

KABUPATEN PONOROGO -- Sungguh malang nasib Usman Anshori. Tak hanya hidup sebatang kara, ia pun harus tinggal di sebuah rumah yang tak layak lagi untuk dihuni. Dengan segala keterbatasannya, warga dhuafa yang tinggal di Dukuh Yanggong, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo ini harus pasrah dengan keadaan tempat tinggalnya. Rumah yang dihuni tersebut tampak reyot, atapnya sudah rapuh dan hampir ambruk, ditambah beberapa dinding juga telah roboh.
Amil Lazismu Kabupaten Ponorogo, Fandi menceritakan, setelah mendapatkan kabar mengenai keadaan Usman, pihaknya segera melakukan langkah-langkah untuk membantu. Survei dan beberapa prosedur pun dilakukan oleh Lazismu guna memastikan kelayakan dan tindakan yang akan diambil untuk Usman. "Setelah itu Lazismu berkoordinasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat dan memutuskan untuk membantu dalam hal perbaikan rumah yang layak huni untuk pak Usman," terangnya.
Setelah melakukan penggalangan donasi, pada Sabtu (29/07) tim Lazismu berkunjung ke rumah Badar selaku Wakil Ketua PRM Yanggong untuk menyerahkan donasi bantuan rumah layak huni. Bantuan ini dikemas dalam program Bedah Rumah Lazismu Kabupaten Ponorogo. Koordinasi pun kemudian dilakukan dengan pihak PRM Yanggong agar dapat segera merealisasikan program tersebut.
Selain memberikan bantuan untuk perbaikan rumah, Lazismu Kabupaten Ponorogo juga telah memberikan bantuan sembako selama 3 bulan terakhir. Bantuan ini akan direalisasikan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pangan Usman. Hal ini dilakukan mengingat kondisi Usman saat ini tidak bisa beraktivitas secara normal akibat gejala stroke yang dialaminya selama empat bulan terakhir, ditambah kondisi psikisnya yang kurang normal.
Bedah Rumah merupakan salah satu program yang ada di bawah Pilar Sosial Dakwah Lazismu. Program ini menyasar para penerima manfaat dari kalangan dhuafa yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau memiliki rumah sendiri. Bantuan yang diberikan dapat berupa perbaikan maupun pembangunan rumah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fandi]

KABUPATEN BATANG -- Dengan menggandeng Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Lazismu Wilayah Jawa Tengah menyalurkan bantuan program Pemberdayaan Ekonomi kepada Kelompok Peternak "Suket Ijo". Program ini merupakan upaya untuk mengubah sesuatu yang tidak bernilai menjadi berdaya guna. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajer Fundraising Lazismu Wilayah Jawa Tengah Agus Alwi Mashuri beserta tim, Manajer Lazismu Kabupaten Batang Sarif Khiftanul Bachri beserta tim, Wahyu Hartono selaku perwakilan dari MTT Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, serta Ketua "Suket Ijo" Nur Khasanah bersama sejumlah anggota.
Manajer Fundraising Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Agus Alwi Mashuri menyampaikan terima kasih kepada MTT Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang telah mendukung program tersebut. Ia pun menegaskan komitmen Lazismu sebagai lembaga yang terpercaya. "Kita sebagai Lazismu berkomitmen untuk benar-benar menjadi Lazismu yang terpercaya. Kami berkeinginan kepercayaan ini juga bukan hanya dari individu, tapi juga dari lembaga-lembaga seperti MTT dan mitra korporasi lain," ujarnya.
Alwi menambahkan bahwa pengelolaan zakat yang dititipkan kepada Lazismu mayoritasnya akan disalurkan untuk program pemberdayaan. Penerima manfaat pun akan mendapatkan sesuatu atau melakukan sesuatu yang menghasilkan dana dari pemberdayaan hingga akhirnya menjadi berdaya.
"Inilah yang menjadi mimpi kami, bagaimana kita bisa mengubah yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi sesuatu yang besar, itu yang kami impikan. Jadi insyaAllah program-program kami adalah program yang kita arahkan untuk pemberdayaan, akan kita berdayakan para Srikandi Tangguh untuk merubah mindset beternak tradisional menjadi profesional sehingga meningkatkan kesejahteraan," harap Alwi.
Mewakili MTT Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Wahyu Hartono menyambut baik sinergi yang dijalin bersama Lazismu ini. Ia berharap agar kerja sama ini dapat mendatangkan manfaat dan berkembang. "Mudah-mudahan zakat dari MTT Regional Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini bisa bermanfaat untuk para penerima dan mudah-mudahan bisa berkembang terutama di sini di Daerah Sodong untuk ibu-ibu petani dan peternak Suket Ijo," ujarnya.
Sementara itu, Nur Hasanah selaku Ketua Kelompok Suket Ijo menjelaskan, nama Suket Ijo dipilih selain agar mudah diingat, juga agar dapat memberikan semangat. Suket Ijo merupakan singkatan dari sabar, ulet, kreatif, ekonomis, terampil, ikhlas, jujur, dan optimis. Nama Suket Ijo menjadi doa sekaligus sebagai visi dan misi yang diharapkan dapat menjadi semangat dalam berusaha mewujudkan cita-cita anggotanya.
"Kumpulan tukang ngarit ini berawal dari kesepakatan ibu-ibu dan mbak-mbak yang kebetulan sering kumpul di Nasyiatul Aisyiyah. Karena memiliki nasib yang sama sebagai tukang ngarit, maka kami sepakat membentuk kelompok Suket Ijo," ungkap Nur Khasanah.
Terakhir, Nur Khasanah mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Wilayah Jawa Tengah serta MTT Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta atas bantuan yang telah diberikan ini. "Terima kasih kepada Lazismu Jawa Tengah dan MTT Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selaku mitra atas bantuan zakat yang disalurkan kepada kelompok kami. Kami berharap bantuan ini terus berkelanjutan untuk mendukung kami sehingga kelompok kami dapat terus berkembang hingga meraih kemandirian," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

KABUPATEN GROBOGAN -- Peternakan Wedhus Lemu merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan konsep yang unik. Program yang dimulai pada 2021 ini memanfaatkan uang pembayaran dari para sohibul qurban sebagai modal budi daya kambing yang dikelola warga miskin di pedesaan dengan Lazismu sebagai 'off taker'. Untuk menjalankan konsep tersebut, sohibul qurban harus membayar lunas 150 hari sebelum hari Idul Adha. Dalam waktu lima bulan itulah, warga desa menggemukkan kambing yang akan dikelola Lazismu pada hari Idul Adha.
Program ini menarik minat berbagai pihak, salah satunya Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Melalui Lazismu Wilayah Jawa Tengah, MTT menyalurkan dana pemberdayaan ekonomi yang berasal dari zakat karyawan Telkomsel. Penyerahannya dilaksanakan pada hari Jumat (11/08) di Desa Sedayu, Kecamatan Sumber Jatipohon, Grobogan dan turut dihadiri oleh perwakilan MTT, Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Lazismu Kabupaten Grobogan, serta Kelompok Peternakan Hotel Wedhus Lemu.
"Dana tersebut kami salurkan untuk program peternakan kambing di tiga kabupaten. Peternakan Hotel Wedhus Lemu salah satunya," ujar Ikhwanushoffa selaku Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
Penyerahan bantuan ini disambut baik oleh Manajer Fundraising Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Agus Alwi Mashuri. Ia menuturkan bahwa Lazismu Wilayah Jawa Tengah terus berupaya untuk menyalurkan dan memberdayakan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah. "Sebagian besar akan kami manfaatkan untuk pemberdayaan sehingga ada dampak yang bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar berkaitan dengan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Semoga keberkahan melingkupi kita semua dan Lazismu Jawa Tengah semakin dipercaya," ungkapnya.
Sementara itu, Andik Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Grobogan menyampaikan ucapan terima kasih kepada MTT yang sudah bekerja sama dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah untuk menjalankan program melalui Lazismu Kabupaten Grobogan. "Nantinya kolaborasi dari MTT dan Lazismu Jawa Tengah akan kita gunakan untuk memperbesar, mempercepat program pemberdayaan agar bisa lebih berkembang lagi dan mudah-mudahan menjadi amal jariyah, berkah untuk seluruh muzzaki," terangnya.
Peternakan Wedhus Lemu diakui oleh Galih selaku perwakilan MTT sebagai sebuah terobosan yang unik. Hal inilah yang memantik pihaknya untuk memercayakan pengelolaan zakat kepada Lazismu. "Program Hotel Wedhus Lemu ini bagi kami sangat luar bisa, terobosan yang cantik dan unik dan masih tergolong baru. Semoga tidak hanya unik dan cantik tapi juga dapat memberikan pengaruh yang luas untuk para mustahik," ucapnya.
Perwakilan dari Kelompok Pertenakan Hotel Wedhus Lemu, Wartono mengucapkan terima kasih kepada MTT dan Lazismu Wilayah Jawa Tengah yang telah berkolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi ini. Keberadaan peternakan ini sangat bermanfaat untuk mengangkat perekonomian warga sehingga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Selain itu warga kami bisa menjadi peternak yang hebat, tidak hanya hebat saja tapi harus melalui proses, mulai dari bagaimana merawat kambing, tempatnya, pakannya, sistem untuk memberikan suatu makanan pada kambing itu sehingga pemeliharaan kambing ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Lazismu Grobogan," jelasnya.
Wartono menambahkan, pihaknya berharap agar ke depan dapat berkembang lagi, sehingga manfaat tersebut dapat dinikmati oleh banyak orang. "Semoga ini menjadi suatu acuan untuk mengembangkan ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan. Kita lihat dari warga yang sangat membutuhkan yang memang harus menjadi sasaran," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

KABUPATEN CIREBON -- Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Di Kabupaten Cirebon, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon melalui Lazismu Kabupaten Cirebon menandai hari bersejarah ini dengan menyalurkan program Beasiswa Mentari senilai 50 juta rupiah. Beasiswa Mentari merupakan program pada Pilar Pendidikan Lazismu yang menyasar para pelajar di bangku SD, SMP, hingga SMA atau yang sederajat.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung di hadapan peserta upacara HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia di Lapangan Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Tuparev Kabupaten Cirebon pada Kamis, (17/08) yang diselenggarakan oleh PDM Kabupaten Cirebon. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Cirebon, Mohamad Ranudin kepada Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kabupaten Cirebon, Abdul Mukti Anshori.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Cirebon, Mohamad Ranudin menjelaskan bahwa pemberian beasiswa sejumlah 50 juta rupiah ini dilakukan agar dapat diterima hingga 100 siswa dan akan dibayarkan langsung ke sekolah terkait. Program Beasiswa Mentari tersebut akan diserahkan kepada siswa-siswa sekolah yang ada di Amal Usaha Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.
"Di momen kemerdekaan dan tahun ajaran baru sekolah diharapkan dapat membantu anak-anak dalam meringkankan beban biaya sekolah sehingga anak-anak terus bersemangat dalam melanjutkan pendidikannya," jelas Ranudin.
Sementara itu, Abdul Mukti Anshori selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Cirebon mengapresiasi program beasiswa ini. Ia mengatakan bahwa program ini dapat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi anak-anak yang berasal dari kalangan tidak mampu. "Terima kasih dan selamat untuk Lazismu yang telah menggelar program-program pentasarufan yang bermanfaat," sambutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN CIREBON -- Dalam rangka upaya mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung, Lazismu Kabupaten Cirebon bergerak untuk memberikan bantuan peralatan sekolah kepada anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Beringin Bhakti, Jalan Pangeran Cakrabuana, Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah dan sepatu. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (06/08).
Dimulai pada pukul sepuluh pagi, 15 anak penyandang disabilitas yang tinggal di panti tersebut ikut berpartisipasi. Mereka diajak untuk pergi ke toko perlengkapan sekolah yang terletak di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon untuk memilih serta mencoba seragam dan sepatu yang diinginkan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan peralatan sekolah yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman berbelanja dan memilih sendiri.
Manajer Lazismu Kabupaten Cirebon, Ari Irawan menuturkan, dalam kunjungan ke toko ini, pihaknya berhasil mengalokasikan sekitar 70 setel seragam sekolah dan 43 pasang sepatu yang diberikan kepada anak-anak Panti Asuhan Beringin Bhakti. "Bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak dalam mempersiapkan diri untuk memasuki lingkungan sekolah dengan percaya diri dan semangat yang tinggi," ungkapnya.
Bantuan ini pun disambut baik oleh Erna Harnaeni selaku Ketua Panti Asuhan Yayasan Beringin Bhakti. Ia menyatakan rasa syukur atas penyaluran bantuan tersebut. "Alhamdulillah, wasyukurillah. Semoga apa-apa yang diberikan kepada kami dapat bermanfaat. Dan kami mendokan seluruh pengurus Lazismu dan para donatur selalu dalam keadaan sehat dan diberikan keselamatan dunia dan akhirat," ujarnya.
Langkah yang diambil oleh Lazismu Kabupaten Cirebon dalam menyelenggarakan kegiatan ini patut diacungi jempol. Tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa peralatan sekolah, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak panti asuhan. Keberadaan Lazismu Kabupaten Cirebon sebagai mitra sosial yang peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak sangatlah penting dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan generasi muda yang lebih baik pada masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Ari Irawan]

KABUPATEN BREBES -- Puluhan anak yatim mendapatkan santuan dari Lazismu Kabupaten Brebes. Melalui program Semarak Yatim Ceria, Lazismu berbagi kebahagiaan kepada 25 anak yatim dan piatu dengan menyalurkan bantuan berupa paket seragam dan uang tunai. Kegiatan ini berlangsung pada saat pengajian Ahad pagi yang digelar di halaman kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Brebes.
Manajer Lazismu Kabupaten Brebes, Taufik menjelaskan, pihaknya kembali menghadirkan kebahagiaan, di antaranya melalui santuan anak yatim. Santunan bukan hanya diberikan kali ini saja, melainkan sudah sejak lama diberikan kepada anak yatim secara rutin ke sekolah. Lazismu Kabupaten Brebes akan membayarkan iuran sekolah bila ada anak yatim yang belum bisa membayarnya.
"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak dan relawan yang telah membantu lancarnya kegiatan ini. Terkhusus kepada semua donatur yang telah mengamanahkan zakat dan infaknya melalui Lazismu Kabupaten Brebes," ujar Taufik saat kegiatan yang berlangsung pada Ahad (06/08) tersebut.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Brebes, A. Basori menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan berusaha menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Brebes. "Program ke depan juga akan ada beasiswa bagi mereka yang hafal Al-Qur'an," tegasnya
Sementara itu, salah satu anak penerima santunan, Syahrul Gunawan mengaku senang bisa mendapatkan paket seragam dan uang tunai. "Alhamdulillah di awal kelas yang baru, saya bisa memakai seragam baru dan bisa mendapat uang untuk uang saku jajan tiap hari berangkat sekolah," ungkapnya.
Selain aksi tersebut, Lazismu Kabupaten Brebes juga terus memperkuat sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Beberapa program terkait kewirausahaan, pelayanan kesehatan, dan bantuan pendidikan juga telah dijalankan oleh Lazismu Kabupaten Brebes.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

