

KABUPATEN DEMAK -- Sebagai bentuk pelaporan terhadap hasil penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola, Lazismu Kabupaten Demak menggelar kegiatan tahunan berupa "Gathering Muzakki, Munfik, dan Donatur". Acara ini berlangsung di Aula SMK Pondok Pesantren Darussalam Demak, Jawa Tengah. Selain itu, kegiatan ini merupakan wadah sosialisasi untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam akan pentingnya ZIS tersebut.
Ikhwanushoffa selaku Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah menyampaikan materi yang memberikan pemahaman mendalam mengenai peran ZIS dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutannya ia mengingatkan kembali dengan mengutip Al-Qur'an surat Al-Ma'un. "Dalam Al-Qur'an surat Al-Ma'un kita diajarkan untuk tidak bersikap kasar kepada anak yatim, selalu membantu fakir miskin, dan menjauhi perilaku riya saat memberikan donasi, zakat, atau infak," tegasnya.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, para peserta mendengarkan dengan antusias materi yang disampaikan. Muzakki, munfik, dan donatur berkesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam memberikan bantuan kepada sesama. Hal ini menciptakan atmosfer kekeluargaan dan solidaritas yang menjadi landasan utama dari kegiatan ini.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah laporan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS. Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Demak, Dwi Yulianto Mustikoaji mengapresiasi para muzakki, munfik, dan donatur dalam rangka meningkatkan transparansi. "Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari para muzakki, munfik, dan donatur. Dana yang terkumpul telah disalurkan dengan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," jelasnya dalam kegiatan yang berlangsung pada Ahad (07/01).
Sementara itu, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Demak, H. Suyitno menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan kesadaran terhadap tanggung jawab sosial. "Gathering ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi sebuah wadah untuk membangun komitmen bersama dalam menunaikan kewajiban sosial kita sebagai umat muslim. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sebagai amalan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada sesama," ungkapnya.
Pada kesempatan ini Lazismu Kabupaten Demak juga menggelar pameran program-program sosial yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada para muzakki dan donatur mengenai dampak positif yang telah dicapai melalui kontribusi mereka. Para peserta pun berkesampatan untuk saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan PDM Kabupaten Demak H. Suyitno, Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah Ikhwanushoffa, dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Demak Dwi Yulianto Mustikoaji. Sekitar 100 muzakki, munfik, dan donatur Lazismu Kabupaten Demak juga turut berhadir dalam kegiatan ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PEKANBARU -- Warga terdampak banjir di kawasan Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru mendapatkan bantuan dari Lazismu. Penyaluran bantuan berlangsung pada Senin (22/01) di Masjid Nurul Jannah yang terletak di Jalan Utama, Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Bantuan ini terdiri dari 100 kg beras, 10 rak telur dan 1 karton sarden yang akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan logistik dapur umum.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang dapat didistribusikan oleh pihaknya tersebut. "Alhamdulillah hari ini kita bisa mendukung untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan bahan makanan beras, telur, untuk posko dapur umum yang didirikan masyarakat," ujarnya.
Harapannya, lanjut Agung, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka yang terdampak banjir. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memercayakan bantuan melalui Lazismu Kota Pekanbaru. "Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kesusahan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kebanjiran. Terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui Lazismu Pekanbaru," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Dapur Umum, Eva mengatakan, terdapat sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Dengan demikian kebutuhan konsumsi beras setiap hari mencapai 20 kg. "Ada 250 KK yang terdampak banjir. Jadi untuk kebutuhan konsumsi berasnya untuk sekali makan ada 10 kg, jadi 2 kali di siang dan malam hari membutuhkan 20 kg beras per hari," terang Eva.
Bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kota Pekanbaru ini mendapatkan apresiasi dari Selamat selaku Ketua 02 Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Lazismu Kota Pekanbaru dengan adanya bantuan sembako dan juga lauk pauk untuk masyarakat terdampak banjir.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami. Mudah-mudahan ini penuh berkah dan kami yang menerima bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik, apalagi dalam keadaan darurat seperti saat ini," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SRAGEN -- Program Kampung Berkemajuan Tahan Banting (Ketahanan Pangan Bandeng Taqwa Pecing) diluncurkan pada Sabtu (06/01) di Masjid Taqwa Pecing. Kegiatan ini merupakan inisiasi program pemberdayaan sosial untuk meningkatkan perekonomian oleh Masjid Taqwa Pecing dan Lazismu Kabupaten Sragen melalui inovasi produk olahan bandeng yang melibatkan ibu-ibu di Kampung Pecing.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sragen, Kepala Kantor Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen, Kepala Kantor Kelurahan Sragen Wetan, serta Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sragen. Tidak ketinggalan 80 peserta dari berbagai lapisan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini.
Ketua PDM Kabupaten Sragen, K.H. Ali Rosyidhi memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh warga Kampung Pecing dalam menginisiasi Program Tahan Banting ini. "Dengan harapan program ini bisa memperkuat ekonomi warga Kampung Pecing," ujarnya.
Ucapan terima kasih diberikan oleh Supono selaku Takmir Masjid Taqwa Pecing kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Program Tahan Banting di kampung ini. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Tahan Banting," ucapnya.
Sementara itu, Dyah Nur Laily Fathonah yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan pemikiran mendalam mengenai perlunya memberikan ruang, kesempatan, dan akses yang lebih luas bagi perempuan. Pemilik Rumah Makan Dapur Lely ini mengingatkan, perempuan dapat membantu menuntaskan permasalahan di masyarakat.
"Perkembangan dan tuntutan zaman semakin pesat. Karena itulah perempuan perlu diberikan ruang, kesempatan, dan akses untuk berdaya sehingga dapat membantu dalam menuntaskan isu-isu yang tengah terjadi di masyarakat," ungkap Laily.
Terakhir, Laily berharap agar program ini dapat diminati oleh masyarakat. "Selamat berjuang dan semoga Program Tahan Banting ini sukses dan diminati semua kalangan masyarakat," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN WONOSOBO -- Asosiasi Aren Nusantara atau dikenal dengan Aren bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwiro melakukan aksi penanaman pohon di Kabupaten Wonosobo. Aksi bertajuk "Seremoni Penanaman 2000 Pohon Aren Program Konservasi Lahan Kritis" yang mendapatkan dukungan penuh dari Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lazismu Wilayah Jawa Tengah, dan Lazismu Kabupaten Wonosobo ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada program konservasi lahan kritis di daerah tersebut. Program ini telah dimulai sejak bulan November 2023 hingga Maret 2024 nanti yang dirancang sebagai program Pilar Lingkungan Lazismu.
Pada acara penanaman pohon di lapangan Surya Muda Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo yang berlangsung Ahad (21/01), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, K.H. Tafsir mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan di tempat asal tumbuhnya aren. Namun seiring dengan banyaknya penebangan aren untuk diambil sagunya dan tidak dilakukan penanaman kembali maka terjadilah disharmoni atau ketidakselarasan. Hal ini memicu terjadinya bencana alam.
"Filosofinya mestinya tebang satu tanam satu. Tapi kita tebang habis tanpa menanam. Itulah terjadi disharmoni. Maka kemarau mudah kering, musim hujan mudah banjir, dan longsor. Itu adalah bagian dari disharmoni," terang Tafsir.
Para penerima manfaat melakukan tahapan penanaman pohon secara simultan pada program konservasi lahan kritis di daerah ini. Dua ribu batang bibit pohon aren yang telah dibagikan akan ditanam di lahan yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Wadas Lintang dan Kaliwiro. Tujuannya adalah untuk pelestarian lingkungan akibat terjadinya krisis di kedua kecamatan ini, yaitu kelangkaan air saat musim kemarau dan potensi terjadinya tanah longsor kala musim hujan.
Lebih jauh, Tafsir mengucapkan terima kasih dan selamat kepada PCM Kaliwiro, PDM Wonosobo, Komunitas Aren, dan Lazismu yang telah menanam kembali pohon-pohon aren di kawasan tersebut. Ini merupakan ikhtiar untuk mengembalikan alam agar kembali harmonis. "Tidak hanya sekadar untuk menjaga lindungan tetapi juga punya nilai ekonomi, sehingga aren punya nilai ekologis dan ekonomis, juga sebenarnya punya makna teologis. Mudah-mudahan pohon aren yang kita tanam akan tumbuh subur dan bermanfaat untuk semuanya," harapnya.
Acara ini dirancang untuk menciptakan kesadaran masyarakat, mengampanyekan langkah-langkah konservasi serta memberikan motivasi agar aktif berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan. Melalui Seremoni Penanaman 2000 Pohon Aren Program Konservasi Lahan Kritis ini masyarakat diharapkan dapat merasakan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan sehingga tercipta keberlanjutan dan kelestarian lahan untuk generasi mendatang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN WONOSOBO -- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, K.H. Tafsir menegaskan pentingnya keberadaan Lazismu sebagai bagian dari amunisi Islam. Hal ini disampaikan dalam "Seremoni Penanaman 2.000 Pohon Aren Program Konservasi Lahan Kritis" yang berlangsung Ahad (21/01) di lapangan Surya Muda Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada program konservasi lahan kritis di kawasan tersebut.
Amunisi Islam, ujar Tafsir, terdiri dari tiga hal. Pertama adalah salat. Kedua, puasa. Sementara yang ketiga adalah zakat. "Salat dan puasa adalah amunisi spiritual, zakat adalah amunisi finansial," terangnya.
Perjuangan dalam pengembangan Islam harus didukung oleh kekuatan finansial. Oleh karena itu, lanjut Tafsir, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) erat hubungannya dalam perkembangan Lazismu. Dengan perkembangan tersebut, Lazismu akan semakin banyak membangun berbagai aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk penghijauan dan konvervasi.
"Maka ke depan Lazismu akan semakin banyak membantu pengembangan observasi, reboisasi, dan masyarakat semakin sadar menunaikan ZIS supaya Lazismu semakin berkembang," sebut Tafsir.
Bekerja sama dengan Asosiasi Aren Nusantara atau dikenal dengan Aren, program yang digagas oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Lazismu Kabupaten Wonosobo, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwiro ini mempunyai dampak jangka panjang, menciptakan keberlanjutan, dan juga manfaat bagi lingkungan. Melalui program ini Muhammadiyah melalui Lazismu telah mengambil peran penting dan langkah tepat dalam upaya penyelamatan ekologi dengan program-program hijau yang tidak hanya berdampak positif pada konservasi lahan, tetapi juga bernilai pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo, PCM dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Wonosobo, dan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Para penerima manfaat program yang hadir sebanyak 80 orang berasal dari Kecamatan Wadaslintang dan Kaliwiro, sementara jamaah pengajian PCM Kaliwiro juga turut menghadiri kegiatan ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN GROBOGAN -- Pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini. Salah satunya melalui media pembelajaran Al-Qur'an kepada anak-anak. Untuk itu, Lazismu Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan berupa buku 'Iqra dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran mengaji di wilayah tersebut.
Kegiatan bertajuk "Pentasyarufan Buku 'Iqra untuk Murid Ngaji" ini berlangsung pada Jumat (29/12) di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Masjid ABA Muhammadiyah Grobogan. Penyaluran bantuan ini merupakan upaya positif dalam rangka mendukung penguasaan materi Iqra' kepada 80 murid yang aktif mengikuti kegiatan mengaji di masjid tersebut. Murid-murid diharapkan dapat memahami dan mengamalkan isi buku 'Iqra dengan lebih baik.
Mewakili Lazismu Kabupaten Grobogan, Supriyadik menjelaskan, agenda ini menjadi momen penting bagi para murid. "Dengan mengenal lebih dalam isi buku Iqra', mereka dapat memahami ajaran agama Islam dengan lebih baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kualitas pendidikan agama Islam di tingkat lokal. Dengan melibatkan 80 murid dan 4 guru ngaji, Lazismu Kabupaten Grobogan menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan agama di wilayah Grobogan.
Penyaluran buku 'Iqra untuk murid ngaji ini pun diharapkan menjadi langkah awal menuju pencapaian kecemerlangan dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam. Dengan demikian, program ini dapat membawa manfaat besar bagi generasi muda di Kabupaten Grobogan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

