

KABUPATEN BELITUNG -- Mas Jedi, demikian pemuda asal Kabupaten Belitung ini dipanggil. Ia menjadi sosok teladan karena gemar bersedekah. Mas Jedi telah berjualan ayam geprek selama lima tahun. Setiap Jumat, ia bersedekah nasi ayam geprek melalui Lazismu Kabupaten Belitung untuk dibagikan kepada beberapa panti asuhan yang ada di Tanjung Pandan.
Setiap Jumat pagi seperti yang dilakukannya pada Jumat (22/09), Mas Jedi mempersiapkan berbagai bahan, mencuci dan menggoreng ayam, membuat sambal, dan menanak nasi. Setelah selesai, ia membungkus nasi ayam geprek dengan rapi dalam wadah yang aman untuk dibawa. Ia pun menghubungi Staf Penghimpunan Lazismu Kabupaten Belitung, meminta bantuan menyalurkan nasi ayam geprek tersebut untuk anak-anak panti asuhan.
Adjie Adha, Staf Penghimpunan Lazismu Kabupaten Belitung yang kerap dihubungi Mas Jedi menuturkan, aksi ini tidak hanya dilakukan pada hari Jumat. "Aksi sosial Mas Jedi ini telah berlangsung selama setahun terakhir. Dia tidak hanya berbagi nasi ayam geprek pada hari Jumat, terkadang jika ada kesempatan Mas Jedi sendiri yang langsung mendistribusikan nasi ayam gepreknya untuk anak-anak panti asuhan," terangnya.
Aksi sosial Mas Jedi telah banyak menginspirasi para donatur Lazismu Kabupaten Belitung. Tidak sedikit juga warung makan yang mau menitipkan dagangannya untuk disalurkan melalui Lazismu dalam program Nasi Jumat Berkah. "Mas Jedi mengajak semua orang untuk berbagi apa yang mereka miliki kepada yang membutuhkan. Ia percaya bahwa dengan memberi, kita bisa membuat perbedaan yang positif dalam kehidupan orang lain dan membangun masyarakat yang lebih peduli," imbuh Adjie.
Kisah Mas Jedi, sosok pemuda yang gemar bersedekah nasi ayam geprek setiap Jumat ini telah memberikan motivasi kepada banyak orang. Tidak hanya untuk mereka yang masih belum konsisten dalam bersedekah, kisah ini pun meneguhkan hati mereka yang rutin berbagi. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BATANG -- Melalui Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang menyalurkan bantuan berupa air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Dusun Kemamang, Desa Candi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Aksi yang berlangsung pada Jumat (06/10) ini mendapatkan dukungan penuh oleh Lazismu Kabupaten Batang.
Ketua MDMC Kabupaten Batang, Muhammad Edy Supriyanto menjelaskan, Desa Candi dipilih oleh pihaknya sebagai lokasi respons pertama penanggulangan bencana kekeringan berdasarkan kaji lapangan atau assessment yang telah dilakukan. "Secara urgensi dari berbagai pengajuan yang masuk dan hasil assessment kami putuskan bahwa Desa Candi di kecamatan Bandar ini menjadi respons pertama kekeringan kami dari MDMC dan Lazismu Batang," terangnya.
Aksi ini, sambung Edy, kemungkinan akan berlanjut menyasar ke beberapa tempat lainnya. Hal ini pun berdasarkan hasil assessment lainnya. "Tentunya dari beberapa kekeringan yang ada nanti kami nunggu hasil assessment. Terkait responsnya tentu kita akan koordinasi dengan stakeholder terkait. Dan alhamdulillah pada respons kali ini melibatkan 10 personil MDMC, 5 personil Lazismu dan 3 relawan lokal," imbuhnya.
Sementara itu, Dimyati selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bandar mengapresiasi langkah MDMC dan Lazismu Kabupaten Batang dalam merespons bencana kekeringan, khususnya di wilayah Kecamatan Bandar. "Saya sangat mengapresiasi sinergi MDMC dan Lazismu Batang dalam merespons bencana hidrometeorologi dalam hal ini kekeringan. Respons ini kami harapkan menjadi respons yang berkelanjutan dan memberikan kebermanfaatkan kepada masyarakat yang membutuhkan," harapnya.
Bantuan yang diberikan ini disambut baik oleh para penerima manfaat. Salah satu warga Desa Candi, Nasrudin mengungkapkan bahwa selama dua bulan bencana kekeringan, baru kali ini desanya mendapatkan bantuan air bersih. "Di Dusun Kemamang ini terkhusus di RT 4 dan RT 5 kami selama dua bulan kekeringan dan baru kali ini mendapat bantuan air bersih," ungkapnya.
Dalam menjalankan aksi kemanusiaan tersebut, PDM Kabupaten batang menyalurkan sebanyak 12.000 liter air bersih. Distribusi air bersih tersebut menggunakan dua mobil MDMC dan KOKAM Batang serta dua tangki milik Perumda Air Minum Sedang Kamulyan. Distribusi ini menyasar warga di RT. 3, 4, dan 5 dengan jumlah penerima manfaat 150 Kepala Keluarga.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BELITUNG -- Komitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kembali ditunjukkan oleh Lazismu Kabupaten Belitung. Melalui kolaborasi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lazismu menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada penerima manfaat. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Iksan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada Ahad (24/09).
Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, MZ Hendra Caya turut hadir dalam kegiatan ini bersama Ketua Infaq Jariyah Belitung (INJAB), Sugiin. Dalam acara subuh keliling ini, Ketua DMI Ibnu Haban memberikan kata sambutan kepada jamaah dan dilanjutkan dengan tausiyah subuh yang ditutup dengan doa bersama.
Setelah itu, pihak DMI menyalurkan beberapa bingkisan kepada jamaah Masjid Al-Iksan. Amil Lazismu Kabupaten Belitung Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Fahmi menyerahkan paket sembako kepada jamaah secara simbolis. Paket sembako yang disalurkan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, tepung, dan berbagai bahan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan oleh keluarga penerima manfaat.
Penyaluran bantuan ini disambut baik oleh warga. Suryani, salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Kabupaten Belitung. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Lazismu Kabupaten Belitung selalu diberikan kemampuan untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang bergabung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Lazismu Kabupaten Belitung terus berkomitmen untuk melakukan berbagai program kemanusiaan guna mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BATU -- Lazismu Wilayah Jawa Timur turut menghadiri kegiatan "Lokakarya Penguatan Kerjasama Antar Lembaga dalam Reintegrasi Sosial Klien Tindak Pidana Terorisme BAPAS Malang" yang dilaksanakan pada Ahad-Rabu (01-04/10) di Amartha Hills, Kota Batu. Kegiatan yang dihadiri oleh 35 peserta ini merupakan bentuk keseriusan upaya pemerintah dalam mencegah dampak terorisme terhadap keamanan negara dan ketertiban sosial.
Pemerintah telah melakukan beragam langkah dalam mencegah serta merehabilitasi korban tindak pidana terorisme, tak terkecuali adalah keluarga dari korban yang terpapar paham-paham terorisme. Meski demikian, dalam pencegahan dan proses rehabilitasi klien narapidana terorisme tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, namun juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DITJENPAS) mendapatkan apresiasi oleh Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Obat-Obatan Terlarang dan Kejahatan (UNODC) atas kolaborasi terus-menerus dalam menangani warga binaan pelanggaran terorisme. Selain itu, UNODC dan DITJENPAS telah bekerja sama dalam rangka meningkatkan fungsi dan kemampuan petugas Pembimbing Kemasyarakatan untuk membimbing dan memberi dukungan reintegrasi sosial kepada klien pemasyarakatan yang pernah melakukan tindak pidana terorisme. Menurut data Ditjenpas (2023), saat ini ada 211 klien Tindak Pidana Terorisme yang menjadi binaan UPT Bapas diseluruh Indonesia.
Sebelumnya, DITJENPAS dan UNODC telah melakukan kunjungan ke BAPAS Malang pada bulan April 2023 untuk mendiskusikan beberapa topik seperti program reintegrasi sosial dan bimbingan klien pelanggaran terorisme. Salah satu masalah yang muncul adalah perlunya peningkatan kolaborasi dan sinergi antara BAPAS Malang dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari upaya membantu klien tindak pidana terorisme dalam reintegrasi sosial radikalitas. Selain itu, BAPAS Malang juga menyebarkan informasi tentang program Griya Abhipraya (Rumah Harapan) yang telah dirilis di BAPAS Malang di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
UNODC dan BAPAS pun melihat potensi para pemangku kebijakan untuk mendukung kondisi ini, salah satunya dengan mengundang Lazismu Wilayah Jawa Timur untuk dapat memberikan kontribusi dalam lokakarya tersebut. Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Zaenal Abidin yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa kehadiran pihaknya dalam lokakarya ini merupakan langkah progresif untuk turut andil mendukung program-program pemerintah yang relevan dengan 6 Pilar Program Lazismu.
"Lokakarya ini merupakan langkah progresif Lazismu untuk turut andil dan dapat mendukung program-program pemerintah yang relevan dengan 6 pilar program Lazismu. Bahkan pertemuan tanggal 1 Oktober 2023, pihak Bapas kelas 1 Malang sangat berharap Lazismu dengan jaringannya dapat mendukung reintegrasi sosial klien ex napiter, agar klien-klien yang sudah kategori 'hijau' dapat diterima kembali di masyarakat dengan keahliannya," ucap Zaenal.
Lokakarya ini membahas masalah dan praktik dalam pembimbingan dan reintegrasi sosial klien tindak pidana terorisme serta peran dan peluang kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait. Selain itu, lokakarya tersebut juga diharapkan dapat berfungsi sebagai forum untuk menyosialisasikan program Griya Abhipraya dan peluang kerja sama, terutama dalam membantu reintegrasi sosial klien yang terjebak dalam tindak pidana terorisme.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN LAMONGAN -- Bedah Rumah merupakan salah satu program unggulan Lazismu Kabupaten Lamongan. Program yang berada di bawah Pilar Sosial Dakwah ini merupakan solusi bagi kaum dhuafa dalam mendapatkan hunian yang layak. Kali ini, Lazismu Kabupaten Lamongan kembali menjalankan program tersebut dengan penerima manfaat keluarga Teguh Suhari, warga Dusun Gorame, Desa Badurame, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Peresmian program Bedah Rumah ini berlangsung pada Sabtu (30/09). Acara tersebut dihadiri oleh Sujudna, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Lamongan Sujudna, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Mulyono AR, Kepala Desa Badurame, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi. Pada kesempatan tersebut, penyerahan kunci dilakukan oleh Wakil Ketua PDM Lamongan kepada penerima manfaat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Lamongan, Sujudna menyatakan bahwa program ini berjalan atas bantuan dari para donatur dan muzakki yang telah mengamanahkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu Kabupaten Lamongan. Pengelolaan dana ZIS ini mampu untuk menopang biaya renovasi rumah Teguh Suhari sehingga layak untuk ditempati lagi. "Ditambah kerja keras para relawan dan dukungan Pemerintah Desa setempat, maka jadilah rumah yang sangat layak huni bagi Teguh Suhari dan Mas'ulah isterinya," ungkapnya.
Sujudna pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur saat peresmian rumah tersebut. "Jazakumullah khayran katsiran. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala dari harta yang telah diberikan oleh bapak ibu muzakki dan Dermawan. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah yang tidak terputus di akhirat kelak. Aamiin," ujarnya.
Rumah milik Teguh Suhari telah direnovasi atau dibedah total. Sebelumnya, kondisi rumah tersebut merupakan bangunan tua yang sudah sangat rapuh, sehingga pada saat turun hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan atapnya ambruk. Sementara itu, tiang penyangga bangunan yang miring berisiko mengakibatkan bangunan rawan roboh.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANTUL -- Kabar gembira datang dari gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2023 yang berlangsung pada Jumat-Ahad (29/09-01/10). Dalam ajang yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) di Kota Pahlawan tersebut, Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih penghargaan Juara 1 Lembaga Amil Zakat (LAZ)/Pengelola Wakaf Unggulan FESyar Jawa 2023. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala KL Lazismu UMY, Rozikan, S.E.I., M.S.I.
Raihan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Rozikan berharap, capaian ini tidak hanya sebatas di atas kertas, tapi dapat menjadi program yang berkelanjutan. "Apa yang sudah dipresentasikan, dinilai, dan dilaksanakan tidak hanya berhenti sampai di sini saja," harapnya.
Keberhasilan ini menurut Rozikan berdasarkan penilaian para juri bahwa penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan oleh KL Lazismu UMY sangat menarik, terutama melalui program UsahaMu. Konsepnya adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui berbagai tahap serta mekanisme yang cukup panjang dan detail.
"Lazismu juga memberikan bantuan tambahan modal dengan cara dua termin. Termin pertama setelah mengikuti pelatihan dan lolos seleksi serta pendampingan. Kemudian dilanjutkan lagi dengan pelatihan dan pendampingan, dievaluasi, dimonitoring, sehingga diputuskan layak untuk mendapatkan tambahan modal tahap kedua," tutur Rozikan.
Setelah selesai dengan pendampingan program UsahaMu juga dilanjutkan dengan pendampingan-pendampingan yang lain dengan melibatkan Lembaga Pengabdian Masyarakat UMY, BPD DIY Syariah, dan tentunya para relawan Lazismu UMY. KL Lazismu UMY juga mendorong para pelaku UMKM untuk mengikuti berbagai pameran, memperbaiki kemasan produk, dan promosi sehingga dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya.
Awalnya, KL Lazismu UMY mengikuti kompetisi ini di tingkat regional DI Yogyakarta. Setelah menjalani kompetisi dan dikurasi dua kali oleh panitia dan BI, KL Lazismu UMY menjadi finalis dan utusan wakil DI Yogyakarta se-pulau jawa. Persiapan yang dilakukan dalam mengikuti FESyar Jawa 2023, lanjut Rozikan, hanya dalam waktu dua hari saja. Akhirnya, meski baru berumur dua setengah tahun, KL Lazismu UMY pun mendapatkan penghargaan yang diberikan oleh BI melalui program yang menitikberatkan pada bidang ekonomi pemberdayaan serta pengelolaan ZIS dalam memberdayakan masyarakat yang dikaitkan dengan SDG's.
"Semoga kekompakan dari tim KL Lazismu UMY tetap istiqomah dalam pemberdayaan ekonomi. Yang paling penting para donatur juga menyalurkan dananya melalui KL Lazismu UMY. Sejauh ini untuk sumber dana pemberdayaan ekonomi baru UMY dan BPD DIY Syariah, karena BPD DIY Syariah menyalurkan dana ZIS melalui kita untuk dana pemberdayaan UMKM. Kemudian langkah selanjutnya kami akan menyiapkan UMKM untuk bisa ikut lomba pada tahun depan dengan kategori pelaku UMKM," tutup Rozikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

