

MESIR -- Berbagai persiapan terus dilakukan oleh Advance EMT Muhammadiyah yang telah tiba di Mesir untuk menunaikan tugas memberikan bantuan dan pelayanan kepada warga di Gaza. Salah satunya adalah memastikan persiapan untuk pengiriman bantuan logistik medis berjalan dengan baik. Pada Jumat (25/01), tim menyambangi gudang kemanusiaan Gazze Destek Derneği (GDD) di kawasan Badr City, Kairo, Mesir.
Di tempat ini, tim disambut oleh Dr. Ahmad Abdul Ati yang bertanggung jawab terhadap pengadaan bantuan obat-obatan. Gudang kemanusiaan GDD di Badr City berfungsi untuk mengelola logistik medis. Bantuan logistik medis Muhammadiyah yang dipersiapkan meliputi 16.000 buah Wideprex, 9.640 buah Corvizim, 350 buah Metronidazole, dan 5.017 buah Sunnyfungal.
"Bantuan obat tersebut sudah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan di Palestina. Kami juga mendapatkan penjelasan yang cukup rinci dari pengelola (Dr. Ahmad Abdul Ati)," terang salah satu anggota Advance EMT Muhammadiyah, dr. Tri Yunanto Arliono.
Terkait kerja sama yang dijalin dengan GDD, Huda Khairun Nahar yang bertanggung jawab terhadap logistik Advance EMT Muhammadiyah memuji kinerja lembaga mitra tersebut. "Dari aspek manajemen logistik pergudangan kami menilai petugas di gudang GDD ini sangat teliti dengan hal-hal yang penting untuk membangun kepercayaan publik seperti pemasangan spanduk dari lembaga penyumbang bantuan, label barang, dan pangepakan barang," ungkapnya.
Senada, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gunawan Hidayat menyebutkan bahwa GDD merupakan lembaga yang memiliki kredibilitas dan profesionalisme cukup baik. Rencananya Advance EMT Muhammadiyah akan mengirimkan bantuan logistik medis yang akan dilepas Ahad (28/01).
"Kami sudah melihat secara langsung dan bertemu dengan pengelola di lokasi gudang. Kami juga melihat bagaimana para petugas menata barang bantuan dengan penuh cekatan di bawah kontrol manajemen. Bahkan kami juga melihat laporan tim media mereka yang melaporkan persiapan hingga perjalanan truck bantuan menuju Palestina," terang Gunawan yang turut serta dalam rombongan tim.
GDD merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang fokus untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di daerah-daerah yang membutuhkan seperti Turki, Palestina, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Yordania. GDD turut andil dalam membantu proses distribusi bantuan Muhammadiyah yang dihimpun oleh Lazismu menuju Palestina dan tiba di perbatasan Rafah pada 17 Desember 2023. Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui koordinasi Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan diterima oleh Palestine Red Crescent Society atau Bulan Sabit Merah Palestina.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menyelenggarakan Peningkatan Kapasitas Amil serta Pelatihan di Aplikasi Perkantoran bagi para amil. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan aplikasi perkantoran mengenai transportasi digital untuk mewujudkan sistem informasi manajemen data dalam satu 'big data'. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (12/01) yang bertempat di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta.
Pada kesempatan ini, para peserta yang terdiri dari amil eksekutif Lazismu se-DI Yogyakarta, Lazismu tingkat daerah, dan amil Lazismu Kantor Wilayah diberikan pelatihan oleh 2 pemateri yang kompeten di bidangnya, yaitu Adhi Prahara dan Herman Yuliansyah. Keduanya membawa pengalaman dan keahlian mereka dalam menggabungkan ilmu praktis dan akademis. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berisi teori, praktik, serta diskusi interaktif antara pemateri dan peserta.
Acara dimulai dengan sambutan dari bidang transportasi DI Yogyakarta yang memberikan gambaran tentang pentingnya sistem administrasi berbasis digital dalam lingkup perkantoran. Sesi pelatihan interaktif kemudian dilakukan oleh para pemateri yang memberikan panduan praktis dalam mengelola sistem administrasi menggunakan berbagai aplikasi perkantoran modern. Peserta diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan ide, usulan, serta pertanyaan terkait dengan langkah-langkah implementasi dan tantangan yang mungkin dihadapi.
Diskusi interaktif yang berlangsung antara para amil dan pemateri mengembangkan keterampilan baru dan wawasan yang lebih luas tentang transformasi digital. Ke depan, para amil diharapkan dapat lebih efektif dalam mengelola data dan menerapkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan dampak positif yang dihasilkan.
Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan kapasitas Amil dalam bidang transformasi digital. Dengan demikian, mereka dapat mengimplementasikan sistem informasi manajemen dalam satu 'big data' yang efisien, menyelaraskan aktivitas kantor layanan berbasis aplikasi Google Spreadsheet, Google Calendar, dan sejenisnya. Pelatihan ini tidak hanya mengoptimalkan efisiensi operasional, tetapi juga wujud dari inovasi dengan perkembangan teknologi terkini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALEMBANG -- Lazismu Wilayah Sumatra Selatan menjalin kerja sama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatra Selatan dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah serta gerakan pengusaha sadar zakat. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan Haris Jumadi, Ketua MEK PWA Sumatra Selatan Sri Rahayu, serta Ketua Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah (ISWARA) Sumatra Selatan Nurhasanah Akmal. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Sumatra Selatan, serta mendorong para pengusaha untuk menunaikan zakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan, Haris Jumadi menjelaskan, dalam kerja sama ini Lazismu Sumatra Selatan akan memberikan pendampingan kepada MEK PWA dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, pelatihan tentang zakat juga akan diberikan kepada para pengusaha. "Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Sumatra Selatan," ujarnya.
Sri Rahayu selaku Ketua MEK PWA mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud sinergi antara Lazismu Sumatra Selatan dan Aisyiyah Sumatra Selatan dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan. "Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong para pengusaha untuk berzakat, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua ISWARA Sumatra Selatan, Nurhasanah Akmal menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengelolaan zakat. "Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," terang Nurhasanah.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Auditorium Muhammadiyah Sumatra Selatan pada hari Rabu (24/01). Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Selatan H. Ridwan Hayatuddin dan Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Sumatra Selatan H. Rudi Apriadi, dan para unsur pimpinan Muhammadiyah baik PWM, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, organisasi otonom, maupun amal usaha Muhammadiyah. Lazismu Sumatra Selatan adalah lembaga zakat yang terbuka kepada siapa saja terutama dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

KOTA PEKANBARU -- Lazismu Kota Pekanbaru merespons terjadinya banjir di Kelurahan Sri Meranti dan Meranti Pandak, Rumbai. Bantuan pun diberikan kepada warga terdampak di daerah tersebut. Penyaluran bantuan berlangsung pada Rabu (17/01) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 01, Jalan Umban Sari Atas, Rumbai.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menyebutkan, bantuan diberikan kepada mereka yang terdampak mengingat aktivitas terganggu selama banjir. "Hari ini kembali kita menyalurkan bantuan bagi para penyintas banjir di Kota Pekanbaru, tepatnya bagi beberapa warga yang terdampak yang berdomisili di sekitar Kelurahan Sri Meranti dan Meranti Pandak. Rata rata kondisi rumah mereka kebanjiran sehingga menghalangi kegiatan aktivitas rutin sehari-hari," ujarnya.
Agung merincikan, bantuan yang diberikan sebanyak 44 paket sembako. Bantuan ini terdiri dari beras 5 kg, telur setengah rak, dan 5 bungkus mie instan. "Untuk itu kita dukung bantuan sembako kepada mereka. Ada lebih kurang 44 KK (Kepala Keluarga) yang kita salurkan bantuan," ungkapnya.
Terakhir, Agung berharap agar bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban warga terdampak serta berdoa agar banjir segera berakhir. "Kita berdoa semoga kondisi banjir ini segera selesai dan masyarakat bisa beraktivitas normal seperti biasa kembali," tutupnya.
Banjir menggenangi rumah-rumah warga dan ruas jalan di beberapa kawasan di Kota Pekanbaru. Ketinggian air, khususnya di Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pekanbaru cukup tinggi. Sebagian warga pun terpaksa harus mengungsi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

MESIR -- Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 18 dari Jakarta, EMT Muhammadiyah tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir pada Rabu (24/01) pukul 10.20 waktu setempat. Kedatangan EMT Muhammadiyah sebagai tim awal (Advance) ini disambut oleh pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir. Khairul Hakim, pengurus PCIM Mesir yang memimpin penjemputan menuturkan, kedatangan EMT Muhammadiyah sudah dinanti sejak beberapa hari lalu.
"Kami sudah menanti kedatangan Tim Advance EMT Muhammadiyah sejak beberapa hari lalu. Kedatangan tim ini sungguh menggembirakan bagi kami karena reputasinya dalam berbagai respon bencana di luar negeri," ujar Khairul.
Sebelum tiba di Mesir, Advance EMT Muhammadiyah telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan PCIM Mesir. Hal ini untuk mempermudah tugas yang akan dijalankan. "Selama ini kami hanya bisa berkomunikasi secara online dan baru kali ini bisa bertemu langsung dengan personel Tim Advance," sambung Khairul.
Tim selanjutnya dibawa ke gedung Markaz Dakwah PCIM Mesir di kawasan Al Asherah Nasr City. Tempat ini merupakan wadah aktivitas pengurus PCIM sejak tahun 2018 yang lalu. "Markaz Dakwah PCIM Mesir ini diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. pada waktu itu, tepatnya pada tanggal 5 April 2018," terangnya sambil menunjukkan plakat peresmian yang terpasang di ruang tengah.
Setelah melepas lelah, Advance EMT Muhammadiyah melakukan pertemuan dengan pengurus PCIM Mesir bersama 10 mahasiswa Muhammadiyah yang sedang menempuh pendidikan di Al-Azhar. Ketua PCIM Mesir, Hidanul Achwan menceritakan sejarah panjang gedung yang dijadikan Markaz Dakwah ini. "Alhamdulillah sejak awal kami terlibat dalam proses pembangunan gedung ini sehingga kami bisa membagi ruangan lebih proporsional untuk ruang tamu, ruang pertemuan, ruang menginap pengelola gedung, bahkan kami juga mempunyai kamar yang disewakan untuk homestay. Dari hasil sewa ini dapat kami gunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan PCIM," tutur Hidan, panggilan akrab lelaki yang sudah tinggal di Mesir selama 7 tahun ini.
Pertemuan ini kemudian membahas rencana perjalanan Advance EMT Muhammadiyah bersama PCIM Mesir yang akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Naibul Umam, Koordinator Advance EMT Muhammadiyah banyak mendapatkan masukan serta saran dari PCIM Mesir. "Sebelumnya kami telah menyusun rencana perjalanan dan kesempatan kali ini bisa kami gunakan untuk mendetailkan tahapan pertemuan dengan beberapa pihak," ungkap Umam.
Selama 9 hari ke depan, Advance EMT Muhammadiyah didampingi PCIM Mesir akan melakukan kunjungan pertemuan dengan beberapa pihak, antara lain Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kementerian Kesehatan Mesir, Palang Merah Mesir, Rumah Sakit Palestina, gudang logistik bantuan untuk Palestina, serta perwakilan WHO. "Kami sangat terbantu dan berterima kasih kepada Mas Hidan dan kawan-kawan PCIM Mesir yang secara khusus telah menetapkan tim untuk memperlancar tugas ini," ucapnya.
Tujuan utama tugas Advance EMT Muhammadiyah adalah untuk memastikan rencana pendirian rumah sakit lapangan. Dengan menjalin koordinasi bersama berbagai pihak, tim ini dapat membangun kesepahaman dan rencana yang lebih teknis untuk keperluan pendirian rumah sakit lapangan, termasuk menetapkan lokasi representatif yang aman. Advance EMT Muhammadiyah mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional terus melakukan respons kedaruratan atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Melalui Muhammadiyah Aid dan kolaborasi lintas lembaga yang didukung oleh lembaga kemanusiaan lokal di Palestina, bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia dipastikan terus disalurkan dan diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.
Selain menyalurkan bantuan makanan dan kesehatan, Muhammadiyah Aid dengan dukungan penuh dari Lazismu juga menurunkan tim awal untuk layanan darurat kesehatan. Emergency Medical Team atau EMT akan bertugas melakukan 'assessment' dan melakukan koordinasi dengan WHO di Palestina. EMT Muhammadiyah rencananya akan berada di Palestina bersama WHO selama 7 hari. Dengan demikian, misi kemanusiaan ini diharapkan dapat berjalan secara optimal dalam rangka memberikan bantuan dan pelayanan kepada warga di Gaza.
EMT Muhammadiyah tersebut secara resmi dilepas oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat pada Selasa (23/01). Hilman berharap agar peran penting dan strategis EMT Muhammadiyah di Palestina dapat memberikan dampak dalam kerja-kerja kemanusiaan yang akan berkolaborasi dengan banyak pemangku kepentingan.
"Ini merupakan kesempatan tim persyarikatan dalam mempersiapkan penyampaian bantuan masyarakat Indonesia secara langsung. Kita ikhtiarkan agar upaya masyarakat Indonesia mengumpulkan dana untuk masyarakat Palestina bisa tersampaikan secara cepat dan efektif," harap Hilman.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional, Syafiq A. Mughni menyampaikan bahwa keberangkatan EMT Muhammadiyah tahap awal ini untuk menjalankan misi kemanusiaan dalam rangka menjalankan amanah dari rakyat Indonesia untuk menolong korban krisis kemanusiaan di Gaza. Di dalam lingkup persyarikatan, selain didukung oleh Lazismu, EMT Muhammadiyah juga berada dalam koordinasi Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
"Saat ini, kita melihat tim respons untuk membantu saudara kita. Inilah yang menjadi titik besar dari kerja MDMC, EMT, Lazismu, dan lain sebagainya," tutur Syafiq.
Penyaluran bantuan kemanusiaan dari Lazismu untuk warga Palestina bukan merupakan hal yang baru. H. Ahmad Imam Mujadid Rais selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah menjelaskan, distribusi bantuan telah disalurkan sejak tahun 2018. Keberadaan EMT Muhammadiyah akan menjadi salah satu wujud kepedulian Muhammadiyah kepada rakyat Palestina.
"Mewakili Lazismu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memercayakan amanahnya kepada Lazismu. Untuk itu, dengan diutusnya EMT Muhammadiyah bisa memberikan informasi berharga dan hasilnya dapat menjadi catatan serta masukan dalam melakukan respons-respons bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina selanjutnya," sebut Rais.
Jumlah relawan kemanusiaan yang tergabung dalam EMT Muhammadiyah, lanjut Rais, sebanyak 5 personel. Mereka terdiri dari Naibul Umam Eko Sakti yang menjadi Team Leader, Tri Yunanto Arliono sebagai dokter layanan kesehatan, Safety and Security Officer (SSO) Wahyu Pristiawan Buntoro, Huda Khoirun Nahar selaku logistik, dan Gunawan Hidayat bertindak sebagai perwakilan Lazismu yang akan turut serta melakukan koordinasi di lapangan.
Tindakan Israel dalam menduduki Palestina terus berlangsung. Terakhir, upaya tersebut dimulai pada 7 Oktober 2023 yang menelan banyak korban terutama warga sipil. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina berdasarkan data per Januari 2024, sedikitnya 24.762 warga Palestina meninggal dunia. Sekitar 70 persen dari mereka dilaporkan terdiri dari perempuan dan anak-anak. Sementara itu, 62.108 warga Palestina lainnya dilaporkan terluka.
Bahkan dalam laporan Office for the Coordination of Humanitarian Affairs menyebutkan, sebanyak 355 warga Palestina termasuk 90 anak-anak terbunuh di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dalam rentang 7 Oktober 2023 hingga 17 Januari 2024. Sampai dengan 19 Januari 2024 tercatat 1,7 juta pengungsi berlindung di tempat penampungan darurat yang ditangani The United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) dan penampungan umum, serta tempat-tempat informal. Karena situasi keamanan dan upaya evakuasi, maka para pengungsi terus memperoleh layanan dan perlindungan kendati harus menempati lokasi penampungan yang sangat padat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

