnya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

